“Dear My Family” CHAPT 1

heloowww, ini ff udah lama haha😄 aku post smpe chapter 2 ya ^^

awalnya ff ini berjudul “don’t leave baekhyun” tapi karena ada sesuatu jadinya mesti ganti judul ^^

Tittle: Dear My Family

Gendre: Family, Romance, Conflict, Angst, Friendship

Cast: Lee Donghae (SUJU)

         Jessica Jung (SNSD)

        Byun Baekhyun (EXO-K) aka Lee Baekhyun

Other Cast: Shin Yoonjo (Hello Venus) aka Lee Yoonjo

                      Kim Kibum (SUJU)

                                             etc

994955_157616537781984_727022261_n

Hidup ku, ada batas waktunya…

-Dear My Family-

Drap…drap..drap..

Suara langkah kaki terdengar di lorong Rumah Sakit itu. Jessica memainkan jari-jarinya, jantunya terasa berdegup semakin kencang, sambil terus berlari, Jessica menahan air matanya untuk tidak turun membahasi pipinya. Setelah hampir 3 menit berlari, Jessica mendapati putri bungsunya sedang duduk di depan ruang UGD dengan menunduk dan menangis.

Donghae mengambil nafas panjang, dia melirik sang istri yang masih terdiam di tempatnya. Pria berumur 40 tahun itu melangkah mendekat pada putrinya, berjongkok di hadapannya dan menyentuh kedua bahunya.

“Yoonjo, apa yang terjadi?” tanya Donghae pada putrinya yang bernama lengkap Lee Yoonjo itu

“A-Appa” Yoonjo memeluk Donghae, membiarkan air matanya membasahi jas hitam milik Ayahnya

“Katakan ada apa sayang” ujar Donghae sekali lagi

Jessica menelan salivanya dengan susah payah, secara perlahan Jessica melangkahkan kakinya menghampiri suami dan anaknya lalu duduk di samping Yoonjo yang masih menangis dalam pelukan Donghae. “Aku tidak tahu, hiks. Tiba-tiba saja Kim songsaengmin memanggil ku keluar dari kelas dan menyuruh ku masuk ke ambulance. Hiks, saat aku masuk, Baekhyun Oppa sudah terbaring di ranjang dengan alat oxygen di mulutnya. Lalu, Baekhyun Oppa terlihat susah payah untuk mengambil nafas. Maafkan aku, hiks, aku tidak tahu apa-apa” jelas Yoonjo dengan terisak

Donghae dan Jessica hanya terdiam. Jessica menatap kosong kedepan, sedangkan Donghae mengeratkan pelukannya, mencium puncak kepala Yoonjo berusaha menenangkannya yang masih terisak.

-Dear My Family-

Tik..tik..tik..

Hanya ada bunyi jarum jam yang terdengar di lorong rumah sakit itu. Yoonjo sudah tertidur sejak tadi dalam pelukan Donghae, gadis itu pasti lelah karena terus menangis. Jessica menoleh pada Donghae yang masih bersenandung kecil untuk Yoonjo, kemudian Jessica menatap tembok bercat putih di hadapannya sekali lagi.

“Apa—-Baekhyun akan baik-baik saja?” ujar Jessica tiba-tiba

Donghae mendongak, sedikit kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan Jessica. “Dia pasti baik-baik saja”

“Apa—Tuhan akan mengambilnya?” tanya Jessica sekali lagi dengan suara yang dingin

“KAU INI BICARA APA HAH??” teriak Donghae emosi

Yoonjo yang mendengar teriakan Donghae merasa terusik dalam tidurnya, dia membuka mata, sedikit bingung melihat Donghae yang berdiri di hadapannya dengan wajah memerah, lalu Jessica yang menangis tanpa mengeluarkan isakan.

KREEK

BLAM

Lampu ruang UGD telah mati, pintu berwarna putih itu terbuka. Seorang Dokter yang baru saja keluar dari pintu itu menatap heran pada keluarga Lee, suasana saat itu terasa benar-benar dingin.

“Kalian baik-baik saja?” ucap Dokter tadi

Jessica dan Donghae terbangun dari lamunannya, mereka segera menghampiri Dokter itu dengan tergesa-gesa.

“Kibum-ah, bagaimana keadaan Baekhyun?” ucap Donghae

“Dia baik-baik sajakan?” seru Jessica

“Kalian tenang dulu. Baekhyun sudah melewati masa kritisnya, dia akan di pindahkan ke ruang rawat” kata Kibum, tanpa sengaja pandangannya teralih pada Yoonjo yang menunduk. “Yoonjo, kau bisa temani Oppa mu di kamar rawat?” Kibum mengelus lembut kepala Yoonjo “Hngg” Yoonjo mengangguk patuh

Kibum tersenyum, menghampiri Jessica dan Donghae lagi. “Kalian ikut aku” suruh Kibum dan berjalan duluan ke arah ruangannya.

-Dear My Family-

“Penyumbatannya terbentuk kembali?” seru Donghae

“Aku belum bisa memastikan apakah penyempitan di pembuluh arteri koroner Baekhyun kembali terbentuk atau tidak, tapi keadaan Baekhyun saat ini belum memungkinkan untuk kami memasukkan kateter dalam tubuhnya. Jika keadaan Baekhyun sudah memungkinkan, aku pasti akan segera mengeceknya” jelas Kibum panjang lebar

“Tapi saat umurnya 14 tahun, kau bilang dia sudah sembuh! Sekarang apa lagi ini Kim Kibum??!!” ujar Jessica emosi

Donghae menggenggam tangan Jessica, menahan kemarahan sang Istri yang sepertinya akan segera meledak. Kibum melepaskan kacamatanya, memajukan kursinya sedikit.

“Kau salah paham Jessica. Saat itu kita memang melakukan pemasangan cincin. Tapi pemasangan cincin bukan untuk menyembuhkan, melainkan fungsinya untuk melebarkan pembuluh darah dengan menekan atau mendorong plak agar pembuluh darah menjadi lebar dan aliran darah menjadi lancar, bukan untuk membuang plak. Dan setelah 5-7 tahun, secara alami penyumbatan dan serangan jantung koroner akan kembali. Dan ini sudah 5 tahun sejak pasca pemasangan cincin itu terjadi” kata Kibum dan memandangi sepasang Suami Istri di hadapannya itu

“Tapi kenapa Baekhyun menderita penyakit itu? Dia tidak merokok, dia tidak memakai narkoba, tidak meminum alkohol, aku juga tidak pernah memberinya makanan berlemak ataupun berkolestrol tinggi. Jadi kenapa penyakit itu bersarang di tubuhnya, Kibum??” ujar Jessica yang telah menangis

“Salah satu faktor pengidap penyakit koroner ini adalah karena riwayat keluarga” seru Kibum sekali lagi. “Maaf jika aku lancang, tapi, apakah salah satu di antara kalian ada yang mempunyai riwayat jantung koroner dalam keluarga?” Kibum menatap Donghae dan Jessica bergantian

“Sica, bukankah Kakek mu meninggal karena penyakit itu?” tanya Donghae

Jessica melirik Donghae, sedetik kemudian dia menutup mulutnya. Benar yang di katakan Donghae, Kakek nya meninggal karena jantung koroner. Apakah anaknya juga akan bernasib sama? Suara tangisan Jessica membuldak, Donghae memeluk Jessica dan mengelus punggungnya.

“Ini masih prediksi ku saja. Jadi kalian tenang dulu. Lebih baik kalian banyak berdo’a, semoga prediksi ku ini salah” tutur Kibum

Donghae mengangguk. “Ya sudah, kami keluar dulu. Terimakasih Kibum-ah” Donghae menuntun Jessica untuk keluar dari ruangan Kibum.

-Dear My Family-

“Mana Appa dan Umma?” Baekhyun melahap sepotong apel dari Yoonjo

“Di ruangan Kibum uisa” balas Yoonjo yang masih memotongkan apel untuk sang Kakak

“Haahh, kenapa harus terbaring di sini lagi? Menyebalkan” omel Baekhyun kesal

Yoonjo memandangi Baekhyun. Lagi? Jika di pikir, memang sudah 4 tahun Baekhyun tak pernah di rawat di Rumah Sakit lagi. Gadis berusia 17 tahun itu tidak tahu menahu tentang penyakit Baekhyun, yang dia tahu dari Jessica dan Donghae adalah, Baekhyun sudah sembuh. Dan selama 4 tahun juga, Baekhyun memang tak pernah lagi di rawat inap dalam Rumah Sakit.

“Baekhyun, kau siuman” Jessica memeluk Baekhyun. “Kenapa kau bisa pingsan sayang?”

“Aku tidak tahu. Saat bermain bola, tiba-tiba dada ku terasa nyeri, setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi” cerita Baekhyun. “Apa yang di katakan Kibum uisa?”

Jessica melirik Donghae yang berdiri di samping Yoonjo. Tatapan Jessica seolah menyuruh Donghae untuk menjawab pertanyaan Baekhyun. Sejujurnya, Jessica sendiri tidak tahu harus berkata apa pada Baekhyun. Donghae melihat Yoonjo yang memandanginya, seolah menunggu jawaban darinya. Pria itu tersenyum dan melahap sepotong apel milik Baekhyun.

“Hanya serangan ringan” jawab Donghae

“Jadi aku bisa pulang besok?” sahut Baekhyun

“Belum, tunggu sampai keadaan mu membaik” kata Donghae dengan tersenyum

“Tapi aku ba—hoeek” Baekhyun menutup mulutnya dengan kedua tangannya

Mereka yang berada dalam ruangan itu tersentak kaget saat melihat keadaan Baekhyun. Jessica melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Baekhyun cemas.

“Kau ingin muntah?” tanya Jessica

“Aku mual” balas Baekhyun

“Aku akan memanggil Kibum” Donghae berlari keluar dari ruangan Baekhyun

“Yoonjo, tolong ambilkan baskom” pinta Jessica

“Ne”

Yoonjo mengambil sebuah baskom yang berada di bawahnya, memberikannya pada Jessica dan membawakan segelas air untuk Baekhyun. Tangan Jessica mengurut-ngurut pelan leher Baekhyun, setidaknya untuk membuat sang anak lebih cepat mengeluarkan muntahnya.

Tak lama kemudian Kibum masuk ke dalam ruang rawat Baekhyun bersama Donghae. Kibum mengeluarkan sebuah suntik, Jessica membantu Baekhyun berbaring setelah menyelesaikan muntahnya. Kibum menggenggam lengan kiri Baekhyun dan mulai menyuntiknya.

Baekhyun meringis sakit saat jarum suntik itu menembus kulitnya. Setelah selesai, Baekhyun merasakan dirinya benar-benar mengantuk sampai akhirnya matanya terpejam.

“Aku menyuntikkan obat untuk Baekhyun. Biarkan dia terlelap sebentar untuk menghilangkan rasa mualnya” ucap Kibum dan memasukkan kembali suntiknya. “Aku permisi”

Kibum keluar dari ruangan Baekhyun, Donghae mengikuti Kibum dan berlari-lari kecil mengejar Kibum.

“Kibum-ah” Donghae menepuk bahu Kibum. “Mual dan muntah, salah satu gejala penyakit Jantung Koroner kan?” tanya Donghae

Kibum tersenyum dan membalas menepuk bahu Donghae. “Kau benar. Kau harus banyak berdo’a sekarang”

Donghae menatap punggung Kibum yang semakin jauh dari pandangannya. Saliva nya tercekat di tenggorokannya. Donghae tahu benar salah satu ciri-ciri penyakit jantung koroner adalah mual dan muntah, lalu Baekhyun bilang tadi dada nya terasa sesak. Karena bagaimanapun, penyakit itu memang pernah di derita Baekhyun sejak kecil. Donghae memejamkan matanya, mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Pikirannya menolak untuk beranggapan positif bahwa Baekhyun baik-baik saja, tapi hatinya terus memberontak, sesuatu dalam dirinya terus menghantuinya jika penyakit Baekhyun kembali lagi.

-Dear My Family-

“Baekhyun ayo makan sayang” Jessica berusaha menyuapkan sesuap bubur pada Baekhyun

“Shirreo! Aku tidak suka makanan Rumah Sakit, rasanya seperti sampah” cela Baekhyun kesal. “Umma, aku sudah seminggu di sini! Kenapa belum boleh pulang?” tanya Baekhyun

Kibum yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Jessica melihat semangkuk bubur yang masih penuh sedang dalam genggaman Jessica. Kibum mengambil semangkuk bubur itu dari tangan Jessica

“Kau harus makan Lee Baekhyun” ujar Kibum

“Tidak mau! Kalau Uisa mau, Uisa saja yang memakannya” balas Baekhyun

“Baekhyun! Sopan pada Kibum Uisa” bisik Jessica kesal

“Dengarkan aku. Kalau kau tidak makan, nanti kau akan kelaparan. Uisa akan memeriksa mu, salah satu persiapannya ini, kau tidak boleh makan selama 4 jam” jelas Kibum

“APA? 4 JAM? Uisa mau menyembuhkan ku atau mau membunuh ku???” omel Baekhyun

“Tentu saja menyembuhkan mu, itu salah satu persiapannya Baekhyun-ah” ucap Kibum. “Sekarang ayo makan, aaaaa buka mulut mu. Pesawat akan datang” Kibum menggoyangkan sendok berisikan bubur itu kekanan dan kekiri bak pesawat yang sedang terbang

“Aku bukan anak kecil! Sini, aku bisa makan sendiri” Baekhyun merebut semangkuk bubur itu dan mulai melahapnya

Jessica tersenyum, mengelus rambut Baekhyun. Kibum menatap Jessica, menganggukkan kepalanya seolah menyuruh Jessica untuk ikut keluar bersamanya. Kibum berdiri dari duduknya dan keluar terlebih dahulu.

“Umma beli minum dulu” bohong Jessica

“Belikan aku cola” pinta Baekhyun

“Kau tidak boleh meminum soda” larang Jessica

“Menyebalkan!!!” jengkel Baekhyun dan melahap buburnya kesal.

Kibum duduk di salah satu kursi, menunggu Jessica datang menemuinya. Matanya menatap langit-langit Rumah Sakit dengan kosong. Kibum sudah mengenal Jessica dan Donghae sejak lama, dia dan Donghae sudah bersahabat selama hampir 20 tahun. Kehidupan rumah tangga Donghae terbilang lebih beruntung darinya, beberapa tahun yang lalu, istri dan anak perempuannya meninggal karena sebuah kecelakaan maut, saat itu, Kibum benar-benar merasa gagal karena tak bisa menyelamatkan keluarganya. Kibum tak mau rasa sedih yang dia rasakan akan di rasakan keluarga Donghae, karena itulah, dia berjanji akan menyembuhkan Baekhyun sebisanya.

“Kibum” panggil Jessica dan duduk di samping Kibum

“Jam 12 siang nanti aku akan melakukan pemeriksaan kateter pada Baekhyun. Ini surat persetujuannya” Kibum menyodorkan sebuah surat berwarna putih pada Jessica

Jessica membanya sebentar, membuka penutup bolpoin milik Kibum dan memberikannya pada Kibum.

“Dia pasti baik-baik sajakan?” tanya Jessica

“Kita serahkan semuanya pada Tuhan. Aku akan membantu kalian semampu ku” ujar Kibum dan melangkah menjauh dari Jessica.

-Dear My Family-

Yoonjo menatap layar komputer di depannya dengan serius. Dia sudah menghabiskan jam istirahatnya di dalam perpustakaan. Terlalu penasaran dengan penyakit apa yang sebenarnya di derita oleh sang kakak.

“Yoonjo” Ara duduk di samping Yoonjo, menatap teman sebangkunya itu bingung. “Ini ku bawakan minuman. Kau sedang cari apa?”

Yoonjo meneguk sebotol air mineral dingin pemberian Ara. “Penyakit Baekhyun Oppa”

“Baekhyun Oppa? Memang orang tua mu tidak bilang apa-apa?” bingung Ara

“Tidak. Tapi setelah aku cari, ciri-ciri yang di rasakan Baekhyun Oppa seperti penyakit Jantung Koroner” cerita Yoonjo dan menatap Ara

“Mwo? Jantung koroner? Itukan penyakit pembunuh nomor 1 di Amerika Serikat. Penyakit itu bisa menyerang penderitanya secara tiba-tiba dan di buat meninggal” jelas Ara polos

“Ara! Kau jangan menakuti ku” Yoonjo memukul lengan

“Aku tidak menakuti mu! Aku hanya menjelaskan! Lagipula, semuanya belum jelaskan?” tanya Ara

“Iya. Akhh, tapi aku memikirkannya terus” Yoonjo menidurkan kepalanya di atas meja

“Semuanya pasti baik-baik saja. Kau harus meyakinkan diri mu” Ara mengedipkan matanya memberi semangat

Gadis berambut coklat itu mengangguk dengan tersenyum. Dalam hati, Yoonjo terus menyakinkan hatinya jika kakak nya pasti baik-baik saja, dia berusaha membuang pikiran negatif yang bersarang dalam otaknya.

-Dear My Family-

Donghae berlari masuk ke dalam rumah sakit. Sejak tadi dia terus-terusan mengutuk dirinya karena membiarkan Jessica menunggu sendirian selama pemasangan kateter dalam tubuh Baekhyun. Saat berlangsungnya rapat, Donghae langsung meninggalkan kursinya karena menerima telfon dari Jessica, wanita itu bahkan sudah menangis, menjawab pertanyaan Donghae pun tidak bisa, tentu saja itu semua membuat Donghae menjadi khawatir.

“Sica” seru Donghae saat melihat Jessica terduduk di depan ruangan Baekhyun dengan menunduk. “Bagaimana hasilnya?”

Jessica hanya membalas tatapan Donghae dengan masih menangis, dia beralih memeluk Donghae, membuat sang suami menjadi lebih khawatir lagi.

“Kau sudah datang?”

Donghae mendongak dan mendapati Kibum yang baru saja keluar dari ruangan Baekhyun. Donghae melepaskan pelukannya pada Jessica dan mencengkram kedua bahu sahabatnya itu.

“Bagaimana anak ku? Dia baik-baik sajakan? Sejak tadi Jessica tak berhenti menangis” kata Donghae panik

Kibum melirik Jessica sebentar. “Kita bicarakan di ruangan ku. Tadi aku sudah mengajak Jessica, tapi dia bilang mau menunggu mu” jelas Kibum

“Aku takut mendengarnya sendirian” ujar Jessica pelan

Donghae mengecup kening Jessica dan membantunya berdiri. Kibum tersenyum sebentar, berjalan bersama sepasang suami istri itu masuk ke dalam ruangannya. Setelah sampai, Donghae dan Jessica duduk di tempat yang memang sudah di sediakan. Sedangkan Kibum mengambil dua gelas air dan memberikannya pada Jessica juga Donghae.

“Kalian minum dulu” ujar Kibum

“Terimakasih” Jessica meneguknya dan mengenggam gelas bening itu. “Jadi bagaimana Baekhyun?”

Kibum tak menjawab, dia menyalakan sebuah layar yang menampakkan hasil ronsen jantung Baekhyun. Pandangan mereka segera teralih ke arah layar itu.

“Prediksi ku benar, terjadi penyempitan pembuluh darah koroner lagi dalam diri Baekhyun” kata Kibum datar

“Apa itu berarti, Baekhyun benar mengidap penyakit itu lagi?” tanya Donghae serius

“Dengan terpaksa ku katakan Iya. Pada dasarnya Baekhyun tidak benar-benar sembuh, operasi yang di lakukan saat umurnya 14 tahun bukan untuk menyembuhkan, tetapi hanya untuk menekan plak agar pembuluh darahnya menjadi lancar. Seperti yang ku katakan seminggu lalu pada kalian.”

PRANGG

Gelas yang sejak tadi di pegang Jessica jatuh ke atas lantai dan pecah menjadi berkeping-keping. Jessica menunduk, menangis tanpa suara, tubuhnya bergetar, sedangkan Donghae menarik dan membuang nafasnya untuk mengontrol emosinya.

“Apa tak ada cara untuk menyembuhkannya?” tanya Donghae dengan suaranya yang parau

“Satu-satunya yang paling ampuh adalah transplantasi Jantung, tapi butuh waktu cukup lama untuk mendapatkannya, ada juga pengobatan yang di sebut operasi bypass, hanya saja operasi bypass bisa di lakukan oleh penderita yang sudah mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik ataupun sudah di terapi dengan obat-obatan hingga dosis maksimal” jawab Kibum panjang lebar

“Apa dengan cara itu bisa menyembuhkan Baekhyun?” ucap Donghae

Kibum menggeleng. “Tidak. Jika kita melakukan operasi bypass dan pembuluh darah pengganti di ambil dari kaki maka Baekhyun dapat bertahan sekitar 10-15 tahun bebas serangan jantung koroner pasca operasi bypass ini, tapi yang menjadi kendala adalah, bisa terjadi serangan struk jika melakukan operasi bypass ini”

Air mata yang di tahan Donghae sejak tadi kini telah mengalir. Apa benar-benar sudah tak ada harapan untuk anak sulungnya? Setelah ini, apa yang harus dia katakan pada Baekhyun? Dia sudah terlanjur mengatakannya pada Yoonjo dan Baekhyun sendiri jika Baekhyun telah sembuh. Tapi sekarang? Rasanya dunia Jessica dan Donghae telah benar-benar runtuh.

“Berapa lama dia bisa bertahan?”

Jessica yang sejak tadi menunduk mendengar obrolan Kibum segera mendongakkan kepalanya dan menatap Donghae tak percaya.

“Dari analisis ku, dia bisa bertahan sampai umur 21 tahun” ujar Kibum

“Kau bukan tuhan! Bukan kau yang menentukan umur anak ku, tapi tuhan, tuhan yang menentukannya” gumam Jessica dingin dengan masih terisak

“Aku tahu, aku hanya menganalisisnya” tutur Kibum

“Bagaimana dengan transplantasi Jantung?” tanya Donghae sekali lagi

“Itu adalah cara yang paling efektif. Hanya saja butuh waktu lama untuk mendapatkannya, selain itu, tidak semua operasi transplantasi jantung bisa berhasil” balas Kibum

“Aaakkhh!!” Jessica memukul-mukul dadanya sendiri, hatinya sakit mendengar semua itu, anak sulungnya yang ceria akan segera pergi

Donghae memejamkan matanya, menghapus air matanya dan membawa Jessica keluar. Kibum yang melihat Donghae membawa Jessica keluar segera berdiri dari duduknya.

“Donghae-ah, katakan yang sejujurnya pada Baekhyun. Karena jika kau berbohong, maka dia tak akan mempercayai mu lagi” seru Kibum

Donghae terdiam sebentar lalu menganggukkan kepalanya. Mereka berdua berjalan dengan gontai dan tak ada yang berbicara selama perjalanan menuju ruangan Baekhyun. Jessica masih terisak, sedangkan Donghae masih memikirkan kalimat apa yang harus dia katakan pada Baekhyun nanti.

“Appa, Umma” seru Baekhyun senang saat melihat orang tuanya masuk. “Apa kata Kibum Uisa?”

Jessica memeluk Baekhyun, menyembunyikan tangisnya. Dahi Baekhyun berkerut bingung, Ibunya menangis walaupun Jessica menyembunyikannya, sedangkan Donghae tak berani menatapnya, persis seperti orang yang menyembunyikan sesuatu.

“Appa? Aku baik-baik sajakan?” tanya Baekhyun

“Penyakit jantung koroner mu kembali” jawab Donghae menatap keluar jendela

Baekhyun terdiam, mencerna ucapan yang di katakan sang Ayah, sedetik kemudian, bibirnya kembali mengeluarkan suara.

“Appa bohongkan?” Baekhyun menoleh pada Donghae dengan air mata yang mengalir di pipinya. “Ini leluconkan? Appa bilang saat itu aku sudah sembuh! Tapi kenapa sekarang Appa bilang penyakit itu kembali lagi!!” sahut Baekhyun kesal

“Itu yang terjadi Baekhyun, penyakit itu memang kembali lagi dalam tubuh mu”

“APPA BOHONG!! AKU PASTI SEHAT!!” teriak Baekhyun

“Baekhyun” panggil Jessica lirih

Baekhyun melepaskan pelukan Jessica paksa. “KALIAN BERBOHONG PADA KU!! AKU BENCI KALIAAANN!!!”

Baekhyun melempar bantal dan selimutnya, Donghae berusaha menenangkan Baekhyun yang mulai mengamuk. Baekhyun yang masih menangis terasa mengiris hati Donghae dan Jessica. Tak perduli Baekhyun yang terus memberontak dalam pelukannya, Donghae semakin mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.

“Sica, panggil Kibum” suruh Donghae

Jessica mengangguk, dia keluar dengan berlari panik. Tak butuh lama, Kibum datang bersama 2 orang perawat wanita dan 2 orang perawat laki-laki. Masing-masing perawat itu mengikat tubuh Baekhyun di tempat tidur dengan posisi tertidur, mencegah agar Baekhyun tak banyak bergerak.

“Aku terpaksa mengikatnya di tempat tidur, jika Baekhyun terus bergerak, kateter nya bisa saja terlepas dan dia akan mengalami pendarahan” ucap Kibum, dia melirik Baekhyun yang masih menangis dan keluar dari sana

“SAKIITT!!! LEPASKAANN!!!” pinta Baekhyun dengan suara yang melemah

Jessica berjongkok di samping tempat tidur Baekhyun. Mengelus rambut hitam Baekhyun dengan sayang.

“Baekhyun, tunggu 8 jam lagi ne? Kita berjuang bersama. Setelah itu kau boleh meminta apapun” kata Jessica lembut

“Hiks, tapi aku mau buang air kecil” ujar Baekhyun kesal

“Buang air kecilnya langsung di celana mu saja, nanti akan kami gantikan dengan popok” balas Jessica

“KALAU UMMA MAU, UMMA SAJA YANG MELAKUKANNYA!!” bentak Baekhyun dan kembali menangis

DEG

Jessica tersenyum perih mendengar bentakan Baekhyun. “Maafkan Mommy ne? Mommy tidak memikirkan perasaan mu, kau juga bukan anak bayi lagi ya?” kata Jessica sedih

Baekhyun tak menjawab. Dia membuang mukanya ke arah kanan, tak mau melihat orang tuanya. Jessica memeluk Donghae sekali lagi, setelah agak lama berdiam diri, Baekhyun kembali berkata.

“Sudah. Tolong ganti celana ku” ucap Baekhyun pendek

“Biar Umma gantikan” Jessica mengambil sebuah popok ukuran dewasa yang sudah tersedia dalam lemari

Donghae memegang bahu Jessica pelan. “Biar aku yang melakukannya”

Jessica mengangguk, dia memberikan popok itu pada Donghae, berjalan agak jauh agar Donghae bisa menutup tirai yang berada di sekeliling tempat tidur Baekhyun. Setelah menutup tirai berwarna coklat muda itu, Donghae melangkah mendekat pada Baekhyun.

“Maafkan kami karena tidak bisa melahirkan mu dengan sehat. Kami sudah membuat mu menderita. Appa selalu berharap, Appa bisa menggantikan posisi mu” ucap Donghae dengan air mata yang menetes

Baekhyun menatap Ayahnya yang menangis, mengalihkan pandangannya pada langit-langit ruang rawatnya dengan kosong.

-Dear My Family-

Appa berkata seperti itu sambil membasuh tubuh ku hingga bersih dan memasangkan popok ku. Dari balik tirai, terdengar suara tangisan Umma. Sejak itu, aku berjanji, sesakit apapun, aku tidak akan menangis lagi di depan siapapun!

TBC

ff ini terinspirasi dari film/komik yg berjudul “I Give My First Love To You” ^^

yg penasaran lanjutannya langsung cek part 2😀

22 thoughts on ““Dear My Family” CHAPT 1

  1. Hduhhhh baekhyun nya sakitt,huwaaa nyeseg bacanya ksian baek nya ,hduhh jleb bngt ps baek bentak sica ga mau pipis di ksur ituu,huwaaa nyeseggg😦
    akhhh jess sm dongee nya psti sdihh bngtt huwaaaaa

  2. hoah aku paling suka ff kelluarga fantasy ini. hueeeee thor kamu bikin aku nangis baca ff ini. gak tega sama baekhyun😦
    bikin baekhyun sembuh jebal thor😦

  3. seru banget,, kesian baekhyun nya, yoonjoo nya juga kaya gx dianggep sama donghae dan jessica hehe🙂
    ini kaya film Hello Brother yang pernah aku liat yah thor, keren🙂

  4. Ya ampun.. bru pertama bca ff baek yg jdi ank haesica langsung angst bgini.. jadi pen nangis.. feel nya dpt bget thor.. :’)

  5. Pingback: FFs | valsxid

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s