It’s Happy Line Series – Home Alone

Author : Lime
2.    Judul : It’s Happy Line Series – Home Alone
3.    Kategori : Romance, Family, Oneshoot
4.    Cast :
–    Jessica Jung
–    Lee Donghae
–    Byun Baekhyun
–    Shin Yoonjo
–    Xi Luhan
–    Oh Sehun
–    Kim Hyelim/Lime *author nyempil😄

haesica fams cover

Jessica memijit keningnya perlahan. Ia sudah cukup lelah hari ini dengan pekerjaannya. Belum lagi dengan urusan rumah. Jessica benar-benar membutuhkan tenaga ekstra untuk menenangkan suasana rumahnya malam ini.
Suara gaduh terdengar dari ruang tv. Sebelumnya sudah berulangkali ia meminta suami dan anaknya untuk diam barang sebentar. Namun memang hanya sebentar. Mereka ribut lagi.
“Appa! Biarkan aku menonton Chalk Zone!” Kata Baekhyun dari ruang tv. Dengan jelas Jessica mendengarnya.
“Kau ini sudah hampir dewasa! Jangan menonton hal-hal tidak jelas seperti itu!” Balas Donghae.
“Appa!!”
“Yaaa gara-gara kartun itu  anak tetangga kita hampir amnesia!”
“Itu bukan salahku, dia saja yang tidak bisa menyaring yang dia tonton.”
“Kau pikir anak umur 4 tahun sudah bisa berpikir begitu?”
Jessica mendengus kesal mendengar teriakan suami dan anaknya. Masih lekat di pikirannya, dua hari yang lalu salah seorang tetangganya menitipkan anak laki-laki mereka di rumah. Hari itu hanya ada Baekhyun. Baekhyun mengajak anak itu menonton Chalk Zone dan menceritakan tentang kapur ajaib. Anak itu kemudian mencuri banyak kapur dari sekolahnya. Karena tidak memiliki papan tulis, anak itu menggambar lingkaran besar di tembok. Alhasil ia berusaha menembus tembok melalui lingkaran yang digambarnya. Syukur keningnya tidak benjol namun melukis lembam disana.
Jessica merasakan ranjangnya berdecit. Donghae sudah duduk di pinggir ranjang memandangi punggung istrinya. “Kau sudah tidur?”
“Sudah.” Jawab Jessica.
“Orang tidur mana bisa menjawab.”
“Sudahlah aku sedang tak ingin berbicara denganmu.”
“Aku tau lelah.” Desis Donghae.
“Itu sebabnya aku tidak ingin bicara. Aku tidak punya waktu untuk bermain.”
“Yaaa aku serius. Mungkin ini bisa menghilangkan kejenuhan kita.” Donghae merangkak pelan mendekati istrinya. Ia mengguncang tubuh Jessica hingga wanita itu berbalik ke arahnya.
“Ada apa?!” Semprot Jessica.
“Ini. Aku ingin bersamamu.” Donghae memberikan sebuah kertas kepada istrinya.
Jessica menaikkan alisnya membaca setiap kalimat di kertas itu. Ia mengukir senyum di bibirnya. Donghae sudah tidak perlu menanyakan jawaban istrinya, ia tahu Jessica sangat suka dan pasti setuju. Terkadang ikatan batin lebih kuat daripada kalimat yang meluncur keluar dari mulut.
~~
“BAEKHYUN!!! CEPAT KELUAR KAMARMU! KAU TIDAK MAU SARAPAN?!”
Seperti biasa, suara teriakan ibunya adalah sarapan untuk Baekhyun. Ia bergerak membuka pintu kamar dan keluar. Baekhyun cukup terkejut melihat hidangan di meja makan. Bukan sekedar sup seperti biasa. Terkesan mewah dan kelihatan enak.
“Eomma, apa kita ada pesta?” Tanya Yoonjo yang baru saja keluar kamar bersamaan dengan Baekhyun.
“Tidak, ayolah cepat makan sebelum kalian terlambat!” Seru Jessica yang sudah duduk di samping suaminya.
Baekhyun dan Yoonjo kemudian  maka dengan lahap. Baru kali ini Jessica memasak masakan yang banyak dan sangat enak. Entah kenapa gelagat aneh ibunya selalu bisa ditangkap Baekhyun.
“Eomma, apa benar-benar tidak terjadi apa-apa?” Tanya Baekhyun di sela-sela kegiatan makannya.
“Sudah, kau makan saja yang banyak!” Semprot Donghae pada putranya.
~~
“Oppa!” Teriak Yoonjo melihat Baekhyun jalan melintas di depannya.
Baekhyun menoleh dan memberi isyarat pada adiknya agar berjalan bersamanya. Yoonjo berlari kecil ke arah Baekhyun mensejajarkan langkah mereka. Sesampainya di rumah Baekhyun menghempaskan tubuhnya di sofa dan menonton TV, seperti biasa. Tak sengaja matanya menangkap sebuah amplop cokelat di atas meja.
Ia membuka amplop itu perlahan. Isinya beberapa lembar uang dan sebuah kertas.
“Itu apa?” Tanya Yoonjo kemudian duduk di samping Baekhyun.
“Kau baca saja kertas itu, uangnya biar aku yang urus..hehe..” ujar Baekhyun seraya mengantongi beberapa lembar uang dari dalam amplop.

TO : Baekhyun and Yoonjo
Maaf Eomma dan Appa harus meninggalkan kalian berdua di rumah selama 3 hari. Appamu mendapatkan dua tiket gratis liburan ke pulau Jeju bersama Timnas Korea, hadiah liburan karena kemenangan melawan Jepang minggu lalu. Tenang saja Eomma dan Appa akan baik-baik saja sesampainya di pulau Jeju. Jangan mengkhawatirkan kami. Uangnya kalian gunakan sebaik-baiknya. Dan untukmu, Baekhyun. Eomma tahu minggu ini kau ada ulangan Matematika. Jangan terlalu percaya diri dalam menjawab soal. Karena di keluarga kita hanya ada keberuntungan. Untuk Yoonjo tersayang, jangan lupa makan dan belajar, agar peringkatmu tetap nomor satu.
With Love,
Haesica

Baekhyun melototi surat yang baru saja dibacanya bersama Yoonjo. “Apa-apaan mereka! Seharusnya yang khawatir itu mereka bukan kita!”
“Sudahlah oppa, kita nikmati saja.” Gumam Yoonjo.
“Apa kau gila? Mereka pergi begitu saja dan hanya meninggalkan uang ini. Hah, pantas saja tadi pagi sarapannya sangat lezat.”
“Lalu kita harus bagaimana? Menyusul mereka ke pulau Jeju?”
“HAH!!”
~~
Jessica memainkan handphone nya di dalam bus. Sesekali menengok keluar melalui jendela, suaminya belum datang. Tak lama Donghae datang dan langsung duduk di dekat Jessica.
“Kau lama sekali.” Keluh Jessica.
“Aku harus mengecek semua persiapan anggota team, sebentar lagi kita berangkat ke bandara.” Sahut Donghae.
“Baiklah. Aku sudah bosan menunggu.”
“Yeobo yaa…” Donghae belum menyelesaikan kata-katanya, Jessica sudah memberikan tatapan seperti ‘jangan panggil aku begitu’.
“Apa?”
“Aku khawatir dengan anak-anak kita di rumah.”
“Baekhyun dan Yoonjo sudah cukup dewasa, mereka bisa menjaga diri. Kau harus belajar mempercayai mereka, sayang.”
“yaah semoga saja.” Kata Donghae.
“Ada yang ingin aku tanyakan. Minggu lalu saat aku menonton pertandingan sepak bola team kita, seperti ada salah satu pemain yang berbeda.” Kata Jessica seraya merapatkan posisi duduknya pada Donghae.
“Maksudmu?”
“Maksudku…seperti bukan orang Korea.”
“Oh memang begitu. Satu pemain berasal dari China, namanya Luhan.”
“Ohh….” Jessica ber oh ria. “Pantas saja. Dia cukup tampan.”
“Yah, dia adalah pemain terbaik di sekolahnya saat masih berada di China. Dia juga bintang sekolah dalam bermusik dan pasti idola gadis-gadis yang hobi berteriak. Kau tahu setiap kami berlatih banyak gadis yang menunggu di pinggir lapangan hanya untuk melihat Luhan.”
“Aku akui, dia sangat keren.”
Donghae memberikan tatapan tidak setuju pada istrinya, “heh, maksudmu aku tidak keren? Suamimu ini mantan pemain sepak bola terbaik di Mokpo, kau ingat itu hah?”
“Aku tidak mengatakan kau tidak keren. Hanya saja Luhan lebih darimu. Kau sendiri mengatakan dia jago dalam sepak bola dan musik.”
“Kau lupa ya? Aku juga penyanyi.”
“Yah memang begitu, tapi selama aku menjadi pacarmu dulu aku tidak pernah melihat gadis-gadis mendukungmu dari pinggir lapangan seperti Luhan. Kau payah.” Cibir Jessica.
“yaaahhh!!” Semprot Donghae.
Jessica hanya tertawa lalu menyembunyikan wajahnya di balik lengan Donghae.
Tak berapa lama Donghae merasakan busnya terguncang. Para pemain sudah mulai memasuki bus. Jessica memperhatikan setiap pemain yang masuk ke dalam bus dan yang melewati kursinya. Donghae segera menutup mata istrinya sesaat sebelum Luhan masuk ke dalam bus.
“Hey! Apa yang kau lakukan?!” Berontak Jessica.
“hahahahaa…”
~ ~
Baekhyun mengelus perutnya. Ia sama sekali belum makan sejak pulang sekolah. Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, perutnya sudah mulai terasa perih.
“Yoonjo!! Aku lapar.” Teriak Baekhyun.
Dengan cepat Yoonjo segera keluar dari kamarnya. Tanpa berbicara ia segera memasak dua ramen.
“Ini. Makan ini saja dulu.” Kata Yoonjo seraya meletakkan dua mangkuk ramen di meja.
“Hanya ramen?” Tanya Baekhyun, tangannya mengambil pelan mangkuk ramennya, seakan enggan untuk makan.
“Aku tidak bisa masak. Nanti kita ke supermarket ya, oppa. Tadi aku sudah mencari resep makanan yang gampang.”
“Terserah kau saja.” Sahut Baekhyun kemudian mulai memakan ramennya dengan lahap.
~~
Bus yang membawa Donghae dan Jessica sudah menepi di parkiran bandara. Donghae segera mengkoordinir para pemain untuk segera turun dari bis. Jessica masih tertidur pulas dengan posisi wajah menghadap jendela.
“Sleeping beauty, ayo cepat bangun!” Kata Donghae sembari mengguncang tubuh Jessica. Jessica terjaga lalu menguap pelan.
“Kita sudah sampai? Bawa aku ke kamar aku mau tidur lagi.” Kata Jessica.
“Kita baru akan terbang. Ayo bangun sebelum ketinggalan pesawat.”
Jessica mendengus kesal kemudian mengambil posisi tidur lagi. Donghae menarik tangan istrinya agar bangun.
Setelah perdebatan keras di dalam bus, Jessica mengalah dan segera turun. Sebelum memasuki bandara Donghae menggenggam erat tangan istrinya. Tentu saja beberapa pemain berbisik-bisik pelan melihat keromantisan pelatihnya. Jessica hanya menurut saja karena masih merasa ngantuk.
“Donghae ssi.” Sebuah suara menghentikan langkah Donghae. Jessica yang tak melihat jalan menabrak punggung suaminya. Yaahh..tertidur saat berjalan.
“oh, Luhan!” Seru Donghae.
Seorang laki-laki bernama Luhan segera berlari mendekati Donghae dan Jessica, dan juga seseorang mengekor di belakang Luhan.
“Kalian sudah siap?” Tanya Donghae.
“Ya!” Jawab Luhan dan temannya.
“Kenapa berhenti, aku mau di kamar saja…” Kata Jessica yang masih menyenderkan kepalanya di punggung Donghae.
“Hey, bangun! Sebentar lagi kita berangkat!” Semprot Donghae pada istrinya. Jessica masih asyik bergelayut manja di lengan Donghae dengan mata tertutup.
“Ini istrimu, Ahjussi?” Tanya Luhan.
“Ya, ini istriku tersayang, Luhan.” Jawab Donghae.
Mendadak Jessica membuka mata setelah mendengar nama Luhan. “Oh, hey Luhan.” Gumam Jessica sambil merapikan rambutnya.
“Dan ini temannya, Sehun.” Kata Donghae sambil menunjuk seseorang di samping Luhan.
“Hai, Sehun ah..hehee..” Kata Jessica lalu terkikik pelan.
“Senang bertemu dengan Anda, Ahjumma.” Kata Luhan dengan senyum manisnya.
“Ahjumma? Panggil saja aku Noona.” Ujar Jessica.
Donghae menjitak keras kepala istrinya, “Noona? Kau terlalu tua untuk dipanggil noona.”
“YAAAAA!! Apa masalahmu?” teriak Jessica.
“Jangan Berteriak disini!”
“Kau yang mulai!” Balas Jessica tak mau kalah.
“err…ahjussi…” Luhan berusaha menenangkan keadaan. “Kita harus cepat.”
“Ah kau benar. Ayo cepat!” Kata Donghae lalu menarik tangan Jessica.
~~
Yoonjo memilih baju yang akan ia kenakan malam ini. Ini  bukan kali pertama ia pergi ke supermarket, namun ini pertama kali baginya ia keluar tanpa orangtuanya. “Aku harus terlihat…sedikit lebih cantik.” Gumam gadis itu.
Setelah menemukan baju yang pas, ia segera menyisir rambut dan mengikatnya rapi. Ia tersenyum manis di depan cermin, melihat pantulan dirinya. “Aku terlihat seperti eomma. Itu berarti aku sudah cantik.”
“Yoonjo yaaaa!!!” Teriakan Baekhyun memudarkan senyum di wajah Yoonjo. Ia segera keluar dan menemukan oppa nya berkacak pinggang.
“Kau dandan lama sekali! Sama seperti eomma!” Semprot Baekhyun.
“Oppa tidak bisa sabar, perempuan memang lama kalau masalah dandan. Oppa sama saja seperti appa, tidak sabaran!” Balas Yoonjo.
“Ah terserah kau saja. Ayo cepat pergi!”

IT’S HAPPY LINE

Donghae menarik selimut Jessica. Jessica menggeliat dan meraba mencari selimutnya kemudian bersembunyi lagi di balik selimut. Donghae membuka tirai jendela, dengan cepat cahaya matahari masuk dan menyinari kamar mereka. Jessica merasakan silau pada tidurnya, perlahan berbalik badan membelakangi arah sinar datang.
“Bangunlah. Bukannya hari ini kita liburan?” Kata Donghae.
“Mmmmhh…liburan bagiku itu adalah tidur sepanjang hari.” Gumam Jessica.
“Hah kau ini. Anggap saja liburan ini bulan madu kedua untuk kita.”
Jessica bangun dan mengambil posisi duduk. Ditatap suaminya sebentar kemudian tersenyum. “Baiklah. Tapi pertama-tama aku ingin sarapan dulu.”
“Tentu, aku juga lapar.”
“Aku mau mandi dulu.” Kata Jessica seraya meraih handuknya di koper.
Dengan jahil Donghae mencolek pinggang istrinya, “Mau aku mandikan?”
“Heh…aku bisa  sendiri.”
~~
“OPPPPAAAA CEPAT BANGUN!!!”
Masih tidak ada jawaban.
Dengan kesal Yoonjo mengetuk pintu kamar Baekhyun sambil terus berteriak, “OPPPAAA INI SUDAH HAMPIR JAM 7!”
Braakk! Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Baekhyun sudah rapi dengan seragam sekolahnya. “Bisakah kau tidak berteriak? Kau pikir aku tidak bangun pagi?!”
“Aku tidak peduli, ayo makan! Aku sudah masak sebisaku.”
Baekhyun menarik kursinya dan menatap telur gulung yang dimasak Yoonjo. Sedikit berantakan. Ia mengambil sup seikhlasnya, karena sup yang dibuat Yoonjo itu dari bumbu siap saji yang dibeli di supermarket semalam, bukan dari bahan yang berasal dari kulkas langsung seperti yang dibuat eommanya.
“Itu tidak beracun, Oppa.” Sahut Yoonjo.
Baekhyun tidak menjawab. Ia mulai menyantap sarapannya dengan lahap. Enak tidak enak kalau perut sedang lapar semua nikmat, batinnya.
“Aku berangkat duluan.” Ujar Yoonjo.
“Tunggu!” Baekhyun menarik tangan adiknya. “Aku ingin kita berangkat bersama.”
“Kalau begitu cepat habiskan Oppa.”
~~
Jessica memeluk perutnya, menahan rasa lapar yang menggerogotinya. “Mana makanannya?!”
“Sabarlah sebentar. Kau pikir pengunjung restoran ini hanya kita berdua?” Gumam Donghae.
“Luhan!!!” Jessica tiba-tiba berteriak memanggil Luhan dan sehun yang baru saja masuk ke dalam restoran. Dua lelaki itu segera berjalan menuju meja Donghae dan Jessica.
“Selamat pagi, Ahjussi dan Ahjumma.” Kata Luhan dan Sehun bersamaan.
“Sudah kubilang panggil saja aku Noona.” Celetuk Jessica.
Donghae memberikan tatapan tidak setuju, Jessica hanya tertawa dan mempersilahkan Luhan dan Sehun untuk bergabung di meja mereka.
Setelah cukup lama makanan mereka berempat sudah datang. Jessica segera melahap makannya dengan cepat. Sesekali Donghae menjitak kepala istrinya agar Jessica bersikap lebih sopan.
“Ahjussi, sepertinya kalian berdua adalah pasangan yang sangat serasi.” Kata Luhan.
“Benarkah? Aku rasa memang begitu.” Sahut Donghae bangga.
“Serasi? Kalian tahu, dia hanya beruntung karena aku mau menikah di usia muda dengannya.” Balas Jessica.
“Yahh! Jaga mulutmu!” Bentak Donghae.
“Kalian seperti pasangan suami istri yang suka bertengkar. Aku heran bagaimana cara kalian berkencan, hahahaa…” Canda Sehun disambut cekikan Luhan.
“Kalian tahu, kami berkencan sama seperti cara orang lain berkencan, bahkan lebih romantis. Benar kan, sayang?” Goda Jessica pada suaminya.
Donghae hanya tersenyum miris mendengar pernyataan istrinya.
~~
“aaahhh kita mau kemana lagi? Aku ingin tidur!” Semprot Jessica. Donghae tak menghiraukan keluhan istrinya, ia terus menarik Jessica keluar dari hotel.
“Ini! Kita akan bersepeda!” kata Donghae seraya menunjuk sebuah sepeda dengan dua jok dan dua pedal. Sebuah sepeda couple.
“Hey, tidak bisakah kita menggunakan masing-masing satu sepeda?”
“Ayolah sayang…ini akan menyenangkan.” Kata Donghae.
Donghae mengambil tempat di jok depan, sedangkan Jessica di belakang. Perlahan mereka berdua mulai mengayuh sepeda.
Namun cuaca di pagi hari itu sedang tidak bersahabat. Angin bertiup cukup kencang sehingga beberapa sepeda yang mereka kayuh hampir terjatuh. Sesekali Jessica menurunkan sebelah kakinya untuk menyeimbangkan laju sepeda yang bergoyang karena tiupan angin.
“YAAAAAA!! Kau pikir ini menyenangkan! Kita hampir mati!” Teriak Jessica.
Donghae menghentikan laju sepeda di sebuah jembatan. Angin masih bertiup cukup kencang, mereka tidak mungkin bersepeda di jalur jembatan. Donghae dan Jessica menggeret sepeda mereka melewati jembatan sampai di sebuah tempat makan.
“Yang ada hanya ramen.” Kata Donghae.
“Tidak apa-apa. Ahjumma, ramennya satu!” Teriak Jessica.
“Mengapa hanya satu? Aku juga lapar!” Protes Donghae.
“Ahjumma, jangan lupa minuman hangatnya!”
“hah, terserah kau saja!”
“Hahahaa aku memesan dua. Tenang saja, suamiku.” Sahut Jessica kemudian tertawa.
Tak berapa lama ramen pesanan mereka sudah ada di meja. Keduanya hanya menatap lemas dua mangkuk ramen itu. Salah Jessica karena tidak memesan ramen tanpa ‘super hot spicy’.
“Warnanya merah.” Gumam Jessica.
“Kau yakin bisa memakannya?” Tanya Donghae.
Jessica hanya menggeleng pelan.
“Bagaimana kalau kita taruhan? Siapa yang kalah harus mengikuti semua perintah si pemenan, bagaimana?” Tantang Donghae.
“Oh…oh..okay..” Jawab Jessica.
Donghae dan Jessica langsung menyantap ramen mereka. Baru satu kali suapan Jessica sudah berulang kali minum air. Rasanya seperti memakan lahar panas yang bergemuruh di kerongkongan. Sementara itu keringat Donghae mengucur deras.
Jessica mendorong jauh mangkuk ramennya, ia hanya bisa bertahan untuk 5 suap. Donghae hampir menghabiskan ramennya hingga kuah. Senyum Donghae mengembang saat suapan terakhir.
“HAHH! Ini benar-benar gila! Yes..aku menang..wohooo!” Seru Donghae sambil bertepuk tangan.
“Hah…cepat katakan apa keinginanmu!” Semprot Jessica.
“Hmmm….aku ingin kau yang mengayuh sepeda di jok depan. Hahaaa…”
Jessica mendengus kesal. Setelah membayar mereka segera keluar dari kedai. Jessica segera mengambil posisi di bagian depan sepeda mereka.
“Tubuhmu berat sekali.” Keluh Jessica.
“Ayo kayuh yang benar, istriku. Hahaha…” Kata Donghae yang juga mulai mengayuh.
Anehnya, sepeda menjadi seimbang saat Jessica memimpin.
~~
Baekhyun menatap ngeri makanan yang ada di depannya. Ramen. Tak sadar Yoonjo sedang memperhatikan dirinya, Baekhyun membuang ramen buatan adiknya ke wastafel.
“Aku akan berpura-pura sudah makan siang. Memang perutku ini apa, setiap saat makan ramen.” Kata Baekhyun.
“Oppa…..”
Baekhyun menoleh pelan, ia bergidik melihat Yoonjo dengan muka kesal.
“Oppa! Kau jahat sekali!” Semprot Yoonjo.
“Yaaaa! Ini juga salahmu yang selalu memasak ramen!” Balas Baekhyun tak mau kalah.
“Oppa sama saja seperti Appa yang selalu protes pada masakan eomma!!”
“Dan kau sama seperti eomma yang selalu berteriak!!”
“HAAAHHHH! Pantas saja Eomma kesal, ternyata anaknya seperti ini!”
“Hey! kau juga anak Eomma! Lihat, punya anak seperti ini. Hobi berteriak, tidak bisa masak. Ku akui aku bodoh tidak pintar sepertimu. Tapi aku peka! Kau hanya sibuk pada khayalanmu sendiri! Kau pikir kau tinggal di negeri dongeng?? Bangun Lee Yoonjo!!” Bentak Baekhyun tak terkendali.
Mata Yoonjo memanas. Tanpa komando ia langsung berlari pergi meninggalkan rumah.
~~
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tapi Yoonjo masih di rumah sahabatnya, Lime. Gadis itu masih ingin tinggal. Yoonjo tidak pernah merasa sesedih itu. Pertamakali Oppanya bersikap kasar dan marah padanya. Air matanya tak henti mengucur deras.
“Lime, aku ingin pulang saja. Aku sudah merepotkan hari ini.” Kata Yoonjo.
“Kau bisa menginap disini, lagipula ini sudah larut. Tenanglah, everything will be fine dear.” Ucap Lime menenangkan sahabatnya.
“Oppa pasti belum makan, aku harus memastikan dia tidak kelaparan.”
“Aku akan mengantarmu.”
“Tidak sudah. Aku sudah banyak merepotkan, aku bisa pulang sendiri.” Sahut Yoonjo.
~~
Baekhyun duduk santai sambil menonton TV. Ditemani pizza hangat yang baru saja ia pesan. Ia teringat Yoonjo yang masih belum pulang.
“Ah, Yoonjo pasti bisa pulang sendiri. Atau menginap.” Katanya.
~~
Drap..drap..
Langkah kaki Yoonjo memecah keheningan malam. Ia mempercepat langkahnya. Ia merasa seorang pria tak dikenal sejak tadi mengikutinya. Yoonjo berusaha tenang dan berpikir positif. Namun pria itu terus mengikutinya, kemanapun Yoonjo melangkah. Bahkan di saat Yoonjo memutar di kompleks rumahnya, pria itu masih membuntutinya. Yoonjo meraih handphone nya dan menghubungi Baekhyun.
~~
Baekhyun mulai cemas. Jam sudah hampir 11 malam. Ia berusaha menelpon adiknya, namun selalu sibuk.
Sebuah berita di TV membuatnya semakin khawatir. Akhir-akhir ini banyak kejadian pemerkosaan pada remaja pada malam hari di tempat-tempat sepi di kota Seoul. Ia kalang kabut dan berteriak keras.
Tiba-tiba handphone nya berdering. Yoonjo.
“Hallo? Dasar bodoh kau dimana???” Bentak Baekhyun saat menerima telepon.
“Oppa…aku takut.” Sahut Yoonjo di seberang.
“kau….kau…”
“Oppa ada yang membuntutiku…” isak Yoonjo.
“Cepat katakan kau dimana?!”
“Aku akan melewati taman oppa…aku takut…”
Tanpa basa-basi Baekhyun berlari meninggalkan rumah untuk mencari adiknya.
~~
“hallo…hallo..oppa…” isak Yoonjo. Baekhyun sudah memutuskan teleponnya.
Gadis itu mempercepat kecepataannya, pria itu semakin ikut mempercepat langkahnya.
“YOONJO YAAAAAAAAAAA!!!” Suara khas Baekhyun di dengar jelas Yoonjo. Ia berlari ke arah Baekhyun yang menantinya di ujung taman.
“Oppa aku takut!!” isak Yoonjo seraya memeluk Oppanya. Pria yang membuntutinya sejak tadi berbalik pergi.
“Tenang, aku sudah bersamamu. Ayo kita pulang.
~~
“Donghae aku ingin pulang.” Bujuk Jessica pada suaminya.
“Kenapa? Bukannya masih tinggal 2 hari lagi?” tanya Donghae.
“Aku melihat berita di TV. Aku..takut terjadi sesuatu pada anak-anak kita.”
Donghae memeluk istrinya, berusaha menenangkan wanita yang tengah terisak. “Baiklah, besok pagi-pagi sekali kita pulang.”

IT’S HAPPY LINE

Matahari sudah terbit dari ufuk timur. Samar-samar sinarnya menerobos masuk melalui ventilasi kamar. Baekhyun sudah terjaga sejak tadi, namun ia masih ragu untuk keluar menemui adiknya. Sejak kejadian kemarin ia masih belum bicara pada Yoonjo.
“Oppa, kau tidak sarapan? Minggu pagi tanpa sarapan tidak akan menyenangkan.”
Baekhyun tidak mengindahkan penggilan adiknya.
“Tenang saja, aku tidak memasak ramen. Aku sudah memesan ayam goreng kesukaanmu.”
Baekhyun keluar dari kamarnya, menemukan adik kecilnya sedang tersenyum sangat manis. “maaf aku begitu kasar padamu. Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi.”
“ah itu bukan masalah. Kalau tidak ada Oppa mungkin hari ini beritaku sudah ada di cover depan koran.”
“Aku…yah kau tahu…aku menyayangimu.”
“Hahahaa aku tau oppa!”
~~
Donghae dan Jessica sudah berdiri di depan pintu rumah mereka, hampir 10 menit keduanya menatap pintu bercat cokelat itu.
“Kau sudah siap?” Tanya Donghae.
“Baekhyun pasti akan sangat marah.” Kata Jessica.
“Aku tahu. Tapi kita harus masuk sayang.”
Donghae membuka pintu rumahnya perlahan. Mereka masuk ke dalam rumah, benar-benar sepi. Tidak ada suara apapun bahkan suara TV tak terdengar. Biasanya minggu pagi Baekhyun sudah siap di depan TV menonton kartun.
“Eomma? Appa?” Sergap Baekhyun.
“Oh! Hai sayang, apa kabarmu?” Kata Jessica sambil tertawa ringan.
“Eomma I miss you!” Seru Baekhyun, sejurus kemudian memeluk Jessica.
Jessica hanya berdecak heran namun membalas pelukan putranya. “Kau tidak sedang sakit kan?”
“Appaaaaaa!!!” Yoonjo berhamburan dari kamarnya memeluk Donghae.
Donghae dan Jessica sejenak bertatapan melihat tingkah aneh kedua anak mereka.
“Kau kenapa Yoonjo sayang?” Tanya Donghae lembut, membelai pelan rambut Yoonjo.
“Ternyata tanpa eomma dan appa hidup kami sangat sulit. Maafkan aku yang selalu merepotkan eomma.” Kata Baekhyun, masih erat memeluk Jessica.
“Kau baru menyadarinya? Dasar anak bodoh!” kata Jessica.
“Tapi hal itu membuat aku dan Oppa semakin saling menyayangi. Oppa selalu melindungiku, menjagaku dengan sangat baik.” Gumam Yoonjo.
“Benarkah?” Tanya Donghae tak percaya. “wahh Baekhyun sudah dewasa, aku sangat bangga padamu.
Serentak Baekhyun dan Yoonjo melepaskan pelukan mereka pada Donghae dan Jessica.
“Tapi Oppa memarahiku, jahat sekali.” Lapor Yoonjo pada Donghae.
“Yoonjo juga selalu berteriak seperti eomma, seram sekali.” Kata Baekhyun tak mau kalah.
“Ohh…jadi eomma mu ini seram hah?” Semprot Jessica lalu menjewer telinga Baekhyun.
“Aduh…aduh eomma….maaf..” Jerit Baekhyun menahan sakit.

END~

8 thoughts on “It’s Happy Line Series – Home Alone

  1. seruuu..
    Haesica orang tua kurang ajarr -____-
    tapi mereka so sweett~~
    author ngapain nyempil?? .-.
    Baekhyunn aku padamuu :*
    cocok sihh sama yoonjo🙂

  2. jiiaah., keluarga somplak! Gpp deh., tapi keliatan kok saling membutuhkan dan saling munyayngii
    baekhyun saranghae :*

  3. Mereka itu keluarga yg rada somplak kyaknya. Pengen banget punya Oppa kayak Baekhyun, tapi sayangnya aku ga punya Oppa #curhatdikit.

    Keren thor! Aku suka ff ini! Keep writing yah!!

  4. Huahahahaha somplak xD gatau deh setiap baca lee fam series bawaannya bikin ketawa mulu😀,apalagi pas sica bilang di keluarga kita hanya ada keberuntungan,jir.x) author kece lah… teruskan ya thor❤

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s