SONGFICT “Wedding Dress”

Hai, saya kembali dengan bawa ff sifany nih, hehe.

Terinspirasi dari lagu Taeyang-Wedding Dress ^^

Tittle: Wedding Dress

Gendre: Romance, Brothership, Triangle Love

Cast: Choi Siwon (SUJU)

Tiffany Hwang

Choi Seunghyun (Bigbang)

Other Cast: Park Bom (2ne1)

etc

Author: -PrettyBoy-

rteer4

“Siwooonnn~”

“Jadi bagaimana Sajangnim, apa anda setuju dengan proyek kita ini?”

“Aku—”

BUK..BUK…

“A–”

“SIWOONN!!! CHOI SIWONNNN!!!”

Siwon menggeleng dengan menunduk, sedangkan para anak buah nya saling bertatapan bingung. Suara pintu yang di pukul dan teriakan melengking dari luar masih terdengar sampai sekarang.

“BUKA PINTUNYA CHOOOIII!!!!!”

Siwon menggeram kesal, dia menyerah, telinganya pengang mendengar suara teriakan wanita yang sudah sangat di kenalnya. Tubuh tinggi dengan tubuh berotot itu berdiri, membuka pintu berwarna cream dan langsung menampakkan sesosok wanita mungil dengan wajahnya yang cantik, juga jangan lupakan senyuman di bibir dan di matanya.

“SURPRISE” teriak wanita bernama lengkap Tiffany Hwang itu dan langsung melompat ke pelukan Siwon ala kangguru

Suara bisik-bisik dari bawahannya mulai terdengar, tapi seakan tak perduli, Siwon malah tertawa kecil, mengelus-ngelus bahu Tiffany dengan sayang.

“Sajang—”

“Ya! Aku setuju, rapat selesai” seru Siwon secepat mungkin yang masih memeluk tepatnya menggendong tubuh Tiffany

“Baik Sajangnim”

Para karyawan di perusahaan Choi Corporation tadi keluar dari ruangan rapat, meninggalkan Siwon dan Tiffany yang masih berpelukan erat. Setelah ruangan kosong dan Siwon menutup pintu dengan memakai kakinya, ia segera membawa Tiffany ke atas meja, di dudukkannya tubuh ramping itu di sana.

“Fany-ah, yang tadi itu—” kata Siwon

Tiffany tersenyum polos, Siwon menghela nafas panjang, entah kenapa, sejak dulu dia tidak pernah berhasil marah jika melihat senyuman yang membuatnya terpesona itu.

“Habisnya, kau ku panggil-panggil tidak mau keluar” balas Tiffany

“Tapi tidak dengan cara seperti itukan? Kau mau minum apa?” Siwon beranjak dari duduknya menuju kulkas mini di ujung ruangan

“Jus jeruk” jawab Tiffany sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam tas

Siwon membuka kulkasnya, mengeluarkan dua botol jus jeruk dan memberikan salah satunya pada Tiffany. Ia menatap bingung ketika Tiffany terlihat sibuk dengan ponselnya. Siwon menarik kursi dan duduk di hadapan Tiffany yang berada di hadapannya.

“Siwonie, lihat” Tiffany memperlihatkan layar ponselnya di depan mata Siwon. “Kau masih ingat dia tidak?”

“Dia—-Jessica bukan?” tebak Siwon

“Benar! Dia sekarang sudah menikah dengan Donghae. Kapten sepak bola yang menikung mu ketika kau ingin menyatakan cinta pada Jessica. Kau ingat tidak?” cerita Tiffany semangat

“Yah, aku ingat” jawab Siwon seolah tak perduli dan meneguk jus jeruknya

“Lalu kau ingat Yoona?” Tiffany sekali lagi menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan seorang pria dan wanita saling merangkul dengan mesra

“Iya iya, aku ingat. Nama kekasihnya itu Kim Kibum kan? Pria pendiam itu? Aish, kenapa kau malah menceritakan mereka sih?” sahut Siwon sedikit kesal dan berdiri dari duduknya

Tiffany terkekeh kecil melihat Siwon yang kesal, di letakkannya ponselnya di atas meja, lalu ia melompat turun dari atas meja dan menghampiri Siwon yang berdiri di hadapan jendela. Tiffany memeluk tubuh tegap Siwon dari belakang.

“Mereka itukan wanita masa lalu mu” ucap Tiffany

“Bukan. Aku tidak pernah punya hubungan sama mereka” bantah Siwon

“Tapi setidaknya, mereka sudah mendahului mu kan?” ledek Tiffany

Siwon memutar badannya hingga pelukan Tiffany terlepas. Di tatapnya Tiffany dengan wajahnya yang di buat seram, tapi bukannya takut, wanita itu malah tertawa geli.

[Nijageun misomyeon tto damdamhaejigo – Wajah ku cerah selama aku melihat senyuman mu]

-Wedding Dress-

Tiffany membuka pintu mobil Audi warna putih milik Siwon. Senyumannya mengembang ketika rumah mewah kediaman keluarga Choi sudah ada di depan matanya. Siwon menurunkan koper berwarna merah muda milik Tiffany, setelah pria itu berdiri di sampingnya, Tiffany memeluk lengan Siwon manja dan melangkah masuk bersamaan dengan Siwon.

“Tiffany” seru Mrs. Choi senang, di peluknya calon menantunya itu dengan penuh kerinduan

Siwon menyuruh salah satu pelayan untuk membawa koper Tiffany, sedangkan dirinya berjalan masuk ke dalam ruang tamu. Ketika tanpa sengaja matanya menoleh ke arah kanan dan mendapati sebuah pigura photo berukuran besar yang berisikan dirinya dan seorang pria lagi yang juga berwajah tampan dan memiliki tubuh yang bagus juga sedang tersenyum senang. Siwon terdiam melihat pigura itu, sedetik kemudian, dia tersenyum dan masuk ke ruang keluarganya yang terdengar ramai.

“Umma sudah menyiapkan baju pengantin untuk mu juga sudah memesan tempat, dekorasi dan makanan nya. Kau tinggal mencari cincin saja” ujar Mrs. Choi

“Gamshamnida Umma” Tiffany memeluk Mrs. Choi

“Siwon, kau mau ke kamar mu?” tanya Mrs. Choi

Tiffany berbalik, Siwon berhenti menaiki tangga dengan mengangguk. “Aku juga masuk kamar Umma”

“Yah, selamat beristirahat” sahut Mrs. Choi

Tiffany mengangguk, mengambil tas nya dan menyusul Siwon untuk naik ke lantai dua. Setelah sampai di depan pintu kamar, Siwon mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, ia menoleh kebelakang, menatap Tiffany dengan heran.

“Kamar mu di sana sayang” tunjuk Siwon pada sebuah kamar yang berada tepat di depan kamarnya

“Tapi aku mau ke kamar mu dulu sayaaannggg” balas Tiffany, di dorongnya tubuh Siwon agar bisa membuka pintu kamar itu

Siwon menggeleng dengan tersenyum, ia mengikuti Tiffany yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang milik Siwon. Di ambilnya salah satu guling dan di hirupnya harum bantal itu.

“Sejak dulu, bau mu tidak berubah ya. Gentle sekali, hehe” puji Tiffany

“Terimakasih atas pujian mu Nona” Siwon ikut merebahkan dirinya di samping Tiffany

Lama mereka saling berdiam diri, Siwon yang memang sudah sejak tadi memejamkan matanya tapi masih terjaga, segera membuka matanya ketika mendengar dengkuran halus di sebelahnya. Bibir jokernya mencetak senyum, ia bangun dan mengangkat tubuh Tiffany untuk di baringkan dengan benar di atas tempat tidur. Di pandanginya wajah cantik yang sedang terlelap itu dengan seksama.

[Niga hoksina nae maeumeul alge doelkkabwa – Aku khawatir mungkin kau melihat perasaan ku]

Siwon menopang tubuhnya dengan salah satu tangannya, di elusnya wajah mulus Tiffany dengan penuh kasih sayang.

[Arabeorimyeon uri meoreojiga doelkkabwa – Dan aku merasa takut jarak di antara kita akan melebar]

Semakin lama, wajahnya semakin dekat dengan wajah Tiffany, di rasakannya hembusan nafas Tiffany menerpa bawah wajahnya. Tepat ketika bibirnya akan bersentuhan dengan bibir Tiffany, Siwon segera sadar, di jauhkannya wajahnya dari Tiffany, lalu ia berdiri dan keluar dari kamarnya sendiri.

-Wedding Dress-

Gorden berwarna merah itu tersingkap, tubuh Siwon yang tadinya duduk santai di atas sofa tiba-tiba saja menegang ketika melihat Tiffany yang bagaikan seorang dewi kecantikan di balut dengan pakaian pengantinnya yang terlihat mahal. Wajah Siwon masih terlihat terkejut, mulutnya bahkan mengaga sedikit, secara perlahan, dia berjalan mendekati Tiffany yang tersenyum senang ke arahnya.

“Bagaimana?” tanya Tiffany dengan memutar tubuhnya

Gaun panjang itu berwarna putih, di bawahnya mengembang, persis seperti gaun-gaun pernikahan lainnya. Hanya saja motif nya yang berbeda. Gaun pengantin yang di pakai Tiffany di hiasi dengan kain berbentuk bunga mawar yang melilit di pinggulnya, lalu di bagian atas perut di hiasi dengan manik-manik berwarna cerah, juga jangan lupakan sebuah mahkota berwarna silver dengan beberapa taburan berlian dengan kerudung di belakangnya, juga rambut indah Tiffany yang tergerai dengan cantiknya.

“Kau—kau benar-benar cantik” ujar Siwon pelan

Tiffany tersipu malu. “Gomawo, sekarang giliran mu”

Siwon mengangguk, di ambilnya dua buah hanger di mana tuxedo yang harus di pakainya menggantung di sana. Ketika melihat Tiffany yang tersenyum ke arahnya, Siwon memantapkan dirinya, di tutupnya gorden berwarna merah itu, lalu ia menatap dirinya di depan cermin, untuk terakhir kalinya sebelum memakainya tuxedo tadi, Siwon sekali lagi melihat tuxedo nya dan segera memakainya.

Sembari menunggu Siwon memakai tuxedo pilihannya, Tiffany melihat-lihat beberapa gaun dan tuxedo lainnya. Jantungnya berdegup dengan cepat, merasa gugup untuk melihat Siwon dalam balutan tuxedo pengantin.

“Fany-ah” panggil Siwon

Tiffany berbalik, rasa gugupnya hilang seketika dan tergantikan dengan senyuman manisnya. Di angkatnya gaun bawahnya dan berlari mendekat pada Siwon.

“Tampan sekali” Tiffany mencubit kedua pipi Siwon gemas. “Bisa tolong fotokan kami?” Tiffany menyerahkan iphone putihnya pada salah satu pelayan

“Tentu”

Siwon membalas senyuman Tiffany, tangan Tiffany memeluk lengan Siwon dengan bahagia. Mereka berdua tersenyum tanpa beban sedikitpun.

[Neomu oraen siganeul chakgak soge hollo babocheoreom saratjyo, ajikdo nae geunyeoneun nal bogo sae hayake utgo inneunde – Aku sudah hidup berbohong terlalu lama, Namun, dia akan melihat ku dan tersenyum]

-Wedding Dress-

[Jebal geureul tteona naege ogil – Aku berdoa semoga dia akan pergi dari sisi nya]

Siwon tersentak dalam khyusuk do’anya. Matanya melebar, ketika melihat patung Tuhan nya yang berada dalam gereja itu dengan secepat mungkin dia merasa bersalah. Apa yang telah di lakukannya adalah sebuah kesalahan besar. Bagaimana bisa dia meminta pada Tuhan untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain?

Siwon menggeleng dengan menunduk, berdo’a untuk menarik kata-katanya yang tadi. Setelah selesai, Siwon segera berdiri, di bukanya pintu gereja yang berada di halaman belakang rumahnya. Ketika melangkah masuk ke dalam rumahnya, suara ramai terdengar dari luar.

“Choi Siwon!”

Siwon tersentak kaget dari lamunannya ketika mendengar suara seseorang yang memanggilnya. Ketika menatap ke depan, di lihatnya seorang pria sedang tersenyum ke arahnya dengan merentangkan kedua tangannya. Pria itu, pria yang berada di dalam foto bersama dirinya.

“Seunghyun Hyung” panggil Siwon pelan

“Kau tidak rindu pada Kakak mu ini, hn?” tanya Seunghyun

Siwon tersenyum canggung, berjalan kearah Seunghyun dan memeluk Kakaknya yang sepertinya baru pulang dari Singapura itu. Seunghyun tersenyum lebar, di tepuk-tepuknya bahu sang adik yang berada dalam pelukannya.

“Bagaimana kabar mu?” ujar Seunghyun sembari masuk ke dalam ruang keluarga

“Seperti yang Hyung lihat” balas Siwon

“Seunghyunie” panggil Tiffany yang baru saja turun dari tangga dengan membawa sebuah kantungan di tangannya. “Ini tuxedo mu”

Seunghyun tersenyum ke arah Siwon, seolah berterimakasih karena telah menggantikan dirinya untuk mencari tuxedo bersama calon istrinya, Tiffany. Lalu ia berjalan mendekati Tiffany.

Siwon hanya menatap miris pemandangan di hadapannya, Kakaknya dan Sahabatnya tersenyum secara bersamaan, merasakan kebahagiaan yang begitu sempurna. Wajah Tiffany terlihat lebih bahagia ketika bersama Seunghyun, bukankah itu berarti, Tiffany juga sangat mencintai Kakaknya?

[Baby jebal geuui soneul japjima, Cuz you should be my lady, oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo – Sayang, jangan pegang tangan itu, karena kau harus jadi wanita ku, tolong lihat aku, aku sudah menunggu selama ini]

-Wedding Dress-

“Siwonie, kenalkan aku pada Hyung mu, ne?”

“Ah, shirreo! Lagipula kenapa harus Hyung ku?”

“Ayolah, kau jahat sekali! Kitakan sudah bersahabat 5 tahun”

“Siwon-ah, sampaikan salam ku pada sahabat mu yang cantik itu, ne?”

“Bagaimana hubungan Hyung dengan Tiffany?”

“Baik, aku sudah bilang pada Umma dan Appa jika aku ingin menikahi Tiffany”

“Oh? Selamat, semoga kalian bahagia”

“Siwonie, aku senang sekali! Akhirnya Seunghyun mengajak ku menikah. Jika kami menikah, kau akan jadi adik ipar ku, hehe”

Siwon meneguk minuman anggurnya, matanya tak sekalipun teralih pada Seunghyun dan Tiffany yang sedang berbincang dengan para tamu yang hadir pada hari ini. 3 hari setelah kedatangan Seunghyun, Ayah dan Ibu nya membuat pesta kecil-kecilan untuk menyambut kedatangan Seunghyun dan Tiffany, juga kesuksesan perusahaan yang di kelolah sang Kakak.

Ia tak mengerti, benar-benar tak mengerti. Rasanya sudah sangat marah, bahkan berubah menjadi dendam, tapi tetap saja, Siwon tak bisa marah pada keduanya. Dia tak bisa marah pada Seunghyun, karena Siwon sadar, bagaimanapun, pria itu memang selalu berada di atasnya. Di nilai dari urusan prestasi dan juga cinta. Siwon juga tak bisa benci pada Tiffany, karena, karena sudah hampir 8 tahun mereka berteman.

“Aku ke dalam dulu” pamit Tiffany pada Seunghyun dan rekan bisnisnya ketika melihat Siwon yang beranjak meninggalkan pesta

Siwon membuka dengan kasar pintu kamarnya, kakinya berjalan mondar mandir, dia mulai merasa frustasi ketika menyadari bahwa sebentar lagi orang yang di cintainya akan menikah. Siwon mengusap wajahnya kasar, rasanya dia ingin berteriak sekeras mungkin, di ambilnya pigura photonya bersama Tiffany yang berada dalam balutan baju pengantin, di masukkanya pigura itu ke dalam laci meja.

“Siwon?” Tiffany menyembulkan kepalanya dari balik pintu

Siwon menoleh pada Tiffany dengan malas, wanita itu dan Hyung nya adalah kedua orang yang tak ingin di lihatnya untuk saat ini. Siwon membuka jas berwarna biru gelapnya dengan membelakangi Tiffany.

“Kenapa kau pergi dari pesta? Apa kau punya masalah?” tanya Tiffany sedikit khawatir, di bantunya Siwon untuk melepaskan dasi nya

“Tidak perlu” Siwon menepis tangan Tiffany kasar hingga membuatnya terkejut. “Pergilah, semuanya pasti mencari mu”

Tiffany terdiam untuk sesaat, air matanya terkumpul di kelopak matanya, entah kenapa hatinya merasa sangat sakit ketika Siwon menolaknya. Di tatapnya sekali lagi wajah Siwon yang mengeras tegas.

“Aku yakin, kau pasti punya masalah. Jika kau butuh sesuatu, panggil aku. Aku pasti bisa mengerti perasaan mu”

BLAM

Tubuh Siwon membeku mendengar kalimat yang di lontarkan Tiffany, ia tersenyum mengejek dan membuka kemejanya dengan rasa kesal.

[Nae mameul mollajwotdeon, nega neomu miwoseo, gakkeumen nega bulhaenghagil nan barasseo, imi nae nunmureun da ma ma mareugo – Kau yang tak pernah mengerti perasaan ku, karena itu akhirnya aku membenci mu, lalu aku berharap musibah menimpa mu, tapi sekarang mata ku kering]

-Wedding Dress-

Ini sudah hari ketiga di mana Siwon terus menjauhi Tiffany dan Seunghyun. Pagi tadi, ia sudah meminta maaf pada sang kakak atas kesalahan yang di perbuatnya dan tak beralasan itu. Dan sore ini, ketika melihat Tiffany yang sedang bersantai di halaman depan, Siwon memberanikan dirinya untuk meminta maaf.

[Niga geuwa datugo, ttaeron geu ttaeme ulgo – Aku berpendapat, kau akan menangis]

“Aku minta maaf”

“Aku memaafkan mu”

“Lalu kenapa kau menangis?”

“Itu karena kau menjauhi ku”

“Aku minta maaf”

“Hng”

Siwon menerima Tiffany kembali dalam pelukannya setelah melihat senyuman yang amat di rindukannya dari wanita itu kini bisa di lihatnya lagi.

[Amudo moreuge mam apeugo, nijageun misomyeon tto damdamhaejigo – Aku sakit hati di balik bayang-bayang, wajah ku cerah selama akau melihat senyuman mu]

“Eh, kalian di sini?”

Suara Seunghyun mengejutkan keduanya, Tiffany menarik tubuhnya dari Siwon, tersenyum senang dan berlari menghampiri Seunghyun, dan untuk kesekian kalinya, Siwon harus mengenyampingkan perasaan negatif nya lagi.

“Hyung tumben cepat pulang” kata Siwon

“Itu karena pekerjaan 3 hari mu yang kau lupakan karena membolos telah ku selesaikan” balas Seunghyun, di kecupnya kening Tiffany

“Sore ini kita mau cari cincin pengantin. Kau mau ikut?” ajak Tiffany yang berada dalam pelukan Seunghyun

“Tidak, terimakasih” tolak Siwon

“Oh ayolah nae namdongsaeng, kita sudah lamakan tidak jalan bersama-sama?” seru Seunghyun

“Ohhh baiklah”

Dan di sinilah mereka. Di salah satu toko perhiasaan ternama di Seoul. Sementara pasangan calon pengantin itu sibuk mencari cincin pernikahan, Siwon juga menyibukkan dirinya dengan melihat-lihat cincin agar tidak terlalu fokus pada Seunghyun dan Tiffany.

“Tolong ambilkan cincin ini” ucap Siwon pada salah satu cincin yang di tunjuknya

Siwon menatap dengan seksama cincin itu, cincin berwarna silver dengan beberapa hiasan butiran berlian di atasnya. Simple tapi sangat menarik. Seandainya dia akan menikah, Siwon pasti sudah membeli cincin itu.

“Kita beli yang ini saja”

Seunghyun merebut cincin yang di pegang adiknya, tadi, ketika tanpa sengaja menatap Siwon, perhatian Seunghyun tiba-tiba tertarik dengan cincin itu. Karena mereka saudara, jadi tidak heran bukan jika selera mereka sama?

Tiffany turun dari kursinya dan menghampiri Choi bersaudara itu. Akhirnya Tiffany merasa lega karena Seunghyun mendapatkan cincin yang di sukainya, pasalnya, sejak tadi Seunghyun terus menolak cincin yang di tawarkan padanya.

“Chagi-ah, cincin ini baguskan?” kata Seunghyun

“Bagus sekali” puji Tiffany dengan mengangkat kedua jempolnya

Siwon tersenyum.

“Berterimakasih pada adik ku yang tampan ini” ledek Seunghyun

“Gomawo—-Siwon-ah”.

-Wedding Dress-

“Seunghyun-ah, yak! Kau kenapa sangat kaku hah? Apa susahnya memeluk pinggang calon istri mu?” suruh Nana frustasi

Seunghyun hanya menyengir mendengar teriakan fotografer cantik itu. Tiffany menyikut lengan Seunghyun, ia ikut kesal. Sedangkan Siwon hanya tertawa kecil melihat kelakukan kakaknya.

Siwon melihat jam tangannya, sudah hampir jam 2 siang. Dia harus kembali ke kantor, lagipula, apa yang di carinya di sini? Ketika matanya menatap Seunghyun dan Tiffany yang mulai terlihat baik dalam pemotretan, Siwon memberikan senyum lembutnya. Di putarnya tubuhnya, dia harus pergi dari sini sebelum hatinya benar-benar remuk melihat kemesraan saudara dan wanita yang di cintainya.

Mungkin, dengan bersamaan dia keluar dari gedung ini, Siwon akan melepaskan cintanya. Yah, semoga saja~

[Budi geuwa haengbokhae, neoreul ijeul su itge, nae chorahaetdeon mosaeupdeureun da ijeojwo, birok handonganeun, na jugeul mankeum himi deulgetjiman no – Dengan segala cara berbahagialah dengannya, jadi aku bisa terus berjalan, tolong hapus aku dari hati mu, meskipun aku mencoba sebisa mungkin tapi, tidak!]

-Wedding Dress-

Dan pada akhirnya, hari pernikahan yang di tunggu-tunggu tiba. Hotel bertaraf bintang tujuh itu sudah mulai di padati dengan para tamu, orang-orang mulai sibuk. Termasuk Siwon yang sibuk menenangkan dirinya dan menenangkan Seunghyun yang sejak tadi tak berhenti mondar mandir di hadapannya.

“Oh ayolah Hyung, aku ikut gugup melihat mu jika kau terus begitu” seru Siwon kesal

“Kau tidak tau rasanya sial” balas Seunghyun

Siwon mencibir, rasanya ingin menendang kakaknya saja. Seunghyun bilang Siwon tak tahu rasanya? Siwon jelas tahu bagaimana rasa gugup itu. Tak mau amarahnya membuncah, Siwon memilih keluar kamar, mungkin menenangkan dirinya sebelum acara di mulai akan lebih baik.

“Siwon-ah”

[Nega ibeun wedingdeureseu – Gaun pengantin yang kau pernah pakai]

Siwon menoleh kebelakang, sial! Lagi-lagi dia terpesona dengan Tiffany ketika melihatnya dalam balutan gaun pengantin waktu itu, apalagi make up naturalnya yang semakin memancarkan kecantikannya.

“Siwooonn, kenapa kau melamun?” Tiffany memukul pelan bahu Siwon

“A-ah? Tidak, hehe” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Oh iya, kenalkan, dia sepupu ku, Park Bom” Tiffany menarik seorang gadis yang berwajah mirip dengannya, rambutnya lurus berwarna merah dengan memakai gaun selutut

“Choi Siwon” Siwon mengulurkan tangannya di depan Park Bom

“Park Bom” balas Park Bom

“Siwon-ah, aku mengenalkan sepupu ku pada mu siapa tau saja kalian bisa bersama, hehe” bisik Tiffany

Siwon tersenyum masam. “Aku harus pergi, permisi”

Tiffany menatap punggung Siwon yang semakin melangkah pergi darinya. Entah kenapa, ia merasa jika akhir-akhir ini Siwon banyak berubah, atau mungkin, perasannya saja?

“Siwon pasti malu, jadi dia pergi begitu saja” elak Tiffany

Park Bom hanya tersenyum. “Ku pikir tidak begitu”

Tiffany terdiam sesaat, memikirkan perilaku Siwon dan ucapan Park Bom.

“Fany-ah, apa yang kau tunggu? Rambut mu harus di tata” seru Park Bom

Tiffany mengangguk dan berlari-lari kecil menghampiri sepupu nya itu.

-Wedding Dress-

[Noraega ullimyeon ije neoneun, geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo – Setelah musik berakhir, kau akan bersama selamanya]

Para tamu mulai duduk di tempat masing-masing, Siwon duduk di barisan depan bersama keluarganya, suara alunan musik pengantin sudah terdengar, itu berarti, acara pernikahan ini akan segera di mulai. Walaupun wajahnya terlihat tenang, tapi dalam hatinya semua perasaan yang selama ini di tanggungnya campur aduk menjadi satu.

Siwon tersenyum ketika melihat Kakaknya yang berada di atas altar terus memandanginya, mungkin, kakaknya masih saja gugup.

Tak lama berselang, pengantin wanita yang di tunggu-tunggu datang. Semua orang berdecak kagum melihat betapa cantik dan anggunnya Tiffany, tapi berbeda dengan Siwon, dia memilih mengalihkan pandangannya, dan tanpa sengaja bertatapan dengan Park Bom yang tersenyum ke arahnya, Siwon tak membalas apapun dan memilih menunduk.

Seunghyun sudah berdiri di atas altar dengan wajahnya yang datar dan sesekali tersenyum. Tiffany berjalan dengan pelan di dalam genggaman sang Ayah, tepat dua langkah lagi dia akan naik ke atas altar, dia berhenti sejenak, menatap Siwon yang menunduk, seolah tak mau memandanginya.

“Fany-ah, ayo jalan lagi” bisik Mr. Hwang

Tiffany mengangguk dengan cepat, di telannya salivanya dan segera naik ke atas altar. Siwon menggigit bibirnya menyadari bahwa Seunghyun dan Tiffany sudah benar-benar berdiri bersamaan di atas altar, dan sepertinya, inilah akhir kehidupan cintanya.

“Sudah bisa kita mulai?” tanya sang Pastor

“Y-ya” jawab Seunghyun sedikit gugup

“Choi Seunghyun, apakah anda menerima Tiffany Hwang sebagai pendamping hidup anda baik dalam keadaan sedih senang, sakit sehat, kaya miskin dan mencintainya sampai ajal menjemput?”

Tiffany memandangi Seunghyun, Seunghyun balas menatap Tiffany lama. Sedetik kemudian, di alihkannya tatapannya pada sang adik yang sedang duduk di bawah altar dengan menatap mereka. Seunghyun tidak tahu kenapa ada perasaan ragu yang menyelimuti hatinya. Benarkah pernikahan ini benar-benar ia inginkan? Benarkah Tiffany ingin menikah dengannya? Dan, benarkah bahwa Siwon sudah ikhlas atas pernikah ini?

“Maaf, saya tidak bisa”

Para penonton mulai riuh, kedua keluarga sama terkejutnya. Tiffany mennatap Seunghyun heran, tapi entah kenapa, hatinya berdesir senang. Tidak perduli dengan tanggapan orang-orang, Seunghyun membuka tuxedo yang di pakainya sambil berjalan turun dari altar, berjalan menghampiri Siwon dan menarik lengan kekar sang adik.

“Aku tahu kalian saling mencintai” setelah membuka tuxedo nya, Seunghyun meletakkannya di atas bahu dan membuka tuxedo yang di pakai Siwon. “Kau yang harus jadi pendamping Tiffany, bukan aku” kata Seunghyun sembari menyerahkan tuxedo miliknya

“Tidak Hyung, kau tidak bisa melakukan ini” tolak Siwon

“Bodoh! Aku tahu sejak lama jika kau mencintai Tiffany, Tiffany juga mencintai mu tanpa tahu perasaannya yang sebenarnya. Aku menyuruh mu menggantikan ku membeli tuxedo dan mengambil cincin yang kau lihat saat itu untuk acara hari ini! Acara pernikahan mu dengan Tiffany”

Tiffany menangis, dia merasa bersalah karena tidak menyadari perasaannya sejak awal dan telah merasa bahwa dia menyakiti hati Seunghyun.

“Pergilah Siwon! Pergi jika kau mencintainya” seru Seunghyun sekali lagi

“Tapi—”

“Siwon-ah, Hyung mu sudah menyerahkan kebahagiaannya untuk mu, apa kau masih mau menolak?” ucap Mrs. Choi

Siwon menatap Ibu nya sejenak, lalu beralih memandangi Ayah nya dan keluarga Tiffany yang mengangguk ke arahnya, seolah setuju dengan ucapan Seunghyun.

“Naiklah! Tiffany menunggu mu” Seunghyun mendorong tubuh Siwon

“Gomawo Hyung” balas Siwon dan berlari naik ke atas altar dengan memakai tuxedo pemberian Seunghyun

Seunghyun tersenyum, dia duduk di tempat Siwon, ketika Ibu nya menatapnya, Seunghyun tumbang, dia memeluk Ibu nya dan menangis. Demi Tuhan, dia rela asal dua orang yang paling berarti dalam hidupnya bisa bahagia.

“Maafkan aku Siwon” ujar Tiffany lirih

“Tidak, ini bukan salah mu. Aku yang salah” seru Siwon

“Lebih baik kita mulai pengucapan janjinya. Apa kalian siap?”

Tiffany dan Siwon mengangguk secara bersamaan. Kedua tangan mereka menggenggam erat dengan satu sama lain, mata mereka saling memandangi dengan senyuman lebar di wajah cantik dan tampan mereka.

“Maaf, nama anda—”

“Siwon, Choi Siwon” seru Siwon cepat

Sang Pastor mengangguk, memperbaiki letak kacamatanya dan menatap buku berwatna hitam yang di bacanya lagi.

“Choi Siwon, apakah anda menerima Tiffany Hwang sebagai pendamping hidup anda baik dalam keadaan sedih senang, sakit sehat, kaya miskin dan mencintainya sampai ajal menjemput?”

“Saya menerimanya”

“Dan anda Tiffany Hwang, apakah anda menerima Choi Siwon sebagai pendamping hidup anda baik dalam keadaan sedih senang, sakit sehat, kaya miskin dan mencintainya sampai ajal menjemput?”

Tiffany menoleh ke tempat Seunghyun yang sedang menatap mereka, Seunghyun tersenyum dengan mengangguk.

“Saya menerimanya”

“Silahkan bertukar cincin” Pastor tadi menyerahkan sekotak cincin pada Siwon

Siwon dengan senang hati mengambilnya, memasangkan cincin ke dalam jari manis Tiffany, dan sebaliknya, Tiffany juga memasangkan cincin untuk Siwon.

“Kalian sudah resmi menjadi Suami-Istri sekarang”

Suara sorak tamu yang berbahagai mulai terdengar, Siwon dan Tiffany tertawa kecil, Siwon lalu maju dan mengecup bibir Tiffany.

“Aku mencintai mu” ujar Siwon

“Nado, Siwonie” kata Tiffany

“Sekarang waktunya melempar bunga, Fany-ah” seru Mrs. Choi

“Ah, iya”

Tiffany mengambil buket bunganya, menatap para tamu yang belum menikah sudah berdiri di bawah altar untuk memperebutkan buket bunga yang akan di lemparkan Tiffany. Pasalnya, orang-orang percaya jika siapa saja yang mendapatkan buket bunga yang di lempar oleh pengantin wanita maka orang tersebut akan menikah dalam waktu yang cepat.

Siwon bahkan tertawa melihat Kakaknya berdiri di bawah altar. Seunghyun mengedipkan matanya, menandakan pada Siwon bahwa dia baik-baik saja.

“Hana…dul…set!”

Buket bunga berwarna merah muda itu terlempar ke belakang, semuanya saling melompat untuk mendapatkan buket bunga itu. Dan, pada akhirnya, buket bunga itu jatuh di tangan….

“AKU DAPAAAATTTTT” teriak seorang wanita yang tak lain Park Bom

Tiffany dan Siwon saling bertatapan, merasa gemas dengan tingkah Park Bom. Siwon menarik Tiffany ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.

“Kau akan segera menikah”

Park Bom menoleh ke arah samping, ternyata itu Seunghyun. Park Bom tersenyum dan di balas oleh Seunghyun juga.

Untitgjtled-1

END

maaf ya kalo kalimat nikah mereka salah, soalnya saya non kristen hehe ^^

10 thoughts on “SONGFICT “Wedding Dress”

  1. Aahh ff nya keren thor :’)
    Pertama aku kira klo sifany itu pcran , eh ternyata tiffany pnya kk nya siwon, tpi akhirnya mereka bersama , aku sempet mewek bacanya thor😥
    Sukses deh thor buat ff nya ^^b
    Buat trus ya ff sifany nya ^^

  2. aku kira siwon pcrn sama tiffany awalnya hbis mereka akrab gitu. terus tau kalo tiffany tunangan kakaknya gk yakin tiffany d sama siwon. eh tp endingnya membahagiakan. sukaaaaa😀

  3. yes!!!! author berhasil membuat hati saya teraduk bagai adonan (?)

    pertama ngerasa hubungan tifanny sama siwon adem ayem eh pas pertengahan ngerasa sakit bgt karena itubukan akuuuu *nyanyi* makin kebawah makin sakit

    ……….

    dan saya nangis pas bang tiopi dengan rela melepas tiffany. udahlah pokoknya gitu campur aduk. salaaah bgt aku baca ini malem malem #iniagakcurhat

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s