SHORT FANFIC “Trap”

akhirnya, setelah sekian lama bisa buat ff minstal lagi😄

Tittle: Trap

Gendre: Triangle Love, Romance, Friendship

Cast: Krystal Jung F(X)

Choi Minho (Shinee)

Kim Myungsoo (Infinite)

Other Cast: Kim Jonghyun (Shinee)

Choi Sulli F(X)

Author: -PrettyBoy-

etc

e4e5

Selalu ada penyesalan di akhir!

-Trap-

Krystal berhenti mendorong sepedannya ketika sudah sampai di tempat parkir sekolah. Ia mengunci sepeda berwarna putih tulang itu dengan benar, setelah itu Krystal berdiri, matanya yang tajam mendapati seorang pria berbadan tinggi dengan wajah yang tampan sedang memandanginya dengan datar.

Krystal membalas tatapan pria tadi, tapi secepat mungkin Krystal mengalihkan pandangannya dan pergi dari tempat parkir walaupun dia tahu, bahwa pria itu masih memandanginya.

“Krystal”

Gadis berambut panjang dengan warna hitam arang itu menoleh kebelakang, mendapati Myungsoo sedikit berlari kearahnya dengan tersenyum lebar. Sesampainya Myungsoo di hadapan Krystal, dia memberikan sebatang coklat untuk Krystal.

“Harusnya kau tidak perlu memberiku coklat tiap hari” ujar Krystal sembari menerima coklat dari Myungsoo dengan tersenyum

“Itu agar kau semakin manis” goda Myungsoo

Krystal tertawa mendengar godaan Myungsoo, sikunya dia gunakan untuk menyenggol lengan Myungsoo dan memilih berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.

Aku, tidak akan masuk ke dalam jebakan mu lagi!

-Trap-

“Krystal, Minho mengirimi mu hadiah lagi” kata Sulli sembari duduk di hadapan Krystal

Krystal berhenti membaca bukunya sejenak, memerhatikan sebatang bunga mawar dan coklat di tangan Sulli. Tanpa ekspresi apapun, Krystal mengambil hadiah-hadiah itu, berjalan keluar dari perpustakaan dan berhenti di depan pintu yang terdapat tempat sampah di sebelah kanan.

Minho masih memandangi Krystal walaupun kini tatapannya dan tatapan mata Krystal bertemu. Wajah mereka tetap terlihat datar walaupun Krystal membuang pemberiannya di tempat sampah tadi di depan mata Minho sendiri.

Tanpa merasa bersalah, Krystal pergi dari sana, kembali masuk kedalam perpustakaan. Minho terdiam untuk sesaat, langkahnya terhenti ketika telapak tangan seseorang menahan bahunya, menyuruhnya untuk berhenti.

“Kau lihatkan betapa dia membenci mu sekarang?”

Minho menyeringai, menepis tangan Myungsoo dengan kasar. “Jangan campuri urusan ku”

“Kau ini tetap keras kepala ya!”

Minho lagi-lagi harus menghentikan kakinya yang sudah ada tiga langkah di hadapan Myungsoo. Sedangkan Myungsoo sendiri masih berdiri di tempatnya dengan menyilangkan tangan di dada.

“Jangan dekati dia lagi” larang Myungsoo dengan suara dingin

“Kau pikir kau siapa?” sahut Minho kesal

Myungsoo tertawa, menghampiri Minho tepat di depan pria itu. “Aku, akan menjadi pria yang melindunginya” bisik Myungsoo

Kedua telapak tangan Minho terkepal, salivanya tertelan dan terasa pahit ketika harus menahan amarahnya. Melalui mata bulat itu, dia melihat Myungsoo menyeringai di depan wajahnya lalu berjalan pergi meninggalkannya.

Hanya akan ada satu pemenang!

-Trap-

Ruang musik masih terdengar berisik, bukan karena suara alunan dari alat musik, melainkan dari para murid yang masih asyik mengobrol sembari menunggu sang ketua datang. Tak lama, suara pintu yang terbuka mampu membuat para murid berhenti mengobrol dan kembali ke tempat duduk masing-masing.

“Kau dari mana saja? Tidak biasanya kau terlambat” omel Jonghyun, dia dan para murid yang lainnya sudah menunggu hampir setengah jam

Minho tidak menjawab, matanya masih memandangi Krystal yang duduk di barisan tengah dengan keyboard di depannya. Sedetik kemudian Minho mengalihkan pandangannya ketika sadar jika Krystal telah enggan menatapnya.

Pria tampan itu meletakkan tas sekolahnya di atas meja lalu mengambil gitar berwarna coklatnya, ia duduk tepat di samping Jonghyun.

“Ayo kita mulai” ucap Minho

“Lagu yang kemarin lagi?” tanya Jonghyun

Minho hanya mengangguk dengan masih sibuk memutar-mutar kunci gitarnya. Jonghyun tidak membuka suara lagi, dia tahu jika Minho dalam keadaan yang tidak enak.

“Ok, kita mulai. Hana..dul…set..”

Akhirnya alunan musik yang terdiri dari keyboard, biola, gitar, nyanyian dan clarinet terdengar setelah Jonghyun memperbolehkan mereka memainkan alat musik masing-masing dan menyanyi.

Lagu ‘don’t leave’ masih terus terdengar. Krystal yang sudah merasa sejak tadi terus di perhatikan oleh Minho memilih pura-pura tidak perduli, dia hanya terus memainkan jari-jarinya di atas tuts keyboard.

“Aku, akan menjadi pria yang melindunginya”

“Jangan dekati aku lagi!”

Minho memejamkan matanya, jari-jarinya yang terus memetik sinar gitar semakin cepat. Sudah cukup dia merasa sakit hati ketika Krystal tidak mau memandanginya lagi, lalu sekarang, perkataan Myungsoo dan Krystal tiba-tiba saja menghantui pikirannya. Hatinya panas, rasa kesal dan marah telah menguasainya sekarang.

“Ttonajima ireo—”

Suara nyanyian dan alat musik berhenti saat suara tali gitar milik Minho terputus. Krystal dengan refleks memandangi Minho yang memejamkan matanya. Dan benar saja, kini ke empat sinar gitar yang tadinya terpasang rapi salah satunya telah putus, tali gitar yang ada di sebelah kanan.

Jonghyun yang melihat Minho ikut menggeleng, meletakkan kertas yang berisikan not-not lagu.

“Sekarang kita bagi kelompok, antara suara satu dan suaru dua” jelas Jonghyun sambil menatap absen yang di pegangnya

Minho hanya diam, membiarkan pekerjannya di ambil alih sementara oleh Jonghyun. Tali gitarnya yang putus akibat sudah tak tahan lagi menahan emosinya. Ia masih menatap Krystal yang terlihah sibuk mendengarkan ucapan Jonghyun.

“Lalu, Krystal masuk ke dalam kelompok—”

“Dia masuk ke dalam kelompok ku!”

Krystal mengatupkan bibirnya, tidak suka dengan perkataan Minho.

-Trap-

Krystal menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, tepat di samping sang kakak. Sembari menonton TV, Krystal mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk. Ia menatap heran pada beberapa lembar kertas yang di sodorkan Jessica.

“Tadi Minho menitipkannya ketika kau mandi” seru Jessica lalu mengganti siaran TV

Ternyata hanya sebuah kertas berisikan nada-nada lagu yang harus di pelajarinya. Gadis itu berdiri dan memilih masuk ke dalam kamarnya, menarik kursi dan duduk di hadapan keyboardnya. Dia memposisikan kertas itu di atas keyboard lalu mulai memainkannya.

Semenit sudah ia menekan tuts, Krystal berhenti, mengambil kertas-kertas itu lagi dan membacanya. Iseng saja, Krystal membalikkan salah satu kertas, ada tulisan tangan bertinta warna hitam di sana.

“Mianhae”

Itu tulisan Minho, tangannya kembali meletakkan kertas di atas keyboard, berdiri dari duduknya lalu membuka laci meja di samping tempat tidur. Krystal mengeluarkan pigura fotonya bersama Minho yang tersenyum lebar.

“Aku tidak mau mengulangi kebodohan ku lagi” ujar Krystal

Dia menatap sekali lagi pigura itu, berniat untuk membuangnya ke tempat sampah, tapi entah kenapa Krystal selalu tidak bisa! Sampai akhirnya, lagi-lagi, pigura itu masuk ke dalam laci dan di kuncinya dengan rapat.

-Trap-

BRAKK

“KATAKAN SEKALI LAGI!!!” teriak Minho marah

“Krystal keluar mulai hari ini” ulang Jonghyun

Para murid yang ada di dalam kelas musik hanya bisa terdiam, tidak berani mengangkat suara setelah wajah Minho yang mengeras marah dan memukul meja saat mendengar jika Krystal memilih keluar dari salah satu ekstrakulikuler di sekolah itu.

Minho mengusap wajahnya kasar, menarik tas nya dari atas meja dan berlari keluar tanpa memperdulikan teriakan Jonghyun. Kakinya dengan sendiri berlari ke arah lapangan basket, di mana ada pertandingan antar sekolah sore ini.

Dengan dada yang naik turun dan nafas yang tak beraturan, Minho menghentikan langkahnya, mendapati Krystal sedang duduk di barisan penonton di temani oleh Sulli dan Luna. Tanpa menunggu lama, Minho mempercepat langkahnya, menarik tangan Krystal tiba-tiba hingga membuat gadis itu terkejut.

“Ikut aku”

Sulli dan Luna tidak bisa berbuat apa-apa melihat temannya di tarik dengan paksa oleh Minho. Tersirat kemarahan yang begitu jelas dari sorotan mata Minho. Krystal juga, sudah beberapa kali dia berusaha melepaskan cengkraman Minho yang membuat lengannya nyeri, tapi usahanya sia-sia saja.

Kaki mereka menaiki setiap anak tangga dengan tergopoh-gopoh untuk bisa sampai kelantai sekolah paling atas.

BRAKK

Minho membuka pintu balkon atas sekolah, menyeret Krystal untuk keluar dan melepaskan pegangannya ketika mereka sudah berdiri di atas lantai berwarna biru.

“Kau keluar dari kelompok musik hanya untuk melihat pertandingan Myungsoo?!!”

Krystal diam, tangannya masih mengusap lengannya yang memerah.

“JAWAB AKU!!” teriak Minho tiba-tiba

“Aku mau menonton pertandingan Myungsoo atau tidak itu bukan urusan mu! Aku keluar dari kelompok musik juga bukan urusan mu!!!” seru Krystal dengan sedikit nada tinggi

“Aku ketua mu, Krystal Jung!!” balas Minho kesal

Krystal tersenyum kecil dengan melangkahkan kakinya pergi. Setelah tiga langkah di hadapan Minho, ia kembali membuka suaranya.

“Kau hanya mantan ketua ku, dan—mantan kekasih ku!!” ucap Krystal pelan

Tangan Minho lagi-lagi terkepal menahan amarahnya, menyadari Krystal yang sudah keluar, Minho segera membalikkan tubuhnya, berlari mengejar Krystal yang sudah turun dari anak tangga. Dia lagi-lagi menarik tubuh Krystal dan menyandarkannya pada tembok dengan sedikit keras.

“Mmpphh!!”

Mata Krystal membulat besar ketika merasakan bibir Minho yang tiba-tiba saja menempel pada bibirnya. Krystal memukul dada Minho, dia tidak terima dengan perlakukan Minho yang seperti ini.

PLAKK

Minho terdorong, pipi sebelah kanannya memerah karena tamparan Krystal. Walaupun tidak menatap Krystal, Minho tahu jika gadis itu pasti menangis.

“Aku membenci mu!!” seru Krystal pelan tapi masih bisa terdengar oleh Minho

Air mata Minho tiba-tiba saja mengalir mendengar ucapan itu keluar dari bibir Krystal. Minho menarik rambutnya, berteriak dan memukul tembok dengan keras, menyadari kebodohan yang telah di lakukannya tadi.

Sedangkan di sisi lain, Myungsoo yang sejak tadi melihat kejadian itu akhirnya keluar dari balik tembok setelah melihat Krystal sedikit berlari tanpa menyadari keberadaannya. Niatnya tadi yang ingin memukul Minho dia urungkan dan lebih memilih mengejar Krystal.

“Jangan menangisi pria bodoh sepertinya”

Krystal menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Myungsoo, ia melirik, mendapati Myungsoo yang tersenyum kearahnya dengan mengelus rambutnya dengan lembut.

“Kau melihatnya?” tanya Krystal pelan

Myungsoo mengangguk, sedetik kemudian dia mengarahkan jarinya untuk menghapus air mata Krystal yang berbekas di pipi nya.

“Dia menyakiti mu lagi” ujar Myungsoo

Krystal hanya tersenyum masam mendengarnya, terlalu malas untuk membicarakan Minho saat ini.

-Trap-

Minho menyingkap tirai gorden berwarna merah dalam kamarnya, di luar hujan, tidak deras. Hanya ada bulan yang menyinari malam ini. Minho menutup kembali tirai gorden itu, duduk di pinggir tempat tidur, sejak tadi, dia terus merenungkan sikap kurangajarnya pada Krystal. Kepalanya dia tundukkan, harusnya dia bersikap baik yang bisa membuat Krystal tidak membencinya lagi, tapi karena emosi yang menguasai dirinya, dia malah semakin terpuruk karena Krystal lebih dan lebih membencinya.

Minho melemparkan bantal tidurnya ke arah tembok. Ia tidak mengerti mengapa sekarang dia tidak bisa mengontrol amarahnya sendiri. Sikap Krystal yang berubah padanya juga membawa perubahan besar padanya. Dan Minho menyesali hal itu.

Tangannya mengambil kunci motor, mungkin, keluar rumah walaupun hujan bisa sedikit meredakan perasaannya yang terus gelisah.

-Trap-

Krystal bersandar pada tembok supermarket, hujan belum juga berhenti, dia terjebak di sana, tanpa membawa handphone, kendaraan dan payung. Gadis berusia 20 tahun itu menghela nafas panjang, ia berjongkok dengan masih memegang kantung belanjaannya. Entah kenapa, hujan yang turun mengingatkannya pada Minho. Malam itu, Minho menyuruhnya menunggu di taman, hujan juga turun, sampai malam, Minho tak kunjung datang, dan yang membuat hatinya lebih sakit, ternyata Minho pergi dengan perempuan lain.

Krystal menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau mengingat masa lalunya yang menyakitkan lagi. Ia menghela nafas panjang, berdiri dari duduknya sembari melihat jam tangannya. Sudah jam 9 malam. Sepertinya dia harus pulang sekarang walau hujan tidak terlalu deras.

Kakinya melangkah keluar dari teras supermarket, sampai tiga langkah, Krystal sudah tidak merasakan air hujan menjatuhi tubuhnya, saat mendongak, dia mendapati payung berwarna kuning sudah ada di atas kepalanya. Ketika menoleh, wajah tampan seseorang sudah tersenyum di hadapannya dengan sangat manis.

“Aku tadi kebetulan lewat, lalu melihat mu. Sini, biar aku saja yang bawa belanjaan mu”

Krystal tersenyum canggung, kantungan belanjaannya sudah berpindah tangan. Dia kembali melanjutkan langkahnya sambil di payungi seseorang, seorang pria yang selama ini selalu ada di sampingnya tanpa bisa Krystal kira.

“Air hujan tidak baik untuk kesehatan mu” nasihat Myungsoo, untung saja payung yang di bawanya lebar, jadi bisa menutupi dirinya dan Krystal

“Mau bagaimana lagi. Hari sudah malam, lagipula, tadi hujannya belum sekeras ini” kata Krystal dengan memandangi jalan

Myungsoo mengangguk dengan hanya tersenyum, langkah-langkah selanjutnya, sudah tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka, tapi beberapa kali mata Myungsoo melirik Krystal. Sejak dulu, sejak mereka masih duduk di bangku SMP, Myungsoo sudah menyukai Krystal. Tapi bodoh dan sayangnya, Minho berhasil menyalipnya untuk mendapatkan Krystal.

Tanpa Krystal tahu, Myungsoo menghela nafas berat, tangannya mencengkram erat genggaman payung. Setiap kali mengingat Minho, Myungsoo benar-benar ingin memukul wajah pria itu. Awalnya, Myungsoo merelakan Minho untuk Krystal, tapi tak berselang lama, Myungsoo bahkan sudah tak sudi Krystal di miliki oleh Minho, pria yang menyakiti gadis di sampingnya ini begitu banyak.

Dengan mata kepalanya sendiri, Myungsoo melihat Minho pergi dengan gadis lain sementara Krystal menunggunya di taman. Persetan dengan anggapan orang-orang yang mungkin akan men-cap-nya sebagai perusak hubungan orang. Toh, Minho sendirikan yang merusak hubungannya dengan Krystal?

“Myungsoo..Myungsoo-ah”

Myungsoo secara refleks menghentikan langkahnya saat ia bangun dari lamunannya karena panggilan Krystal.

“Kau baik-baik saja? Senyum mu menyeramkan tadi” ujar Krystal polos

“Gwenchana” elak Myungsoo

Krystal membalas senyuman Myungsoo, lalu kembali melangkah. Tapi dia berhenti saat merasakan air hujan mengenai tubuhnya, tanpa tunggu lama, Krystal membalikkan tubuhnya ke tempat Myungsoo, di mana pria itu masih berdiri diam di tempatnya sembari menatapnya.

“Myungsoo, kenapa ber—”

BRAAKK

“Saranghae Krystal-ah”

Payung yang di pegangnya di sebelah kanan dan belanjaan yang di pegangnya di sebelah kiri sudah terjatuh di atas aspal. Tangannya sudah beralih menggenggam kedua tangan Krystal erat.

“Aku mencintai mu” Myungsoo memeluk Krystal tiba-tiba

Krystal tidak menjawab apapun, tubuhnya tak bergerak sedikitpun, membalas pelukan Myungsoo pun tidak. Sejujurnya, Krystal tak tahu harus bagaimana.

Suara hujan yang turun semakin terdengar. Tubuh keduanya telah basah, Myungsoo melepaskan pelukannya, memandangi Krystal sebentar lalu mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

BUKK

Tubuh Myungsoo jatuh kebelakang karena tendangan yang sangat kuat mengenai perutnya. Krystal ikut terkejut, menoleh dan mendapati Minho sudah berdiri dengan wajah yang pucat dan bibir sedikit membiru, mungkin karena kedinginan.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriak Krystal

“HARUSNYA AKU YANG BERTANYA SEPERTI ITU! KENAPA KAU MAU-MAUNYA DI CIUM OLEH MANTAN TEMAN KU ITU HAH??!!” balas Minho tak kalah kerasnya

“Bukan urusan mu bangsat”

BUKK

Myungsoo membalas Minho, ia meninju pipi sebelah kanan Minho. Minho yang tubuhnya hanya terdorong ke belakang langsung melangkah maju dan memukul Myungsoo balik.

Krystal mulai panik, kedua pria di hadapannya masih saling memukul, hujan turun semakin deras, suara guntur saling bersahutan, seolah mengiringi perkelahian di antara mereka.

“Hentikan Myungsoo” Krystal berusaha menarik tangan Myungsoo. “MINHO BERHENTI!!!” kali ini Krystal menarik Minho, tapi lagi-lagi gagal

“Kau tak punya hak apapun untuk melarang Krystal!!” Myungsoo menahan tinjuan Minho

“Aku lebih dulu menjadi kekasihnya!!”

BUKK

Tubuh Myungsoo kembali terjatuh di atas aspal, Minho menarik kaus bagian depan Myungsoo dan lagi-lagi memukulnya.

Sedangkan Krystal ikut duduk di samping Minho, dengan sekuat tenaga dia mendorong bahu Minho dan menamparnya dengan keras hingga mampu membuat pria itu menghentikan pukulannya pada Myungsoo.

“APA YANG ADA DI OTAK MU?” seru Krystal kesal lalu menopang tubuh Myungsoo

“TANYAKAN ITU PADA DIRI MU! KAU MENJAUHI KU TAPI MALAH MENDEKATI MYUNGSOO! DIA PENGHANCUR HUBUNGAN KI—”

PLAAKK

Minho kembali menutup mulutnya merasakan tamparan Krystal untuk ke dua kalinya dalam malam ini.

“Kau bilang Myungsoo penghancur hubungan kita? SADAR CHOI MINHO! SADAR!! KAU SENDIRI YANG MENGHANCURKAN HUBUNGAN KITA! MENGHANCURKAN KEPERCAYAAN KU! DAN KAU SENDIRI YANG MEMBUAT KU BENCI PADA MU!!!!!!”

Air mata Krystal yang mengalir membuat Minho semakin frustasi. Minho mengusap wajahnya kasar, dia juga menangis, tapi air matanya tercampur menjadi satu dengan air hujan. Sekarang, dia harus mengakui, bahwa semua yang di katakan Krystal memang benar! Minho tak bisa mengelak ataupun berbohong lagi.

Tiga bulan yang lalu, Krystal pada akhirnya memilih mengakhiri hubungan mereka setelah dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Minho bermesraan dengan Goo Hara. Dan pria yang menemani Krystal saat itu adalah Myungsoo, dialah yang selalu ada di samping Krystal, menemaninya walaupun saat itu Krystal adalah kekasihnya.

Minho jatuh terduduk, selain tubuhnya yang semakin bergetar karena kedinginan, juga karena kakinya lemas setelah dia mengingat semua kesalahannya.

“Mianhae Krystal! Maafkan aku, aku tidak tahu jika ternyata aku tidak bisa tanpa mu”

“Geotjimal! Aku tidak mau mempercayai mu lagi” Krystal menghapus air matanya lalu mengambil payung yang terjatuh. “Ayo pergi Myungsoo”

“KRYSTAL! AKU MOHON KRYSTAL, KEMBALI PADA KU”

Krystal terpaksa harus berbohong dengan menulikan dirinya. Tak mau mendengar suara teriakan Minho dari belakang walaupun hatinya juga khawatir dengan keadaan Minho. Tapi Krystal sudah berjanji tidak akan mau lagi masuk ke dalam jebakan Minho.

“Krystal, apa ini artinya, kau mau mempercayai ku?”

Myungsoo menatap Krystal yang sedang menatapnya balik. Sedetik kemudian Krystal mengalihkan pandangannya, tak berniat sedikitpun menjawab pertanyaan Myungsoo. Di tengah pikirannya yang bergelumut, dia masih bisa mendengar suara Minho yang memanggil namanya dan suara Myungsoo yang terus meminta jawaban darinya.

Untuk saat ini, aku belum bisa menetapkan siapa yang harus menang dan siapa yang harus kalah! Atau mungkin, tidak akan ada pemenang di antara kalian!

sre

END

11 thoughts on “SHORT FANFIC “Trap”

  1. yahh kok ngegantung sih?? haahh😦
    sequel dong mba! please *puppyeyes*
    good job buat ffnya🙂
    penasaran sama akhirnya..
    semoga krystal milih minho wkwkwk😄
    keep writing (y)

  2. sequel .. italnya ama minho aja ntar myungsoo nya sama naeun ._. ato gk sama aku aja thor😀
    HAHA keren thorrrr (y)

  3. ya elahh~ qok gantung sihh,, sequel donkss,, seru nih palagi pas adegan mukul d bwh hujan gituh bwt rebutin krystal >__<
    sequel ^o^/

  4. Yah kok akhirnya nggantung sih Thor? Ini ff nya kurang puas n kurang panjang :(((((. Tapi tetep DAEBAKKKKK!!!! kok Thor^-^.

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s