“Between You and Me” (Jessica story)

heiyooo, lama nggak jumpa haha. Hari ini aku bawa new fanfic, mungkin ff ini terdengar lucu jika kalian sudah tau apa karakter yang dimainkan Donghae disini. Dan sekedar info, cerita ini benar-benar terjadi di dunia nyata. Kedepannya, saya akan buat lanjutan ff ini dengan sudut pandang Donghae. Enjoy yaaa ^^

Tittle: Between You and Me (Jessica story)

Cast: Jessica Jung

Lee Donghae

Other Cast: Donghae’s Mother

Park Minyoung

Gendre: Romance, Family

Author: -PrettyBoy-

1185416_1444130915799055_463493907_n

Cinta memang tak mengenali adanya perbedaan, tapi, perbedaan itulah yang menjadi penghalang cinta, itu yang dipercayai Jessica Jung, seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan ternama dan menempati posisi di bidang marketing International. Hari ini sudah menginjak musim panas kedua, Jessica terbangun dari tidur siangnya, di ikatnya dengan tinggi rambut panjang bergelombang nya yang berwarna coklat almond, udara panas bahkan tak bisa mengalahkan dinginnya AC yang berada dalam kamarnya. Jessica mengutuk, dia benci sekali musim panas, itu karena ia tipe orang yang tak tahan panas. Tenggorokannya terasa kering, mungkin dengan air putih dingin tak bisa menghilangkan rasa dahaganya, karena itu, dia memilih keluar rumah dan membeli sebuah Jus mangga, untungnya rumah minimalis yang di tinggalnya berada di depan taman, karena itu tak susah untuk mencari penjual makanan ringan ataupun penjual minuman. Dan untungnya lagi, tepat di depan rumahnya, ada yang berjualan Jus.

Setelah menutup pintu, dengan cepat Jessica melangkah keluar rumah, tapi dahinya berkerut bingung ketika melihat seorang pria duduk membelakangi nya. Dia memang baru pindah ke rumah itu sebulan yang lalu, tapi bukan berarti dia lupa dengan sosok penjual jus di depan rumahnya, pasalnya Jessica cukup sering membeli jus, dan penjual jus yang selalu berjaga seorang pria berumur sekitar hampir 50-an, tapi kenapa sekarang sepertinya yang berjualan adalah seorang pemuda? Jessica menggeleng, mencoba melupakan pikirannya yang saling bergulat.

“Jus mangga satu, tapi jangan terlalu cair” kata Jessica

Pria yang sejak tadi duduk itu akhirnya berdiri setelah mendengar suara Jessica, ia berbalik dengan senyumannya yang manis sambil berkata “Ne, tunggu sebentar”, dan Jessica terkesima akan senyuman pria itu. Dia bahkan hampir tak percaya, bagaimana bisa ada pria tampan yang berjualan jus? Memang seperti di film-film yang biasa Jessica lihat sekilas, dan tiap kali ia menontonnya, Jessica selalu tak percaya akan cerita fiktif itu. Tapi hari ini, dia merasakannya sendiri dan mulai merubah pola pikirnya terhadap film-film itu. Karena, karena yang berjualan jus di depan rumahnya bukan seorang pria berumur lagi, melainkan seorang pemuda dengan wajah tampan dan senyumannya yang manis.

“Nona? Nona?”

Oh sial! Jessica terlalu larut dalam lamunannya karena pria tadi hingga membuatnya terlihat seperti orang bodong. Dan lihat, pria itu bahkan tersenyum ketika ia berhasil membangunkan Jessica dari lamunannya yang cukup panjang.

“Ini uangnya” Jessica menyerahkan beberapa lembar uang pada pria tadi dan segera masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan teriakan pria yang memanggil-manggilnya.

-Between You and Me-

Jessica merenggangkan otot-otot tubuhnya, ia berdiri dari duduknya dan menyingkap gorden berwarna putih hingga menampilkan pemandangan kota Seoul yang indah. Sebentar lagi sore menjelang malam, itu berarti jam pulang ke rumah semakin dekat, entah kenapa, tiap kali memikirkan rumah, bayangan pria penjual Jus itu selalu terlintas dalam otaknya. Awalnya, Jessica merasa itu hanyalah sebuah perasaan suka sesaat, tapi semuanya berubah ketika pria itu datang ke rumahnya, mengetuk pintu dengan sopan dan memberikan segelas jus mangga.

“Kemarin uang Nona lebih, aku memanggil Nona tapi Nona tak juga berbalik. Jadi hari ini, aku memberikan Jus mangga sebagai pengganti sisa uang Nona”

Itu kalimat yang di ingat Jessica beberapa hari yang lalu. Setelah terkesima dengan wajah tampan dan manisnya, Jessica lagi-lagi harus terkesima dengan sikap sopannya, dan yang terpenting, Jessica harus mengakui bahwa pria itu adalah seorang pekerja keras. Tak banyak pria berwajah tampan sepertinya yang mau menjadi penjual jus, tapi pria itu berbeda, seolah tak perduli, dia dengan santai menggantikan posisi Ayah nya yang sedang sakit untuk berjualan jus. Jessica tersenyum lembut mengingatnya, ia menatap jam tangannya, sudah jam 5 sore, itu berarti jam kerjanya sudah berakhir. Dengan cepat, dimatikan laptop berwarna putihnya, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas dengan keluar dari ruangannya menuju parkiran. Dikendarainya mobil berwarna putih miliknya dengan kecepatan sedang, dan tak butuh lama, Jessica sudah sampai di parkiran kompleks rumahnya.

Setiap langkah yang dibuatnya menghasilkan detakan jantung yang begitu kuat. Dia terus berpikir, apakah sore ini ia akan bertemu dengan pria itu atau tidak, memikirkannya saja membuat Jessica menjadi salah tingkah, tapi semuanya buyar ketika dilihatnya gerobak jus berwarna biru muda itu mulai ramai oleh anak sekolah yang rata-rata perempuan, membuat sang penjual menjadi kerepotan dan tak menyadari kehadiran Jessica. Padahal, biasanya, dia selalu tersenyum ketika melihat Jessica pulang kantor. Tak mau kepalanya semakin mendidih, Jessica berjalan dengan cepat masuk ke dalam rumahnya, menutup pintu dan menatap dirinya dari balik cermin. Disingkapnya rambut panjangnya ke belakang, dia tak percaya, bahkan ia menganggap dirinya sendiri sudah gila. Bagaimana bisa ia merasakan perasaan suka sekuat ini dengan pria yang bahkan baru dikenalnya dan pria yang berbeda status dengannya. Juga, bagaimana bisa ia merasakan perasaan cemburu? Jessica merasa tak pantas akan rasa cemburu itu, dia bukan siapa-siapa, dan rasanya mustahil untuk menjadi ‘siapa-siapa’ untuk pria yang dipikirkannya sekarang.

-Between You and Me-

“Apa? Aku tak salah dengarkan?”

Jessica mengetuk-ngetukkan bolpoin yang dipegangnya diatas meja, ini sudah masuk Minggu kedua dimana dia bergulat dengan perasaannya sendiri. Tak tahan menyimpannya sendirian, Jessica pada akhirnya menceritakan perasaannya pada sahabatnya, Park Minyoung.

“Kau? Bagaimana bisa? Bukannya kau mencari pria yang kaya ray—”

“Hei! Aku bukan mencari pria kaya raya, tapi aku mencari pria yang berpotensi kaya, dalam arti, aku mencari pria pekerja keras!” seru Jessica melayangkan protesnya

Apapun yang dikatakan Jessica tetap saja tak masuk akal untuk Minyoung. Ia mengenal wanita yang duduk dihadapannya ini sejak SMU, dia tahu betul bagaimana tipe pria idamannya. Yah salah satunya itu tadi, pria kaya raya yang bahkan jika bisa, hartanya tak akan habis sampai 7 turunan. Dan sore ini, Minyoung hampir saja terkena serangan jantung. Selesai rapat, Jessica menahannya untuk keluar ruangan rapat dan dengan lantang dia mengatakan bahwa dia menyukai pria yang berjualan jus di depan rumahnya. Minyoung tentu saja tak percaya, apalagi jika melihat mantan pacar Jessica yang rata-rata dari kalangan keluarga kaya raya dan sederajat dengannya. Jadi, intinya, Minyoung tetap saja menganggap kalimat Jessica tadi mustahil.

“Aku tau ini gila. Tapi perasaan ku yang membuat ku seperti ini. Bahkan pada Siwon pun yang seorang penerus perusahaan Choi Corporation, aku tidak merasakan perasaan sekuat ini, seperti perasaan ku untuk Donghae, ya….” Jessica menggaruk rambut belakangnya yah tak terasa gatal sama sekali

“Ini tidak masuk akal” kata Minyoung ikut bingung dan kembali ke tempat duduknya

Jessica menggeleng, cukup kesal karena Minyoung nyatanya tak bisa membantunya. Jessica cukup pusing memikirkan perasaannya yang terasa tidak masuk akal ini, ditambah lagi ia tak tahu apakah pria itu juga merasakan perasaan yang sama dengannya atau tidak? Jangan sampai Jessica hanya merasakan perasaan cinta sepihak.

“Bukankah kau selalu percaya jika perbedaan itu bisa menjadi penghalang sebuah hubungan?” seru Minyoung sekali lagi

Jessica tersontak kaget, ia lupa jika ia memang mempercayai itu. Tapi kenapa sekarang dia malah seolah mematahkan omongannya sendiri? Jessica mulai gelisah, apakah perbedaan antara dia dan Donghae akan berakhir seperti apa yang dia percayai?

-Between You and Me-

Hari ini hari Minggu, hari dimana Jessica pada akhirnya bisa terlepas dari semua urusan dan pekerjaan kantor. Tepat jam 8 pagi, Jessica mengeluarkan sepeda berwarna merah mudanya untuk berolahraga sepeda mengelilingi kompleks rumahnya yang masih asing untuknya. Ketika keluar pagar, dilihatnya pria yang sudah hampir 2 Minggu ini terus menempati hatinya sedang sibuk menyiapkan jualannya. Jessica menatap punggung lebar tersebut, setelahnya, ia menaiki sepedanya dan menggayung pedalnya meninggalkan rumah minimalis miliknya.

Jessica memandangi jam tangannya, sial, sudah jam 10 pagi. Matahari mulai terik dan semakin menyengat, bulir-bulir keringat mulai terlihat di wajah cantiknya. Salahkan saja otaknya yang tak terlalu profesional untuk mengingat jalan hingga membuatnya tersesat selama 2 jam. Pasalnya, selama pindah ke rumah itu, Jessica hanya tahu jalan menuju kantor saja. Senyumannya mengembang ketika melihat gerobak jus di depan rumahnya, bukan hanya karena dia akan bertemu pria itu, tapi karena tenggorokannya juga sudah panas sejak tadi.

“Jus mangga satu, tapi ja—-”

“Jangan terlalu cair?”

Jessica terkesima untuk yang kesekian kalinya mendengar suara lembut dan senyuman manis tadi. Di usapnya keringat yang semakin mengalir di wajahnya, kenapa bisa jadi salah tingkah seperti ini? Memalukan!

“Habis jalan-jalan?”

Tanyanya sembari membalikkan tubuhnya menghadap Jessica, juga jangan lupakan senyumannya yang tak pernah lepas dari wajah tampan itu. Hah! Pantas saja banyak wanita dan anak sekolah yang membeli jus nya.

“Iya, tadi sempat tersesat. Jadinya terasa capek sekali” kata Jessica tersenyum canggung

Pria itu hanya mengangguk dengan masih tersenyum. “Karena Nona orang baru di sini, lama kelamaan juga akan terbiasa”

Jessica mengambil jus mangga pesanannya dari tangan pria itu, dan tanpa sengaja, kedua tangan mereka bersentuhan, membuat jantung Jessica berdetak sangat cepat, sedangkan pria tadi lagi-lagi hanya tersenyum dan menerima uang dari Jessica.

“Terimakasih” ujar Jessica

“Sama-sama No—-”

“Panggil aku Jessica, jangan Nona” seru Jessica

“Aku Donghae, Lee Donghae”

Perkenalan yang singkat tapi begitu spesial untuk Jessica. Di ikatnya dengan benar baju mandinya, lalu ia menjatuhkan dirinya pada sofa di ruang tamu, disingkapnya gorden berwarna putih bersih hingga mampakkan pemandangan di luar. Pemandangan dimana ketika pria bernama Donghae itu mulai sibuk berjualan. Jessica tersenyum, sikapnya yang ramah semakin membuat Jessica jatuh kedalam pelukan pria itu, dalam, bahkan sangat dalam. Hingga Jessica mungkin tak tahu lagi bagaimana cara memanjat keluar dari lubang kasih yang Donghae buat dalam hatinya.

-Between You and Me-

“Jadi dia anak bungsu?”

Ibu dari Donghae itu mengangguk sembari mengembalikan sisa uang Jessica yang membeli jus mangga ketika pulang kantor lebih cepat, ya, hari memang masih siang.

“Iya, kakaknya bekerja di luar kota dan tak pernah kembali lagi, juga tak pernah memberikan kabar” jelas Ny.Lee dengan tersenyum masam

“Lalu, kenapa Donghae tak coba mencari pekerjaan kantoran atau mungkin sebagai, hm..”

“Donghae hanya lulusan SMU, kami sebagai orang tuanya tak mampu membiayainya untuk ke jenjang lebih tinggi, apalagi Ayahnya sedang sakit keras. Pagi hingga sore, Donghae bekerja paruh waktu di Cafe milik temannya, itulah kenapa dia berjualan di sore dan malam hari saja”

Jessica bungkam, di balik senyuman manis yang seolah tanpa beban itu nyatanya tersimpan banyak memori menyakitkan, tersimpan banyak beban yang harus ditanggungnya sendirian. Bukan, Jessica bukannya merasa kasihan, mendengar cerita dari Ibu Donghae, membuat Jessica semakin yakin bahwa Donghae memang pria pekerja keras, dia rela bekerja seharian tanpa perduli kerjaannya hanya sebagai pelayan saja.

“Tapi Ahjumma, dengan wajahnya yang tampan, ku pikir dia bisa mencoba mengikuti audisi pencari bakat. Mungkin di SM Entertainment?” usul Jessica

Ny.Lee tertawa kecil, ia duduk di sebelah Jessica, menatap kedepan seolah sedang menerawang akan anak bungsunya. Jessica masih terlihat begitu antusias untuk mendengarkan lanjutan cerita Ibu Donghae itu.

“Ketika dirumah, dia biasanya akan membuka laptop dan bernyanyi dengan keras, lalu menari-menari, dia bilang ‘ini agar Umma tidak sedih lagi’, sungguh berbeda jika sedang berjualan kan?”

Jessica tersenyum dengan mengangguk, sedangkan Ny.Lee sudah menundukkan kepalanya. Mendengarkan lanjutan cerita tadi membuat Jessica tahu hal baru tentang Donghae. Bukan hanya pekerja keras, dia juga begitu perduli tentang perasaan Ibu nya. Bahkan, Jessica tak pernah mencoba menghibur Ibu nya ketika sedang sedih, ada rasa tak percaya diri untuk melakukan apa yang di lakukan Donghae. Dan siang ini, dia malu, malu akan dirinya sendiri, jika Donghae saja yang seorang pria bisa menghibur Ibu nya dengan tingkah konyol seperti itu kenapa dia tidak bisa? Mungkin dia bisa mencobanya nanti.

“Suatu hari nanti, Donghae pasti menjadi pria yang sukses” seru Jessica dengan tersenyum

Ny.Lee mengangkat kepalanya dengan menatap Jessica, sedangkan yang ditatap semakin tersenyum lebar sembari menggenggam salah satu tangan Ibu Donghae.

“Donghae seorang pria pekerja keras dan berbakti pada orang tuanya, dia pasti akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri dari Tuhan. Donghae termasuk pria yang berpotensi kaya, Ahjumma tahu kenapa? Itu karena dia mau bekerja keras. Segala perjuangannya hari ini akan terbayarkan esok hari” ujar Jessica

Ny.Lee tersenyum dalam harunya, dipeluknya Jessica, air matanya menetes. Mendengar kalimat Jessica menumbuhkan rasa percaya diri bahwa anaknya benar akan sukses suatu hari nanti. Tiap hari, tiap kali melihat Donghae bekerja keras dengan upah yang tak terlalu besar membuat Ny.Lee selalu sedih memikirkan masa depan anaknya hingga lupa bahwa dia harus percaya jika Donghae akan sukses. Tapi hari ini, kalimat yang diucapkan Jessica begitu berharga untuknya.

-Between You and Me-

Jessica menyingkap selimutnya, senyumannya mengembang ketika hari telah pagi, dan hari ini adalah hari Minggu. Hari dimana ia bisa melihat Donghae bekerja seharian, karena di hari Minggu adalah hari liburnya bekerja di Cafe milik temannya. Baru jam 8 pagi, Donghae pasti masih membereskan dagangannya, karena itu, Jessica memilih mandi dan bersiap-siap lebih dulu.

“Tuan sudah lama disini?”

“Baru seminggu”

Di dengarnya obrolan yang berasal dari Donghae dan seorang pria berumur sekitar 40 tahunan ketika Jessica akan menutup pagarnya setelah mandi tadi. Tidak mau memotong obrolan yang terjadi antara keduanya, Jessica memilih berdiri sembari menunggu. Dipandangnya Donghae, sedetik kemudian dia tertawa kecil mengingat obrolannya dengan Ny.Lee beberapa hari yang lalu.

“Donghae tadinya tidak mau berjualan lagi, dia selalu mengeluh. Dia bilang, ‘aku tidak mau berjualan lagi Umma, mereka selalu menggoda ku’, ‘Umma, aku tidak mengerti dengan para wanita itu, tiap kali ku tanya mereka mau pesan apa, mereka hanya selalu menjawab terserah saja’. Dia masih sangat polos Jessica-ssi, padahal, nantinya dia juga akan mempunyai wanita kan?”

Benar yang dikatakan Ibu Donghae, pria yang berada di hadapannya ini benar-benar polos, memang terlihat jika sepertinya dia belum pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita.

“Terimakasih Tuan, silahkan datang lagi” Donghae membungkukkan setengah tubuhnya dan langsung menghadap Jessica.”Jus mangga satu?”

“Eh? Apa?”

Donghae tertawa melihat ekspresi terkejut Jessica. Jessica yang sadar akan lamunannya hanya tersenyum malu sambil menggeleng.

“Aku ingin strawberry” ujar Jessica

“Baiklah” balas Donghae dan memulai pekerjaannya

Jessica menarik kursi, ia duduk disana, ditatapnya gerak-gerik Donghae cukup lama. Hingga ia memilih membuka pembicaraan lebih dulu di antara mereka. “Umur mu berapa?”

“23” jawab Donghae

“23? Kau seumuran dengan ku. Ku pikir kau 24” kata Jessica polos

Donghae tertawa sembari mematikan blender dan menuangkan Jus pesanan Jessica pada tempatnya. “Besok, sudah 24”

Jessica menerima Jus pesanannya, ia masih mencoba mencerna ucapan Donghae tadi. Besok? 24? AH! Itu berarti besok hari ulang tahunnyakan? “Jadi besok kau ulang tahun?”

Donghae tak menjawab, dia hanya tersenyum.

“Jika begitu, besok jus nya gratis kan?”

“Heh? Hahahaha”

Jessica tak akan lupa hari ini, dia tidak akan lupa suara tawa yang terdengar indah itu.

-Between You and Me-

Jessica mengaduh, ia turun dari sepedanya yang sudah dia parkir di pinggir jalan, di usapnya keringat di dahinya dengan sebelah tangan, mata foxy nya menerawang keseluruhan jalan yang terlihat asing. Hah, jangan bilang jika dia tersesat lagi. Jessica meremas tangannya saking kesalnya, dibukanya ikatan rambutnya hingga rambut panjang coklat almond nya tergerai dengan indah dan berterbangan karena diterpa angin, tepat ketika ia akan menguncir kembali rambutnya, suara dari arah belakang menghentikan kegiatannya.

“Jessica-ssi?”

Jessica membalikkan tubuhnya, mendapati Donghae yang mengayuh sepedanya tak jauh dari tempatnya berdiri. Dan tepat ketika Donghae berdiri di sebelah kanan Jessica, pria itu segera turun dari atas sepedanya dan berdiri di hadapan Jessica.

“Apa yang kau lakukan disini? Ini hari rabu, bukankah kau bekerja?” tanya Donghae bingung, setahunya, hari libur Jessica hanya hari Minggu saja

“Aku libur hari ini karena semua pekerjaan ku sudah selesai, karena bosan di rumah, jadi aku pikir lebih baik bersepeda saja, ternyata aku malah tersesat. Untung aku bertemu dengan mu” cerita Jessica dengan sedikit malu

“Kau ternyata masih belum mengingat jalan pulang ya? Haha”

Jessica terdiam, wajah Donghae yang tertawa bagai bercahaya untuknya. Begitu spesial kah Donghae untuknya? Oh tidak!

“Ya sudah, ayo ikut aku” ajak Donghae sembari menuntun sepedanya dengan berjalan

“Kau tidak kerja?” seru Jessica yang juga menuntun sepedanya di sebelah Donghae

“Kerja, aku tadi habis membeli bahan minuman” tunjuk Donghae pada bungkusan di sepedanya. “Oh iya, kau sudah sarapan?”

“Belum. Kenapa? Kau mau mentraktir ku?” goda Jessica

Donghae tersenyum tanpa membalas apapun, dia hanya terus berjalan dengan di ikuti Jessica. Di keramaian kota Seoul, mereka merasa hanya ada mereka saja, suara tawa dan ekspresi bahagia dari keduanya muncul begitu saja ketika obrolan mereka semakin terasa mengasyikkan. Dan disini lah mereka sekarang, di sebuah kedai roti bakar yang berada di pinggir jalan. Di parkirnya sepeda keduanya dan segera mengambil tempat duduk.

“Kau mau roti apa?” kata Donghae

“Hm, coklat” balas Jessica dan duduk di kursi berwarna merah

“Ahjussi, roti bakar coklat satu porsi dan strawberry satu porsi” seru Donghae pada pemilik kedai itu, setelahnya dia ikut duduk dihadapan Jessica. “Maaf membawa mu ke tempat seperti ini”

Jessica memutar bola matanya mendengar ucapan Donghae. “Kenapa harus minta maaf? Aku suka tempatnya, oh ya, saengil chukkae”

Kata Jessica dengan senyuman cantiknya, tangan putih itu terjulur dihadapan Donghae, dan Donghae menerimanya dengan senang hati sambil berkata terimakasih. Tak lama, pemilik kedai roti bakar tadi datang dengan membawa pesanan anak Adam dan Hawa itu.

“Ayo makan”

Jessica mengangguk, dilahapnya dengan pelan roti bakar coklat nya. Senyumannya terukir dengan indah ketika merasakan betapa lezatnya roti bakar itu. Donghae tersenyum melihat ekspresi Jessica, lama dia memandangi nya hingga membuat wanita berparas blasteran western-asian itu menjadi risih.

“Apa? Kenapa menatap ku seperti itu?” Jessica meletakkan setengah roti bakarnya diatas piring

“Ah, tidak. Aku hanya merasa……kau sangat cantik”

Jessica menggigit bibir bawahnya, ditelan nya salivanya dengan susah payah, rasanya jantung yang berdetak dengan cepat itu akan segera melompat keluar.

“Wajah mu terlihat seperti orang Inggris. Mirip sekali dengan boneka barbie” Donghae melahap roti bakar strawberry nya

“Kau menggoda ku ya?” protes Jessica

“Tidak. Aku serius” jawab Donghae dengan ekspresi yang memang tak terlihat jika ia sedang melucu

Jessica semakin merasa malu, karena salah tingkah, ia malah menjatuhkan gelas plastik berisikan air minum, sedangkan Donghae tertawa melihat wajah merah Jessica. Lalu, mereka mulai larut dengan obrolan-obrolan yang sempat terhenti tadi. Kini, Jessica tahu jika Donghae lahir di Mokpo dan Donghae juga sudah tahu jika Jessica lahir di San Fransisco.

“Pantas saja wajah mu terlihat seperti orang barat, ternyata kau lahir di San Fransisco ya. Jika begitu, kau pasti fasih berbahasa Inggris” ujar Donghae semangat

“Ya, begitulah” Jessica menyeruput minumannya yang baru

“Oh iya, ada yang ingin ku tanyakan pada mu”

“Apa itu?”

Donghae tak menjawabnya, di tariknya kursi yang didudukinya agar semakin dekat dengan meja, lalu tangannya mengumpulkan sisa-sisa air bekas air minum Jessica yang tumpah di atas meja tadi. Penasaran dengan apa yang ditulis Donghae, Jessica ikut mendekat ke arah meja, di bacanya dengan pelan tulisan tangan Donghae yang dari air.

“I—LVOE——YOU?”

Dahi Jessica berkerut, dia tak mengerti dengan yang ditulis Donghae. Sedangkan Donghae yang melihat ekspresi bingung Jessica menjadi ikut bingung. Jessica menatap Donghae dan menaikkan kedua bahunya, memberitahu pria itu bahwa dia tak mengerti dengan apa yang ditulisnya.

“Itu, bahasa Inggris ‘saranghae'” ucap Donghae polos

“Oh? Haha”

Jessica tertawa, digelengkannya kepalanya melihat sikap polos Donghae, apalagi wajahnya, semakin membuat Jessica gemas. Diambilnya gelas minumannya yang masih tersisa air mineral, dituangkannya sedikit diatas meja, dan jari lentiknya mulai ikut menulis seperti yang dilakukan Donghae tadi.

Donghae dengan antusias menunggu Jessica menyelesaikan tulisan tangannya.

“Yang benar itu I LOVE YOU, aku cinta kamu” ucap Jessica dan menatap Donghae

Ketika kedua mata itu saling bertemu, ada perasaan hangat yang menjalar sampai ke hati. Dan ketika kedua mata itu melepaskan pandangan, suasana menjadi canggung, keduanya tak berani menatap satu sama lain. Dan secara perlahan, tulisan tangan ‘I LVOE YOU’ dan ‘I LOVE YOU’ terkumpul menjadi satu.

-Between You and Me-

Jessica masuk kedalam toko pakaian terkenal yang menjual pakaian kantor untuk perempuan dan wanita. Matanya dengan tajam menelusuri pakaian untuk pria, dia akan membelinya dan membungkusnya sebagai kado ulang tahun untuk Donghae. Diambilnya sepasang tuxedo yang menarik perhatiannya, senyumannya terpampang dengan jelas, tanpa tunggu lama, ia dengan segera membawanya ke arah kasir, sebelum belanjaan nya dibungkus, Jessica lebih dulu meminta sang kasir untuk melepaskan stempel harganya, Jessica tak mau Donghae menjadi canggung ketika melihat harga tuxedo yang akan dihadiahkannya itu. Setelah selesai, Jessica mengendarai mobilnya pulang ke rumah. Ia tersenyum ketika Ibu Donghae juga tersenyum ke arahnya, sembari menunggu malam dan menunggu Donghae menggantikan posisi Ibu nya, Jessica lebih dulu membersihkan tubuhnya dam beristirahat untuk sebentar.

“Donghae-ah”

Donghae tersenyum melihat Jessica yang baru saja menutup pagar rumahnya dan sekarang sedang berjalan ke arahnya. Entah sejak kapan embel-embel ‘ssi’ itu kini sudah berganti dengan panggilan lebih akrab. Keduanya bahkan benar-benar tak sadar jika mereka semakin akrab saja.

“Ini untuk mu” Jessica menyodorkan sekotak kado berbentuk segi empat yang dibelinya tadi

“Untuk ku?” tanya Donghae

“Iya, kaukan baru saja ulang tahun, kau juga sudah mentraktir ku. Jadi tidak afdol jika aku tidak memberi mu hadiah ulang tahun”

Donghae tersenyum canggung, kedua telapak tangannya bergerak ke kenan dan ke kiri. “Ti-tidak perlu serepot itu”

“Aku akan marah jika kau tidak mau menerimanya” ancam Jessica

“Baiklah. Terimakasih” Donghae pada akhirnya mengambil pemberian Jessica dengan sedikit tidak enak. “Boleh aku buka?”

Jessica mengangguk dengan tersenyum, ia kemudian duduk di bangku, sedangkan Donghae mulai sibuk membuka bungkusan kado itu. Dan ketika kado tersebut terbuka, Donghae hampir tak percaya akan hadiah yang diberikan Jessica. Atas dasar apa Jessica menghadiakannya sebuah tuxedo yang terlihat mahal ini? Padahal Jessica tahu, dua pekerjaan yang dijalaninya tidak harus memakai tuxedo. Jadi? Ah, Donghae bingung. Mengetahui apa yang dirasakan Donghae, Jessica tertawa kecil sembari memukul lengan Donghae pelan.

“Suatu saat nanti, kau pasti membutuhkan tuxedo itu” seru Jessica

Donghae tersenyum masam mendengarnya. “Mustahil, aku hanya lulusan SMU, pekerjaan macam apa yang harus memakai tuxedo yang mau menerima ku?”

“Maaf, aku bukannya menyinggung mu. Tapi kau tipe pria pekerja keras, segala perjuangan mu pasti akan dibalas oleh Tuhan. Lagipula, tak ada yang tak mungkin di dunia ini kan?”

Jessica memang benar, Donghae tersenyum sebagai balasan ucapan wanita itu.

-Between You and Me-

Musim panas telah berganti musim dingin, sudah beberapa hari ini Donghae dan Ibunya tak berjualan, mungkin karena cuaca yang dingin jadi mustahil mendapatkan pembeli yang ingin membeli minuman dingin. Selama berganti musim, hubungan Jessica dan Donghae memang semakin dekat, tapi sayangnya, mereka lupa untuk memberikan nomor ponsel satu sama lain. Jam berganti hari dan hari berganti Minggu, belum ada tanda-tanda jika keluarga Lee akan berjualan lagi, dan Jessica resah akan itu. Hidupnya kembali membosankan seperti sebelum dia mengenal Donghae, tak ada senyuman dan hal baru yang bisa ia lakukan jika bersama Donghae dulu.

Jessica menyisir rambut panjangnya, terlalu bingung akan melakukan kegiatan apa di Minggu pagi ini. Biasanya, dia akan membantu Donghae untuk berjualan jus, tapi sekarang semuanya tidak bisa lagi. Teringat sesuatu, Jessica mengambil dompetnya dan merogoh sesuatu, senyumannya kembali, dia lupa jika dulu Donghae memberikannya peta menuju Cafe tempatnya bekerja. Dan Jessica akhirnya memilih kesana, berinisiatif untuk mencari Donghae.

Karena masih pagi menjelang siang, belum banyak orang yang berkunjung. Jessica mengambil tempat kedua dari belakang tepat di samping jendela, dipanggilnya seorang pelayan dan dengan cepat menyebutkan pesanannya. Tepat ketika pelayan ber-name tag ‘IU’ itu akan pergi, Jessica menahannya dan menanyakan tentang Donghae. Sayangnya, kalimat yang dilontarkan wanita itu membuat Jessica kembali merasakan pahit.

“Donghae-ssi sudah keluar minggu lalu. Appa nya meninggal seminggu sebelum dia keluar, yang ku tahu, Donghae-ssi dan Umma nya kembali Mokpo. Dan mungkin tak akan kembali ke sini lagi”

Mengetahui kenyataan yang membuatnya terkejut hingga hampir tak percaya itu menimbulkan rasa perih di hatinya dan juga perasaan sedih. Air matanya bahkan sudah mengalir begitu saja. Mokpo memang tak jauh dari Seoul, tapi bagian Mokpo mana yang dia harus kunjungi untuk bisa bertemu Donghae? Jessica juga merasa dirinya begitu payah, kedekatannya dengan Donghae selama ini sia-sia saja, dia bahkan tak tahu sama sekali jika salah satu orang paling berharga untuk pria yang dicintainya telah meninggal. Jessica merasa gagal menjadi orang yang paling dekat untuk pria itu. Lalu, air matanya semakin banyak mengalir, seperti halnya salju yang turun semakin deras.

-Between You and Me-

Jessica sudah siap dengan pakaian kantornya, rasanya sangat malas jika mengingat obrolannya dengan teman kerja Donghae kemarin pagi. Tapi ia tak mungkin lari dari tugasnya. Selesai mengunci pagar, langkahnya terhenti ketika melihat tempat surat disamping pagarnya terisi dengan sebuah amplop berwarna merah muda. Kepalanya menoleh ke kanan, ke kiri dan ke belakang, mencari seseorang yang meletatakkan surat yang sepertinya baru saja dimasukkan kedalam sana.

“Jessica, bagaimana kabar mu? Ku harap kau baik-baik saja. Selama musim dingin ini, halaman rumah mu pasti sepi karena keluarga ku tak berjualan lagi, hehe. Jessica, Appa ku meninggal, rasanya dunia ku kiamat hari itu juga. Almarhum Appa di makamkan di Mokpo, tempat lahir ku dan tempat lahir Appa, juga, sepertinya, kami tak akan kembali ke Seoul lagi. Terlalu banyak makan biaya jika kami masih menetap disana. Maaf tidak memberitahu mu dari awal, aku hanya bisa memberikan surat ini saja. Mengenai kado yang kau berikan pada ku, masih ku simpan dengan baik, itu karena aku juga percaya jika suatu saat nanti aku akan mengenakannya, dan aku janji, jika aku menginjakkan kaki di Seoul lagi dengan balutan tuxedo yang kau berikan, kau akan menjadi orang pertama yang ku temui. Dan aku janji, perbedaan yang terjadi diantara kau dan aku tak akan ada lagi jika aku bertemu dengan mu suatu saat nanti. Juga, ada sesuatu yang ingin ku tuliskan untuk mu. Aku….aku…..

I LOVE YOU

Tulisannya sudah benarkan? Terimakasih sudah mengajari ku menuliskannya dengan benar, dan sekarang, ku tuliskan kalimat itu untuk mu. I love You Jessica, i love you! Suatu saat nanti, tak akan ada lagi perbedaan antara kau dan aku

From: Lee Donghae”

Jessica tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Dia senang jika ternyata Donghae membalas perasaannya, tapi ia sedih juga jika ternyata Donghae, dengan kemungkinan kecil akan kembali ke Seoul lagi. Dan yang membuat air matanya mengalir adalah, ia tak bisa menggapai orang yang dicintai dan orang yang mencintainya. Jessica menggenggam dengan erat surat dari Donghae, seolah tak mau melepaskannya walaupun sedetik saja. Terlalu banyak pelajaran hidup yang didapatkannya dari Donghae, dan terlalu banyak kenangan indah yang tak mungkin bisa ia lupakan. Donghae berbeda dari semua pria yang dikenalnya, itulah kenapa Donghae sangat spesial untuknya.

“I Love You too, Lee Donghae”.
1509886_1444131369132343_451025730_n

END

Thankyu untuk Tika yg sudah bersedia membuatkan cover untuk ff ini ^^ sorry banyak typo, males edit cuyy😄

16 thoughts on ““Between You and Me” (Jessica story)

  1. Ngerasa nnton drama hhehe, cwek kaya suka sma penjual jus ksan fiktif tp justru trksan rapi ffya, udah lamaya gbca ff bru chingu.. Tp mian chingu jjur aku lbih suka ff haesica yg latarya dua2ya bneran member snsd and suju, but it’s nice ff and suka juga sma coverya dpet gtu fellya, hhehe🙂 good job , keep writting and hwaitting😉

  2. Kece ff nyaaaa,,
    harus ada sequel ini,,kaya nonton drama korea tau thor pokoknya kece deh ff nya feel nya juga dapet,dan donghae disini polos banget kebanyakan ff kan yeoja yg dibuat polos ini malah namja jdi buat ff nya tambah keren,,pokoknya sequel harus ada ya fighting😉

  3. Keren thor.. Haeppa ama Sicamma lucu banget sihhh, tapi tetep romantis😀
    Ceritanya menarik banget🙂
    Haeppa, tepatin kata-katanya yah, jgn tinggalin Sicamma oke, balik lagi ama Sicamma😀

    Jadi, penasaran sama yg Haeppa Version, cepetan di share ya thor😀

  4. Butuh sequel.akhhhh donge gue trhru bca surat lu bt njesss ith.akhhh klian soswettt deh .lucu yh donge nls i lope you nya pk kblik sgla😀 dtggu sequel nya :*

  5. Ini kereeen bget, feelnya dpt, . . Donghae yg p0l0s dan jessica yg awalnya mengenal perbedaan sbgai penghalang karena ketemu hae akhirnya berubah. . .oh ya th0r ending-nya msih gantung ksih sequel yayaya# puppy eyes. . .

  6. makin menarik….
    penasaran sama kisah selanjutnya… ntar donghae kerja jadi pengusaha apa yah?
    sequel dong chingu….

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s