“Dear My Family” CHAPT 2

Tittle: Dear My Family

Gendre: Family, Romance, Conflict, Angst, Friendship

Cast: Lee Donghae (SUJU)

         Jessica Jung (SNSD)

        Byun Baekhyun (EXO-K) aka Lee Baekhyun

Other Cast: Shin Yoonjo (Hello Venus) aka Lee Yoonjo

                      Kim Kibum (SUJU)

                      Tiffany Hwang (SNSD)

                                             etc

994955_157616537781984_727022261_n

Yoonjo menyingkap gorden berwarna merah mudanya, dari dalam kamarnya dia bisa melihat mobil Donghae sudah terparkir didepan halaman rumahnya. Yoonjo membuka pintu kamar dan menuju ruang tamu, sejak semalam Donghae dan Jessica tidak pulang kerumah, tidak juga mengabarinya tentang keadaan Baekhyun sekarang.

“Aku tidak bisa percaya ini”

Yoonjo menghentikan langkahnya ketika mendengar suara sang Ibu yang begitu lirih. Gadis berusia 17 tahun itu menyembunyikan dirinya dari balik tembok, ingin mendengar lebih lanjut obrolan orang tuanya.

“Kita harus kuat agar bisa menguatkan Baekhyun juga” ujar Donghae pelan

“Tapi aku tidak bisa percaya, hiks. Baekhyun kita tidak mungkin mengidap penyakit Jantung itu lagi dan hanya bisa bertahan sampai umurnya 22 tahun. Hiks, dia tidak mungkin mendahului kita”

DEG

Jantung Yoonjo berdetak sangat cepat, otaknya masih memproses apa yang dikatakan Ibu nya. Penyakit Jantung? 22 tahun? Baekhyun? Yoonjo menggigit bibir bawahnya, berlari masuk ke dalam kamarnya yang menimbulkan suara hentakan sepatunya dengan lantai.

“Yoonjo” panggil Donghae, melirik Jessica sebentar dan mengejar Yoonjo

Yoonjo seakan tidak perduli dengan panggilan Donghae. Dia membuka pintu perpustakaan yang ada dalam rumahnya dengan kasar. Mencari sebuah buku yang dibacanya semalam.

“Yoonjo, kau mencari apa?” tanya Donghae

“Baekhyun Oppa harus sembuh” ucap Yoonjo dan mengambil sebuah buku dari salah satu rak buku

Donghae membaca sampul buku yang dipegang Yoonjo, tertulis ‘Ramuan Obat China’ disitu, Donghae terdiam untuk sesaat, dia kemudian mengikuti langkah Yoonjo yang sudah keluar dari perpustakaan dan memakai sepatu sekolahnya.

“Yoonjo tidak ke sekolah hari ini ya? Yoonjo mau membacakan buku ini untuk Baekhyun Oppa” ujar Yoonjo dan menarik tasnya

Jessica menundukkan kepalanya untuk meredam tangisnya, sedangkan Donghae masih berdiri membelakangi Jessica dan menatap Yoonjo, sedetik kemudian, Yoonjo membalikkan tubuhnya dan menatap Donghae dengan mata yang berkaca-kaca, tapi sebuah senyuman manis terukir di wajah cantiknya.

“Umma, Appa dan Kibum Ahjussi pasti capek kan? Jadi, biar Yoonjo saja yang bawa buku ini, sekalian belajar, siapa tahu, Yoonjo bisa menyembuhkan Baekhyun Oppa” ucap Yoonjo polos

Tap..Tap..

Donghae melangkah mendekat pada Yoonjo, air matanya sudah mengalir, tangannya menarik Yoonjo masuk kedalam pelukannya. Suara tangisan Yoonjo dan Jessica terdengar samar-samar, Donghae berusaha menangis tanpa suara, sebagai kepala keluarga, jika dalam masalah seperti ini, maka dialah yang bertanggung jawab untuk menenangkan anggota keluarganya.

“Kata Kibum Ahjussi, Baekhyun pasti sembuh, tapi kita harus banyak berdo’a. Yoonjo tidak perlu repot-repot membuat ramuan, jika Yoonjo menjaga dan menyayangi Baekhyun, dia pasti akan sembuh” nasihat Donghae dengan suara yang bergetar dan menghapus air mata Yoonjo

Jessica mendongak, dia menghapus air matanya lalu mendekat pada Suami dan anaknya, tubuhnya dia dudukkan diatas lantai, tepat dibawah Yoonjo dan menggenggam kedua tangan si bungsu.

“Apa yang dibilang Appa benar, kita harus berdo’a untuk kesembuhan Baekhyun Oppa” kata Jessica dan mengecup telapak tangan Yoonjo

“Tapi, Baekhyun Oppa akan sembuh?” tanya Yoonjo terisak

Donghae melirik Jessica yang kini sudah berdiri di sampingnya. “Tentu, Baekhyun Oppa pasti sembuh”

“Ja. Sekarang Yoonjo pergi sekolah ne? Umma yang antar” Jessica menghapus air matanya, berdiri sembari menghapus air mata Yoonjo dan merapikan rambut si bungsu

Yoonjo masih terdiam di tempatnya walaupun Jessica sudah menarik tangannya untuk keluar rumah. Tapi Yoonjo yang tak bergerak sedikitpun membuat Donghae maupun Jessica menjadi bingung. Dengan sabar, Jessica kembali berbalik ke tempat Yoonjo dengan mengusap bahu Yoonjo.

“Waeyo, hn?” tanya Jessica

“Aku tidak mau sekolah” jawab Yoonjo menundukkan kepalanya

“Kenapa?” bingung Jessica

“Aku mau bertemu Baekhyun Oppa” rengek Yoonjo

Donghae dan Jessica saling bertatapan, ia melangkah mendekati Yoonjo. “Menjenguknya setelah Yoonjo pulang saja ne?”

“Shirreo! Sejak kemarin malam aku tidak bertemu Baekhyun Oppa. Aku juga tidak mau Appa dan Umma membohongi ku lagi” tutur Yoonjo, suaranya kembali bergetar

Jessica membuang nafas panjang, sama dengan Donghae.

“Ya sudah, ayo Umma antar”

“Aku saja Sica. Lebih baik kau mandi dan istirahat” larang Donghae

Jessica tersenyum lembut. “Kau kan harus ke kantor. Lagipula, aku akan langsung ke butik, aku mandi dan istirahat di sana saja”

“Biklah, kalian hati-hati di jalan. Saranghae” Donghae mengecup pipi Jessica dan kening Yoonjo.

-Dear My Family-

Baekhyun terbangun dari tidurnya, sinar matahari yang masuk melalui jendela dan suara-suara cicitan burung yang hinggap di pohon dan jendela membangunkan Baekhyun. Matanya terbuka, tapi tubuhnya masih berbaring di atas ranjang dengan menyamping, menghadap jendela.

Hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Tidak ada teriakan Ibu nya di pagi hari, suara rengekan Yoonjo, dan suara manja Ayah nya. Tubuhnya bahkan tidak terasa bugar, seperti ada beban berat yang di rasakannya. Ah! Baekhyun hampir lupa, dia masih terbaring di atas ranjang Rumah Sakit, dan bebannya adalah, setelah ia di vonis mengidap sakit jantung.

Baekhyun memeluk tubuhnya semakin erat, air matanya mengalir melalui sudut matanya dan membasahi sarung bantal. Dia merasa ini tidak adil, seolah Tuhan sedang mempermainkan nasibnya. Tiap hari, Baekhyun selalu berdo’a pada Tuhan atas segala kenikmatan dan kebahagiaan yang di rasakannya, dia selalu merasa menjadi anak yang paling beruntung, memiliki keluarga yang sangat bahagia. Tapi, itu semua musnah dalam waktu sekejap setelah penyakit yang di kiranya telah sembuh ternyata muncul kembali dan bahkan lebih parah.

Ia tidak mengerti, sampai sekarangpun Baekhyun masih mencari jawabannya. Apa? Apa salahnya hingga dia harus menanggung beban seperti ini? Baekhyun tak tahan lagi, akhirnya dia menangis dalam diam, tangannya meremas seprai berwarna biru langit itu dengan kuat.

“Oppa”

Baekhyun terkesiap mendengar suara adiknya, secara refleks, dia menyeka air matanya, berbalik dan tersenyum palsu pada adik gadisnya. Di lihatnya hidung Yoonjo memerah, matanya bengkak dan berkaca-kaca, tanpa tunggu lama, Yoonjo langsung saja memeluk Baekhyun dan menangis di bahu kakaknya. Sedangkan Jessica yang masih berdiri di depan pintu hanya tersenyum sedih.

“Kau sudah tahu?” kata Baekhyun

“Oppa pasti sembuh!” seru Yoonjo semangat

Anak laki-laki itu menelan salivanya dengan susah payah. Baekhyun memandangi Jessica yang tersenyum padanya. Sekarang dia sadar, hanya berdiam diri dengan menangis tidak akan menyembuhkannya. Jika orang lain saja percaya dia akan sembuh, kenapa Baekhyun tidak bisa mempercayai dirinya sendiri?

“Iya, Oppa pasti sembuh” ujar Baekhyun dengan kembali meneteskan air matanya

Walaupun ikut menangis, tapi Jessica juga tersenyum senang, setidaknya, Baekhyun kembali punya harapan hidup. Tidak mau menganggu kedua anaknya, Jessica menutup pintu, dia harus segera pergi, menyelesaikan tanggung jawabnya pada butik miliknya.

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Oppa juga jadi ikut menangis” eluh Baekhyun dan melepaskan pelukan Yoonjo

Yoonjo mengangguk, membuat Baekhyun gemas. Teringat sesuatu, Yoonjo melepaskan tas berwarna merah mudanya dari punggungnya, lalu mengambil buku dari perpustakaan tadi.

“Ramuan?” heran Baekhyun

“Iya, di situ ada cara-cara membuat ramuan dari bunga, sayur dan hewan untuk menyembuhkan penyakit atau membuat seseorang awet muda” jelas Yoonjo, ia ikut duduk di samping Baekhyun

“Huh?”

Yoonjo memutar bola matanya kesal melihat wajah bodoh sang kakak. Tangannya merampas buku yang di bawanya, membuka buku itu pada halaman tengah.

“Ah! Ini dia!” Yoonjo merapatkan tubuhnya pada Baekhyun sembari menunjuk kalimat yang di bacanya tadi

“TIDAK MAU! Kau mau membunuh ku?” tolak Baekhyun dengan terkejut

“Tentu saja tidak! Oppa baca yang jelas! ‘Kadal gunung di percaya bisa membuat seseorang menjadi awet muda dan mempunyai umur panjang’ jadi Oppa harus mencobanya” Yoonjo tersenyum tanpa dosa

“NO WAY!!!” teriak Baekhyun

“HARUS!!!” balas Yoonjo tak mau kalah

“SHIRREO!!!”

“HARUS OPPAAAAA!!!”

“Tidak..tidak..”

“Harus…harus…harus!!! Oppa kenapa menolak? Aku hanya mau menyembuhkan penyakit Oppa saja!!”

Baekhyun lagi-lagi harus merasa bersalah karena sudah membuat orang yang di sayanginya kembali menangis. Melihat Yoonjo yang menatapnya dengan wajah sesedih itu, makin membuat Baekhyun terpojok. Sedetik kemudian, dia mengambil obat-obatan yang di taruh seorang perawat di atas meja.

“Gomawo Yoonjo-ah. Tapi, Oppa sudah punya obat-obatan yang di berikan Kibum Uisa. Kata Uisa, Oppa akan sembuh dengan rajin minum obat” Baekhyun meletakkan berbagai macam obatnya di pangkuan Yoonjo. “Walaupun Oppa tidak suka obat yang pahit, tapi Oppa akan tetap meminumnya. Jadi, kau jangan khawatir lagi ne?”

Yoonjo mengerucutkan bibirnya, lalu kembali menunduk, terdiam untuk sesaat dan kembali menatap Kakaknya.

“Tapi kalau makan kodok legenda mungkin Oppa akan lebih cepat sembuh”

Baekhyun menepuk jidatnya, adiknya itu benar-benar serius dengan buku yang di bacanya. Membuat Baekhyun malah harus membuat penjelasan lagi.

Tuhan, aku hanya ingin terus bersama mereka.

-Dear My Family-

“Ck, haahh”

Sejak tiga hari yang lalu, Donghae hanya berdecak lalu membuang nafas panjang, berdecak dan membuang nafas lagi, begitu seterusnya yang dia lakukan jika di kantor. Pikirannya melayang ke mana-mana, walaupun tubuhnya sedang duduk di kursi empuk direktur, tapi otaknya terus saja memikirkan Baekhyun yang sudah hampir seminggu di Rumah Sakit.

Donghae menyandarkan tubuhnya, menatap langit-langit ruangannya. Selama hampir seminggu pula dia sudah mencari pendonor jantung yang cocok untuk Baekhyun, walaupun Kibum mengatakan presentasi transplantasi jantung tidak selalu 100% berhasil, tapi Donghae masih mengusahakan untuk mencari pendonor jantung. Mengingat bahwa sampai kini tak ada satupun yang bersedia melakukannya biarpun dengan bayaran yang sangat mahal, membuat Donghae hampir putus asa. Lagipula, orang gila mana yang bersedia mendonorkan jantungnya? Memangnya jantung ada dua, apa?

Pria berumur empat puluh tahun itu terkadang berpikir, jika tak ada orang gila yang mau, maka, dia bersedia menjadi orang gila yang akan mendonorkan jantungnya untuk Baekhyun. Tak ada salahnyakan berkorban demi anak sendiri? Tapi, Donghae harus memikirkan banyak perasaan juga. Perasaan Yoonjo dan Jessica. Bagaimana nasib istri dan kedua anaknya jika ia tak ada?

Jika sudah bergulat dengan pikirannya begini, Donghae akan memilih untuk meninggalkan pekerjannya sebentar dan pergi ke gereja kota yang tak jauh dari kantornya. Ketika membuka pintu gereja, tak ada siapapun di dalam sana, hari memang masih pagi, bahkan belum sampai jam makan siang, orang-orang masih ada di kantor dan sekolah.

Donghae menududukkan dirinya di depan patung Tuhannya, mengaitkan ke sepuluh jarinya, memejamkan mata dan menunduk. Memulai do’a nya yang selalu dalam keadaan khusyuk. Air mata bahkan tak tertahankan lagi, tiap kalo berdo’a untuk Baekhyun, tak satupun bulir air mata yang terlewatkan. Mengingat bahwa putra kebanggannya, putra satu-satunya di vonis penyakit berat dan tak bisa hidup lama, membuat Donghae frustasi, tapi ia masih bisa menahan dirinya. Dia harus menjadi orang yang paling kuat.

Ia tahu, sangat tahu bahwa umur seseorang hanya Tuhan yang tahu. Tapi berdo’a dengan meminta pada Tuhan untuk tidak mengambil anaknya secepat ini tidak salahkan? Bayangan wajah Baekhyun yang tersenyum membuat jantung Donghae berdenyut sakit, merasakan kembali sakit hatinya. Dalam diam, dalam kesendiriannya dalam Gereja itu, Donghae membungkukkan sedikit tubuhnya, wajahnya memerah dan badannya bergetar karena menangis. Tangannya bahkan sudah dia pakai untuk memukul-mukul dadanya. Terlalu sakit hatinya menerima cobaan ini.

-Dear My Family-

“Hari ini Baekhyun sudah bisa pulang”

Jessica menatap Kibum dengan senyum lebarnya, akhirnya Baekhyun bisa pulang juga. Pasalnya, anak itu selalu marah-marah meminta pulang. Jessica berlari ke ruangan Baekhyun, membuka pintu dengan perasaan senangnya.

“Baeki, kau sudah bisa pulang hari ini sayang” kata Jessica

Baekhyun berhenti membaca komik, matanya berbinar senang. “Benarkah? Berarti aku bisa masuk sekolah?”

“Belum boleh” Kibum menyandarkan tubuhnya pada pintu ruangan Baekhyun

“Uisa selalu saja melarang ku ini itu” protes Baekhyun

“Istirahat di rumah selama dua hari, baru kau boleh ke sekolah lagi” kata Kibum sembari memberikan obat-obatan pada Jessica

Jessica tertawa kecil melihat wajah kesal Baekhyun. Entah kenapa, sejak Baekhyun kecil, Kibum selalu saja bertengkar dengan Baekhyun. Tapi, Kibum juga sih, dia senang sekali membuat Baekhyun kesal. Jessica bangkit dari duduknya, lebih memilih memasukkan baju-baju Baekhyun kedalam tas dan membiarkan Kibum duduk di samping Baekhyun.

“Kau harus rajin meminum obat, jika dada mu sakit, segera minum ob–”

“Aku tahu Uisa! Ini tubuh ku, aku lebih tahu di banding kau” seru Baekhyun semakin kesal

“Kau jangan galak-galak, mana ada perempuan yang mau dengan mu” ledek Kibum

“Tentu saja banyak! Mereka mengantri untuk jadi pacar ku” balas Baekhyun percaya diri.

Kibum tertawa mendengar ucapan Baekhyun. Mungkin, jika Istri dan anaknya masih hidup, pasti dia juga merasa bahagia. Tapi tak apalah, dengan adanya Baekhyun dan Yoonjo, terkadang bisa menghilangkan rasa rindunya pada sang mendiam keluarganya.

Tepat jam empat sore tadi Baekhyun sudah pulang bersama Jessica. Dan sekarang jam lima sore, Kibum yang baru saja selesai memeriksa pasiennya yang lain mendesah pelan ketika mendengar langkah kaki seseorang yang menggema di lorong Rumah Sakit. Dia tahu siapa yang selalu saja berlari walaupun sudah di larang sekian kali.

“Lee Yoonjo” seru Kibum

Yoonjo berhenti berlari, menampakkan senyumnya yang polos. Ia kemudian melanjutkan langkahnya mengikuti Kibum.

“Menjenguk Baekhyun?” tanya Kibum, walaupun Yoonjo tak menjawabnyapun dia sudah tahu jawabannya. “Dia sudah pulang bersama Ibu mu”

“MWO? Kenapa tidak menunggu ku?” Yoonjo menghentakkan kakinya kesal

Kibum mengelus rambut Yoonjo karena gemas. “Mungkin dia lupa karena saking senangnya. Biar Ahjussi yang mengantar mu. Kau duduk dulu”

Yoonjo mengangguk, ia ikut masuk ke dalam ruangan Kibum. Duduk di salah satu kursi dan memerhatikan Kibum yang sedang sibuk menulis sesuatu. Karena bosan, Yoonjo memainkan mobil-mobilan kecil yang berada di atas meja Kibum. Bosan karena Kibum tak berbicara apapun padanya, Yoonjo akhirnya memilih berbicara lebih dulu.

“Ahjussi, kalau besar, aku mau jadi dokter juga” Yoonjo menidurkan kepalanya di atas meja

Kibum mengadah, memandangi Yoonjo dari balik kacamata minusnya. Ia meletakkan bolpoinnya sembari tersenyum pada Yoonjo. Anak itu, selalu saja membuat Kibum teringat dengan almarhuma anak perempuannya.

“Kalau begitu kau harus rajin belajar” Kibum berhenti mengelus rambut Yoonjo dan kembali melanjutkan pekerjaannya

“Jadi aku bisa menyembuhkan Baekhyun Oppa?” Yoonjo duduk tegap, suaranya lebih terdengar bersemangat

“Tentu, menyembuhkan orang lain juga bisa” ujar Kibum, dia berdiri dan merapikan pekerjannya, bersiap-siap untuk pulang

“Tapi aku belum bisa jadi Dokter sekarang” Yoonjo menunduk sedih, menatap kakinya yang melangkah keluar Rumah Sakit. “Berarti, cuma Kibum Ahjussi yang bisa menyembuhkan Baekhyun Oppa”

Kibum tersenyum untuk sekali lagi, memasukkan tasnya ke jok belakang dan membukakan pintu untuk Yoonjo.

“Bukan cuma Ahjussi, tapi Tuhan lebih bisa menyembuhkan Baekhyun” Kibum mulai menyalakan mobilnya dan menjalankannya dalam ke adaan sedang

Yoonjo masih terdiam, dia lebih memilih menatap keluar jendela. Memandangi lampu-lampu jalan yang mulai menyala, para pejalan kaki yang sebagian banyak adalah para pelajar dan pegawai kantor yang mulai tergesa-gesa pulang untuk makan malam. Pikiran Yoonjo kembali terfokus dengan ucapan Kibum, mungkin benar, mendo’akan Baekhyun bisa membantu kakaknya cepat sembuh.

Kibum yang tak mendengar jawaban apa-apa dari Yoonjo langsung tersenyum kecil. “Jangan sedih. Kalau kau sedih, kakak mu juga ikut sedih. Kau harus semangat, salurkan rasa semangat mu untuk Baekhyun”

“Aku tidak pernah membuat sedih Baekhyun Oppa” sahut Yoonjo tidak setuju

Kibum tertawa mendengar protes Yoonjo, obrolan mereka selanjutnya, Kibum yang lebih banyak menggoda Yoonjo. Setidaknya, mengajak Yoonjo bercanda, bisa membuat gadis itu tidak ikut-ikutan tertekan atas keadaan Baekhyun.

-Dear My Family-

“Hai”

Baekhyun melongok di depan pintu kamarnya. Sang Ayah, berdiri di depan pintu dengan senyuman yang lebar. Tidak biasanya! Lagipula, tiap pagi, Donghae malah lebih sering mengikuti Ibu nya kemana-mana, merengek minta di ciumlah, minta di peluklah, minta di suapi, sangat menganggu pokoknya. Dan sekarang? Tak ada angin badai halilintar, yang ada, Ayah nya sudah tersenyum bodoh di depannya.

“Ayo kita sarapan” Donghae menarik Baekhyun keluar kamarnya dan memeluk bahu Baekhyun

“Ew! Umma sudah tidak mau memeluk Appa lagi, ya?” Baekhyun berusaha menepis tangan Donghae dari bahunya

“Apa? Tentu saja tidak! Umma mu malah selalu ingin memeluk Appa, haha. Memeluk anak sendiri tidak salahkan?”

Memang tidak salah! Tapi tetap saja Donghae sangat aneh hari ini. Setelah muncul dengan senyumannya dan memeluk Baekhyun, sekarang malah pria itu menarikkan kursi untuk Baekhyun. Mendorong tubuhnya untuk duduk di sana. Lalu, Donghae mengambilkan dua buah roti bakar yang di buat Jessica untuk Baekhyun. Setelahnya, Donghae duduk di kursi Yoonjo yang berada tepat di sebelah Baekhyun, tangan pria itu mengambil pisau dan garpu.

“Kau harus makan yang banyak” Donghae memotongkan roti untuk Baekhyun dan menyodorkannya di depan mulut Baekhyun. “Ayo buka mulut mu”

“Tapi aku bisa sendiri” Baekhyun berusaha menghindar dari Donghae yang terus memaksanya

“Hei, masih pagi! Jangan berkelahi!” Jessica muncul dari arah dapur dan membawa senampan gelas berisikan susu vanilla

“Anak mu ini susah sekali di suruh makan” eluh Donghae

“Pindah dari tempat ku Appaaa” Yoonjo menarik-narik tubuh Donghae untuk berdiri dari tempatnya

“Iya, lebih baik Appa pindah” Baekhyun ikut mendorong Donghae

“Ok! Ok. Dasar kakak adik yang kejam” gerutu Donghae dan kembali ke tempatnya

“Ini bekal mu Yoonjo” Jessica memberikan sekotak bekal makan siang pada Yoonjo. “Ini punya mu Donghae”

Baekhyun sebenarnya merasa iri melihat Ibu nya yang memberikan dua kotak bekal pada adik dan Ayah nya. Biasanya, akan ada tiga kotak bekal yang di buatkan Ibu nya. Lagipula, Baekhyun juga sudah sangat rindu makan dari kotak bekal warna biru kesayangannya.

“Baekhyun, kenapa diam? Cepat habiskan sarapan mu dan minum obat” tegur Jessica sembari duduk di tempatnya

“Aku mau sekolah saja”

Donghae dan Jessica saling bertukar pandang, Yoonjo menghentikan sarapannya sebentar untuk melirik Baekhyun.

“Kau lupa dengan kata-kata Kibum Ahjussi ya? Dia bilangkan kau boleh masuk lusa nanti” kata Donghae pelan

“Tapi apa yang harus aku lakukan di rumah? Appa bekerja, Umma akan ke butik, Yoonjo ke sekolah. Lalu aku harus ke mana?” ujar Baekhyun kesal

Donghae baru terpikirkan akan itu. Jika Baekhyun sendirian itu berarti tidak akan ada yang menjaganya kan?

“Atau, kau mau ikut Umma ke butik saja?” tawar Jessica

“Dan membiarkan ku di cibut terus-terusan oleh Sunny Ahjumma? Aku tidak mau!”

“Itukan karena Sunny Ahjumma sangat gemas dengan Oppa” kata Yoonjo dengan tertawa kecil

“Ke kantor Appa saja, bagaimana?” usul Donghae

“Tidak mau! Aku tidak mau mati bosan dengan melihat kertas-kertas yang berserakan di ruangan Appa” tolak Baekhyun

Donghae menghela nafas panjang. Ini pilihan yang terakhir.

“Atau, kau Appa titipkan pada Kibum Ahjussi saja?”

“SHIRREO!!!” teriak Baekhyun

“Lalu bagaimana lagi?” tanya Donghae frustasi.

-Dear My Family-

Baekhyun menghela nafas panjang, sejak tadi ia hanya memutar-mutar tubuhnya di atas kursi empuk milik Ayah nya. Baekhyun kesal juga, ujung-ujungnya dia malah berada di ruangan kerja Ayah nya, padahal dia sudah berusaha dengan keras, merajuk untuk bisa pergi ke sekolah. Baekhyun menghentikan kegiatannya memutar kursi lalu mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan itu. Dulu, ketika ia masih kecil, Baekhyun dan Yoonjo selalu ke mari ketika pulang sekolah jika mereka di jemput oleh Donghae.

Tangannya mengambil sebuah pigura dari beberapa pigura yang terpajang di sana. Senyumannya merekah melihat foto keluarganya di dalam pigura itu. Ayah nya yang duduk di salah satu kursi berwarna hitam, di balut dengan setelan tuxedo rapi yang menambah ketampanan Ayah nya, juga Ibu nya yang duduk di sebelah sang Ayah dengan gaun putihnya dan polesan make up sederhana makin membuat Ibu nya cantik, lalu, adiknya yang memakai gaun berwarna cream dengan make up sederhana juga, tak bisa menutupi betapa manisnya dia, juga, dirinya, dirinya yang berdiri di belakang orang tuanya dan sebelah kanan Yoonjo, pakaiannya sama dengan Donghae, juga senyuman dari keluarganya, senyuman yang merambat sampai ke hati, tanpa kepalsuan, paksaan dan beban.

Baekhyun bahkan sudah lupa kapan mereka sekeluarga tersenyum dengan natural. Yang untuk pertama kalinya, Baekhyun sadar, jika ternyata, bukan hanya hidupnya yang berubah, tapi, semua keluarganya juga merasakan apa yang di rasakannya. Baekhyun menunduk, merasa bersalah karena telah bersikap egois.

“Ah Baekhyun, mianhae. Appa meninggalkan mu terlalu lama ya? Tadi rap—”

BRUKK

“Mianhae Appa, hiks”

Donghae terdiam, tepatnya merasa terkejut dengan serangan Baekhyun yang tiba-tiba memeluknya saat dia baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya. Kemeja biru mudanya basah, tepat di bahu, dan perutnya terasa tercengkram karena Baekhyun yang memeluknya dengan erat.

“Hei..apa yang terjadi dengan mu hn?” tanya Donghae

“Aku sudah egois. Maafkan aku, maaf” jawab Baekhyun pelan

Donghae tersenyum pelan, di lepaskannya pelukan Baekhyun dan di tatapnya wajah memerah anak itu.

“Tidak, jangan meminta maaf. Tidak ada yang salah” balas Donghae. “Aigo, kau ini cengeng sekali” Donghae mengacak rambut Baekhyun dan menyeka air matanya yang hampir keluar

“Aku egois, aku tidak memikirkan perasaan Appa, Umma dan Yoonjo” kata Baekhyun sembari menundukkan kepalanya

Donghae hanya menatap Baekhyun miris, baru kali ini sejak Baekhyun menginjak umur dewasa, dia melihat anak laki-laki semata wayangnya menangis terisak bagaikan anak kecil yang kehilangan permennya. Tak bisa Donghae tahan, air matanya mengalir dengan sendirinya. Telapak tangannya mengacak rambut Baekhyun, menariknya ke dalam pelukannya dan mengecupi pucuk kepala anak itu.

Mari kita berjuang tanpa ada kata titik penghabisan!

-Dear My Family-

“Jess, bagaimana keadaan Baekhyun?” tanya Tiffany yang sedang berkunjung ke butik Jessica

Jessica tersenyum lembut, di ambilnya salah satu pakaian terbarunya dan di berikannya pada Tiffany.

“Dia sudah keluar dari Rumah Sakit, besok sudah bisa masuk sekolah” jelas Jessica senang

“Itu bagus. ” Kata Tiffany, mata bulan sabitnya kini menerawang keseluruh butik Jessica. “Kau belum belanja ya?”

Jessica yang sejak tadi merapikan pakian yang di jualnya akhirnya terhenti karena omongan Tiffany. Memang benar, biasanya sebulan sekali dia akan berbelanja pakaian atau aksesoris untuk butiknya yang dia beli langsung di Paris, seperti yang kita tahu, Paris adalah salah satu kota pusat perbelanjaan terbesar di Dunia.

“Aku sibuk, Baekhyun baru saja keluar dari Rumah Sakit, Sunny pergi ke Jepang bersama Sungmin. Aku tidak bisa meninggalkan Baekhyun, aku harus lebih fokus menjaganya sekarang” jelas Jessica

“Kau harus cari pegawai baru” usul Tiffany

Jessica tersenyum dengan mengangguk. “Akan ku pikirkan”

“UMMAAAAAAA”

Tiffany dan Jessica menoleh ke arah pintu, mendapati Yoonjo yang berlari ke arah mereka dengan seragam sekolahnya, sedangkan di belakangnya ada Baekhyun dan Donghae yang berjalan. Mata keduanya kelihatan sembab.

“Hai Fany Ahjumma” sapa Yoonjo dengan mengecup pipi sebelah kanan Tiffany

“Halo sayang, kau semakin manis saja” puji Tiffany

“Sulli eonnie lebih manis, hehe” balas Yoonjo

Donghae melangkah menghampiri Jessica, mencium bibir ranum istrinya dan segera memeluk pinggang ramping Jessica. Jessica mendekatkan tubuhnya, berbisik apakah ada masalah atau tidak, ia sedikit khawatir melihat anak dan suaminya datang dengan mata yang sembab. Sedangkan Donghae hanya membalasnya dengan tersenyum.

“Bagaimana keadaan mu? Maaf, Ahjumma tidak sempat menjenguk mu waktu itu” sesal Tiffany sembari memeluk Baekhyun

“Tidak apa-apa Ahjumma, lagipula aku yakin, Ahjumma pasti sibuk mengurus Minho hyung, Sulli noona, Ren dan Lauren” balas Baekhyun

“Anak mu terlalu banyak Fany-ah” canda Donghae

“Hey, itu karena Suami ku ‘pencetak gol’ yang baik, stupid” seru Tiffany dengan memukul bahu Donghae

Yoonjo, Baekhyun dan Jessica hanya tertawa mendengar pertengkaran kecil Donghae dan Tiffany. Baekhyun akhirnya bisa merasa puas melihat tawa di wajah keluarganya.

Akan ada waktu di mana kita bertemu kebahagiaan dan berpisah dengan kebahagiaan!

TBC

ini lanjutannya mungkin akan lama, soalnya hp rusak, biasanya saya buat ff lewat hp, dan sekarang rusak😦 laptop juga tidak bawa😦

terimakasih jika ada yg mau menunggu ^^

24 thoughts on ““Dear My Family” CHAPT 2

  1. Terharu ngelihat baekjo.. Itu baekhyun sama kibum emang nggak pernah akur ya..
    Kalau anaknya udah sulli sama minho pasti bapaknya Siwon. Wonnie emang pencetak gol yang handal..
    Di tunggu kelanjutannya..😀

  2. Ngebaca pas bgian hae mau nyerahin jantung’a buat baek n kibum yg udh kenal dket haesica, tiba2 kepikiran klo hae mati, kibum gantiin hae o.o ..feel nya dpt..d tunggu next part nya

  3. Yoonjo lucu bngtt deh bsa baekhyun hrs makan kadal gunung yar sembuh munk bnrn bkln smbh gtu😀 ad” ajah deh
    ga tega byngn baekhyun ngidep pnykt jantung,huwaaaa ksian kan hae sm jess + yoonjo nya jd sdihh,hiks hiks
    ekh ituhh tippany kaga ikut program KB apa😀 anaknya banyak bangettt😀
    mga baekhyun nya bisa sembuh yar jgn sad ending epep nya😀 istri sm anak kibum nya dh mninggal yah ksian ;(

  4. Nangis thor bacanya, request happy ending boleh ga? *dalem hati: harus boleh, harus boleh!* ga nahan kalo haesica&baekjo sedih-sedihan mulu, senengnya kapan?hehe, update cepet ya thor^^

  5. authorrrrrrr lanjut dong. jangan bikin sedih😦
    pehlis buat happy ending thor. aku gak tega. huaaaa yoonjo(?) T.T
    feelnya kerasa banget. yamasa aku nangis baca nya T.T
    thor kalo ada kelanjutan nya bisa mention aku ke @ELcupu ? jeongmal gomawo🙂

  6. seru, seru banget thor, kasian banget itu keluarga Lee nya, hanya karena sru anak mereka yang sakit huhu T_T ayo lanjut thor🙂

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s