“Lovey Dovey” Chapter 2

aiihhh, akhirnya update chapter 2 ^^

maaf kalo kelamaan dan tidak memuaskan hehe🙂

new cover juga nih \o/ yg baca coba deh dengerin lagu lovey dovey dan because i’m stupid nya OST BBF yaaaaa

Tittle: Lovey Dovey

Cast: Park Jiyeon (T-ARA)

Choi Kyuhyun as Cho Kyuhyun (SUJU)

Lee Donghae (SUJU)

Jessica Jung (SNSD)

Other Cast: Park Jungsoo (SUJU)

Park Kahi

Bae Suzy (Miss A)

Kim Kangin (SUJU)

Choi Siwon (SUJU)

Tiffany Hwang (SNSD)

Gendre: Comedy, Family, Friendship

Author: -PrettyBoy_ (@FaradindaR)

43erte4t54_副本

Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja Ayah nya menghubunginya setelah pelajaran sekolah usai, meminta Kyuhyun untuk menghampirinya di rumah. Dan di sinilah Kyuhyun sekarang, di kediaman keluarga Choi yang megah.

Tanpa menunggu lama, tiga orang pelayan membuka sepatu, jas sekolah dan mengambil tas yang di pakai Kyuhyun di bahunya. Anak tunggal dari sepasang suami istri Choi Siwon dan Tiffany Hwang itu menghampiri sang Ayah yang sedang duduk di ruang keluarga.

“Appa?” panggil Kyuhyun lalu duduk di hadapan Siwon

Siwon menyesap cappucino hangatnya, matanya memandangi Kyuhyun dengan lekat lalu meletakkan cangkir minumannya di atas meja.

“Kau pindah sekolah tanpa persetujuan perusahaan, kau tahu? Tindakan mu itu sangat tidak bertanggung jawab! Kau merepotkan Kangin-ssi, Kyu” omel Siwon

Kyuhyun memutar bola matanya malas, dia menyandarkan tubuhnya pada sofa empuk. Siwon yang melihat tingkah anaknya menggeleng, bukan apa-apa, tapi Siwon mengizinkan Kyuhyun masuk kedalam dunia entertaiment karena kemauan anak itu, tapi tentu saja Siwon juga ingin Kyuhyun bisa bertanggung jawab atas pekerjaan dan perusahaannya tempat berkerja.

“Memang Appa membayar ganti rugi berapa? Aku bisa menggantinya” kata Kyuhyun kesal

Siwon merengut, mencoba menahan amarahnya atas sikap tidak sopan anak laki-lakinya.

“Ini bukan tentang uang, Kyu! Tapi ini tentang tanggung jawab mu, bagaimanapun, selama kau masih terikat kontrak dengan perusahaan mu, itu berarti kau punya tanggung jawab dengan mereka. Termasuk untuk pindah sekolah! Harusnya kau memberitahu mereka jika kau ingin pindah sekolah. Kau tidak bisa bersikap semau-mau mu seperti ini” jelas Siwon

Kyuhyun menggaruk rambutnya yang tidak gatal, telinganya mulai panas mendengar omelan sang Ayah.

“Iya..iya, nanti aku akan meminta maaf pada Sooman Sajangnim, Kangin Hyung, dan, dan kalau perlu semua orang yang kerja di SM juga” ujar Kyuhyun

Siwon tersenyum.

“Itu bagus! Sekarang, Appa mau bertanya. Apa alasan mu pindah ke sekolah milik keluarga kita?” tanya Siwon serius

“Oh? Itu, hm, aku hanya bosan sekolah di Gangnam” jawab Kyuhyun asal-asalan

“Kau tidak bohongkan?” ucap Siwon lagi

“ANI!!” teriak Kyuhyun marah. “Aish, sudahlah, aku mau masuk kamar saja”

“Tunggu Kyu” Siwon ikut berdiri dan melangkah menghampiri Kyuhyun. “Karena kau sudah pindah ke sekolah milik keluarga kita, bukan berarti kau bisa bertindak semaunya”

Kyuhyun menatap Siwon bingung.

“Maksud Appa, kau harus mengikuti semua peraturan yang ada di sekolah” lanjut Siwon

“Mwo? T-Ta—”

“Kalau kau tidak mau mengikuti peraturan sekolah, kau harus pindah lagi ke Gangnam”

Andaikan saja bukan untuk membalaskan dendamnya pada Jiyeon, Kyuhyun sudah pasti tidak mau pindah sekolah dari Gangnam ke Seoul. Apalagi untuk mengikuti larangan-larangan sekolah yang membosankan. Kyuhyun mengomel dalam hati sebanyak mungkin, dia belum puas untuk mengerjai Jiyeon. Itu berarti, dia terpaksa harus mengikuti semua peraturan sekolah.

“Iya, aku akan mengikuti semua peraturan-peraturan sekolah” seru Kyuhyun kesal lalu meninggalkan Siwon yang tersenyum padanya.

-Lovey Dovey-

“JIYEONIE….JIYEON…BANGUN. KAU HARUS SEKOLAH PAGI INI”

Perlahan mata rusa Jiyeon terbuka sedikit demi sedikit mendengar suara teriakan Ayah nya. Jiyeon kembali menjatuhkan kepalanya di atas bantal, rasa-rasanya dia tidak mau pergi ke sekolah yang sudah menjadi neraka untuknya semenjak kedatangan Kyuhyun.

Ketika ia membuka mata, matanya mendapati poster K&D yang di tempelnya di tembok berwarna merah muda, saking kesalnya dan tidak tahu ingin melampiaskannya dengan siapa, melampiaskan kemarahannya pada Kyuhyun pun tidak mungkin, Jiyeon akhirnya melemparkan sebuah bantal tepat di wajah Kyuhyun yang tersenyum.

Gadis berusia 19 tahun itu bangun dari tidurnya, menggapai sebuah spidol dan mencoret-coret wajah Kyuhyun.

“Heh! Kasihan sekali Donghae Oppa punya teman kerja yang mengganggu seperti mu! Bodoh!” tunjuk Jiyeon pada wajah Kyuhyun dalam poster. “Yak!! Jangan ketawa! Kau tahu? Suara tawa mu itu sangat jelek!” ledek Jiyeon lalu masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah hampir sejam, Jiyeon akhirnya keluar dari kamar dengan pakaian rapi, tapi wajahnya masih berkerut. Kahi melirik Jiyeon sebentar lalu memberikan segelas susu putih untuknya.

“Kenapa wajah mu seperti itu?” tanya Kahi

Jiyeon tidak menjawab pertanyaan Kahi dan lebih memilih mengambil tempat di kursi makan.

“Umma” panggil Jiyeon

“Apa?” Kahi meletakkan sepiring bubur di hadapan Jiyeon

“Aku tidak mau sekolah di sana lagi” kata Jiyeon

Kahi menghentikan tangannya yang tadi ingin memberikan segelas air pada Jungsoo. Sedangkan Jungsoo sendiri memilih diam, mendengarkan ucapan putri nya sampai selesai.

“Jadi kau mau pindah? Begitu?” seru Kahi kesal

Pindah? Jiyeon menopangkan dagunya di atas meja. Seandainya benar dia boleh pindah, Jiyeon pasti sudah melakukannya. Tapi mengingat ucapan Kyuhyun di surat kemarin dan wajah Ibu nya yang seperti tidak setuju, dia tidak mungkin bisa pindah. Lagipula, Jiyeon bisa masuk ke dalam sekolah milik keluarga Kyuhyun itu karena prestasinya. Jika bukan, mana bisa ia bersekolah di sekolah mahal seperti itu?

“Jiyeon? Kau tidak menjawab pertanyaan Umma mu” tegur Jungsoo

“Ah? Lupakan saja. Tadi aku hanya bercanda” elak Jiyeon sembari melahap buburnya

“Kau itu jangan macam-macam. Ini bekal mu” Kahi memasukkan sekotak bekal berwarna merah ke dalam tas Jiyeon

Jiyeon hanya mengangguk, melanjutkan sarapannya dengan diam, tidak memperdulikan obrolan yang terjadi antara Ayah dan Ibu nya. Setelah selesai, Jiyeon berpamitan, mengeluarkan sepeda merah mudanya dan mulai menggayuhnya ke sekolah. Hari ini berbeda, Jiyeon benar-benar malas untuk ke sekolah, menggayuh sepeda saja rasanya sangat berat.

Ketika wajah Kyuhyun yang menyeringai terlintas dalam pikirannya, Jiyeon segera menekan rem dengan kuat. Memukul-mukul gagang sepedanya saking kesalnya. Dia tidak tahu kerjaan apa lagi yang akan di suruhkan Kyuhyun nanti. Jiyeon rasanya ingin membekap mulut pria itu, mengikatnya dan membuangnya keluar dunia.

TIN TIN

Jiyeon merasa terganggu dengan suara clakson mobil dari arah samping. Ia menoleh, mendapati mobil mewah berwarna putih sudah terparkir di sebelahnya. Dahinya berkerut bingung, ia tidak punya kenalan dengan mobil semewah itu. Sedetik kemudian, kaca mobil di turunkan, Jiyeon terkejut, tapi senyumannya melebar melihat siapa yang sedang ada di kursi kemudi.

“Hai” sapa Donghae

“O-Oppa?” ucap Jiyeon gugup

Kyuhyun yang duduk di kursi sebelah Donghae merengut kesal.

“Kau naik sepeda? Sayang sekali, jika tidak, kau bisa ikut bersama kami” kata Donghae tersenyum

“A—”

“HYUNG! AYO JALAN!!!” teriak Kyuhyun kesal

“Iya-iya. Jiyeon, aku duluan, ne? Hati-hati di jalan. Nanti kita bertemu lagi, ok?”

Jiyeon mengangguk semangat, walaupun mobil yang di kendarai Donghae sudah pergi dari hadapannya, tapi Jiyeon masih merasa senang. Kekesalannya dengan Kyuhyun pun buyar, tanpa menunggu lama, Jiyeon kembali menaiki sepedanya dan menggayuhnya dengan cepat. Senyumannya masih tetap nampak walaupun dia sudah berada di dalam sekolah. Jika tidak mengingat ini tempat ramai, Jiyeon pasti sudah akan tertawa senang, melompat dan berteriak, tapi senyum-senyum seperti itu saja sudah membuat orang-orang menganggapnya aneh.

“YAK”

Langkah Jiyeon terhenti ketika Kyuhyun menarik kerah bajunya dari arah belakang. Dengan kesal, Jiyeon berbalik. Sial! Hilang sudah rasa bahagianya setelah melihat wajah menyebalkan Kyuhyun.

“Lepas, bodoh! Dasar tidak sopan!” seru Jiyeon masih berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari kerah bajunya

“Kau yang tidak sopan! Dari mana sejarahnya aku bodoh, hn?”

Kyuhyun akhirnya melepaskan tangannya dari kerah Jiyeon, menepuk-nepukkan kedua tangannya seolah ada kuman dari kerah baju Jiyeon. Tidak perduli dengan omelan gadis itu, Kyuhyun malah memperhatikan Jiyeon. Tadi pagi saja wajahnya kesal, lalu melihat Donghae berubah senang, persis seperti orang yang baru saja memenangkan undian, dan sekarang? Wajahnya berubah menjadi semakin kesal. Apa Kyuhyun begitu menyebalkan?

“Kau—–sangat suka dengan Donghae Hyung, ya?” tanya Kyuhyun

“Bukan urusan mu” Jiyeon mengeluarkan lidahnya meledek Kyuhyun, lalu kembali berjalan menuju kelasnya

Kyuhyun memandangi Jiyeon yang sudah melangkah sedikit jauh dari hadapannya. Sepertinya, kedatangan Donghae memang begitu berpengaruh untuk Jiyeon.

-Lovey Dovey-

Suzy hari ini terus merajuk pada Jiyeon, meminta nomor ponsel Kyuhyun, padahal, Jiyeon sudah mengucapkannya puluhan kali jika dia tidak tahu! Belum lagi para fans Kyuhyun yang datang tanpa henti padanya, mereka bertanya yang macam-macam dan tidak masuk akal. Seperti….

“Apa yang kau gunakan hingga Kyuhyun Oppa sangat lengket dengan mu?”

Jika mengingat pertanyaan itu, Jiyeon rasanya ingin tertawa setengah mati walaupun kesal juga. Memang dia ini lem dan Kyuhyun kertasnya apa? Ada juga yang bertanya seperti ini…

“Jurus apa yang kau pakai?”

Jiyeon menyeringai, jurus? Mungkin dia memakai jurus kungfu panda sampai Kyuhyun terus saja menyuruhnya ini itu. Dan gilanya, para gadis-gadis itu bilang bahwa dekat dengan Kyuhyun adalah sebuah kebahagiaan! Jiyeon yang mendengarnya saja serasa ingin meninju mulut gadis itu! Bahagia apanya bisa dekat bersama anak manja seperti pria itu? Bagaikan neraka iya!

“Park Jiyeon”

Jiyeon terlonjak kaget, terbangun dari lamunannya saat suara seorang bodyguard Kyuhyun mengangetkannya.

“Ya?”

“Anda di panggil tuan Cho”

Jiyeon memutar bola matanya malas, tapi akhirnya mengikuti juga langkah pria berbadan besar dengan wajah yang menyeramkan itu. Ketika mereka sudah sampai di pekarangan sekolah, Kyuhyun yang duduk di salah satu bangku sudah di kerumuni oleh para fansnya. Di sana juga ada Suzy, terbukti saat gadis itu menyikut lengannya.

“Apa lagi?” tanya Jiyeon malas

Kyuhyun tersenyum, dia mengambil kotak bekal di belakang punggungnya lalu memperlihatkannya pada Jiyeon. Jiyeon yang melihat itu membulatkan matanya kaget, tepat ketika ia akan merampas bekalnya, Kyuhyun sudah lebih dulu kembali menyembunyikan bekalnya di belakang punggung.

“KAU! Bagaimana bisa kau membuka loker ku hah?” sahut Jiyeon menunjuki Kyuhyun

“Kau lupa siapa aku, hn? Kita tukar bekal saja, ne? Kau makan bekal dari pemberian mereka saja ok?” bisik Kyuhyun

Jiyeon menatap meja, memang ada banyak bekal dan makanan ringan lain yang ada di sana, dan itu terlihat mahal! Tapi Jiyeon tidak mau, buatnya, masakan Ibu nya tetap yang terbaik. Wajahnya mengerucut kesal, dengan cepat ia maju dan menyambar bekalnya yang sudah di lahap Kyuhyun dua sendok.

“Hei! Aku sedang makan!!” protes Kyuhyun

“Tapi kau memakan bekal ku” balas Jiyeon dan membalikkan tubuhnya untuk pergi dari sana

“Tapi aku suka bekal mu” seru Kyuhyun

Suara bisikan yang ribut mulai kembali terdengar, persis seperti kejadian saat di kantin dulu. Mata tajam para fans Kyuhyun sudah menatap Jiyeon dengan berbagai macam pandangan. Mereka pasti sudah menganggap Jiyeon menyebalkan, kenapa? Karena Idola selalu benar! Setidaknya itu yang selalu di pikirkan oleh penggemar suatu idol.

Tidak mau perduli lagi, Jiyeon membalikkan tubuhnya, tapi langkahnya lagi-lagi terhenti ketika Kyuhyun kembali berucap padanya.

“Itu buatan Ibu mu?” tanya Kyuhyun

Jiyeon berbalik, ketika mengucapkan kata Ibu, suara Kyuhyun mulai terdengar melembut, wajahnya juga tidak dingin seperti tadi. Tidak mau berlama-lama lagi, Jiyeon hanya mengangguk, lalu berlari pergi dari sana. Suzy yang melihatnya ikut berlari mengejar Jiyeon.

“JIYEON” panggil Suzy

“Apa? Kalau kau mau minta nomor ponsel Kyuhyun, sudah ku katakan. A-ku ta-k pu-nya!” Jiyeon duduk dalam kantin, membuka bekalnya dan mulai melahapnya

“Bukan itu” kata Suzy

“Lalu?”

“Ku pikir, Kyuhyun benar-benar suka dengan bekal mu” tunjuk Suzy pada bekal Jiyeon

“Kenapa? Ini bukan makanan mewah. Makanan dari fansnya bahkan terlihat lebih mewah dan enak dari buatan Ibu ku” bingung Jiyeon

“NAH ITU DIA!!” teriak Suzy. “Kyuhyun itu selalu sensitif sama yang berhubungan dengan Ibu. Dia selalu senang dengan apa saja yang di buat oleh tangan seorang Ibu”

Jiyeon berhenti memakan bekalnya, mulai tertarik dengan ucapan Suzy. “Lalu?”

“Kau tak tahu?” tanya Suzy sembari duduk di hadapan Jiyeon

“Tahu apanya?”

“Tentang Ibu Kyuhyun”

“Memang aku akan dapat uang jika mengetahui tentang keluarganya?” seru Jiyeon sembari kembali melahap bekalnya

“Jiyeon! Aku serius!!!!” sahut Suzy kesal

“Aku tidak tahu kemana arah pembicaraan mu Suzy~” balas Jiyeon dengan sedikit merajuk

Suzy menghela nafas panjang, jika saja Jiyeon bukan temannya, mungkin, sejak awal Jiyeon menghina Kyuhyun, gadis itu pasti sudah memukul Jiyeon sejak dulu. Suzy menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan pikiran kotornya.

“Nama Ibu nya Choi Tiffany, seorang model terkenal di zamannya, setelah Kyuhyun berusia 10 tahun, Ibu nya memilih berhenti jadi model dan beralih ke designer sampai mempunyai brend pakaian dan perhiasan terkenal yang memakai namanya”

Jiyeon menatap Suzy dengan mengunyah makanannya. Mendengar cerita Suzy, itu berarti, Kyuhyun benar-benar anak orang kaya, lebih kaya dari yang dia pikirkan. Tapi sedetik kemudian Jiyeon mendengus dengan memutar bola matanya malas. Pantas saja Kyuhyun menjadi manja, menyebalkan, tidak sopan, dan selalu saja bertindak semau-maunya!

“Dan setelah Ibu nya makin menjadi sibuk. Hubungan Kyuhyun dan Ibu nya sudah tidak baik lagi. Yang ku dengar juga, Ayah dan Ibu nya sudah tidak harmonis lagi. Ada yang bilang, jika Kyuhyun sangat merindukan Ibu nya yang tidak pernah ada di rumah dan tidak pernah memperhatikannya lagi. Ku pikir, dia seperti itu karena kesepian saja. Ayah nya kan juga orang sibuk” cerita Suzy panjang lebar dengan tampang sedih

Jiyeon hanya mengangguk sebagai balasan ucapan Suzy. Ada benarnya juga, mungkin Kyuhyun hanya merasa kesepian, di tambah lagi dirinya kan juga sibuk karena status keartisannya. Jiyeon menggaruk rambut belakangnya, jika sudah begini, ia jadi tak tega lagi meneriaki Kyuhyun untuk membalaskan kekesalannya.

-Lovey Dovey-

“Ahh, lelah sekali” Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, di renggangkan otot-ototnya yang tegang

“Hyung lihat, akhir-akhir ini kau jarang mengerjakan PR” seru Donghae dan duduk di sebelah Kyuhyun

“PR? Hyung tenang saja, sudah ada yang mengerjakan semua PR-PR ku” balas Kyuhyun sembari meminum air botolnya

“Jangan bilang kau menyuruh penggemar mu” tunjuk Donghae

“Aku mana tega Hyung? Karena aku tak tega dengan penggemar ku, jadi aku suruh saja penggemar mu” ujar Kyuhyun dengan tertawa

“Penggemar ku?” bingung Donghae, ia berpikir sebentar. “Maksud mu Park Jiyeon?” teriak Donghae

“2 jempol untuk Hyung”

“Aish, kau, kau jahat sekali dengannya” kata Donghae, rasanya dia ingin memukul kepala Kyuhyun sekarang

Kyuhyun tak perduli dengan seruan Donghae, dia memilih mengambil remote dan menyalakan TV sembari menungg penampilan selanjutnya.

“Kyu, ngomong-ngomong tentang Jiyeon. Gadis itu sangat cantik, aku suka sekali melihat wajahnya” cerita Donghae, ia tersenyum ke arah Kyuhyun

“Tapi dia menyebalkan sekali” balas Kyuhyun

“Yang menyebalkan itu kau, bukan dia”

“Oh, jadi sekarang Hyung lebih membela dia, hah?”

“Tapi kau memang menyebalkan!”

“Ah! Jangan bilang Hyung jatuh cinta padanya!”

Kyuhyun memicingkan matanya. Donghae yang tak terima di tuduh memukul kepala Kyuhyun dengan kertas yang di pegangnya.

“Kalau kau juga jatuh cinta padanya, kau boleh mendapatkannya. Hyung akan mengalah untuk mu lagi” Donghae menepuk-nepuk bahu Kyuhyun dan berdiri dari duduknya

“Apa? Jatuh cinta dengannya? Jangan harap!!”

Donghae tertawa. “Benci bisa jadi cinta. Jangan sampai kau menjilat ludah mu sendiri”

Kyuhyun melemparkan bantal sofa tepat ketika Donghae menutup pintu ruang tunggu. Pria itu menyeringai! Buat apa dia jatuh cinta pada gadis biasa seperti Jiyeon jika ada 10 wanita cantik yang mengelilinya?

“Donghae Hyung bodoh!” cerca Kyuhyun kesal.

-Lovey Dovey-

Jiyeon dengan amarah yang sudah hampir membludak berjalan dengan cepat menuju kelasnya. Amarahnya semakin mendidih ketika melihat Kyuhyun yang dengan santainya tertawa bersama penggemarnya. Sedangkan Jiyeon? Dia harus rela hanya tidur selama 4 jam karena mengerjakan PR dan catatan milik Kyuhyun.

“Hei, Park Jiyeon. Buku ku mana?”

Jiyeon berhenti melangkah, ia mengeluarkan 5 buah buku milik Kyuhyun lalu melemparkannya di depan pria itu.

“Aku benar-benar membenci mu anak manja!” Jiyeon berjalan ke tempat duduknya, tak memperdulikan Kyuhyun yang meneriaki namanya

“Choi Kyuhyun, kembali ke tempat mu” suruh Kim Songsaeng

Kyuhyun menggerutu, jika saja belum ada Guru, dia pasti sekarang sudah adu mulut lagi dengan Jiyeon. Pertengkaran mereka seperti tak ada habisnya saja.

“Jiyeon, kau seperti zombie pagi ini” bisik Suzy

“Diam kau! Jika aku zombie, idola mu yang bodoh itu adalah setan!” Jiyeon mengeluarkan buku-bukunya dari dalam tas

“Tapi dia setan yang tampan kan?” Suzy menyengir, menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi

Jiyeon menatap Suzy sebentar, menaikkan hidungnya dengan satu jari seperti hidung babi, menunjukkan bahwa Jiyeon geli akan yang di katakan Suzy.

Ini sudah pelajaran ke dua, Jiyeon mulai beberapa kali menguap. Matanya perlahan mulai sayup, dia benar-benar mengantuk, sampai kepalanya jatuh di atas meja dengan mata yang terpejam dan dengkuran halus mulai terdengar. Kyuhyun yang tanpa sengaja menoleh ke tempat Jiyeon langsung menyeringai senang, tangan kanannya dia naikkan hingga perhatian Jung Songsaengnim teralih pada Kyuhyun.

“Jiyeon-ssi berani tidur di jam pelajaran anda Songsaeng”

Mata Jung Songsaengnim dan para siswa siswi tertuju pada kursi Jiyeon. Suzy gelapan, dia berusaha membangunkan Jiyeon yang masih saja mendengkur dengan asiknya. Jung Songsaengnim menggelengkan kepalanya.

“Ada yang punya air?” tanya Jung Songsaengnim

“Saya punya” jawab Kyuhyun semangat dengan menyerahkan air minum botolnya

“Park Jiyeon, Park Jiyeon, ireona” Jung Songsaengnim menggerak-gerakkan kepala Jiyeon, tapi gadis itu tak kunjung bangun

Jung Songsaengnim lagi-lagi menggeleng, akhirnya ia menyiram kepala Jiyeon dengan minum botolan Kyuhyun. Siapa suruh tak mau bangun?

“YAK!!” teriak Jiyeon kalap, ketika ia mengusap wajahnya yang basah, nyalinya ciut seketika melihat wajah sang guru. “S-songsaengnim”

“Keluar” suruh Jung Songsaengnim

“N-ne”

Sebelum keluar kelas, Jiyeon sempat melihat Kyuhyun yang menertawainya. Kejadian tadi pasti ulah Kyuhyun. Dengan rasa kesal dan menahan malu, Jiyeon melangkah ke arah kamar mandi. Di pandanginya wajahnya yang berantakan dari balik cermin.

“EEHH” Jiyeon hampir saja meninju cermin di hadapannya ketika wajah Kyuhyun yang tersenyum tiba-tiba saja tampak di cermin. “CHOI KYUHYUN BRENGSEK!!!!”

-Lovey Dovey-

Donghae memakai kacamata, topi dan jaket tebalnya sebagai penyamarannya sore ini. Ia segera turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam sekolah milik keluarga Choi ini. Mata teduhnya yang bersembunyi di balik kacamata hitam Donghae menerawang keseluruh sekolah, mencari sosok Kyuhyun yang harus di jemputnya.

Tapi, ketika menoleh ke arah kanan, ia malah mendapati Jiyeon yang baru saja keluar dari kelasnya dengan wajah yang kesal.

SREETT

“Hei! Lepaskan tangan ku!!” kata Jiyeon sedikit memberontak

Donghae panik mendengar seruan Jiyeon, ia menutup mulut Jiyeon dan menyeretnya ke lorong sekolah yang sepi.

“Aku Donghae” ujar Donghae dan melepas kacamatanya

“OPPAAA”

“Ssttt! Jangan ribut. Di mana Kyuhyun?” tanya Donghae

“Kyuhyun? Mollayo” jawab Jiyeon tak perduli

“Kemana anak itu?” gumam Donghae

“Oppa! Tolong katakan pada Kyuhyun jangan merepotkan ku lagi!!”

“M-mwo?”

“Dia selalu saja menyuruh ku ini itu tiap harinya. Bahkan pagi tadi ia menyuruh Jung Songsaengnim untuk menyiram ku karena tertidur” eluh Jiyeon

“Hah? Itu kesalahan mu juga Park Jiyeon, haha”

Kyuhyun menghentikan langkahnya, tadinya, ia sudah bermaksud meneriaki Donghae dan akan menghampirinya, tapi kakinya yang panjang berhenti dengan sendirinya ketika melihat Donghae tertawa dan wajah Jiyeon yang terlihat memelas. Kyuhyun mencibir, mengeluarkan bolpoinnya dari dalam saku jas sekolahnya dan melemparkkanya yang tepat mengenai lengan kiri Donghae.

“Aw” ringis Donghae

“HYUNG! AYO PULANG!!” teriak Kyuhyun

Donghae menggeleng melihat perilaku Kyuhyun. Tanpa perduli dengan wajah Jiyeon yang sudah seperti ingin menerkamnya, Kyuhyun memilih berjalan duluan ke parkiran, meninggalkan Donghae dan Jiyeon.

“Kyuhyun benar-benar…aigo, ingin ku tendang rasanya” seru Jiyeon kesal

Donghae tersenyum kecil sekali lagi sembari mengelus puncak kepala Jiyeon. “Dia anak yang baik. Tolong jaga dia, ok? Aku pulang dulu, kau hati-hati. Bye”

Jiyeon mendengus, menendang tempat sampah di sampingnya setelah Donghae berlari pergi. Ia tidak mengerti kenapa orang-orang terdekat Kyuhyun menyuruhnya menjaga dia? Lagipula Kyuhyun punya bodyguard kan?

“Ini gila! Akhhh” racau Jiyeon dan berjalan ke parkiran.

-Lovey Dovey-

Kyuhyun turun dari mobil putih Donghae dengan membanting pintunya kasar. Kyuhyun mengerut ketika melihat wajah para pelayan yang berdiri di teras rumah, wajah mereka sedikit ketakutan. Pria berusia 19 tahun itu menyerahkan tasnya pada seorang pelayan, lalu membiarkan dua orang pelayan membuka sepatunya.

Ketika melangkah masuk, Kyuhyun mendapati sebuah tas mewah berwarna merah muda yang terletak di atas meja ruang tamu. Senyumannya mengembang, itu tas Ibu nya. Dengan semangat, Kyuhyun berlari masuk ke dalam rumahnya yang mewah, tapi lagi-lagi dia harus menahan langkahnya melihat wajah kedua orang tuanya yang terlihat tegang dan mengeras.

“Kau memang istri kurangajar! Aku suami mu! Kau harus mendengarkan semua kata-kata ku!!”

“Aku sudah bilangkan, aku sibuk untuk sebulan kedepan! Lagipula Kyuhyun sudah besar, dia tidak perlu untuk kita awasi lagi”

“Kau benar-benar keterlaluan Tiffany!! Kau Ibu nya, setidaknya tinggallah di rumah selama seminggu. Aku dan Kyuhyun juga butuh perhatian mu”

“Kalian bukan anak kecil lagi yang harus di suapi jika makan, kemana-mana harus di ikuti! Kalian bisakan mengurus diri sendiri? Apa pelayan-pelayan di sini kurang?”

“KAU!!”

“APPA!!”

Siwon menghentikan gerakan tangannya yang sudah hampir menampar pipi Tiffany. Keduanya menoleh, Kyuhyun sudah berdiri dengan wajahnya yang dingin.

“Umma benar! Kita sudah besar Appa. Kita tidak butuh dia lagi”

Tiffany terdiam mendengar ucapan anak tunggalnya. Hatinya terasa sakit mendengar kalimat Kyuhyun tadi, padahal, Kyuhyun hanya mengatakan apa yang di dengarnya dari mulut Tiffany.

“Kyu” Tiffany melangkah mendekat pada Kyuhyun, tangannya bermaksud mengelus pipi Kyuhyun

“Pergilah jika Umma mau” Kyuhyun berkata setelah ia menepis tangan Tiffany dan memilih masuk ke dalam kamarnya

“Dia membenci mu sekarang, kau puas?!” sahut Siwon dan ikut meninggalkan Tiffany di ruang tamu

Tiffany jatuh terduduk di atas sofa yang empuk. Air matanya mengalir. Mungkin Siwon benar, Kyuhyun pasti membencinya, bahkan bukan hanya Kyuhyun, Siwon, suaminya itu juga sudah membencinya karena ke egoisannya. Tiffany sadar, dia sadar sekarang, kecintaannya pada pekerjannya sudah membuat ia menjauh dari keluarga kecilnya.

Drrtt…Drtt..

“Apa?”

“Maaf jika menganggu Ny.Choi, tapi dua jam lagi pesawat anda akan terbang menuju Jepang”

“Saya segera ke bandara”

Tiffany memutuskan sambungan telfonnya dengan salah satu anak buahnya. Mungkin, sebelum pergi, ada baiknya dia menemui Kyuhyun dulu. Meminta maaf dan menjelaskan semuanya.

“Kyu, buka pintunya. Umma mau bicara”

Tangannya terus saja mengetuk-ngetuk pintu berwarna coklat itu, tapi sudah hampir 10 menit Tiffany berdiri di depan pintu Kyuhyun, anak itu sama sekali tidak mau membuka pintu, menyahut pun enggan Kyuhyun lakukan. Tiffany menyerah dan berhenti mengetuk pintu kamar Kyuhyun.

“Kyu, Umma minta maaf. Umma tidak bermaksud mengabaikan mu, Umma hanya mau kau hidup mandiri” ujar Tiffany, ia berjalan menjauh dari kamar Kyuhyun dengan masih terus memandangi pintu kamar yang tertutup rapat.

Kyuhyun mendengar semua yang di katakan Ibu nya. Tapi tubuhnya terlalu malas untuk membukakan pintu dan melihat wajah Tiffany. Mendengar suara mobil dari arah taman, Kyuhyun membuka gorden jendelanya, ia hanya menatap datar walaupun dari lantai bawah, Ibu nya tersenyum, menampakkan mata bulan sabitnya yang cantik. Ketika kalimat Tiffany tadi terngiang di telinganya, Kyuhyun kembali menutup gorden jendelanya dengan kasar dan memilih masuk ke dalam kamar mandi.

-Lovey Dovey-

Jiyeon terpaksa harus memacu sepedanya dengan kecepatan tinggi dan memakan roti bakarnya di perjalanan. Dia bangun terlambat, dan Jiyeon tak mau jika harus di hukum lagi. Dengan kekuatan penuh, Jiyeon mempercepat untuk menggayuh sepedanya.

“AHJUSSIIIII” teriak Jiyeon kalap melihat pintu gerbang sekolah yang sudah di tutup

“Kau terlambat lagi Park Jiyeon. Dan kali ini, tak ada ampun untuk mu” ujar Pak Shin tegas

Jiyeon mengerucutkan bibirnya. Ketika mendongak, ia sudah melihat kepala sekolah berjalan ke arah gerbang. Melihat itu, Pak Shin berdiri lagi dan membuka gerbang untuk tante dari Kyuhyun itu.

“Terlambat lagi, hn?” seru Jiwon

“M-mianhae Songsaengnim” Jiyeon menunduk takut

Jiwon menggelengkan kepalanya, ia menahan dirinya untuk menasehati Jiyeon ketika melihat Kyuhyun yang baru turun dari mobilnya yang di kendarai oleh salah satu bodyguardnya.

“Kyuhyun, kemari” panggil Jiwon

Jiyeon menoleh kebelakang ketika Jiwon menyebut nama Kyuhyun. Benar saja, Kyuhyun juga baru datang dengan wajahnya yang menyebalkan. Makin kesal sudah Jiyeon pagi ini, apalagi ketika mengingat kejadian kemarin. Walaupun Kyuhyun terlambat, setidaknya dia tak akan di hukumkan? Sekolah inikan punya Kyuhyun. Jiyeon mencibir mengingat itu.

“Seperti yang di katakan Appa mu, jika kau berbuat salah atau melanggar peraturan sekolah, kau harus di hukum” jelas Jiwon

Jiyeon terkejut, itu berarti dia akan di hukum berdua dengan Kyuhyun? Merasa di perhatikan, Kyuhyun melirik Jiyeon tajam dan mengambil sapu lidi yang di sodorkan tante nya.

“Kyuhyun juga di hukum?” tanya Jiyeon

Jiwon tidak menjawab, ia menatap Kyuhyun sebentar yang berjalan menjauh dari mereka. “Sudahlah, ambil sapu ini, bersihkan taman di belakang”

Jiyeon mengangguk, dia membungkukkan tubuhnya memberi salam dan mendorong sepedanya ke dalam parkiran. Setelah mengunci sepeda berwarna merah mudanya yang juga di padu dengan warna putih, Jiyeon mengambil sapu lidi tadi dan berlari ke arah taman belakang.

Di sana, sudah ada Kyuhyun yang menggerakkan sapu lidinya untuk membersihkan dedaunan kering yang jatuh di atas rumput. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, baik Jiyeon ataupun Kyuhyun mengerjakan hukumannya dengan diam. Sesekali Jiyeon melirik Kyuhyun, ia merasa jika pria itu berbeda hari ini. Biasanya, Kyuhyun akan selalu meneriaki dan menyuruhnya jika sudah melihat Jiyeon. Tapi, sudah hampir satu jam mereka di hukum, Kyuhyun belum menampakkan tanda-tanda akan membuat Jiyeon kesal.

Jiyeon membersihkan kedua tangannya, ia sudah selesai dengan hukumannya, tapi Kyuhyun belum. Masih banyak dedaunan yang berserakan. Melihat keringat yang mengalir dari wajah yang kelelahan Kyuhyun, Jiyeon merasa kasihan juga. Dengan lapang dada, Jiyeon menyambar sapu lidi yang di pegang Kyuhyun.

“Biar ku bantu. Anak manja seperti mu mana bisa menyapu”

Kyuhyun menatap Jiyeon setelah mendengar penghinaan gadis itu. Dengan cepat, Kyuhyun mengambil kembali sapu lidinya dengan kasar.

“Pergilah! Kau tidak perlu bersikap baik pada ku! Aku tahu kau membenci ku” sahut Kyuhyun kasar

Dahi Jiyeon berkerut, ia merasa orang yang jahat sekarang. “Kau sensitif sekali. Akukan hanya bercanda”

Kyuhyun menghentikan kegiatannya, membalikkan tubuhnya dan menatap Jiyeon. “Kau persis dengan Umma ku! Begitu gampangnya mengelak setelah menyakiti hati orang lain! Bodoh”

Niat baiknya pupus sudah, rasa kesalnya kembali muncul dari dalam diri Jiyeon setelah sikap kasar Kyuhyun kembali ia tampakkan. Tak mau perduli lagi, Jiyeon segera memakai tas nya dan pergi dari sana.

Mendengar suara langkah kaki Jiyeon yang semakin menjauh, Kyuhyun lagi-lagi berhenti, menoleh dan memperhatikan Jiyeon yang berlari.

“AHHH” Kyuhyun membuang sapu lidinya lalu menendang tumpukan dedaunan yang susah payah dia bersihkan tadi.

-Lovey Dovey-

“Kyuhyun sangat menyeramkan hari ini”

“Dia tidak seperti hari-hari sebelumnya”

Jiyeon mendengus mendengar obrolan para siswi-siswi tentang Kyuhyun. Ia menutup kembali bekalnya dan memilih pergi dari kantin. Sepanjang perjalan menuju balkon atas sekolah, Jiyeon juga sebenarnya memikirkan sikap aneh Kyuhyun hari ini. Pria itu bahkan tak menganggunya lagi, benar! Harusnya Jiyeon memang senang, tapi, bukan dengan begini! Entah kenapa, Jiyeon merasa khawatir dengan pria menyebalkan itu.

Jiyeon membuang nafas panjang dan membuka pintu balkon. “Kyu?”

Kyuhyun menoleh kebelakang, mendapati Jiyeon yang melangkah ke arahnya dengan sekotak bekal yang di bawanya.

“Kau tidak makan siang?” tanya Jiyeon

“Bukan urusan mu” balas Kyuhyun malas dan menyandarkan tubuhnya pada pagar pembatas

“Aigo. Harusnya aku yang marah pada mu karena kau sudah menyiksa ku hampir sebulan. Tapi kenapa jadi kau yang marah hanya karena aku meledek mu?” Jiyeon duduk di salah satu bangku yang berada tepat di hadapan Kyuhyun. “Kau mau?”

Kyuhyun menggeleng, menolak tawaran Jiyeon. Walaupun sebenarnya Kyuhyun tergoda juga dengan bekal Jiyeon.

“Benar tidak lapar?”

“Aku tidak lapar!!”

“Serius?!”

“Kau—-”

KRIUK

Jiyeon tertawa terbahak-bahak mendengar suara perut Kyuhyun yang kelaparan. Tapi ia segera menghentikannya karena Kyuhyun sudah memandanginya tajam.

“Ayo duduk sini. Hari ini, ku berikan semua bekal ku pada mu sebagai permintaan maaf ku” ujar Jiyeon dan tersenyum

Kyuhyun masih tak bergerak, Jiyeon meletakkan bekalnya di kursi, menarik tubuh Kyuhyun dan mendorongnya untuk duduk di kursi tadi. Lalu, ia menyerahkan bekalnya pada Kyuhyun.

“Jangan menolak! Aku tahu kau lapar” tutur Jiyeon

“Kau sendiri bagaimana?” tanya Kyuhyun sembari menerima bekal Jiyeon

“Aku sudah makan. Kau habiskan saja” jawab Jiyeon

“Baik juga gadis gila ini” ujar batin Kyuhyun

Kyuhyun mengangguk, mengucapkan terimakasih tanpa suara untuk Jiyeon. Dia melahap bekal Jiyeon tanpa ada yang memulai pembicaraan, sampai Jiyeon membuka mulutnya kali ini.

“Kau—-ada masalah dengan Umma mu?”

“Dia memang selalu membuat masalah”

“Huh?”

“Masakan Umma mu benar-benar enak” puji Kyuhyun mengalihkan pembicaraan

Jiyeon tersenyum. “Tentu saja. Masakan Umma mu juga pasti enak kan?”

Kyuhyun menyeringai dengan berhenti melahap jajjangmyun nya. “Dia tidak pernah memasak. Aku bahkan meragukan kemampuan memasaknya”

“Kau benci pada Umma mu?” kata Jiyeon tiba-tiba

Kyuhyun menaikkan kedua bahunya. Kyuhyun juga tak tahu bagaimana perasannya saat ini pada sang Ibu.

-Lovey Dovey-

Jiyeon mendudukkan dirinya di atas kursi sembari mengganti-ganti channel TV. Ini sudah 3 hari semenjak Kyuhyun berubah, pria itu sudah tak pernah mengganggunya lagi. Terpikirkan juga oleh Jiyeon jika mungkin Kyuhyun mempunyai masalah atau sedang malas mengerjainya.

“Jangan ganti channel nya!” Kahi merebut remote dari tangan Jiyeon, lalu mendudukkan tubuhnya di sebelah Jiyeon

“Umaaa” rajuk Jiyeon

“Diamlah! Gosip ini sedang panas-panasnya” seru Kahi

Jiyeon menggerutu, membenarkan tempat duduknya dan menatap TV.

“Benarkah pengusaha sukses Choi Siwon dan mantan model terkenal Choi Tiffany yang tak lain adalah orang tua dari magnae K&D yaitu Choi Kyuhyun akan bercerai?”

Jiyeon hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar suara presenter pembawa berita itu. Mungkin inilah alasan Kyuhyun berubah beberapa hari ini.

“Sayang sekali jika mereka benar-benar becerai” ucap Kahi dan berdiri untuk menyiapkan makan malam keluarganya

“Sayang? Sayang kenapa?” tanya Jiyeon penasaran

“Dulu, mereka itu sangat mesra, kemana-mana selalu berdua. Tapi sejak Tiffany berhenti jadi model dan memilih menjadi designer dan membangun perusahaan perhiasan sendiri, hubungan mereka jadi tidak baik” cerita Kahi dan berjalan masuk ke dapur

“Kasihan sekali Kyuhyun” gumam Jiyeon. “Eh, Umma. Besok, buatkan dua bekal untuk ku ya?”

“A-apa?”

-Lovey Dovey-

Donghae membawakan sepiring sarapan ke kamar Kyuhyun. Anak itu masih tertidur di atas ranjangnya. Donghae meletakkan sarapan Kyuhyun di atas meja,n lalu menyingkap selimut tebal yang di pakai Kyuhyun. Semalam, Kyuhyun datang ke dorm dengan wajahnya yang dingin dan datar.

“Hei, bangun Kyu. Kau harus sekolah hari ini” sahut Donghae, di goyang-goyangkannya tubuh Kyuhyun

“Ck! Aku sudah bangun Hyung” Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan langsung menyeruput susu vanilla yang di buatkan Donghae

“Sampai kapan kau mau memasang wajah menyeramkan seperti itu terus-terusan?” tegur Donghae sembari memberikan sepiring roti bakar untuk Kyuhyun

Kyuhyun menggigit roti bakarnya lalu menyeringai. “Sampai wartawan-wartawan sialan itu berhenti menyebarkan berita tentang orang tua ku!!”

“Lebih baik kau tanyakan saja pada orang tua mu. Kalau kau tahu jawabannya, kau kan bisa mengklarifikasi berita itu” usul Donghae

“Aku sedang malas bicara dengan mereka” ujar Kyuhyun, ia kembali merebahkan dirinya

“Apa lagi sekarang?” tanya Donghae

“Umma benar-benar keterlaluan Hyung, dia seakan tidak mau mengurus aku dan Appa lagi. Appa juga! Setelah bertengkar dengan Umma, dia malah tak pulang-pulang ke rumah” jelas Kyuhyun kesal. “Rasanya aku ingin sekali membenci mereka”

Donghae menggaruk rambut belakangnya yang tak gatal. Jika sudah membahas masalah keluarga Kyuhyun, Donghae akan diam, dia tak mau ikut campur dalam masalah keluarga Choi.

“Jadi kau sekolah atau tidak?”

“Tidak mau!”

-Lovey Dovey-

Suara musik terus berputar dari ruangan seni. Jiyeon masih mengerak-gerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang berdentung. Di rasanya tenggorokkannya kering, Jiyeon istirahat sebentar, ia mengambil sebotol air minumnya, tapi kotak bekal berwarna hijau yang di bawanya pagi tadi menarik perhatian Jiyeon.

Kyuhyun tak ke sekolah hari ini, tidak ada yang tau apa alasannya. Jiyeon sedikit merasa kecewa, padahal, dia sudah membawakan bekal untuk Kyuhyun. Jiyeon membuang nafas berat, berdiri untuk kembali melanjutkan latihannya.

“Oh! Kyuhyun! Kau mengangetkan ku!” seru Jiyeon terkejut ketika Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya

“Kenapa kau masih di sini? Jam sekolah sudah bubar sejak tiga jam yang lalu” kata Kyuhyun

“Kau sendiri apa yang kau lakukan di sini? Kau kan tidak ke sekolah hari ini” Jiyeon menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang di bawanya

“Tadinya aku mau bertemu Jiwon Ahjumma, tapi ternyata dia sudah pulang” jelas Kyuhyun

“Oh” Jiyeon membereskan barangnya-barangnya, lalu memberikan bekal tadi pada Kyuhyun

“Untuk ku?”

“Iya” Jiyeon mengangguk, menatap Kyuhyun sebentar. “Kau, baik-baik sajakan?”

“Hng?”

“Aku sudah mendengar berita tentang orang tua mu” ujar Jiyeon hati-hati

“Berita itu lagi! Jangan kau perdulikan, mereka hanya menyebar gosip saja” terang Kyuhyun sedikit kesal

“Baguslah jika cuma gosip. Ya sudah, aku pulang dulu”

“Jiyeon, tunggu!”

-Lovey Dovey-

“Astaga Kyuhyun! Kau kurus kerempeng begitu tapi kenapa tubuh mu sangat berat?” eluh Jiyeon dengan susah payah menggayuh sepedanya

“Jangan banyak mengomel. Kau tidak bisa lebih cepat lagi hah?”

Amarah Jiyeon sudah menggebu-gebu, ingin meledek sejak tadi. Hampir 5 hari Kyuhyun absen menjahili Jiyeon, malam ini, akhirnya dia bisa melakukannya lagi, dan Kyuhyun tersenyum senang akan itu.

“Kau hanya bisa menyuruh saja! Kenapa bukan kau yang membonceng ku bodoh?” seru Jiyeon kesal

“Yak! Jika saja aku bawa mobil, aku juga tidak mau naik sepeda tanpa penyamaran begini” balas Kyuhyun

CKIT

Jiyeon menekan remnya hingga sepeda yang di bawanya berhenti. “Gantian! Aku lelah!”

“Shirreo!! Rumah ku sudah dekat, cepatlah” Kyuhyun menarik-narik tangan Jiyeon untuk duduk kembali

“KAUU!!! Ah, jangan-jangan, kau tidak bisa naik sepeda?” tebak Jiyeon

Kyuhyun gelagapan, melihat wajah Jiyeon yang tersenyum jahil membuat Kyuhyun semakin gelisah.

“Aku–eng, aku—! AISH sudahlah! Kalau kau tidak mau membencong ku lagi, aku jalan kaki saja”

Kyuhyun turun dari atas sepeda Jiyeon, merutuki ponselnya yang lowbet dan dirinya yang tak bawa mobil. Belum lagi, rahasianya yang sudah di ketahui oleh Jiyeon.

“Aku tidak sangka, pria seperti mu ternyata tidak bisa naik sepeda” Jiyeon menggayuh sepedanya pelan untuk menyamai langkah Kyuhyun

“Siapa yang perduli? Lagipula penggemar ku juga tidak tahu” seru Kyuhyun enteng

“Tapi mereka akan tahu jika ku beritahu” ledek Jiyeon

Kyuhyun berhenti melangkah, menatap Jiyeon dan menariknya untuk turun dari sepeda itu. Setelahnya, Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada tembok dalam lorong yang hanya di terangi beberapa lampu saja.

Jantung Jiyeon berdetak dengan sangat cepat. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya ia menatap wajah Kyuhyun dari jarak sedekat ini, tapi tetap saja membuat Jiyeon gugup. Sedangkan Kyuhyun malah tak berekspresi apapun, semakin lama, ia mendekatkan kepalanya pada wajah Jiyeon setelah sebelumnya menatap gadis itu lekat-lekat.

“Donghae Hyung benar, jika di lihat-lihat, Jiyeon memang cantik” pikir Kyuhyun

Jiyeon memejamkan matanya erat-erat merasakan hembusan nafas Kyuhyun dan wajahnya yang semakin dekat dengan wajah Kyuhyun.

“Ciuman pertama kuuu!!!” jerit hati kecil Jiyeon.

-TBC-

ini pendek panjang atu sedang? ah entahlah -__-

12 thoughts on ““Lovey Dovey” Chapter 2

  1. finally update jugaaa :’)
    bagus ceritanya, kyu ternyata kasiaan juga dibalik sikap evilnya.
    kyu cium jiyeon, aaa

    next part ditunggu😀

  2. Seruuuu…bela2in baca gegara gbs tidur, akhirnya kyu sadar klo jiyi tuh cntik, kmn aj kyu?evil sih, kasian krg perhatian ortu, mknya jd ank baik, biar jiyi yg perhatiin, lama bgt updatenya thor, slanjutnya jgn bwt kami menunggu ya…

  3. Akhirnya publish juga…
    uda lumutan nunggu ni ff.
    daebak buat authornya…
    ngakak ngebayangin pas Jiyeon marah2 didepan poster K&D..
    neexxxt

  4. Akhirnya publish juga part 2 ff ini.
    aigoo.. uda lumutan nunggu kelanjutannya nih..
    hohoho
    daebak buat authornya..
    sukses bikin ngakak+senyum2 sendiri bacanya.
    next thor…

  5. Akhir’na publish jg..
    jgn gtu Kyu.. tar bner’an jilat ludah sndri lho.. hihihi
    Kyu kasihan jg . . .
    Nah lo.. apa yg akn trjdi?
    tp kyk’na Kyu cmn mw ngerjain Jiyi deh #soktau

    Update soon!!!

  6. Woaaaah daebak!! Annyeong..
    Aku sdh bc part 1x di fb.. Tp krn albumx trcmpr2 fotox dan susah di cr jd aku bc di wp aja.. Daebak.. Smoga stlh ini kyuyeon jdian ya.. Ekekeke.. Tiffany blm sdr jg..

  7. thor part slanjutx mna.? kq gug nongol” pdhal ff nya itu daebak jeongmal daebak…
    plisss part slnjutx ya thor.. aq tunggu.. fighting..

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s