It’s Happy Line Series – Love You Mom

1.    Author : Lime
2.    Judul : It’s Happy Line Series – Love You Mom
3.    Kategori : Romance, Family, Oneshoot
4.    Cast :
–    Jessica Jung
–    Lee Donghae
–    Byun Baekhyun
–    Shin Yoonjo
–    Park Chanyeol
–    Nichkhun Buck Horvejkul
–    Victoria Song
–    Im Yoona

FF It’s Happy Line Series pernah di post di fanpage Haesica. Author hanya ingin repost. Happy Reading ^^ ditunggu kripik pedasnya…!
***
haesica fams cover
PROLOG
I love you, you love me, we are happy family. Siapa yang tidak tahu lagu dari dinosaurus ungu si Barney itu? Aku sangat suka lagu itu. Dulu appa dan eomma sering menemaniku menonton serial itu. Seingatku saat itu eomma masih mengandung adikku. Saat aku terbangun di pagi hari eomma sudah menyiapkan sarapan di meja makan. Appa sudah menungguku disana. Kemudian aku keluar dari kamar dengan pajama kusut lalu duduk di kursi di depan tv. Eomma akan menyuruhku makan sendiri sambil aku menonton Barney. Sesekali appa akan mengelus perut eommaku yang membuncit. Keluarga yang manis bukan?
Jika kau hanya melihat dari sisi itu, kau salah besar. Sejak kecil aku sering melihat eomma dan appaku berkelahi. Err maksudnya bukan berkelahi hebat lalu melempar piring seperti UFO terbang dan berakhir dengan perceraian. Hanya sebuah pertengkaran lucu dan rutin dilakukan kedua orang tuaku. Dan begitulah cara mereka saling mencintai.
Appa adalah appa terhebat yang pernah aku miliki, karena memang eomma hanya punya satu suami. Dia adalah seorang pelatih sepak bola. Sebenarnya appaku dulu adalah seorang penyanyi terkenal dan hebat di masa SMA nya. Begitu juga dengan eommaku, eomma adalah pasangan duet appa menyanyi. Mereka adalah pasangan duet yang keren menurutku, sebab sesekali eomma memutar video duet mereka untuk ditonton oleh aku dan adikku. Appa dan eomma memiliki suara yang indah. Tak heran jika bakat mereka turun kepada aku dan adikku. Namun entah mengapa appa memutuskan menjadi pemain sepak bola kemudian menjadi pelatih di TIMNAS Korea Selatan, dan eommaku menjadi seorang dosen.
Appa memiliki suara yang lembut dan terkesan romantis. Suaranya yang manis selalu membuat para gadis –setidaknya itu yang dikatakan eomma- meleleh. Dan bakat dengan suara lembut itu turun ke adikku. Sangat berbeda dengan karakter suara eomma. Eomma memiliki suara yang lembut juga, namun kuat, tinggi, dan sangat nyaring. Dan inilah yang menurun padaku.
Appa dan eommaku adalah pasangan gila! Mereka sering saling meneriaki satu sama lain, tidak ada kesan romantis di mataku. Namun walaupun sama-sama gila, appaku memiliki sifat pendiam. Kadang appa lebih banyak diam saat tidak ingin meladeni ocehan eomma. Appa cenderung tenang saat tidak mood. Beda dengan eomma, saat tidurpun ia masih bisa memarahiku di dalam mimpinya.

IT’S HAPPY LINE~!!
“Baekhyun!!! Cepat sarapan!” Jessica meneriakki putra sulungnya sambil menyiapkan sarapan. Donghae dan Yoonjo sudah duduk manis menunggu Jessica menuangkan sup.
“Yaaa! Jangan meneriakkiku eomma!” Balas Baekhyun dari dalam kamarnya.
“Lihat! Anakmu itu sudah berani meneriakki ibunya sendiri!” Semprot Jessica pada Donghae.
“Anakku? Yaaa dia anakmu juga!” Balas Donghae tak mau kalah.
Setelah siap Baekhyun segera keluar kamar. “Yaaa eomma appa! Pagi-pagi sudah ribut!”
“Kau yang membuat masalah!” Kata Donghae dan Jessica bersamaan.
Yoonjo hanya menggeleng kepalanya sambil terus menikmati sup nya.
Baekhyun mengambil tempat di samping adiknya. Sekilas memandang wajah itu, wajah yang selalu tenang. Sangat berbeda dengan dirinya.
“Kenapa setiap pagi selalu sarapan sup? Kau tidak bisa memasak yang lain?” Celetuk Donghae.
Jessica belum mau merespon perkataan suaminya. Sibuk mengunyah dan saling memandang dengan Yoonjo lalu tertawa.
“Yaaa aku bicara padamu!” Kata Donghae.
“Kenapa kau selalu mengomentari semua yang aku masak? Kau pesan saja sana apapun yang kau inginkan.” Sahut Jessica.
“Seandainya kau masak makanan yang bergizi aku mungkin akan lebih semangat dalam melatih.”
“Jadi ini tidak bergizi?” Jessica menggebrak meja dan mengambil mangkuk sup Donghae lalu membuangnya.
“Yaa! Kenapa kau membuangnya? Aku belum kenyang!”
“Kau beli saja makanan yang menurutmu lebih bergizi!”
Baekhyun dan Yoonjo saling berpandangan sejenak. Kemudian berdua mengambil langkah keluar rumah sebelum sarapan mereka selesai.
~~~
Jessica menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu mengambil remote TV. Malam ini Ia baru saja dijemput suaminya dari universitas tempat ia mengajar. Donghae melihat peluh di kening Jessica, refleks mengusap kening istrinya.
“Chagiyaa…buka dulu jaketmu. Atau mau aku bukakan?” Tanya Donghae seraya menggeser tubuh Jessica agar ia bisa duduk.
“Aku tau akal busukmu. Aku sedang tidak ingin melakukannya.” Ujar Jessica.
“Sekotor itukah cintaku, chagiya?” Goda Donghae lagi.
“Tentu saja.”
“Hah? Apa maksudmu?”
“Karena hal itu yang selalu kau pikirkan setiap malam huh.”
“Hah baiklah..kita lihat saja siapa yang tergoda.” Ujar Donghae lalu mengganti channel tv.
“Yoonjo yaa! Apa oppamu sudah pulang?” Teriak Jessica.
Yoonjo hanya memunculkan kepalanya dari dalam kamar lalu menggeleng. Kemudian masuk lagi ke kamarnya.
“kemana anak itu.” Desis Jessica.
“Kau khawatir?” Tanya Donghae.
“Tentu saja. Walaupun aku sering memarahinya aku sangat menyayangi anak nakal itu.”
“Itu karena kau selalu berteriak, chagi.”
“Aku selalu merasa ngeri jika kau memanggilku chagi, Donghae ssi.”
“yaa!! Tidak bisakah kita sedikit romantis?” Semprot Donghae pada istrinya.
“Aku tidak suka hal seperti itu. Dan jangan berteriak!” Balas Jessica.
“kau sendiri! Bisakah kau berhenti berteriak setiap pagi dan bersikap sebagai ibu dan istri yang lembut??!”
“Memangnya kenapa kalau aku teriak, hahh?”
“Aku akan…”
“Akan apa? Membunuhku? Ayo ayo bunuh aku!!” Tantang Jessica sambil mendekatkan kepalanya ke wajah Donghae.
“Aku akan membunuhmu dengan cara yang lain.” Ucap Donghae dengan smirknya. Lalu mengecup bibir istrinya lembut. Keduanya larut dalam ciuman yang manis.
Tiba-tiba pintu rumah terbuka. Jessica dan Donghae masih belum menanggapi dan masih dengan aktifitas mereka.
“Eomma! Appa! Aku pu….” Baekhyun menjatuhkan bubble tea yang sedang dibawanya. Tumpah. Saat melihat eomma dan appanya berciuman di ruang tv.
Jessica menarik dirinya dalam pelukan Donghae. Baekhyun masih diam dan mencerna apa yang baru saja dilihatnya.
“A..aku masuk kamar dulu.” Kata Baekhyun kemudian berlalu.
Jessica mendaratkan jitakan keras di jidat suaminya. “Kau lihat? Anak kita sudah menonton adegan begitu dari orangtuanya! Itu semua gara-gara kau!”
“Aku? Hey kau sendiri menikmatinya! Ayolah kita lanjutkan lagi!”
“Aku tidak mau!”
“Lagipula kita sudah ketahuan, hahaa..” Ujar Donghae.
~~~
Baekhyun masih diam melongo mengingat moment yang baru saja ia lihat. Ia tidak pernah berpikir kalau orang tuanya bisa melakukan itu di ruang tv.
“Oppa kau kenapa?” Tanya Yoonjo saat melihat Baekhyun melewati kamarnya.
“Aku melihat eomma dan appa, berciuman.” Bisik Baekhyun.
Yoonjo memasang ekspresi wajah yang biasa, datar. “Aku yakin oppa juga pernah melihat itu. Bahkan lebih, ya kan?”
“eh..apa maksudmu?”
“Setiap lelaki pasti pernah menonton hal-hal berbau porno, apalagi lelaki seperti oppa.”
“Oppamu ini tak sehina itu, hah.” Ucap Baekhyun lalu masuk ke kamarnya.

IT’S HAPPY LINE~!!
Pagi harinya, Baekhyun membuka matanya dengan tenang. Ia menggosok telinganya berulang kali, memastikan tidak ada yang berteriak pagi ini. Benar. Eomma dan appanya belum berteriak sedikitpun pagi ini. Setelah siap, Baekhyun segera keluar kamar untuk sarapan. Kebiasaan rutin di rumahnya sebelum berangkat sekolah.
“Sayang kau sudah bangun?” ucap Jessica dengan senyuman lebar menyambut putranya. Baekhyun masih diam lalu duduk di samping Yoonjo.
“Hari ini eomma mu membuat roti bakar, yah seperti di America sana.” Kata Donghae.
“Kau mau yang banyak?” Kata Jessica lalu menaruh 3 lembar roti bakar di piring Baekhyun. “Liburan besok ayo kita kunjungi nenek kakekmu di America, ya?”
Yoonjo menyenggol pelan lengan Baekhyun lalu berbisik, “Sepertinya mereka sedang berusaha berbuat baik padamu, Oppa.”
“A..aku berangkat. Nanti saja sarapan di sekolah.” Kata Baekhyun kemudian pergi.
~~~
Baekhyun memainkan gitarnya sambil bernyanyi di kantin sekolah. Di sampingnya, Chanyeol, mengimbangi dengan rapp. Beberapa gadis yang melihatnya berteriak histeris.
“Ahh aku selalu pusing mendengar teriakan.” Keluh Baekhyun.
“Eomma mu masih tetap berteriak?” Tanya Chanyeol.
“Selalu. Hey, bagaimana kalau sepulang sekolah kita ke mall? Atau kemana?”
Belum sempat Chanyeol menjawab sebuah pesan diterima handphone Baekhyun.

From : Eomma
To : Baekhyun
JANGAN BERPIKIR UNTUK PULANG TERLAMBAT! KITA HARUS MENONTON SEPAK BOLA JAM 2 SIANG INI UNTUK MENDUKUNG APPAMU!
“Kau lihat?” Baekhyun menyodorkan handphonenya pada Chanyeol. Chanyeol tertawa keras, tak bisa menahan rasa geli di perutnya. “Bahkan lewat SMS pun ia masih bisa berteriak padaku.”
~~~
Yoonjo memainkan rambut panjangnya sambil melihat oppa dan appa nya mondar-mandir. Gadis kecil yang lebih muda 2 tahun dari Baekhyun itu hanya tertawa lirih.
“Jessica! Cepat!” Teriak Donghae.
Selang beberapa detik Jessica keluar dari kamarnya. Ia mengenakan shirt hitam lengan pendek dan celana jeans putih panjang. Dengan kaca mata hitam yang bertengger di matanya, Jessica bergaya ala model di depan suami dan anak-anaknya.
“Chagiya, bagaimana penampilanku?” Kata Jessica dengan senyuman.
Baekhyun menelan ludahnya, eomma cantik, batinnya.
“Apa kau gila? Kau ingin menakuti orang dengan berpenampilan begitu?” Komentar Donghae.
“Aisshh…” keluh Jessica lalu mengganti pakaiannya lagi.
~~~
Pertandingan sudah dimulai. Kursi penonton sudah penuh dan sesak. Pertandingan Korea Selatan dan Jepang hari ini memang sudah sangat dinantikan.
Jessica melirik Suaminya yang tengah berdiri di pinggir lapangan, mengamati setiap gerik pemain.
“Eomma, eomma sudah bilang kalau Appa sangat baik dalam bermain bola.” Ujar Yoonjo.
“Ya, appamu sangat keren saat di lapangan hijau. Itulah saat pertama eomma jatuh hati pada appamu.” Sahut Jessica.
“Kasian appa menikah dengan wanita seperti eomma.” Celetuk Baekhyun.
“Yaaa!! Jaga mulutmu, Lee Baekhyun!”
~~~
[FLASHBACK ON]
Jessica’s POV
Aku dan Yoona berdiri di kursi penonton sambil terus berteriak histeris. Ini adalah pertandingan pertama sahabatku, Donghae. Sejak masuk SMA kami berdua sudah berteman dan bersama. Walaupun kadang kami selalu bertengkar, ia adalah sahabat terbaikku. Kami juga adalah pasangan duet di sekolah kami. Setiap ada acara kami berdua selalu bernyanyi bersama. Meskipun begitu, tidak ada perasaan apapun di antara kami.
Tapi siapa yang tahu cinta? Kita tidak tahu bagaimana cinta pertama itu bisa datang. Semuanya datang begitu saja. Dan beginilah cinta pertamaku.
“Lihat, itu Donghae!” Seru Yoona.
Ku edarkan pandanganku ke lapangan.
Seperti sesuatu sudah menancap keras di jantungku. Donghae terlihat begitu berbeda di lapangan. Padahal setiap kami berduet banyak gadis yang meleleh hanya dengan mendengar suaranya, apalagi dengan melihat wajah tampan dan senyum manis Donghae. Tapi aku tidak pernah tergoda dengan hal itu sebelumnya. Bahkan sudah hampir 3 tahun kami bersama, tidak ada perasaan aneh dalam diriku. Namun kini, ia terlihat sangat jauh berbeda. Apa hubungannya Donghae dengan rumput hijau di lapangan sana?
Setelah pertandingan selesai dan dimenangkan oleh sekolah kami, aku dan Yoona segera turun  ke lapangan dan mendekati Donghae. Tiba-tiba Yoona langsung memeluk Donghae. Aku menatap mereka, nanar. Cinta pertama yang langsung menghancurkan harapan pertamaku.
Aku melangkah gontai menuju rumah. Untuk pertama kalinya aku merasa begitu sakit. Biasanya aku selalu pulang bersama Donghae karena rumah kami bersebelahan. Orang tuaku tinggal di San Fransisco, aku disini tinggal bersama paman dan bibiku. Entah kenapa pikiran untuk kembali ke kampung halamanku muncul.
“Jessica!” Sebuah suara menghentikan langkahku. Aku menoleh, dan itu Donghae.
“Apa?” Balasku.
“Kau tidak ingin memberikan pelukan untukku?”
“Kau berkeringat, bau.”
“Yaa! Kau ini, setidaknya ucapkan selamat.”
“Selamat.”
Donghae meraih tangan Jessica. Jessica diam tak bergeming. “Setelah lulus nanti, aku akan ke Seoul.”
“Kenapa? Apa kau tidak percaya kita bisa sukses di Mokpo?”
“Bukan. Aku..aku diterima di TIMNAS Korea Selatan.”
“Benarkah? Waw selamat!”
“Haruskah kita berpisah?”
“Aku mungkin juga akan ke Seoul untuk melanjutkan sekolahku.”
“Baiklah, kalau begitu kita bisa tinggal bersama di Seoul nanti.”
“Tapi, kenapa kau memutuskan untuk menjadi pesepak bola? Bukannya kau ingin terus menjadi penyanyi?”
“Ayahku bilang kalau aku harus meraih mimpiku. Dan Yoona bilang kalau kau suka atlet.”
“Lalu apa hubungannya denganku?” Tanyaku heran.
“Aku ingin menjadi pesepak bola agar aku bisa bersamamu, dan tentu saja mengejar mimpiku.”
“Yaa! Aku tidak mengerti!”
Donghae mendekatiku dan mengecup pipiku pelan. “kau adalah mimpiku itu, bodoh!”
Aku masih diam. Sedikit senyum terukir di wajahku. Seperti baru sadar aku segera memukul lengan Donghae. “BERANINYA KAU MENCIUMKU DI GANG SEPI SEPERTI INI?!”
“YAAAAA!!!”
Jessica’s POV End
[FLASHBACK OFF]

IT’S HAPPY LINE~!!

“Hueeekkk!!” Jessica muntah untuk kedua kalinya pagi ini. Dengan sabar Donghae terus memijat tengkuk istrinya.
“Setiap hamil kau selalu begini.” Keluh Donghae.
“Yaaa!! Aku tidak akan hamil jika kau tidak berpikiran kotor!” Semprot Jessica.
“UH! Mulutmu bau! Muntah saja lagi.”
“Hueeekkk!!” Jessica memuntahkan isi perutnya lagi. Perutnya terasa mulas dan tenggorokannya gatal. Seperti ada larva yang memanas dan merangsek ingin keluar dari perut bumi. Setelah merasa baikan, Jessica membersihkan mulutnya.
“Chagiya, bersikaplah sedikit lebih manis pada kehamilanmu kali ini, ya?” Bisik Donghae.
“Aku hamil karena salahmu! Kau harus terima!”
Yoonjo dan Baekhyun mengintip pembicaraan orangtuanya dari luar kamar mandi. Keduanya kemudian bertatapan ngeri seakan berkata, ‘kasian adik kita nanti’.
Jessica lalu menidurkan dirinya di sofa dengan mengangkat kakinya sambil menonton tv. Sedangkan suami dan kedua anaknya duduk di bawah.
“Baekhyun, kau sudah memesan pizza?” Tanya Jessica.
Sial, aku lupa! Kutuk Baekhyun dalam hatinya.
“Sepertinya oppa lupa.” Gumam Yoonjo.
“Bagaimana bisa minggu pagi ini tanpa pizza?” Kata Donghae lalu menjitak kepala Baekhyun.
“Eomma! Appa! Maafkan aku, aku lupa. Aku tahu aku salah, sekali lagi aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi.” Ujar Baekhyun santai.
“Lihat anakmu, Lee Donghae. Minta maaf seperti itu, tidak tahu malu.” Semprot Jessica.
“Dia anakmu juga!” Balas Donghae kesal.
~~~
“Huaaaa aku tidak bisaaa!” Jerit Baekhyun dari dalam kamarnya. Seharusnya akhir pekan ini ia habiskan dengan bersantai di rumah atau jalan-jalan. Namun PR Matematika harus ia kerjaan semuanya.
Tiba-tiba seseorang masuk ke kamarnya. Jessica sudah berkacak pinggang siap mengatakan apa saja pada Baekhyun.  “Cepat pergi beli pizza! Adikmu lapar, eomma malas masak.”
“Eomma! Kau tidak tahu sulitnya PR ini? Aku harus mengerjakaannya sekarang kalau tidak aku bisa dihukum!” Kata Baekhyun dengan wajah memelas.
“Aku tidak peduli. Cepat!”
~~~
Setelah membeli pizza, Baekhyun keluar rumah dan hang out bersama teman-temannya. Sudah hampir petang, namun eomma dan appa nya belum mencarinya. Ia sengaja tidak membawa handphone nya agar seharian bisa bebas melakukan apapun yang ia sukai.
Jam 8 malam Baekhyun pulang. Rumahnya tidak dikunci. Ia melangkah masuk ke ruang tv tempat ia dan keluarganya biasa berkumpul. Namun tidak ada siapapun. Bahkan Yoonjo tidak ada. Ia berniat menelpon adiknya, namun handphone miliknya tiba-tiba berdering. Seperti ada perasaan aneh saat handphone itu berdering.
“Appa?” Ucap Baekhyun pelan.
“Kau di rumah? Appa sudah menelpon puluhan kali tapi kau tidak mengangkatnya.” Ujar Donghae di seberang sana.
“Aku…”
“Bisa kau datang ke rumah sakit di dekat rumah bibimu?”
“Ada apa, Appa?”
“Eomma mu jatuh dari tangga. Ia mengalami pendarahan. Masih belum jelas kandungannya bertahan atau tidak. Appa….”
BRUKK! Baekhyun terjatuh lemas. Setiap kata yang diucapkan Donghae seakan mengiris hatinya.
“Cepatlah datang. Yoonjo sudah berada disini. Dan jangan menangis di depan eomma mu. Bersikaplah biasa.”
“Eommaaa….!!” Baekhyun menangis terisak.
“Aku bilang jangan menangis!” Baekhyun mendengar jelas bahwa Donghae juga menangis pelan disana.
~~~
Yoonjo memeluk erat Donghae sambil mengusap pelan tangan Jessica. Jessica hanya tersenyum sendu lalu mengelus perutnya.
“Adikmu sudah pergi, Yoonjo.” Ujar Jessica.
“Eommaa!!” Baekhyun menggebrak pintu ICU dan berhamburan memeluk Jessica.
“Dasar bodoh! Aku bilang jangan menangis!” Semprot Donghae.
“Eomma…maafkan aku..” Isak Baekhyun.
“Bodoh, ini bukan salahmu. Eomma hanya tidak berhati-hati. Tenang saja, eomma dan appa akan memberikan adik baru untuk kalian.” Kata Jessica sembari menghapus air mata Baekhyun.
Tak lama dokter datang dan meminta keluarga pasien keluar sebentar karena akan dilakukan pemeriksaan. Donghae, Yoonjo, dan Baekhyun menunggu di lorong rumah sakit. Yoonjo tak hentinya menangis sambil memeluk Donghae. Donghae hanya bisa memastikan kepada putrinya bahwa semua akan baik-baik saja.
“Baekhyun, bawa adikmu pulang.” Kata Donghae pada Baekhyun.
“Aku ingin menginap menemani eomma.” Gumam Baekhyun lirih.
“Kau harus sekolah.” Kata Donghae kemudian mengambil sesuatu dari tasnya. Ia mengeluarkan sebuah buku, itu buku Matematika milik Baekhyun, lalu memberikannya pada Baekhyun. “Eomma mengerjakan PR mu, ia tidak mau kau dihukum di sekolah.”
Seketika tangis Baekhyun pecah, memecah keheningan malam di lorong rumah sakit.

IT’S HAPPY LINE~!!
“Baekhyun…” Jessica mengerang setelah terjaga, mendapati putra sulungnya tengah menggenggam lembut tangannya.
“Eomma, bagaimana keadaanmu sekarang?” Ucap Baekhyun. Walaupun pandangannya masih samar-samar, Jessica yakin kalau mata putranya sembab.
“Eomma baik-baik saja. Jangan menangis lagi, kau terlihat sangat buruk, bodoh.”
“Aku tidak peduli eomma, aku memang bodoh. Tidak menyadari bahwa Tuhan telah memberikan salah satu bidadari Nya untuk menjaga keluargaku disini.”
“Jangan berlebihan seperti itu.”
“YAAA!!!” Suara teriakan seseorang memecah suasana haru antara anak dan ibu itu. Ibu Jessica, Victoria, berjalan tergopoh-gopoh diikuti suaminya, Nichkhun, diiringi Donghae dan Yoonjo.
“Mom…Mommy?!” Ucap Jessica seakan tak percaya.
“Why did you not tell me about this baby? Mommy dan Daddy sangat khawatir.” Seru Victoria yang langsung memeluk anaknya.
“I’m sorry, Mom. I just didnt wanna make you worry. Seriously Im well now.” Kata Jessica.
Baekhyun berbisik ke arah adiknya, “Aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.”
“Syukur saja cucuku Yoonjo menelpon, setelah tahu kami langsung berangkat dari San Fransisco ke Seoul. Kalau saja kami tidak tahu kalian berdua akan kami gantung!” Semprot Nichkhun pada Jessica dan Donghae.
“Appa tenang saja. Jessica aman bersama kami disini.” Kata Donghae sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Bagaimana bayinya?” Tanya Victoria.
“Dia pergi, Mom. Kata dokter kandunganku kali ini sedikit lemah. Mungkin memang takdirnya seperti itu.” Jawab Jessica. Donghae yang menangkap wajah sedih istrinya langsung memeluk Jessica erat. Membuat istrinya tetap nyaman dan tenang.
“Hah, syukur saja anak pertama Jessica tak bernasib seperti ini.” Kata Nichkhun.
“Mwwooo?” Baekhyun membulatkan matanya. “anak pertama? Apa yang terjadi padaku?”
“Yaa kau tidak tahu huh? Orang tuamu tinggal bersama di Seoul kemudian memiliki bayi sebelum menikah!” Seru Victoria.
“Yaaa! Mommy! Daddy!” Teriak Jessica. Donghae hanya tersenyum geli.
Baekhyun masih diam. Yoonjo hanya tertawa lalu menyenggol lengan Baekhyun dan berbisik, “Sepertinya hanya aku anak resmi disini, Oppa.”
~~~

[FLASHBACK]

Jessica memukul keras Donghae dengan bantal. Berkali-kali yang meninju lengan Donghae agar lelaki yang tengah tidur pulas itu bangun.
“YAAA BISAKAH KITA HIDUP DENGAN TENANG?!” Semprot Donghae keras.
“SUDAH KUBILANG UNTUK BERHATI-HATI! AAAAHH INI SEMUA SALAHMU!”
Donghae melirik sesuatu yang digenggam Jessica. “Itu apa? Kau makan ice cream pagi-pagi begini?”
“DASAR BODOH!” Umpat Jessica, melemparkan benda kecil itu ke wajah Donghae.
Donghae menatap benda kecil itu, diam tak percaya. “Garisnya dua.” Ujar Donghae.
“YAAAAA INI SALAHMU! DASAR IKAN BAU!” Teriak Jessica lalu menjambak rambut Donghae.
[FLASHBACK OFF]
EPILOG
Seperti itulah keluargaku.
Kami saling meneriakki satu sama lain.
Namun begitulah cara kami saling menyayangi.
END~!!

7 thoughts on “It’s Happy Line Series – Love You Mom

  1. Wkwkwk udh beberapa kali gapernah bosen baca ff lee family series ini😄
    ga nahannn! Pengen ketawa mulu xD sampe pegel ini mulut,hohoho author daebak ^.^ ff disini emg keren2 ^_<

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s