Day by Day

haloooo, ahhhh, akhirnya bisa share ff lagi setelah terbebas dari kesibukan yang menyiksa haha😄

hmm,ff ini udah lama aku buat, udah tahun lalu sejak lagu t-ara day by day rilis, tapi baru selesai sekarang ;_;

enjoy yaaa ^^

Tittle: Day by Day

Gendre: Romance, Triangle Love, Friendship, Family, Angst

Cast: Park Jiyeon (T-ARA)

Cho Kyuhyun (SUJU)

Jessica Jung (SNSD)

Other Cast: Lee Joon (MBLAQ)

Author: -PrettyBoy- (@FaradindaR)

Unteritled-1

Sebelum malam itu datang, cium aku dan bawa aku pergi dari hari ke hari~

-Day by Day-

Cho Kyuhyun, pria tampan itu turun dari mobil putih mewahnya, matanya menerawang ke seluruh pemandangan yang tersedia di sekitar rumah barunya. Mulai hari ini, Kyuhyun beserta teman kerjanya akan menetap di salah satu pedesaan terpencil yang cukup jauh dari kota Seoul.

Kyuhyun tersenyum, dia senang berada di desa ini, pemandangan yang indah dan udara yang sejuk benar-benar membuat hati siapa saja menjadi tenang.

Kyuhyun merentangkan kedua tangannya, dia menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun mengerutkan dahinya, telinganya mendengar alunan musik yang indah. Pria itu menengok ke ke kanan dan ke kiri, dia melangkah ke arah kanan, alunan musik itu berasal dari sebuah rumah yang berada tak jauh dari rumah yang akan dia tempati.

Pria bernama lengkap Cho Kyuhyun itu menatap rumah sederhana di depannya, Kyuhyun membawa kakinya mendekat, pintu rumah itu terbuka sedikit. Kyuhyun mengintip ke dalam, mata tajamnya mendapati seorang gadis cantik dengan mata rusa yang indah dan rambut hitam panjangnya sedang memainkan clarinet.

Tak sedikitpun Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari wanita yang menarik perhatiannya, bukan hanya karena cantik, tapi wanita tadi sudah menarik Kyuhyun karena permainan clarinet nya yang mengesankan. Kyuhyun semakin memperhatikan wanita itu, kembali dahinya berkerut.

“Gadis itu——–buta?” gumam Kyuhyun pelan

KREEEKK

“SIAPA ITU?”

Wanita yang sejak tadi memainkan clarinet nya itu terlonjak kaget ketika mendengar suara pintu rumahnya di buka. Dia segera berdiri, menggenggam clarinet nya dengan erat dan merentangkan tangannya seolah menggapai sesuatu.

“Mian jika aku mengagetkan mu” sesal Kyuhyun

Wanita cantik itu berjalan mendekati Kyuhyun dengan meraba-raba tembok rumahnya, setelah dirasanya dia berdiri dihadapan Kyuhyun, tangan cantiknya meraba seluruh permukaan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun terbuai oleh kehalusan tangan wanita itu, tanpa sadar Kyuhyun memejamkan matanya, dia benar-benar telah jatuh hati pada wanita tadi.

“Nu—nugu-ya? Kau orang asing” kata wanita tadi dan mundur beberapa langkah

“Nama ku Cho Kyuhyun, nona. Kau tak perlu takut, aku bukan orang jahat” ujar Kyuhyun. “Kalau boleh tahu, siapa nama mu?” tanya Kyuhyun

“A–aku, aku Park Jiyeon” jawab wanita bernama Jiyeon itu dengan masih sedikit ketakutan

Kyuhyun tersenyum kecil, dia menggapai tangan Jiyeon dan menggenggamnya. Kyuhyun mulai merasakan Jiyeon tak takut lagi padanya.

“Mulai hari ini, kita teman Jiyeon-ah” ujar Kyuhyun semangat.

-Day by Day-

“Annyeong Jiyeon-ah” sapa Kyuhyun yang baru saja masuk kedalam rumah Jiyeon

“Ne, annyeong. Ku kira kau tak jadi datang” kata Jiyeon dan berdiri bermaksud untuk mendatangi Kyuhyun

“Tetap ditempat mu, biar aku yang menghampiri mu” suruh Kyuhyun dan melangkah kearah Jiyeon. “Ini untuk mu”

Kyuhyun memberikan setangkai bunga mawar untuk Jiyeon. Jiyeon mengangkat tangannya untuk meraba benda apa yang dibawa Kyuhyun, tapi naas tangannya malah tertusuk duri bunga mawar itu.

“Akh” ringis Jiyeon dan menjauhkan jarinya

“Gwenchana?” tanya Kyuhyun panik, dia menarik jari Jiyeon yang terluka dan menghisap darahnya

Jiyeon terbelalak kaget diperlakukan seperti itu, dengan segera Jiyeon menarik lagi jarinya lalu mundur beberapa langkah. Kyuhyun mendongak, memandangi Jiyeon yang terlihat gugup.

“Maaf jika aku kurang sopan. Bisa kita mulai bermain clarinet nya sekarang?” ujar Kyuhyun

“N–ne” balas Jiyeon dan kembali duduk diatas lantai

Kyuhyun ikut duduk di hadapan Jiyeon, dia mengambil clarinet nya dan juga clarinet Jiyeon.

“Hmm, apa sebelumnya kau pernah bermain clarinet?” tanya Jiyeon

“Aku bisa sedikit-sedikit, hehe” jawab Kyuhyun

Jiyeon tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. Dia menarik nafas panjang dan mulai memainkan clarinet nya. Kyuhyun kembali menikmati alunan musik permainan Jiyeon, sedangkan Jiyeon masih meniup clarinet nya yang mengelurkan aliran musik indah.

“Sekarang kau Kyu” suruh Jiyeon

“Mwo? Aku? Aish, aku tidak sepandai kau” elak Kyuhyun

“Gwenchana, kajja~” paksa Jiyeon

“Arasseo…arasseo. Ekhm..khm..”

Kyuhyun menarik dan membuang nafas panjang untuk membuat dirinya lebih relax, sedetik kemudian dia mulai memainkan lagu kebangsaan Korea Selatan. Jiyeon bertepuk tangan dan tersenyum lebar mendengarnya.

“Ahh, chakka..chakka..aku lupa kelanjutannya” Kyuhyun menjauhkan clarinet nya dengan mengacak rambutnya kesal

“Tak apa, kau cukup baik” puji Jiyeon dan mengacungkan kedua jempolnya

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, dia mengelus rambut panjang Jiyeon dengan lembut.

“Ayo main lagi” ajak Kyuhyun semangat.

-Day by Day-

“Kau mau kemana?” sahut Jessica -teman kerja Kyuhyun-

“Mengunjungi seseorang” balas Kyuhyun dan memakai jaket tebal biru mudanya

“Nugu?” tanya Jessica lagi

“Teman baru ku. Aku pergi dulu, bye” Kyuhyun melambaikan tangannya dan meninggalkan Jessica

Jessica masih terdiam, dia menaikkan satu alisnya bingung. Teman baru? Mereka baru pindah seminggu yang lalu, dan Kyuhyun sudah punya teman? Itu tak masuk akal buat Jessica, Kyuhyun bukan orang yang bisa dengan cepat berteman pada orang baru. Tak mau merasakan bingung terlalu lama, Jessica berbalik dan berlari-lari kecil untuk mengikuti Kyuhyun.

Jessica kembali terdiam, kini dihadapannya Kyuhyun sedang mengobrol dengan Jiyeon. Terlihat jelas raut wajah bahagia Kyuhyun saat bersama Jiyeon.

“Wanita itu buta? Siapa dia?” pikir Jessica dan terus memerhatikan Kyuhyun yang menuntun tangan Jiyeon untuk berjalan.

-Day by Day-

Jessica membawa kakinya ke arah rumah Jiyeon. Dia bisa melihat Jiyeon yang sedang memainkan clarinet miliknya di depan pekarangan rumahnya. Pandangan Jiyeon yang menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong semakin meyakinkan Jessica jika Jiyeon buta. Tak mau menebak-nebak, Jessica melangkah mendekati Jiyeon.

Tangannya berkibas ke arah kanan dan kiri di depan wajah Jiyeon. “Dia benar buta. Apa yang menarik dari wanita ini hingga Kyuhyun bisa jatuh ke pelukannya” pikir Jessica dan bersiap mengelus wajah Jiyeon

“Kau akan membuatnya takut jika menghampirinya tanpa mengeluarkan suara Jess”

Jessica melirik pria yang mencengkram tangan kanannya dengan kuat. Jessica segera menepis tangan milik pria berwajah stoic itu kesal. Sedangkan Jiyeon sudah berdiri dari duduknya dengan ketakutan.

“K-kyu?” Jiyeon memeluk clarinetnya dan menggapai-gapai angin untuk mencari Kyuhyun

“Aku di sini, tenanglah” Kyuhyun memegang tangan Jiyeon dan memeluk bahunya

Jessica memutar bola matanya kesal, dia berdecak dan menatap Kyuhyun sinis yang seolah melindungi Jiyeon dari dirinya.

“Kau pikir aku penjahat, hah? Menyebalkan” kesal Jessica

“Jiyeon, kenalkan, wanita itu Jessica. Dia teman kerja ku” ujar Kyuhyun

Jiyeon mengangguk, dia melangkah perlahan, meraba-raba apa yang bisa di pegangnya untuk bisa sampai ke depan Jessica. Jiyeon meraba tubuh Jessica, saat tepat memegang tangannya, Jiyeon menjabat tangan Jessica dengan senyuman manisnya.

“Senang berkenalan dengan mu Jessica-ssi” kata Jiyeon

Jessica terdiam di tempatnya mendapat reaksi Jiyeon yang seperti itu. Dia mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang mengangguk ke arahnya. Jessica menjauhkan tangannya dari Jiyeon.

“Aku pulang dulu” sahut Jessica dan berlari-lari kecil meninggalkan Kyuhyun juga Jiyeon

“Kyu, apa Jessica tak menyukai ku?” tanya Jiyeon sedih

Kyuhyun tersenyum dan mendekat pada Jiyeon lalu mengelus rambutnya. “Semua orang pasti menyukai mu, Jessica memang dingin dengan orang yang baru di kenalnya, tapi dia wanita yang baik” bela Kyuhyun

“Oh begitu” Jiyeon mengangguk mengerti

“Dia pasti mencintai mu” pikir Jiyeon dalam hatinya.

-Day by Day-

“Kau menyukai Jiyeon, kan?”

Langkah Kyuhyun terhenti ketika mendengar suara Jessica. Dia melirik ke arah asal suara itu, mata tajamnya menatap mata foxy milik Jessica. Jessica melipat kedua tangannya di depan dada menunggu jawaban Kyuhyun.

“Bukan hanya batas menyukai, tapi ku pikir aku mulai mencintainya” jawab Kyuhyun

“Kita di sini untuk bersembunyi, tak ada waktu untuk menanam benih cinta Kyu” gertak Jessica

“Siapa bilang? Sudah 3 bulan kita di sini, dan kau lihatkan? Kita masih baik-baik saja, mereka tak akan menemukan kita di sini” ujar Kyuhyun santai

“Terserah kau saja” Jessica membuang wajahnya dan memandang keluar jendela

“Kau cemburu?” tanya Kyuhyun

Jessica membalikkan tubuhnya, dia memasukkan tangannya ke dalam saku jaket. “Menurut mu?”

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan Jessica, dia berlalu masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu itu rapat-rapat. Kyuhyun menatap pada langit-langit kamarnya, sedetik kemudian dia menghela nafas berat.

-Day by Day-

Kyuhyun berlari-lari kecil, dia menghentikan langkahnya ketika melihat Jessica yang memberikan anak kelinci pada Jiyeon. Seulas senyuman terukir, Kyuhyun cukup puas karena pada akhirnya Jessica bisa menerima Jiyeon dan bisa menerima hubungannya dengan Jiyeon.

“Jess, Jiyeon-ah” panggil Kyuhyun

Jessica menengok, dia tersenyum ke arah Kyuhyun dan menuntun Jiyeon berdiri untuk melangkah mendekat pada Kyuhyun.

“Kyu, apa anak kelinci ini cantik?” tanya Jiyeon

“Hnn, secantik diri mu” jawab Kyuhyun yang mengelus pipi Jiyeon

“Hhh, aku sudah seperti jadi pengganggu saja di antara kalian” eluh Jessica. “Aku pulang saja, ne?” kata Jessica sedikit bercanda

“Jangan!!! Bagaimana jika kita memasak makanan spesial saja? Yah, hitung-hitung merayakan hari jadi ku dengan Jiyeon. Bagaimana?” usul Kyuhyun dan menatap Jiyeon juga Jessica bersamaan

Jessica terdiam untuk sebentar, hari jadi ya? Berarti sudah hampir seminggu Kyuhyun dan Jiyeon menjalin kasih. Ia menatap Kyuhyun yang sedang bercanda dengan Jiyeon, dirinya sudah rela Kyuhyun bersama Jiyeon.

“Itu usul yang bagus” sahut Jessica dengan menganggukkan kepalanya

Kyuhyun tersenyum lebar, mengambil kelinci yang dipegang Jiyeon dan meletakkannya diatas rumput. “Kau setuju Ji?”

“Ne” ucap Jiyeon tersenyum

“Oke! Kalau begitu, kalian pulang saja, aku akan pergi membeli bahan-bahannya” Kyuhyun membantu Jiyeon untuk beridiri

“Ya sudah. Ayo pulang Jiyeon” ajak Jessica

Jessica menggapai tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat. “Kau hati-hati”

“Hng”

Kyuhyun mengecup kening Jiyeon, memandangi Jessica juga Jiyeon yang sudah pergi dari hadapannya, ia tersenyum sekali lagi dan ikut pergi dari tempat itu.

Ketika agak jauh, dengan tiba-tiba, Kyuhyun menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya dan mendapati kedua wanita itu sudah berjalan menjauh darinya sembari mengobrol dengan tersenyum.

DEG..DEG…

Kyuhyun memegang dada sebelah kirinya, terasa nyeri, dia terus memikirkan Jiyeon dan Jessica. Tanpa menunggu lama, Kyuhyun berlari menghampiri Jiyeon, menarik lengannya dan segera memeluknya dengan erat. Sedangkan Jessica yang melihat kejadian di hadapannya hanya tersenyum walaupun terasa sedikit sakit dalam hatinya.

“Waeyo Kyu?” tanya Jiyeon bingung

“Aniya” jawab Kyuhyun dengan suara yang bergetar, dia tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba seperti ini

“Kyu? Kau menangis?” Jessica menyentuh wajah Kyuhyun

Jiyeon terkejut, ketika ia ingin melepaskan pelukan Kyuhyun. Pria itu menolak, malah semakin mengeratkan pelukannya pada Jiyeon. Setelah agak lama, Kyuhyun melepaskan pelukannya setelah terlebih dulu menghapus air matanya. Mata tajam miliknya menatap Jiyeon dengan penuh sayang, menarik kepala Jiyeon lalu mencium bibir tipis kekasihnya dengan lembut.

Jessica menghadap kedapan, tidak ingin melihat objek yang semakin menyakitkan hatinya itu.

“Jessica, kalian harus jaga diri. Kunci rumah dengan rapat, kau mengerti?” kata Kyuhyun

“Kau ini kenapa?” tanya Jessica balik

“Tidak apa-apa. Aku titip Jiyeon, ne?” Kyuhyun mengelus bahu Jessica, mencium tangan Jiyeon lalu berlari pergi.

-Day by Day-

“Kyuhyun lama sekali!” keluh Jessica dan mendudukkan dirinya di atas sofa

Jiyeon tersenyum kecil, meraba-raba kursi dan ikut duduk di samping Jessica. “Memang sekarang sudah jam berapa?”

“Jam 7 malam. Dia sudah pergi 3 jam” jawab Jessica. “Aku akan coba menghubunginya”

Tok..Tok..

Jessica mengurungkan niatnya ketika mendengar suara pintu yang di ketuk. Dia berdiri dari duduknya, melangkah kearah pintu depan lalu mengintip melalui jendela. Mata foxy itu terbelalak kaget, di luar rumah, terdapat banyak pria berpakaian hitam dengan wajah yang sangar sudah menunggu, berharap di bukakan pintu.

“Jiyeon, ayo. Kita harus pergi dari sini” Jessica menarik Jiyeon untuk berdiri

“Eonnie, gwenchana?” ucap Jiyeon dan mengikuti langkah Jessica yang membawanya

Jessica tidak membalas perkataan Jiyeon. Otaknya sibuk berpikir bagaimana caranya dia dan Jiyeon harus pergi dari kejaran orang-orang yang menjadi musuhnya itu. Karena orang-orang itulah yang membuatnya dan Kyuhyun harus pergi bersembunyi di desa ini, belum lagi Jessica yang terus berpikir dengan Kyuhyun yang tak kunjung kembali juga.

BRAKK

“Eonnie” suara Jiyeon mulai terdengar ketakutan ketika mendengar suara pintu yang di dobrak

“Kita bertemu lagi Nona Jung” pria bernama Lee Joon itu menyeringai, melangkah mendekati Jessica juga Jiyeon yang berjalan mundur

“Pergi!” sahut Jessica, tangannya menggenggam erat tangan Jiyeon yang sudah di anggapnya seperti adik sendiri

“Pergi? Hm, jika aku pergi, kalian tidak akan bertemu Kyuhyun” ujar Lee Joon santai

DUK

Tubuh kedua wanita itu tertabrak oleh badan tegap besar di belakangnya. Genggaman tangan keduanya terlepas, Jiyeon di tarik paksa oleh dua orang yang berada di belakang mereka, Jessica juga bernasib sama.

“DI MANA KAU SEMBUNYIKAN KYUHYUN??!!” teriak Jessica

Jiyeon hanya bisa menangis, dia tidak tahu dan tidak mengerti keadaan ini. Tubuhnya terus memberontak, berusaha melepaskan tangan kekar yang mengunci tubuhnya, ia menangis tanpa suara.

“Bawa mereka” suruh Lee Joon pada ke empat anak buahnya

Tubuh Jiyeon dan Jessica di bawa keluar dengan paksa, Jessica di masukkan ke dalam mobil berwarna putih, sedangkan Jiyeon dalam mobil berwarna hitam. Jiyeon menjerit, berteriak memanggil nama Jessica.

Jessica menggeleng, ia mulai menangis ketika mobil yang membawa Jiyeon sudah berbelok ke arah kanan.

“Kau bawa ke mana Jiyeon? Di mana kau sembunyikan Kyuhyun??!!!” sahut Jessica marah

“Kau akan tahu nanti” Lee Joon menepuk-nepuk pipi Jessica.

-Day by Day-

Kyuhyun merasakan kepalanya masih terasa sakit, matanya dengan berat berusaha untuk terbuka. Ruangan gelap yang pengap segera menyambutnya, tubuhnya terduduk di atas lantai yang kusam, tangannya terikat di belakang, di hadapannya berjaga tiga orang berbadan besar. Ia tidak tahu sudah berapa jam dia tidak sadarkan diri. Yang Kyuhyun ingat, ketika perjalan pulang dari supermarket, tubuhnya di hantam dengan benda keras, setelah itu, Kyuhyun tidak ingat lagi.

Suara berisik terdengar dari luar ruangan, jantungnya berdegup dengan kencang mendengar suara Jessica yang berteriak. Tak lama, pintu ruangan tadi sudah di buka secara kasar, tubuh Jessica yang juga terikat di dorong ke arah Kyuhyun. Jika Jessica saja bisa tertangkap, bagaimana dengan Jiyeon?

“Jess” panggil Kyuhyun pelan

Jessica berusaha bangkit dengan susah payah, tangisannya meledak melihat wajah Kyuhyun yang sudah babak belur, dia juga merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Jiyeon sesuai permintaan Kyuhyun.

“Mana Jiyeon?”

“Hiks, maaf Kyu”

“APA MAKSUD MU MINTA MAAF?!! MANA JIYEON, JESSICA????” teriak Kyuhyun kalap

Lee Joon tertawa dengan bertepuk tangan. Dia berjongkok di hadapan Kyuhyun. “Kau tenang saja Cho, gadis buta itu aman bersama kami. Tapi, bolehkan kami sentuh sedikit?”

Amarah Kyuhyun membuncah mendengar kata-kata tidak mengenakkan itu dari mulut Lee Joon. Tangannya terkepal marah, berusaha melepaskan tali yang melilit tangannya. Saking kesalnya melihat Lee Joon yang tertawa senang dengan bodyguard yang lainnya, tali itu terputus, Kyuhyun segera berdiri memukul Lee Joon dengan keras.

“BRENGSEK KAU LEE JOON!!” teriak Kyuhyun dan memukul Lee Joon

Bodyguard yang berjaga tadi mendorong tubuh Kyuhyun, Lee Joon terlepas, menyuruh anak buahnya itu untuk menghadapi Kyuhyun, lalu dirinya sendiri pergi dengan luka di bibir nya yang mengeluarkan darah.

Kyuhyun menelan salivanya, mengeluarkan sebuah samurai dari belakang celananya lalu melawan pria-pria berbadan besar itu.

Jessica tidak bisa tinggal diam, tubuhnya berdiri, mencari benda tajam yang bisa memutus tali yang mengikatnya. Ketika matanya mendapati sebuah paku yang tertancap di tembok, Jessica dengan susah payah melepaskan tali itu.

Dia berhasil! Jessica terlepas dari ikatan yang melilit tangannya, tanpa menunggu lama, Jessica ikut mengambil samurai yang selalu di simpannya di belakang celana jeans nya.

Suara benturan yang berasal dari samurai masing-masing terdengar begitu nyaring. Bulir-bulir keringat menghiasi wajah Kyuhyun dan Jessica, mereka berdua masih terus berusaha untuk melawan para anak buah Lee Joon, juga berusaha untuk tidak terkena goresan ataupun tusukan dari samurai itu.

Darah mulai bercecer di atas lantai kusam, Jessica dan Kyuhyun saling memandangi, memasukkan samurai masing-masing ke dalam celana mereka lalu keluar dari ruangan itu setelah para anak buah Lee Joon berhasil mereka bunuh.

“Bagaimana dengan Jiyeon?” tanya Jessica yang masih mengikuti langkah Kyuhyun yang sudah keluar dari gedung tua itu

Kyuhyun mengeratkan pegangannya pada tangan Jessica sembari terus berlari. “Aku membawa mu ke tempat yang aman dulu, setelah itu aku akan mencari Jiyeon”

Jessica tersenyum, dia pikir Kyuhyun akan lupa padanya dan tidak mau perduli lagi padanya. Tapi dari mata tajam Kyuhyun yang tersorot kemarahan dan kecemasan begitu jelas terpancar membuat Jessica tahu betapa besarnya cinta Kyuhyun pada Jiyeon.

Hari semakin malam, sudah tidak terhitung berapa banyak lorong-lorong kecil dan gelap yang mereka lewati. Kyuhyun mengeluarkan samurainya dengan tangan kanan saat merasakan perasaannya kembali tidak enak. Dengan masih menggenggam tangan Jessica dan tangan satunya menggenggam samurai, Kyuhyun berbelok kanan, dengan cepat dia menggoreskan samurainya ketika seorang anak buah Lee Joon berada di hadapannya.

“Kalian mau lari kemana Cho, Jung?” tanya Lee Joon menyeringai

Kyuhyun dan Jessica melihat kebelakang, mendapati Lee Joon dengan tiga anak buahnya sudah berdiri di belakang mereka dengan wajah penuh kepuasan.

“Ayo pergi” kata Kyuhyun dan bermaksud membawa Jessica berlari lagi

Tapi gerakannya terhenti, di hadapannya, karena lorong yang gelap, Kyuhyun juga Jessica tidak bisa terlalu melihat siapa yang datang dari depan. Satu langkah, dua langkah, sampai lima langkah, akhirnya kedua orang itu bisa melihat walaupun sedikit samar-samar.

Yang berjalan di depan seorang wanita, rambutnya berwarna kuning, kulitnya putih, matanya di hiasi dengan eyeliner berwarna hitam mengelili matanya. Lalu di belakang wanita itu berdiri sekitar tujuh pria berbadan besar dengan menenteng samurai.

Jessica menelan saliva nya dengan ketakutan, tangannya secara refleks memeluk lengan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sendiri sudah mengarahkan samurainya pada kerumunan orang-orang itu.

Tapi, Kyuhyun menurunkan samurainya dengan mata yang membulat kaget, lalu Jessica merenggangkan pegangannya ketika melihat wanita yang berjalan di depan mereka sedang melemparkan seringai.

“Park Jiyeon” bisik Kyuhyun pelan

Jiyeon kembali menyeringai ketika melihat tubuh Kyuhyun yang sudah jatuh terduduk di atas tanah. Jiyeon tahu, pria berkulit pucat itu pasti terkejut dengan kedatangannya.

Jiyeon mengarahkan telapak tangannya pada seorang anak buahnya yang berdiri di sebelah kanannya. Seolah mengerti, pria itu memberikan sebuah samurai pada Jiyeon.

TRING

Suara samurai yang menancap pada tanah terdengar, Jiyeon ikut berjongkok di hadapan Kyuhyun, sedangkan Jessica sendiri masih berdiri di tempatnya dengan di pegangi oleh Lee Joon, ia mulai menangis.

“Waeyo? Kau terkejut melihat ku?” tanya Jiyeon pada Kyuhyun yang menunduk. “Aku bertanya pada mu Cho”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, matanya berkaca-kaca, dengan susah payah berusaha membuat dirinya menjadi lebih tenang walaupun dalam hati dan pikirannya begitu banyak pertanyaan yang dia ingin tanyakan pada Jiyeon.

“Apa maksud semua ini?”

Jiyeon tertawa kecil mendengar pertanyaan yang di lontarkan Kyuhyun. Tubuhnya berdiri dari duduknya, mencabut samurai tadi lalu melemparkannya pada anak buahnya dan di tangkap dengan sigap oleh pria itu.

“Bawa mereka ke dalam sel” suruh Jiyeon, dia membalikkan tubuhnya lalu berjalan pergi

Lee Joon menyeret tubuh Jessica dengan seorang pria lainnya, sedangkan Kyuhyun sendiri di seret oleh tiga pria berbadan besar. Air mata yang sejak tadi di tahannya akhirnya mengalir juga.

“JIYEON-AH!!! PARK JIYEEEOONN!!!!” teriak Kyuhyun kuat-kuat.

-Day by Day-

“Aku akan melindungi mu” Kyuhyun mengelus lembut rambut panjang Jiyeon yang tertidur di atas dada bidangnya

“Apapun yang terjadi?” balas Jiyeon

“Apapun” Kyuhyun mengecup puncak kepala Jiyeon

“Jika ada yang ingin membunuh ku bagaimana?” tanya Jiyeon polos

“Aku yang akan membunuhnya lebih dulu” jawab Kyuhyun dan memeluk Jiyeon

“Gomawo. Aku mencintai mu”

“Nado, Jiyeonie”

Jiyeon masuk ke dalam sebuah gedung tua yang tidak terlalu gelap di temani oleh Lee Joon, teman dekat kakaknya. Setelah masuk, dari jauh, Jiyeon memandangi Kyuhyun yang tertunduk dalam sel.

“Kau akan menghampirinya?” ujar Lee Joon dan di balas anggukan oleh Jiyeon. “Perlu ku temani?”

Jiyeon melirik Lee Joon lalu tersenyum. “Tidak perlu. Lebih baik Oppa urus Jessica, dia ada di gudang”

“Jiyeon, tunggu. Ingat, kau jangan sampai terpengaruh dengan ucapan Cho. Ingat misi kita, mereka harus hancur” jelas Lee Joon mengingatkan

Jiyeon tidak menjawab, ia menepis tangan Lee Joon dari atas bahunya lalu melangkah mendekat pada sel yang di dalamnya ada Kyuhyun. Dengan masih memegang pedangnya, Jiyeon membenturkan pedang itu pada setiap besi sel dengan mengelilinginya.

Kyuhyun terbangun dari lamunannya ketika mendengar bunyi nyaring itu. Matanya terus menatap lurus ke arah Jiyeon yang juga memandanginya dengan raut wajah dingin.

“Kyuhyun-ah” panggil Jiyeon yang kini duduk di depan sel

“Kenapa? KENAPA KAU MELAKUKAN INI?!!!” sahut Kyuhyun marah

Jiyeon tidak menjawab, dia malah tersenyum. “Tatap wajah ku dengan baik Kyu”

Dahi Kyuhyun berkerut, dada nya naik turun, nafasnya memburu dengan cepat.

“Jadi, selama kita dekat, kau tidak mengenali ku?” ucap Jiyeon sekali lagi

Jiyeon tertawa sembari menepuk-nepukkan tangannya lalu membuang nafas panjang. Jiyeon berdiri dengan membelakangi Kyuhyun.

“Kau tidak ingat dengan wanita yang kau perkosa ini ketika masih SMU kelas satu?”

DEG..DEG…

Kyuhyun memegang dada sebelah kirinya, jantung berdetak dengan sangat cepat. Kepalanya mendongak dengan paksa ketika Jiyeon memasukkan tangannya ke sela-sela besi lalu mencengkram dagu Kyuhyun untuk membuat pria itu memandanginya.

“Aku, Park Jiyeon! Adik kelas mu yang kau perkosa secara ramai-ramai, dan aku, Park Jiyeon, adik dari mantan kekasih Jessica yang bunuh diri setelah Jessica mencampakkan kakak ku…..KARENA MU!!!”

Jiyeon melepaskan cengkramannya dengan kasar hingga membuat wajah Kyuhyun tersentak ke arah kiri. Jiyeon menyeringai dalam tangisnya, dia membuka samurai miliknya, lalu menepuk-nepukkannya di pipi Kyuhyun.

“Kau ingat sekarang bagaimana bejatnya kau dan Jessica, hah?” tanya Jiyeon

Kyuhyun hanya bisa menangis dalam diam. Dia benar-benar merasa orang yang paling bodoh di dunia saat ini, bagaimana bisa dia tidak menyadari bahwa wanita yang menjadi kekasihnya adalah gadis yang pernah dia perkosa? Tapi di satu sisi, Kyuhyun merasa Jiyeon sangat pintar, merombak penampilannya yang dulu hanyalah seorang gadis culun dan kini ia merubah dirinya menjadi wanita cantik dengan dendam dalam dirinya.

“Kenapa diam? Kau sudah mengingatnya?” ucap Jiyeon yang telah memasukkan kembali samurainya

“Mianhae Jiyeon” lirih Kyuhyun

“Kau bilang maaf? BEGITU GAMPANGNYA KAU MEMINTA MAAF CHO KYUHYUN??!!!” teriak Jiyeon dengan meneteskan air matanya. “Kau tahu? Ayah ku meninggal setelah tahu aku di perkosa, Ibu membenci ku, dia bahkan mengusir ku dari rumah, lalu, Kakak ku, orang satu-satunya yang menjaga ku, juga sudah mati! DAN ITU SEMUA KARENA KAU!!!!”

Kyuhyun menarik rambut hitamnya dengan kuat, ia menggelengkan kepalanya mendengar suara isakan dan teriakan Jiyeon bercampur menjadi satu.

“Walaupun ku akui aku mencintai mu, tapi, kau dan Jessica harus membayar semuanya!!” kata Jiyeon lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

Akan ada dua pengorbanan! Aku, kau, atau dia!

-Day by Day-

Suara alunan musik yang keras masuk kedalam gendang telinganya. Tangannya terikat kebelakang kursi, kakinya di ikat menjadi satu. Tatapan matanya kosong, hanya ada dia sendiri dalam gudang yang pengap itu. Tapi otaknya masih berjalan, memikirkan ucapan Lee Joon yang telah menceritakan semuanya.

Air mata Jessica mengalir dan dia menundukkan kepalanya. Tak pernah terpikirkan olehnya jika dia dan Kyuhyun nyatanya telah masuk kedalam perangkap kubu Lee Joon. Dari awalnya hanyalah sebuah perkelahian antara dua kubu yang ingin menguasai Seoul, lalu, masalah merembet pada dendam, dari cinta dan tindak tak manusiawi. Dari Jessica yang memutuskan mantan kekasihnya sampai bunuh diri yang ternyata pria itu adalah kakak Jiyeon, adik kelas mereka yang pernah di perkosa Kyuhyun dan teman-teman kubunya yang lain.

Jessica terus mengutuk Kyuhyun dalam hatinya, dia juga mengutuk dirinya sendiri. Betapa bodohnya mereka yang tak mengenali Jiyeon dan menyadari sebuah kebohongan Jiyeon. Jessica terbatuk, kerongkongannya kering, tubuh dan pikirannya benar-benar lelah, sedetik kemudian, Jessica memilih memejamkan matanya.

BRAKK

Suara pintu yang di buka dengan paksa mengagetkan Jessica, ia memicing, mencoba melihat siapa yang masuk. Suara kaki yang semakin mendekat membuat Jessica takut. Jessica memejamkan matanya, tubuhnya memiring ke kanan ketika merasakan tangan seseorang menyentuh tangannya yang di ikat.

“Jessica, kau harus keluar dengan hati-hati setelah ini”

Jessica menangis mendengar suara Kyuhyun yang kini telah melepas ikatan di kakinya. Kyuhyun membantu Jessica berdiri, menyelipkan sebuah samurai ke belakang celana Jessica.

“Pergilah, cari tempat yang aman” suruh Kyuhyun

“Bukankah kau juga di tahan?” ujar Jessica bingung

Kyuhyun mengeluarkan samurainya yang basih karena darah, lalu Kyuhyun memperlihatkan sebuah kunci di hadapan Jessica, itu berarti, Kyuhyun berhasil membunuh anak buah Lee Joon.

“Kenapa melamun? Cepat pergi” Kyuhyun mendorong tubuh Jessica keluar dari gudang

Jessica menepis tangan Kyuhyun dan membalikkan tubuhnya. “Bagaimana dengan mu?”

“Itu gampang. Aku masih harus menyelesaikan sesuatu”

Jessica menarik tangan Kyuhyun yang sudah akan berjalan meninggalkannya. Kyuhyun berkerut bingung, ia menatap Jessica dengan heran.

“Apa lagi yang harus kau selesaikan dengan Jiyeon? Dia yang sudah membuat kita seperti ini. Lebih baik kita pergi, lup—”

“Tapi kita kita yang sudah membuat Ayah dan kakaknya meninggal, Jess” Kyuhyun membuang nafas pelan dan memegang kedua bahu Jessica. “Percayalah, aku pasti baik-baik saja dan aku akan membawa Jiyeon kembali seperti semula. Jiyeon yang dulu, Jiyeon yang kita kenal. Aku janji”

Kyuhyun menepuk kepala Jessica sekali, lalu membawanya masuk ke dalam pelukannya untuk meredam suara tangis Jessica. Sedetik kemudian, Kyuhyun melepaskan pelukan Jessica, menghapus air matanya dan mengecup kening Jessica.

“Kau sahabat terbaik ku Jess. Terimakasih karena selalu ada di samping ku. Pergilah dan tunggu aku”

Jessica menangis dalam diam melihat Kyuhyun yang sudah berlari jauh meninggalkannya. Pria itu bilang ‘sahabat’? Jessica tersenyum sedih, dia lelah hanya di anggap sahabat oleh Kyuhyun. Dan sekarang? Kyuhyun malah lebih mencintai wanita yang sudah hampir membunuh mereka berdua? Jangan harap! Jessica sudah tak sudi lagi! Tak mau menunggu terlalu lama, Jessica membalikkan tubuhnya, mengeluarkan samurainya sambil berlari keluar.

-Day by Day-

BRUKK

Jiyeon menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang juga di duduki oleh Lee Joon. Mengunjungi club untuk menghilangkan penatnya mungkin tak salah. Buktinya, Jiyeon sudah bisa tersenyum sembari sesekali tertawa kecil mendengar celotehan Lee Joon, berada di dekat pria itu, selalu membuat Jiyeon merasa dekat dengan sang kakak.

Tak lama, Lee Joon berhenti meminum wine nya ketika melihat Kyuhyun yang berhasil lolos dari sel dan sekarang sedang sibuk dengan bodyguard yang berjaga di luar Club. Bibir jokernya mencetak sebuah senyuman, mendekat pada Jiyeon dan berbisik sesuatu.

“Tuan Cho mu sudah datang Jiyeon” bisik Lee Joon menyeringai

Jiyeon mengalihkan pandangannya ke depan, bukannya terkejut melihat Kyuhyun, ia malah tersenyum senang. Dari awal, sejak Kyuhyun di masukkan ke dalam sel, Jiyeon pasti sudah mengira jika Kyuhyun akan berhasil kabur, lagi pula, ini bukan yang pertama kalinya Kyuhyun masuk ke dalam sel.

Lee Joon segera berdiri dari duduknya ketika melihat Kyuhyun yang sudah hampir membunuh semua bodyguard yang berjaga. Lee Joon memperbaiki letak jasnya dengan masih menyeringai.

“Pertunjukkan di mulai” seru Lee Joon dan naik ke atas panggung, dia memakai earphone nya, mengambil piring hitam dan mulai menyetel lagu ‘Sexy Love’

Jiyeon tak mau kalah, dia memilih turun ke lantai dansa, menggoyangkan tubuhnya sesuai irama musik yang di mainkan Lee Joon. Ketika matanya dan mata Kyuhyun bertemu, Jiyeon menyeringai dan semakin meliukkan tubuhnya.

“Park Jiyeon” gumam Kyuhyun kesal ketika melihat Jiyeon yang menari dengan seorang Pria

Hanya sisa dua pria saja maka Kyuhyun bisa masuk ke dalam club. Samurainya semakin basah karena darah, tanpa perduli, Kyuhyun menusukkan ujung samurainya yang tajam pada pria di hadapannya. Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, dengan masih menenteng samurainya dia berlari masuk ke dalam Club.

Jiyeon yang melihat Kyuhyun masuk ke dalam Club menyeringai senang, sedangkan Kyuhyun menatap Jiyeon datar, dia melangkah ke arah Jiyeon, dua langkah lagi Kyuhyun sampai di hadapan Jiyeon, tapi dia berhenti ketika Jiyeon mengeluarkan samurainya dan menodongnya tepat di wajah Kyuhyun.

“Diri mu yang sekarang bukan diri mu yang sebenarnyakan?” tanya Kyuhyun lembut

Jiyeon untuk ke sekian kalinya kembali menyeringai, samurainya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri di hadapan wajah Kyuhyun.

“Kau tahu apa tentang ku, hn?”

“Aku kekasih mu, Jiyeon! Tentu aku tahu tentang mu!”

“Okh, kau benar. Kau tahu semua tentang ku? Bahkan yang dalam-dalam saja kau tahukan?” Jiyeon tertawa kecil

Kyuhyun membuang nafas berat mendengar sindiran Jiyeon. Seakan tak perduli, Kyuhyun menjulurkan tangan kanannya.

“Aku mencintai mu Jiyeon, benar-benar mencintai mu. Lupakan masa lalu kita”

“In your dream, Cho”

Seru Jiyeon dan bermaksud melukai dada sebelah kanan Kyuhyun, tapi dengan segit Kyuhyun menahannya dengan samurainya sendiri hingga menimbulkan bunyi yang nyaring.

Orang-orang yang masih menari tak perduli dengan perkelahian antara Kyuhyun dan Jiyeon, kedua samurai mereka terus bertabrakan, Lee Joon yang melihatnya tersenyum senang, jari-jarinya mendorong dua tombol ke atas hingga lagu yang berputar semakin keras.

“Hentikan ini Jiyeon!!” sahut Kyuhyun dengan terus menggerakkan samurainya untuk menepis serangan Jiyeon

SREET

“Akh” Jiyeon memegang lengan sebelah kanannya yang tanpa sengaja terkena samurai Kyuhyun

Kyuhyun merasa bersalah melihat darah yang menetes dari lengan Jiyeon, ketika akan membantu Jiyeon, Jiyeon mundur beberapa langkah, sedangkan dua pengikutnya maju dan kembali memulai pertempurannya.

Jiyeon menggerutu dalam hati, dengan masih memegang lengannya untuk menahan darah yang semakin banyak keluar, Jiyeon memilih keluar Club dan berjalan ke belakang gedung bersama dua anak buahnya yang lain.

Dari jarak yang cukup jauh, Jiyeon menyeringai, ia melempar sebuah mahkota yang menandakan bahwa dialah pemimpin baru dari kubu yang tadinya di pimpin Lee Joon. Jiyeon melirik pada anak buahnya yang di sebelah kiri, tanpa menunggu, kedua pria itu berlari ke arah Jessica yang berdiri dengan tenang tapi sorot matanya menunjukkan kemarahan yang membuncah.

Jiyeon memicingkan matanya melihat perkelahian itu, dengan masih meringis kecil, Jiyeon berlari dengan mengeluarkan samurainya setelah kedua anak buahnya berhasil di kalahkan oleh Jessica.

“Mati saja kau Jiyeon” bisik Jessica kesal dan ikut berlari

TRANG

TRANG

Suara benturan kedua samurai itu semakin terdengar terus-terusan. Baik Jiyeon ataupun Jessica harus bergerak dengan cepat untuk menghindar dari tajamnya samurai yang bisa melukai bahkan membunuh mereka.

TRANG!!

Kali ini suara samurai yang bertabrakan semakin keras. Kedua samurai mereka membentuk huruf ‘X’, Jiyeon dan Jessica memutar tubuh mereka, kedua mata mereka bertemu dan masing-masing memancarkan aura yang tidak mengenakkan.

Kyuhyun yang baru saja tiba dan melihat pertengkaran Jiyeon juga Jessica mempercepat langkahnya.

TRANG

Kedua samurai Jiyeon dan Jessica terlepas karena samurai Kyuhyun yang menepis keduanya. Jiyeon menyeringai melihat Kyuhyun, dan untuk yang ke dua kalinya, Jiyeon lagi-lagi menodongkan samurainya di hadapan Kyuhyun, Jessica yang melihat itu secara refleks juga menodongkan samurainya di hadapan Jiyeon. Dan Kyuhyun? Kyuhyun menatap Jiyeon sebentar dengan wajahnya yang datar dan kelelahan, dia memejamkan matanya sebentar, mengangkat samurainya dan menodongnya di depan Jessica.

“Kyuhyun-ah, jika ada yang ingin membunuh ku bagaimana?”

“Aku akan membunuhnya lebih dulu Jiyeon”

“Kyu, bagaimana ini? Aku harus tinggal dengan siapa sekarang?”

“Tentu saja tinggal dengan ku Jess. Kau tenang saja, aku yang akan menjaga mu. Jangan khawatir”

Jessica memandangi Kyuhyun dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Begitu berhargakah Jiyeon untuknya hingga Kyuhyun rela menodongkan samurainya pada Jessica? Sedangkan Kyuhyun menatap Jessica sebentar, dalam hati, dia terus berucap maaf untuk Jessica. Dia telah berjanji pada kedua wanita itu, dan ketika janjinya di minta, Kyuhyun hanya bisa menepati satu janjinya.

Jiyeon tersenyum senang ketika melihat samurai Kyuhyun mengarah pada Jessica. Wanita itu mulai bergerak, tempat mereka berdiri yang berbentuk segitiga juga bergerak berputar, saat Kyuhyun dan Jessica saling bertatapan, Jiyeon malah tersenyum semakin senang. Melihat ke dua orang itu lengah, Jiyeon melangkah pelan, lalu menepis samurai Kyuhyun hingga terlempar sedikit jauh.

“Akh” Kyuhyun terjatuh karena luka di atas dada sebelah kanannya akibat samurai Jiyeon tadi

“Bersiaplah Cho” gumam Jiyeon dan mengangkat samurainya tinggi-tinggi untuk menyerang Kyuhyun

Jessica dengan sigap melemparkan samurainya pada Kyuhyun. “KYU”

Jessica tidak perduli jika pada akhirnya Kyuhyun hanya akan menepati janjinya pada Jiyeon. Jika memang nyawanya akan habis di tangan Kyuhyun, ia pun rela.

Kyuhyun mengambil samurai itu, mencoba berdiri dengan susah payah dan menahan samurai Jiyeon dengan samurai yang di pegangnya.

“Masih belum menyerah hn?” tanya Jiyeon dengan terus menggerakkan samurainya untuk melukai Kyuhyun

“Asal kau mau ikut dengan ku, aku akan menyerah” jawab Kyuhyun pelan, wajahnya mulai memucat

TRANG!

Kedua samurai itu kembali membentuk huruf ‘X’ dengan samurai milik Kyuhyun yang berada tepat di samping leher sebelah kiri Jiyeon. Sedangkan samurai milik Jiyeon berada di hadapan Kyuhyun. Ke dua mata mereka bertemu, Jiyeon bisa melihat dengan jelas bahwa Kyuhyun sedang kelelahan dan terpancar sebuah harapan yang begitu besar. Harapan di mana Jiyeon akan menyetujui permintaan Kyuhyun. Tapi bayangan wajah almarhum Ayah dan kakaknya membuat amarah Jiyeon kembali memuncak.

BRUKK

Tubuh Kyuhyun terjungkal kebelakang karena tendangan Jiyeon. Kyuhyun kini hanya bisa berbaring saja, tubuhnya sudah terlalu lelah dengan beberapa luka goresan samurai di tubuhnya. Jessica berlari mengambil samurai miliknya yang di pegang Kyuhyun, menggenggamnya dengan erat untuk menyalurkan amarahnya.

“Kali ini kau pasti mati Jiyeon!” seru Jessica

Jiyeon tersenyum menghina, dia ikut maju dan lagi-lagi memulai pertempuran samurainya dengan Jessica.

TRANG

TRANG

Kyuhyun menggeleng melihat Jessica juga Jiyeon yang masih saja melanjutkan perkelahiannya. Dengan susah payah, ia berusaha dengan keras untuk bangkit walaupun kakinya seperti mati rasa dan tubuhnya semakin bergetar.

TRANG!

“Shh” Jiyeon berusaha berdiri seimbang karena satu luka berhasil di goreskan Jessica pada leher sebelah kanannya

“Selamat tinggal Park Jiyeon, hiyaaak”

Mata sipit Kyuhyun membulat melihat Jessica yang sudah mengangkat samurainya tinggi-tinggi dan ingin menyerang Jiyeon. Tiba-tiba saja, kenangannya bersama Jiyeon melewati pikiran Kyuhyun. Entah mendapatkan kekuatan dari mana, Kyuhyun bisa berlari, berdiri tepat di hadapan Jiyeon untuk melindungi wanita yang di cintainya itu.

CRAASH

Darah segar mengalir dengan deras dari dada sebelah kiri Kyuhyun. Jessica menjatuhkan samurainya, demi tuhan, dia tidak bermaksud melukai Kyuhyun. Air matanya mengalir, mengumpat dalam hati untuk Kyuhyun. Bagaimana bisa pria itu mengorbankan nyawanya sendiri untuk wanita yang ingin menghancurkannya.

“K-Kyu” panggil Jessica dengan suara bergetar

Jiyeon menutup matanya, tangan sebelah kanannya memegang tubuh Kyuhyun yang bersandar padanya. Walaupun sayup-sayup, Jiyeon bisa mendengar Kyuhyun yang memanggil namanya. Tapi tak boleh, dia tidak boleh terpengaruh. Jiyeon harus kembali pada tujuan awalnya. Ketika mata rusa itu terbuka dan mendapati Jessica yang menangis sembari ingin menghampiri Kyuhyun, Jiyeon memegang erat-erat samurainya dan tubuh Kyuhyun lalu memutar tubuhnya membelakangi Jessica.

CRASSSHH

Kali ini darah yang keluar lebih banyak, bahkan menggenang di atas lantai.

“AAAKKHH, a-akkhh, akh” Jessica memegangi samurai Jiyeon yang berhasil menancap dan menembus perutnya

“Senang bertemu dengan mu Jessica”

“AAKHH” teriak Jessica saat Jiyeon melepaskan samurainya dengan kasar dari dalam perut Jessica.

Tubuh Jessica sudah jatuh tertidur menyamping di atas tanah. Jiyeon tersenyum penuh kepuasan.

“Jiyeon–Jiyeon-ah” panggil Kyuhyun lemah, tubuhnya semakin merosot hingga ikut terjatuh di atas tanah

Jiyeon hanya menatap Kyuhyun datar, pria itu berusaha mengambil nafas di bawahnya. Jantung Jiyeon berdetak cepat, salivanya susah tertelan melihat keadaan Kyuhyun.

“Ingat misi kita Jiyeon, jangan sampai kau terpengaruh oleh mereka”

“KAU PEMBUNUH AYAH MU PARK JIYEON”

“Jiyeon, jika Oppa tak ada, kau harus hidup dengan baik ne?”

Jiyeon membuang nafas panjang mengingat masa lalunya.

“Ji–yeeoonn” tangan kanan Kyuhyun terangkat, meminta Jiyeon untuk menggengam tangannya

“Maafkan aku Cho”

CRASH

Jiyeon menusukkan samurainya di perut sebelah kiri Kyuhyun. Kedua mata pria itu membulat, tangan kanannya sudah terjatuh, dengan wajah yang semakin pucat dan tanpa suara, Kyuhyun menggerakkan mulutnya, berkata sesuatu pada Jiyeon, dan sedetik kemudian, matanya terpejam, tubuhnya berhenti bergerak dan nafasnya tak lagi berhembus.

Wanita berabut blonde itu memandangi dua mayat di hadapannya. Ia menyelipkan samurainya di belakang celana, pergi dari sana dengan perasaan yang lega karena dua orang yang di bencinya telah mati di tangannya sendiri. Juga hati kecilnya yang sedih atas kematian Kyuhyun.

“Selamat pergi ke neraka Kyu”

“Jiyeon, aku mencintai mu. Maafkan aku”

Untitlereed-1

END

ending-endingnya itu aku ambil dari MV Day by day. maaf jika membosankan.terimakasih sudah membaca🙂

8 thoughts on “Day by Day

  1. tragis bngtlahhh kukira jiyi bneran buta ehhh trnyta… tpi d sni smwa trsakiti ya gk ad yg bhagia upsss ad stu c lee joon haa… kya liat mv day by day versi bru kekee

  2. Wah sadis tpi wajar jiyeon mrah gt .karena .. dia mrasakan lebih sakit drpd apa yg di rsakan mreka …hahahaha

  3. Aduh ini tragis bener;__; Jiyeonnya kejem,wkwkwk. Tapi wajar aja sih kalo jiyeon marah sama kyu+sica.

    Aku suka sama FFnya thor:D

  4. satu kata tragis ~ dendam ternyata bisa membutakan semuanya. ga nyangka beneran far kirain jiyeon itu cuma gadis yang kebetulan emang tinggal di daerah yang di tempat tinggali kyu dan jess tapi ternyataaaa….. jiyi ga buta dan dia punya dendam pribadi sama kyu dan sica. beneran far kaget imy pas di tengah2. saat SMA kyu pernah perkosa jiyi aigooooooo… dan kakaknya jiyeon meninggal gara2 ditinggalin sica,sebenernya kasian ke ji tapi ko kejemmm bangett ya, ahhh jiyi kirain bakal berubah pikiran ternyta ttep teguh buat balas dendam.

    dan sebenernya kecewa banget sama kyu di sini, saat ji ngarahin samurainya ke kyu terus sica ke jiyeon, kirain kyu bakal melerai mereka ber2 tapi ternyata kyu malah ngarahin samurainya ke sica😦
    dan dan akhirnya berakhir dengan tragis. jiyi berhasil membalas dendamnya

    kerennn far, dapet bannget feelnya, imy juga bacanya sambil dengerin day by day kkkk jadi berasa banget hhehe

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s