60 Seconds

60

60 Seconds
Main Cast :
Choi So Yeon
Choi Junhong ( Zelo B.A.P )
Backsound : Kim Sunggyu – 60 Seconds
——————————–


Tik.
Waktu seolah berhenti.
Mereka terdiam. Mata mereka bertemu, bukan memancarkan cahaya namun kekosongan.
Jiwa mereka seakan terangkat, tak percaya apa yang terjadi
Dada mereka bagaikan di tertusuk pedang, sakit.
Mereka menahan nafas untuk sejenak
Tok.
Waktu kembali berjalan.
Semua kembali normal. Begitupula dengan mereka. Kini mata mereka menunjukan kesedihan
” Hey kalian kenapa? ” suara itu yang membuat mereka tersadar.
Hanya butuh 60 detik untuk memutar hidup mereka.
——————————–
-FlashBack-
Suasana ruang kelas di salah satu kelas di Seoul nampak sedikit ricuh.
Ada yang berlari-larian, bermain dengan handphone mereka, ada juga yang asik mengobrol.
Suasana itu terhenti saat seorang lelaki yang biasa kita sebut guru itu memasuki kelas.
Setelah melakukan ritual mereka memberi salam. Seorang lelaki dengan tinggi di atas rata-rata siswa, dan rambut berwarna pink memasuki ruang kelas
Tik. Waktu terhenti
Dia tak bisa melepaskan pandangannya dari lelaki itu.
Tampan, manis, dan imut semuanya bercampur dalam wajah pria itu. Belum lagi masker yang setengah ia pakai membuat kesan ‘ cool ‘ pada diri lelaki tersebut.
” Anak-anak kita kedatangan murid baru, nah silahkan perkenalkan dirimu “
” Annyeong hasseyo joneun Choi Junhong imnida ” lelaki itu memperkenalkan dirinya.
Lelaki itu tersenyum memandangi wajah teman-teman barunya.
Tetapi matanya terhenti saat melihat sosok gadis yang duduk di bangku tengah, sedang memandanginya.
Entah kenapa pandangannya tak mau lepas dari gadis tersebut.
Ia mendapati ia tengah memperhatikan gadis itu dengan seksama. Dia manis, rambutnya sedang dan matanya sangat menghipnotis.
Ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa melepaskan diri satu sama lain. Seperti ada magnet yang menarik mereka.
Tok. Waktu kembali berjalan
” Silahkan duduk di bangku yang kosong Junhong ” suara itu yang membuat mereka tersadar bahwa mereka masih hidup di dunia
60 detik untuk memulai segalanya
——————————–
Sadarkah kalian 60 detik bisa membuat perubahan terbesar dalam hidupmu?
Bisa membuat hidupmu berputar 180°

SoYeon terus memainkan pulpennya grogi. Ia merasa Junhong teman barunya itu terus melihat ke arahnya.
Dia ingin melirik untuk memastikan, tetapi ia terlalu takut untuk sekedar menggerakkan lehernya. Bagaimana kalau ternyata Junhong itu tidak melihat ke arahnya? Bagaimana jika itu hanya persepsinya saja?
Ah molla! Lebih baik kau tenang Choi So Yeon. Bisik So Yeon dalam hati

Dia menggigit bibirnya. Aku tidak tahu kenapa tetapi yang jelas itu lucu bagiku. Hey kenapa aku terus melihat ke arahnya seakan ia adalah tontonan menarik? Fokus Choi Junhong fokus, fokus pada pelajaran!

Anggap mereka bodoh atau gila tetapi yang pasti mereka tak bisa berhenti melirik ke arah satu sama lain! Mereka selalu mencoba melihat ke arah satu sama lain setiap ada kesempatan.
Mungkin Junhong yang terlalu tampan atau So Yeon yang terlalu menarik perhatian?
‘ tuk ‘
Tanpa sengaja pulpen yang sedari tadi di mainkan So Yeon terjatuh, dan jatuhnya ke arah meja Junhong yang terletak di seberang belakang tempat duduk So Yeon.
Nampaknya Cupid sedang menjalankan tugasnya dengan benar.
Baik So Yeon maupun Junhong sama-sama mengambil pulpen itu pada saat yang bersamaan. Membuat tangan mereka bersentuhan.
Mata mereka menatap satu sama lain.
” Choi Junhong ” kata Junhong memutuskan untuk mengambil langkah pertama.
” Choi So Yeon ” kata So Yeon merona
” Ini pulpenmu ” Junhong memberikan pulpen So Yeon yang di ambilnya tadi.
” Gomawo ” ucap So Yeon seraya tersenyum
Junhong terdiam. Dia membatu. Dadanya bergemuruh. Darah di tubuhnya mengalir dengan cepat. Kembang api serasa meluncur di dalam tubuhnya.
D-ia ter-senyum!
Fakta bahwa So Yeon tersenyum kepadanya membuat Junhong serasa terbang ke langit ke tujuh.
Senyum terus terukir di bibir Junhong bagaikan tak mau hilang
——————————–
60 detik untuk awal segalanya

Entah bagaimana awalnya tetapi yang jelas sekarang Junhong dan So Yeon sudah bisa di sebut sebagai hampir pasangan.
Hanya dengan sedikit kejujuran maka ta-da mereka adalah pasangan sesungguhnya.
Junhong dan So Yeon bagaikan sandal jepit tidak bisa di pisahkan.
Dimana ada Junhong di situ pasti ada So Yeon, begitu juga sebaliknya.
” Junhong, kau tidak lupa dengan janjimu untuk mentraktirku kan? ” So Yeon menagih janji Junhong.
” Tentu saja memangnya aku pelupa sepertimu ” Junhong mendorong pelan kening So Yeon
” YA! Choi Junhong “
So Yeon berlari mengejar Junhong yang sudah sedari tadi berlari.
” Dapat kau, mau lari kemana lagi kau Choi Junhong ” So Yeon menggengam erat pergelangan tangan Junhong
” Arraso arraso, kau memang sudah mendapatkanku Choi So Yeon ” Ucap Junhong sambil memandang So Yeon dalam
Tic. Waktu kembali berhenti
Kini tangan So Yeon sudah tak mencengkram pergelangan Junhong melainkan tangan mereka bertautan satu sama lain.
Bola mata mereka tidak mau bergerak ke mana-mana, hanya ingin menatap satu sama lain.
” Apakah aku juga telah mendapatkanmu Choi So Yeon?  ” Tanya Junhong lembut
” Ya ” Jawab So Yeon pasti
Tok, waktu kembali berjalan
Junhong tersenyum tangannya mengusap lembut kepala So Yeon
Mereka tersenyum, jantung mereka berdebar tak karuan.
——————————–
-FlashBack Off-

Gadis itu terdiam, air matanya mengalir tanpa sengaja.
” Mwoya ige? ” Kata itu yang pertama kali keluar dari mulut wanita itu setelah keheningan lama yang mencekam.
Lelaki di hadapannya juga tak tahu harus berbuat apa. Dia merasa jiwanya seperti di cabut paksa keluar oleh seseorang
Junhong terus menahan airmatanya agar tak keluar, tidak tidak boleh tidak untuk sekarang, dia tidak boleh menangis untuk sekarang, tidak di hadapan gadis ini
Junhong melirik ke arah So Yeon yang sudah membanjiri wajahnya dengan air mata
” Mereka bercanda kan? ” So Yeon mengangkat kepalanya, menatap Junhong nanar.
Junhong mendekat ke arah So Yeon, mengulurkan kedua tangannya agar bisa nemeluk tubuh gadis yang sudah bergetar hebat ini.
So Yeon memendam wajahnya di dada Junhong.
Hangat. Itu yang ia rasakan, pelukan Junhong, tangan Junhong yang memeluknya, tubuhnya yang mendekapnya memberikan perasaan hangat yang meremas hati.
So Yeon memutuskan untuk memeluk kembali Junhong, memeluknya dengan erat.
” Lalu semuanya yang telah terjadi itu apa? Fiksi? ” So Yeon bertanya seraya menatap Junhong yang sedari tadi tak mengucapkan sepatah katapun.
Junhong mengelus pelan rambut So Yeon, meletakkan dagunya di atas kepala So Yeon
” Ya fiksi ” Gumam Junhong pelan
So Yeon semakin meremas genggamannya di baju Junhong.
Ia tidak tahu lagi harus berkata atau melakukan apa, ia ingin waktu berhenti seperti ini, di saat ini, walau hanya 60 detik.
60 Detik untuk menghancurkan segalanya
——————————–
60 Detik untuk mengulang kembali

-FlashBack-

Mata So Yeon terus bergerak ke sana kemari, mencari seseorang di tengah kerumunan tak berujung
Jantung berdebar, nafasnya terhenti saat matanya berhasil menemukan sosok yang ia cari.
Tak lupa senyum menghiasi wajahnya.
Mereka terus berjalan mendekat tanpa melepaskan kontak mata mereka.
” Aku mencarimu ” Kata itu yang pertama kali keluar saat So Yeon bertemu dengan Junhong.
” Aku juga ” Junhong tersenyum hangat sambil menggengam tangan So Yeon
Mereka bertatapan lekat.
——————————–
60 Detik yang memberikanku kehangatan dan kedinginan
-FlashBack Off-

Junhong dan So Yeon menatap satu sama lain dari kejauhan.
Mereka tak lagi tersenyun seperti biasanya, mata mereka tak lagi memancarkan kehangatan seperti biasanya.
Ada bingung,frustasi dan rasa tak percaya di sana.
” Kenapa kalian diam saja? ” Tanya seorang lelaki yang sudah agak tua kepada Junhong dan So Yeon.
” Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? ” Tanya Junhong kembali menahan airmatanya
” Aigoo sebegitu bahagianya kah kau Choi Junhong? Ya sudah kami tinggal dulu, kalian berdua mengobrol saja dahulu ” Kedua lelaki tua yang sedari tadi memisahkan Junhong dan So Yeon beranjak pergi meninggalkan So Yeon dan Junhong berdua.
So Yeon memandang lurus ke bawah, ke rerumputan yang membisu.
” Tatap aku Choi So Yeon ” Perintah Junhong, suaranya pelan dan berat, tak seperti biasanya
So Yeon tak bergeming, ia lebih tertarik kepada rerumputan di banding dengan Junhong.
” Choi So Yeon ” Bisik Junhong pelan.
” Tidak,tidak sekarang. Biarkan aku sendiri Junhong ” Bentak So Yeon sambil terisak
Junhong memandang lalu ia meraih kepala So Yeon dan menaruhnya di pundaknya.
” Bagaimana ini? Aku tidak bisa keluar Junhong-ah fiksi ini membuatku jatuh terlalu dalam ” Lirih So Yeon, ia meremas bagian dadanya, di situ rasanya sakit.
Junhong hanya bisa diam, ia sendiri bingung, bagaimana ini semua bisa terjadi setelah semua kisah indah mereka?
” Aku mencintaimu Choi So Yeon ” Junhong mengucapkannya dengan lirih, tangannya menggengam kuat tangan So Yeon.

Dan kini air mata Junhong sudah tak mampu ia tahan.
” Aku juga Choi Junhong ” Bisik So Yeon
Ada hangat di balik genggaman tangan mereka, saat jemari mereka berpautan satu sama lain menghantarkan kehangatan ke jiwa mereka yang mendingin.
——————————–

Baik So Yeon maupun Junhong sama-sama tidak tahu bagaimana mereka harus bersikap saat mereka bertemu nanti.
Setelah mengetahui fakta menyakitkan bahwa mereka tak dapat bersama.
So Yeon menundukkan kepalanya, kupingnya sedang mendengarkan lagu dari headset walaupun ia sendiri tidak tahu lagu apa sekarang karena jiwanya telah melayang.
Kepala So Yeon terangkat saat mendengar bunyi pintu kelas terbuka.
‘ Dia datang ‘ Gumam So Yeon
Kembali, mata mereka bertemu dan terus mengikat sampai Junhong berdiri tepat di hadapan So Yeon.
Junhong ia berbicara tetapi mulutnya tak bisa terbuka. Ia ingin mengatakan sesuatu kepada gadis yang berdiri tepat di hadapannya ini. Tetapi hatinya terlalu sakit sehingga ia tak bisa membuka mulutnya.
Ia memandangi gadis di hadapannya dalam, lalu dia memutuskan ikatan di antara bola mata mereka lalu berjalan dengan berat.
Muka So Yeon kembali muram. Ia tahu pasti akan seperti ini jadinya, hanya saja ia tidak tahu kalau ini akan sangat menyakitkan.
-FlashBack-

” Appa kenapa baru sekarang kita ke rumah ahjussi? ” Tanya So Yeon pada ayahnya
” Ahjussi baru datang ke Seoul selama ini dia di Gwangju, jadi sulit untum menemuinya ” Jawab ayah So Yeon sambil tetap fokus kepada jalanan
” Arraso “

So Yeon mempelajari setiap tekstur dari rumah ini, minimalis dan sederhana itulah kesan So Yeon tentang rumah ini.
Ayahnya dan Ahjussinya yang baru ia temui masih asik mengobrol, seakan lupa bahwa dia masih ada di sini, sendirian dan bosan
So Yeon berjalan mengitari rumah ini
Langkahnya terhenti, matanya membulat kaget. Jantungnya berhenti berdetak untuk sesaat
” Junhong ” ” So Yeon ” Bisik mereka
” Oh So Yeon kenalkan itu sepupumu Choi Junhong, dia juga satu sekolah dan satu tingkatan denganmu, mungkin kau mengenalnya ” Teriak ayah Junhong atau lebih tepatnya pamannya.
Junhong tersentak kaget saat ayahnya menyebutkan kata sepupu. Maksudnya… Dia dan Choi So Yeon sepupu? Dia dan gadis yang ia cintaii itu saudara?
Tik.
Waktu seolah berhenti.
Mereka terdiam. Mata mereka bertemu, bukan memancarkan cahaya namun kekosongan.
Jiwa mereka seakan terangkat, tak percaya apa yang terjadi
Dada mereka bagaikan di tusuk pedang, sakit.
Mereka menahan nafas untuk sejenak
Tok.
Waktu kembali berjalan.
Semua kembali normal. Begitupula dengan mereka. Kini mata mereka menunjukan kesedihan
” Hey kalian kenapa? ” suara itu yang membuat mereka tersadar.
” Jadi kau… ” Bisik Junhong.
So Yeon masih menatap Junhong tak percaya.
-Flashback Off-
——————————–
60 Detik untuk akhiri segalanya

So Yeon menghirup udara segar, itu yang ia butuhkan sekarang.
Menjauh dari keramaian dan menikmati waktunya sendiri.
So Yeon menatap ke langit gelap malam, matanya kembali berair.
Ini sudah lebih dari 3 bulan semenjak ia mengetahui bahwa Junhong adalah sepupunya, dan sudah 3 bulan juga ia tak menemuinya.
Ia pikir ia sudah tidak merasakan apa-apa lagi kepada saudaranya itu, ternyata ia salah, hatinya masih berdegup kencang ketika ia melihat laki-laki itu tadi. Matanya tak busa berhenti menatap ke arah laki-laki itu.
Kenapa ia harus bereaksi seperti itu?
Kenapa?
Padahal saat Junhong mengatakan ingin pindah sekolah agar semuanya dapat mudah baginya dan Junhong. Tapi kenyataanya tidak ada yang berjalan dengan baik.
So Yeon masih terdiam di tempatnya, ia ragu antara ingin maju ke depan dan melupakan segalanya, atau mundur ke belakang dan menerima rasa sakit yang begitu hebat.
Hari ini keluarga So Yeon mengadakan pertemuan keluarga, secara tidak langsung pasti Junhong juga hadir, awalnya ia ragu ingin menghadiri pertemuan ini atau tidak. Tetapi akhirnya ia memutuskan untuk hadir dan melihat bagaimana tubuhnya bereaksi.
Ia tidak tahu bahwa akan sangat sakit melihat namja itu, ia seharusnya tak datang saja tadi.
” So Yeon ” Bisik suara yang sudah tak lama So Yeon dengar.
Tubuhnya kembali bereaksi lagi, jantungny kembali berjalan tak normal.
So Yeon membalikkan badannya, memastikan bahwa ia tak bermimpi atau berhalusinasi.
” Junhong ” Lirih So Yeon pelan. Junhong hanya tersenyum

Junhong hanya terdiam sedari tadi, ia tak nafsu makan, juga tak ingin bicara. Entahlah segalanya tak terasa nyaman bagi Junhong.
Saat ia menggerakan matanya, matanya menangkap seorang wanita yang berjalan, wanita itu.
‘ Dia disini ‘ Gumam Junhong.
Ia tahu ia tak bisa membohongi perasaanya jika berkata bahwa ia tak merindukan gadis itu, jika ia masih tetap mencintai gadis itu.
Tapi dia juga ingat akan realita yang mengatakan ia tak bisa bersama gadis sebesar apapun keinginan Junhong untuk bersamanya.
Junhong berjalan menghampiri So Yeon yang memutuskan untuk keluar, ke balkon.
Ia pasti amat merindukan gadis ini sampai-sampai hanya melihat tubuh bagian belakangnya saja sudah mampu membuat jantung berdebar tak menentu, bagaimana nanti saat ia melihat wajahnya?
” So Yeon ” bisik Junhong pelan
So Yeon membalikkan badanya dan detik itu juga mata mereka bertemu.
Tik. Waktu kembali berhenti
Mereka mematung, terdiam, tidak tahu harus melakukan apa.
Baik Junhong maupun So Yeon hanya bisa menatap, tubuh mereka membisu.
” Oerinmaninya Choi So Yeon ” Setelah mengalami pertarungan fisik dan jiwa untuk sementara, akhirnya Junhong memutuskan untuk mengambil langkah pertama. Ia tidak ingin malam ini akan menjadi penyesalan terbesarnya jika ia tidak mengungkapkan kata-kata yang ia ingin ucapkan
” Ne ” Seulas senyum akhirnya menghiasi bibir So Yeon dan itu membawa perasaan hangat di hati Junhong
” Bagaimana kabarmu ” Tanya Junhong
” Baik, Kau sendiri? ” Tanya So Yeon
” Baik juga ” Junhong tersenyum.
Ada jeda sejenak sebelum Junhong memutuskan untuk mengungkapkan kalimat yang sangat ia ingin ucapakan sejak tiga bulan yang lalu.
” Aku merindukanmu Choi So Yeon ” Akhirnya dengan satu tarikan nafas Junhong berhasil mengeluarkan kalimat yang selama ini terkubur dalam jauh di lubuk hatinya.
” Nado bogoshiptta Choi Junhong ” So Yeon menatap dalam ke balik mata Junhong, tubuhnya bergetar, ia sangat merindukan lelaki ini, lelaki di hadapannya yang telah mengisi penuh relung jiwanya.
Mereka berdua terus bertatapan satu sama lain, mencoba menyampaikan kata-kata lewat tatapan.
Mereka berdua menikmati keheningan yang menengankan jiwa, menikmati hembusan angin malam yang dingin dan pandangan yang menghangatkan jiwa.
” Baru 3 bulan kita tak bertemu tetapi kau sudah tampak lebih cantik ” Junhong berjalan mendekati So Yeon, mengelus pelan rambut So Yeon.
So Yeon mematung, Jantungnya berdebar tak menentu, kenapa Junhong melakukan ini kepadanya? Tidak tahukah dia bahwa itu sangat sulit menerima kenyataan bahwa mereka tak bisa bersama, bahwa itu sulit untuk melupakannya? Lalu kenapa ia harus seperti ini? Kenapa ia bisa datang dan membuka lagi hati yang telah mati?
Junhong mengamati wajah So Yeon, hatinya tertusuk sakit.
Jika ia tidak ingat So Yeon adalah saudaranya. Jika ia tidak ingat di sini ada keluarganya. Maka ia pasti sudah akan mencium bibir gadis yang berada di hadapannya ini. Jika saja…
” Boleh aku memelukmu? ” ‘ Untuk yang terakhir kalinya sebagai Choi Junhong yang mencintaimu, bukan Choi Junhong saudaramu ‘ Gumam Junhong dalam hati.
So Yeon memeluk erat tubuh Junhong. Ia mengabaikan fakta bahwa ia pasti akan semakin terluka.
Tapi biarlah anggap saja itu adalah awal dari langkahnya berjalan ke depan, melupakan semua kenangan indah dan menyakitkan.
” Ini yang terakhir, setelah itu akan ku pastikan bahwa aku akan berjalan maju, melawan semua rasa sakit ini, dan datang lagi kepadamu, sebagai Junhong yang baru, sebagai Junhong sepupumu ” Bisik Junhong
So Yeon hanya bisa memeluk Junhong erat ia tidak tahu dapat berkata apa, tapi ia yakin bahwa mereka berdua akan mampu menata hidup mereka kembali, meninggalakan semua luka itu sebagai kenangan dan berjalan maju.
-The End-

first thanks to sunggyu oppa karena telah menginspirasi author

kedua jangan timpukin author karena endingnya😀

ketiga kalo udah baca, wajib ninggalin jejak dong😀

 

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s