The Second

ini ff kyusica pertama yg saya share di sini ^^

Tittle: The Second

Gendre: Romance, Triangle Love, Family, Friendship

Cast: Jessica Jung

Cho Kyuhyun (SUJU)

Krystal Jung (Fx)

Other Cast: Jung Yunho (TVXQ) as Jung Sister’s Father

Choi Siwon (SUJU) as Kyuhyun’s Father

Tiffany Hwang as Kyuhyun’s Mother

Untitled-123

“Kita bersama setelah sekian lama, menjalin sebuah hubungan tanpa sebuah ikatan. Dan hari ini, aku telah menyadari semuanya bahwa kau tak pernah memandang  ku sebagai sesosok wanita yang patut  kau cintai dan kau jadikan pendamping mu, karena kau hanya melihat ku sebagai seorang sahabat, dan hubungan kita nyatanya bukan tanpa ikatan, hanya saja, ikatan itu hanya sebuah tali persahabatan, tidak lebih, dan selamanya, akan selalu seperti itu”.

-The Second-

Matahari hampir saja terbenam, ke duanya berhenti berlari dan menjatuhkan tubuh masing-masing di atas  bukit ilalang, menarik dan membuang nafas lelah dengan senyuman yang bahkan belum sirna. Salah satu dari ke duanya membuka mata, menatap matahari yang sebentar lagi akan berganti tempat dengan sang rembulan, di liriknya seorang wanita cantik yang masih saja berusaha menarik nafas panjang setelah lelah bermain di bukit itu. Ketika kembali memandangi langit, pria bernama lengkap Cho Kyuhyun tadi seolah mengalami de javu, kenangan masa kecil nya dengan wanita di sebelahnya itu berputar begitu saja, tidak terasa, sudah hampir 10 tahun mereka bersama. Kuhyun tersenyum senang, dalam hati, ia berdo’a agar persahabatan nya dengan wanita itu tak akan pernah putus. Teringat sesuatu, Kyuhyun bangkit dari tidur nya, memeluk ke dua lututnya dengan lengan yang di milikinya.

“Aku akan menikah” kata Kyuhyun singkat

Wanita tadi berhenti mengambil nafas, percuma, rasanya nafas yang di ambilnya tertahan di tenggorokan ketika mendengar kalimat yang baru saja di lontarkan Kyuhyun. Secara tiba-tiba, tanpa perlu di perintah, tubuh rampingnya kini terduduk di sebelah Kyuhyun yang sedang menopang tubuh nya dengan ke dua tangan yang dia letakkan di atas rumput ilalang. Wajah nya masih saja terlihat terkejut, jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Dengan sedikit tertawa masam, dia mencoba membuka suaranya.

“K-kau, tidak bercandakan?” tanyanya gugup

Kyuhyun tertawa, matanya yang  tajam menatap sosok wanita di hadapannya kini. “Aku serius” jawab Kyuhyun senang dengan mencubit pipi tirus wanita itu dan segera berdiri dari duduknya

Rambut coklat panjangnya berterbangan dengan indah ketika ikut berdiri, kakinya masih saja mengikuti langkah Kyuhyun yang sedang sibuk mencabuti beberapa daunan di atas pohon. “D-dengan siapa?”

Kyuhyun menghentikan langkahnya, ia masih saja betah berdiri dengan membelakangi sahabatnya. Karena itu, Kyuhyun tidak tahu bagaimana tegangnya wajah cantik itu menunggu jawabannya. Ia melompat tinggi, berhasil mengambil salah satu buah apple yang sudah masak dari pohon apple yang tumbuh di sekitar bukit ilalang itu. Satu gigitan, dua gigitan, dan tiga gigitan, dia membalikkan tubuhnya, melepaskan apple, yang di gigitnya tadi dan bergantikan dengan sebuah senyuman yang terlihat bercaha di mata wanita tadi. Sebuah senyuman yang bahkan wanita itu saja takpernah melihat Kyuhyun tersenyum sesenang itu.

“Dengan adik mu Jess, Krystal” balas Kyuhyun dengan suara lantang yang bersamaan dengan tenggelamnya matahari

Wanita yang di panggil ‘Jess’ oleh Kyuhyun tadi hanya bias diam seribu bahasa, berharap telinganya sedang tidak berfungsi atau Kyuhyun yang salah menyebut nama. Di pejamkan mata foxy indah nya, tapi tetap saja, senyuman cerah Kyuhyun tadi dan ucapannya tadi terus berulang-ulang di telinga dan di penglihatannya, itu berarti menandakan bahwa apa yang di katakan Kyuhyun benar, bukan telinganya yang sedang bermasalah ataupun Kyuhyun yang sedang salah menyebut nama. Kyuhyun benar-benar menyevut nama adiknya, Krystal, Krystal.

“Jess? Jess? Kau mendengar ku kan?”

Kyuhyun mengguncang pelan bahu Jessica, sedikit khawatir melihat Jessica yang tiba-tiba saja memejamkan mata dengan raut wajah yang berubah kebingungan, dan..dan..ah, Kyuhyun bahkan tak bias mengartikan raut wajah dengan paras blasteran itu. Sedangkan Jessica menelan ludahnya untuk yang terakhir kalinya, membuka matanya dan mendapati Kyuhyun yang sedikit menunduk untuk mensejajarkan wajah mereka.

“I-iya, aku dengar” jawabnya dengan senyum terpaksa

Kyuhyun menghela nafas lega, menegakkan tubuh tingginya dan beralih menggenggam ke dua tangan Jessica dengan erat. “Kau setuju kan aku menikahi adik mu?”

“Ehm, itu terserah Krystal saja. Lagipula, a-aku…aku setuju-setuju saja” ucap Jessica dengan menunduk

Memang benar dia telah berbohong,mulutnya berbohong, lidahnya berbohong, dan senyuman itu juga berbohong, tapi hatinya, hatinya tidak akan bisa berbohong, bahkan, sampai Kyuhyun memeluknya seperti saat ini pun, rasa sakit di hatinya tidak juga hilang.

“Gomawo Jess, gomawo”

Jessica mengangguk dengan memejamkan matanya, dia melepaskan pelukan Kyuhyun, memandangi lekuk wajah tampan Kyuhyun dengan pandangan sedih yang bahkan Kyuhyun tak menyadarinya.

“Aku pulang dulu”

Dan bersamaan dengan di lepasnya pandangannya dari Kyuhyun,setetes air matanya berhasil lolos, di langkahkan ke dua kakinya meninggalkan Kyuhyun, sedangkan kedua tangannya Jessica pakai untuk menutup mulut dan menghapus air matanya.

-The Second-

“Sica…Jessica..”

Jessica menilukan dirinya, demi tuhan, dia sedang tak mau mendengar suara siapa-siapa ataupun bertemu dengan siapa-siapa, terlebih lagi bertemu dengan adiknya, ia sedang tak ingin.

BRAKK

Yunho terkejut ketika anak sulungnya membanting pintu tepat di depan wajahnya, hatinya gelisah, ini yang pertama kalinya Jessica bersikap tidak sopan dengannya. Tak lama, Krystal datang, melingkarkan tangannya pada lengan sang Ayah dan membawanya kembali ke ruang keluarga, sambil turun tangga, Krystal sesekali menengok kebelakang, menatap pintu kamar kakak nya yang tertutup rapat, jangan kira dia tak tahu menahu mengenai apa yang terjadi dengan kakak nya saat ini. Tapi biarlah, Krystal akan membicarakannya besok, memilih memberi kakak nya waktu untuk menerima hubungannya dengan Kyuhyun, sahabat karib Jessica, kakak kandung Krystal.

Sementara itu, Jessica masih bersandarkan pintu kamarnya, air mata yang sejak tadi di tahannya padaakhirnya berhasil membludak, dia melangkah ke arah tempat tidurnya dan melempar bantal, guling, selimut, dan barang apa saja yang bisa di gapainya hanya untuk melampiaskan rasa sedihnya. Ingin sekali rasanya berteriak, tapi Jessica tak bisa, ia tidak mau membuat Ayah nya semakin khawatir. Sedetik kemudian, Jessica mulai menangis lagi, di lantai, bukan hanya air mata saja yang mengotori, tapi bulir-bulir darah ikut menetes. Tubuh Jessica jatuh terduduk, di remasnya dengan kuat selimut berwarna merah mudanya, tubuhnya masih bergerak gelisah, darah yang mengalir dari bibir bawahnya yang masih ia gigit seolah tidak menandakan bahwa dirinya dalam keadaan yang baik sekarang.

Hatinya sakit sekali, melebihi sakitnya ketika proyek kerjanya gagal, tapi sama sakitnya ketika Jessica kehilangan Ibu nya. Dan ini rasa sakit terparah yang di alaminya, untuk yang ke dua kali nya. Jessica bangkit ketika mendapati dua pigura photo yang berisikan dirinya dengan Krystal, dan satu pigura lagi dirinya dan Kyuhyun. Tepat ketika Jessica akan memecahkannya, tubuhnya secara tiba-tiba melemas dan jatuh ke atas tempat tidur, gigitannya di bibir sudah ia lepaskan sejak tadi. Ternyata, sesakit apapun itu, semarah apapun itu, seberapa kecewanya itu, Jessica tetap saja tidak menghancurkan pigura yang masih di genggamnya. Hati nya benar-benar bergulat, dirinya yang tak sanggup memecahkan pigura tadi sama halnya dengan tidak sanggupnya Jessica membenci ke duanya, apalagi menghalangi kebahagiaan mereka. Tapi bagaimana dengan hati nya?

“Kenapa kalian melakukan ini?” tanya Jessica, tubuhnya berbaring ke sebelah kanan dengan mata yang masih menatap dengan lekat pigura itu.

-The Second-

Krystal mengenggam dengan erat cangkir yang berisikan susu hangat miliknya, rasa panas dari cangkir yang menyentuh kulitnya seolah tak berasakan apapun, bagaimanapun, berada dalam satu meja dengan keadaan awkward seperti ini dengan sang kakak berhasil membuatnya mati rasa. Setelah Ayah mereka pergi ke kantor tadi, Krystal memilih mengajak Jessica untuk membicarakan semuanya. Dan di sinilah mereka sekarang, di ruang makan, dengan Krystal yang duduk di seberang kanan dan Jessica di seberang kiri.

“Mianhae Unni, mianhae…”

Jessica menunduk, menggigit bibir bawahnya yang bergetar.  “Kau tidak pernah berkata apapun pada ku”

“Itu lah bodohnya aku” Krystal mengangkat kepalanya, memberanikan dirinya untuk menatap wajah sang kakak. Tapi lagi-lagi rasa bersalah menghampirinya ketika air mata menetes di wajah Jessica. “Aku terlalu takut mengatakannya pada Unni, karena aku tahu—Unni mencintai Kyuhyun Oppa”

Memang benar apa yang di katakan Krystal, Jessica mencintai Kyuhyun, bukan baru-baru ini ataupun satu atau dua tahun yang lalu. Tapi Jessica mencintai pria itu sejak pertamakali mereka bertemu, yang terhitung sejak 10 tahun yang lalu semenjak perkenalan mereka saat itu. Dan nyatanya, selama 10 tahun itu, Kyuhyun tidak pernah, ah, lebih tepatnya tidak menyadari perasaan Jessica untuknya, sampai pada akhirnya Krystal dan Kyuhyun telah menjalin hubungan mereka 4 tahun yang lalu, ketika Krystal melanjutkan sekolahnya di San Fransisco. Jessica tahu sekarang, kembalinya sang adik ke sini karena sebentar lagi Kyuhyun akan melamarnya, mengambil tempat yang selama ini Jessica impikan.

Jessica berdiri, memeluk adiknya yang masih duduk di kursi makan. “Bukan kau yang bodoh, tapi aku dan Kyuhyun lah yang bodoh. Maaf, Unni sudah membuat mu khawatir. Unni sama sekali tidak marah dengan mu. Jika kebahagiaan mu menikah dengan Kyuhyun, menikahlah dengannya, Unni senang asal kau juga senang”

“Unnia, gomawo, jeongmal gomawo” balas Krystal yang ikut berdiri dan membalas pelukan Jessica leih erat.

Seorang kakak harus mengalah pada adiknya, dan Jessica melakukannya sekali lagi,biarlah perasaannya ini dia kubur demi kebahagiaan duaorang yang begitu di cintainya, Jessica rela.

-The Second-

“Saya ingin menikahi Krystal” kata Kyuhyun mantap

Jessica menatap Krystal dengan tersenyum, di pegangnya tangan sebelah kanan sang adik, sedangkan Krystal hanya bisa tersenyum canggung, ia masih merasa tak enak hati dengan Jessica.

“Krystal? Ahjussi pikir kau berpacaran dengan Jessica” seru Yunho terkejut

Siwon dan Tiffany,orang tua dari Kyuhyun tersenyum kecil. “Kami tadinya juga berpikir yang sama dengan mu Yunho-ah. Tahu nya,malah mereka berdua yang berpacaran” tunjuk Siwon pada Krystal dan Kyuhyun

Krystal melirik Jessica yang tersenyum ke arahnya, seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

“Jadi bagaimana Krystal? Kau menerima lamaran Kyuhyun?” tanya Tiffany lembut

Kyuhyun memandangi Krystal dengan lekat, tangannya berkeringat menunggu jawaban dari wanita berambut hitam panjang itu. Sedangkan Jessica menganggukkan kepalanya, berusaha meyakinkan adiknya untuk yang ke sekian kalinya jika Jessica tak masalah jika ke duanya menikah. Setelah Krystal yakin, dia beralih menatap Yunho yang tersenyum, matanya menatap Kyuhyun, menunduk untuk beberapa detik dan mengangkat kepalanya lagi.

“Aku mau” jawab Krystal singkat

Ke dua keluarga itu tersenyum bahagia, Yunho dan Siwon berdiri dan berpelukan saking senangnya, Ibu Tiffany memeluk Krystal dengan sayang. Dan Kyuhyun juga Jessica hanya saling menatap satu sama lain, perlahan, Jessica tersenyum pada Kyuhyun, Kyuhyun membalasnya, walaupun ia sadar jika ada kesdihan di dalam mata foxy itu.

“Jaga adik ku” kata Jessica tanpa suara

Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban, tanpa di suruhpun, dia sudah pasti akan menjaga calon istri nya. Dan kini, setelah sekian lama dia menjaga Jessica, tak lama lagi, Kyuhyun akan beralih menjaga adik dari wanita yang selalu di jaganya, Krystal.

“Jadi kapan kalian akan mempersiapkan semuanya? Kami sudah benar-benar tidak sabar” kata Tiffany semangat

“Secepatnya,mulai besok kami akan mengurus semuanya” ujar Kyuhyun dengan menarik Krystal masuk ke dalam pelukannya

“Boleh aku yang merancang baju pengantian kalian?” pinta Jessica

Kyuhyun tertawa, melepaskan pelukannya pada bahu Krystal dan berjalan menghampiri Jessica. Di acaknya dengan lembut rambut bergelombang Jessica. ”Tentu saja, tanpa kau perlu minat sedikitpun. Iya kan Krystal?”

“Ne”  jawab Krystal

“Ini akan menjadi proyek terbaik ku” seru Jessica semangat sembari tersenyum lebar. Hanya hal itu yang bisa di buatnya sekarang.

-The Second-

Jessica mengambil dua kertas bergambar dari dalam laci meja kerjanya. Di atas kertas itu, bergambarkan sepasang baju pengantin pria dan sepasang lagi baju pengantin wanita. Di lihatnya dengan seksama kedua gambar itu, ia tersenyum, akhirnya, Jessica bisa juga membuat ke dua baju itu, walaupun, bukan dia yang akan memakai baju pengantin wanita nya.

“Jess” Kyuhyun masuk ke dalam ruangan Jessica tanpa mengetuk pintu, di letakkannya sebungkus makan siang yang di belinya bersama Krystal tadi

“Mana Krystal?” sahut Jessica

“Ke kamar mandi” jawab Kyuhyun

Pria berkulit pucat itu berjalan ke arah sisi kiri tempat duduk Jessica, di ambilnya dua buah kertas yang di lihat Jessica tadi.

“Itu sketsa gambarnya. Jika kalian sudah merasa puas, aku akan segera membuatnya” jelas Jessica, di bukanya kotak makan siang miliknya,dan tepat ketika dia akan mamasukkan sesendok lauk ke dalam mulutnya, suara Kyuhyun menghentikan kegiatannya

“Kau membuat gambar ini sudah lama kan?”

Jessica merasakan tubuhnya seperti kaku, matanya melirik ke kiri dan ke kanan secara gelisah. Di letakkannya sendok kembali ke dalam kotak bekal makan itu. “Tidak juga, baru 3 minggu yang lalu aku merancangnya”

Alis kanan Kyuhyun terangkat,di elusnya sketsa gambar itu. Jessica bilang baru 3 minggu? Kyuhyun melirik Jessica takpercaya, dia yakin, gambar ini selesai lebih dari 3 minggu yang lalu. Belum lagi, warna kertasnya menandakan kertas lama, tidak baru lagi.

“Tapi—“

“Annyeong”

Kyuhyun dan Jessica mengalihkan pandangan mereka pada Krystal yang baru saja masuk. Melihat sang adik, Jessica dengan cepat menyambar kertas sketsa nya dan memperlihatkannya pada Krystal, ia seolah tak mau perduli dengan Kyuhyun yang kini menatapnya dengan penuh curiga. Dan Krysta, ia terlihat senang dengan gambaran baju pengantin untuknya dan Kyuhyun.

-The Second-

Kyuhyun melangkahkan kakinya menghampiri Krystal, di kecupnya dengan mesra kening calon istrinya sembari berbisik minta maaf karena tak bisa menjemput Krystal untuk datang melihat-lihat dekorasi gereja tempat pernikahan mereka yang akan segera di laksanakan.

“Kyu, aku masih bingung, baiknya, bunga mawar ini berwarna putih atau merah?” kata Krystal sembari menunjukkan dua batang bunga yang di genggamnya

Kyuhyun terlihat berpikir, di ambilnya bunga mawar merah dari tangan kiri Krystal. “Merah melambangkan kebenarian, yang mengartikan betapa beraninya aku untuk mencintai dan mendapatkan wanita se popular dari mu”

“Kau—“ Krystal menyikut perut Kyuhyun

“Dan putiihhh—“ Kyuhyun mengambil tangkai bunga satunya. “Putih berarti suci, se-suci cinta ku untuk mu”

Krystal menggigit bibir bawahnya untuk menahan senyuman malunya, tapi dia tak bisa. Krystal malah memukul lengan Kyuhyun dan memeluk tubuh tinggi pria itu. Kyuhyun tertawa bahagia, di balasnya pelukan Krystal dengan erat.

“Kita padu padankan antara bunga mawar merah dan putih” kata Kyuhyun, di tundukkan kepalanya untuk melihat wajah cantik Krystal yang sedang mendongak di dalam pelukannya

“Hmm” Krystal mengangguk setuju

“Nona, silahkan lihat ke dalam” kata salah satu pegawai weeding organizer yang Kyuhyun dan Krystal sewa

Kyuhyun melatakkan bunga yang di pegangnya tadi di atas meja. Di genggamnya dengan erat tangan kanan Krystal dan berjalan bersama masuk ke dalam gereja. Gereja bergaya belanda itu semakin cantik setelah di dekorasi, warna lembut yang mendominasi membuat hati siapa saja yang melihatnyapasti akan merasa tenang. Dan tepat di depaan patung mereka, Krystal ataupun Kyuhyun semakin mengeratkan pegangan mereka.

“Saranghae,  Jung”

“Nado saranghae, Cho”

Ke duanya saling menatap satu samalain, bibir mereka tersenyum, tapi mata mereka menunjukkan kesedihan. Ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hati merekamasing-masing.

-The Second-

To:  Jesssiiiiica~

From: Gaemgyu

“Jess, kau tidak lupa hari ini kan.  Aku akan menjemput mu jam 11 pagi nanti. Bersiaplah”

Jessica meletakkan kembali ponsel nya setelah membaca pesan singkat dari Kyuhyun. Di ambilnya kalender yang berada di atas meja. Ah, ternyata sekarang sudah tanggal 13 bulan Desember, itu berarti, pernikahan Kyuhyun dan Krystal tinggal sebulan lagi. Jessica menggaruk rambutnya yang tidak gatal, mengumpat dalam hati.

“Kenapa waktu berjalan sangat cepat, sih?”

Ia memilih membuang nafas panjang, memandangi sebentar pemandangan di luar melalui balik jendela. Dua bulan setelah kejadian di kantornya saat itu, baik Kyuhyun ataupun Jessica tak pernah bertemu lagi. Kyuhyun yang sibuk mempersiapkan pernikahannya bersama Krystal dan Jessica yang harus mengerjakan pakaian pengantin mereka lebih sering lembur, itu karena dia mengejar waktu. Dan untungnya, pakaian itu telah selesai, hanya beberapa aksesoris saja yang tinggal di tambahkan. Untungnya, hari ini Jessica bisa beristirahat karena beberapa anak buahnya akan menyelesaikan sisa pekerjaannya.  Jessica masuk ke dalam kamar mandi, setelah hampir satu jam, Jessica keluar dengan dandanan dan pakaian yang sudah rapi. Ketika sudah sampai di tengah-tengah anak tangga, Jessica melihat Krystal yang sedang sibuk menulis sesuatu di ruang keluarga.

“Krystal, kau sedang apa?” tanya Jessica dan duduk di sofa yang berada di atas Krystal

“Ini, menulis jumlah souvenir nanti” jawab Krystal, di masukkannya ketas itu ke dalam tas nya dan di dirikannya tubuh rampingnya. “Unni mau keluar dengan Kyuhyun Oppa?”

“Eh?” Jessica terkejut ketika mendengar pertanyaan Krystal. Oh, bagaimana bisa dia lupa jika wanita di hadapannya ini adalah calon istri Kyuhyun? Jessica menjadi tidak enak hati. “Jika kau tidak mengizinkan, ak—“

“Tidak apa-apa. Aku tahu kaliam mau kemana. Kyuhyun oppa sudah memberitahu ku” potong Krystal dengan cepat dan tersenyum. “Aku pergi dulu”

“Kau mau ke mana?”

“Ke toko aksesoris”

“Tidak bersama Kyuhyun?”

Krystal tersenyum lebar, kini dia berdiri beberapa langkah di hadapan Jessica. “Kyuhyun Oppa kan ada janji dengan Unni. Lagipula, aku memang sengaja tidak mau mengajak Kyuhyun Oppa, dia pasti akan menolak dengan souvenir yang ku pilih” jelas Krystal

“Oh, ya sudah, hati-hati di jalan”

Jessica melambaikan tangannya pada sang adik sebelum menghilang dari balik pintu, setelahnya, di jatuhkannya tubuhnya di atas sofa, kepalanya mendongak ke atas, semakin lama, matanya semakin berat, dan berakhir matanya yang terpejam.

“Jess, aku sedang suka dengan seorang gadis. Tapi kira-kira dia suka pada ku tidak ya?”

“Gadis itu pasti tidak mau, kau kan pemalas, kerjanya hanya main game saja!”

“Jika dia tidak mau, bagaimana jika kau saja yang gadis ku?”

“A-apa? Ka-kau serius?”

“Hahaha, tentu saja tidak. Kita kan sudah lama bersahabat, aku hanya bercanda Jessica hahaha”

“Dasar kurangajar”

“Yakk, jangan marah Jessica. Jessica,kembali,kau belum membayar makanan mu. Jessica, Jessica…”

“Jessica, yak, Jessicaaaaa”

Jessica terlonjak kaget mendengar suara Kyuhyun, ketika terbangun, di dapatinya Kyuhyun sudah berdiri dengan raut wajah kesalnya. Sial. Dia tadi ketiduran dan mempikan kejadian beberapa tahun yang lalu bersama Kyuhyun.

“Kau itu, selalu saja bisa tidur di mana-mana” omel Kyuhyun

“Iya..iya aku minta maaf. Ayo pergi” Jessica menarik tas berwarna putih nya dan melangkah keluar di ikuti Kyuhyun.

Kyuhyun masuk ke dalam mobil, mulai menjalankan mobil sport hitam nya dengan kecepatan sedang. “Tadi kau bermimpi apa? Wajah mu terlihat kesal sekali”

“Heh? Tidak bermimpi apa-apa” elak Jessica

Dalam perjalanan menuju SMU mereka dulu, hanya terlontar beberapa percakapan saja,selebihnya, mereka berdua sibuk dengan kegiatan masing-masing, karena kejadian itu, membuat ke duanya menjadi tidak banyak bicara. Dan kini, mereka telah sampai di parkiran sekolah, ke duanya turun, tersenyum ketika mengingat banyak kenangan manis yang telah terjadi di tempat ini.

“Kyu, ayo masuk” Jessica sudah berlari duluan meninggalkan Kyuhyun

Sebelum mengikuti langkah Jessica, Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada lapangan olahraga yang berada di seberang kanan. Kyuhyun tersenyum ketika mengingat pertemuan pertamanya dengan Jessica di tempat itu. Sore itu, Kyuhyun asyik bermain bola basket dengan beberapa temannya, tapi tak lama, kejadian tidak mengenakkan terjadi. Tubuh Kyuhyun yang melangkah mundur tanpa sengaja menabrak tubuh Jessica yang kebetulan lewat di lapangan basket, dan Kyuhyun tertawa mengingatnya saat Jessica mengomelinya dan minuman yang di bawanya membasahi hampir seluruh tubuhnya.

“KYUUUUU, APA YANG KAU LAKUKAN DI SANA????” teriak Jessica dari dalam sekolah

Kyuhyun terbangun dari lamunannya, di tatapnya dengan sekilas lapangan bola tadi dan berlari menghampiri Jessica.  Sesampainya di depan pohon besar, Jessica dan Kyuhyun segera mengeluarkan skop kecil yang mereka bawa, ke dua tangan mereka menggali tanah itu secara tak sabar. Ke duanya saling bertatapan ketika kaleng yang mereka tanam 9 tahun yang lalu sudah mulai terlihat. Jessica mengambil kaleng itu, memberikan kertas berwarna biru milik Kyuhyun dan mengambil kertasnya sendiri yang berwarna merah muda.

“Kita tidak bertukar kertas?” ucap Kyuhyun

“E-ehm, baca punya sendiri-sendiri saja” ujar Jessica sedikit gugup

“Ah, tidak seru” Kyuhyun menyandarkan tubuhnya padapohon. “Tapi sudahlah. Ayo baca”

“Kau duluan, kau kan pria” tunjuk Jessica

“Ehh, apa hubungannya dengan—“ Kyuhyun mencibir melihat tatapan tajam Jessica. “Ok..ok..kertas ini bertuliskan—“

Jessica sedikit mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun, menunggu Kyuhyun melanjutkan ucapannya.

“Aku ingin menikahi adik mu, Krystal” seru Kyuhyun

Jessica terdiam, tubuhnya melemas mendengar perkataan Kyuhyun. Ternyata, sudah selama ini Kyuhyun menyimpan perasaan sukanya pada Krystal.

“Sekarang baca punya mu” suruh Kyuhyun

“A-aku, aku ingin menjadi perancang hebat” kata Jessica

Kyuhyun tersenyum senang, kembali ia sandarkan tubuhnya pada pohon di belakangnya, mata tajamnya menatap ke atas langit biru cerah. ”Ternyata, apa yang kita impikan benar-benar terjadi ya?”

“Ngg” Jessica hanya mampu mengangguk, beberapa kali dia menarik dan membuang nafasnya tanpa Kyuhyun ketahui

“Jess, aku ceritakan sedikit. Pertama kali bertemu dengan adik mu, aku langsung menyukainya. Seumur hidup ku, aku hanya bisa merasakan perasaan cinta padanya. Iya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Krystal”

Jessica mendongak, memperhatikan Kyuhyun yang memejamkan mata sembari terus bercerita.

“Awalnya, ingin ku buang saja perasaan ku inipada Krystal, karena aku tahu, ada seorang wanita lain yang juga mencintai ku. Seorang wanita yang selama ini selalu bersama ku, seorang wanita yang menjadi sahabat terbaik untuk ku”

DEG

Jessica menelan saliva nya dengan susah payah,ia merasa tersindir dengan kalimat Kyuhyun itu.

“Dan wanita itu adalah kau, iya kan?” Kyuhyun kini membuka matanya dan menatap Jessica.”Aku minta maaf Jess. Sehari setelah kita menguburkan kaleng ini, aku mendapati buku diary mu, kau menuliskannya secara rinci di sana. Dan aku benar-benar minta maaf, aku menyesal,aku merasa benar-benar payah. Sejak saat itu, aku sudah berusaha untuk mencintai mu, tapi tetap saja tidak bisa. Sampai pada akahirnya, aku dan Krystal berpacaran, hingga kini, kami merasa sangat bersalah pada mu. Kami—kami–, haahh”

Kyuhyun mendongakkan kembali kepalanya, menahan air mata yang ingin sekali keluar dari kedua kornea matanya. Rasa menyesalnya selalu saja menghampirinya ketika melihat Jessica.

“Aku sudah membicarakan ini pada Krystal. Jika pada akhirnya kami hanya menyakiti mu, perkawinan ku dan Krystal tidak akan terjadi, kami—“

“ANIYO!!! Pernikahan kalian harus terus berlanjut” Jessica duduk di hadapan Kyuhyun, memegang wajah Kyuhyun dengan ke dua telapak tangannya. “Aku baik-baik saja. Aku mohon, jangan seperti ini”

Jessica menangis, melihatnya, Kyuhyun ikut menangis. Bagaimanapun, Kyuhyun tidak akan bisa bahagia jika nyatanya dia membuat hati sahabatnya menjadi hancur. Krystal ataupun Kyuhyun tidak bisa bersenang-senang di atas penderitaan orang yang sama-sama mereka sayangi.

“Tapi pernikahan ku dan Krystal hanya menyakiti mu, Jess” seru Kyuhyun

“Demi tuhan Kyu,aku baik-baik saja. Aku bahagia melihat kalian juga bahagia. Jangan seperti ini, baju pengantin yang aku buat telah selesai, pernikahan kalian juga tinggal sebulan. Jangan bodoh! Aku akan merasa sakit hanya dengan kalian membatalkan pernikahan kalian”

Kyuhyun terdiam dengan air mata yang masih menetes, matanya menatap masuk ke dalam bola mata Jessica, mencari apakah ada sebuah kebohongan di sana atau tidak. Dan Kyuhyun tidak menemukannya, Jessica yang tersenyum sekarang meyakinkan Kyuhyun bahwa wanita itu benar-benar baik. Kyuhyun ikut tersenyum, di tariknya Jessica ke dalam pelukannya, berukar rasa kehangatan sebagai sepasang sahabat.

-The Second-

Kyuhyun membukakan pintu untuk Krystal, ke duanya memandangi gedung pemotretan di hadapan mereka. Dua minggu sebelum pernikahan akan berlangsung, Kyuhyun dan Krystal akan mengadakan sesi pemotretan pernikahan terlebih dulu. Krystal menerima uluran tangan Kyuhyun dan berjalan bersama masuk ke dalam gedung. Ke duanya saling bertukar pandangan ketika melihat Jessica yang sibuk menyiapkan baju pengantin dan mengarahkan dekorasi tempat pemotretan. Sadar di perhatikan, Jessica menatap ke depan, tersenyum melihat adik dan calon adik iparnya sudah datang.

“Apa yang kalian tunggu? Ayo masuk”

Krystal mengangguk, di lepaskannya genggaman Kyuhyun dan melangkah duluan menghampiri sang kakak. Jessica menyuruh salah satu bawahannya membawa baju pengantin yang telah di buatnya. Ia memberikan baju pengantin pria untuk Kyuhyun dan yang wanita unuk Krystal.

“Bagaimana?” tanya Jessica

Kyuhyun memperhatikan tuxedo miliknya. Tuxedo berwarna hitam putih dengan beberapa hiasan di jas nya. Dan Krystal tersenyum melihat miliknya. Baju pengantin yang begitu terlihat pas di tubuhnya dengan gaun di bahwanya yang berbentuk seperti sirip putri duyung.

“Gomawo Unni” Krystal memeluk Jessica senang

Jessica tersenyum, ketika matanya bertemu dengan Kyuhyun, Jessica melambaikan tangannya, Kyuhyun ikut tersenyum dan memeluk Jessica juga, bersamaan dengan Krystal.

“Jah, sekarang kalian pakai bajunya. Fotografernya sudah menunggu”

Krystal mengekor di belakang bawahan Jessica yang akan membawanya di tempat ganti, Kyuhyun mengikuti. Sebelum masuk, Kyuhyun menoleh ke belakang, mengucapkan terimakasih tanpa suara. Dan Jessica mengangguk sebagai jawaban. Jessica membalikkan tubuhnya bersamaan dengan air matanya yang mengalir, dia bahagia melihat orang-orang yang di sayanginya dapat tersenyum bahagia.

-The Second-

Krystal berjalan di atas karpet merah yang akan membawanya ke tempat Kyuhyun menunggu  dengan di tuntun sang Ayah. Kyuhyun yang berdiri di atas altar tak henti-hentinya tersenyum melihat Krystal.

Jessica membuka ruang kerjanya, suara sepatu heels nya yang bergesekan dengan lantai memenuhi ruangan itu. Tubuhnya berdiri tepat di depan sebuah pigura photo besar yang di tutupi dengan kain putih. Tangan kanannya menggapai kain putih itu, memejamkan matanya untuk sesaat sembari menarik kain putih tadi hingga terlepas dari pigura photo yang menempel dinding.

“Dengan ini saya nyatakan, kalian resmi sebagai sepasang suami istri”

Suara dan sorak kebahagiaan memenuhi gereja itu. Kyuhyun dan Krystal menangis bahagia, mereka memasang cincin di jari pasangan masing-masing, sebagai tanda bahwa cincin itu adalah sebuah tali yang akan mengikat mereka dalam satu janji pernikahan yang suci.

Jessica melemparkan pigura besar yang di ambilnya tadi ke dalam tungku api, membiarkan pigura itu habis terbakar di dalam sana. Pigura itu berisikan dirinya dan Kyuhyn yang sedang berfoto  bersama dengan memakai baju pengantin ketika di pesta kostum. Mata nya yang tajam masih memandangi dengan lekat bagaimana pigura itu hampir habis terbakar.

“Aku ingin menikah dengan Kyuhyun”

Jessica juga melemparkan kertas berwarna merah muda miliknya yang pernah ia tanam bersama kertas milik Kyuhyun di dalam kaleng, itulah tulisan yang sebenarnya. Lalu, Jessica ikut membakar kertas gambar baju pernikahan yang kini baju itu telah menjadi milik Kyuhyun dan Krystal. Ia menggambarnya sudah tiga tahun yang lalu. Barang-barang yang habis terbakar itu menandakan habisnya pula perasaan cintanya untuk Kyuhyun. Habis, sampai tak tersisa. Setelah semuanya habis terbakar, Jessica berjalan menjauh dari tungku itu dengan senyuman manis di wajah cantiknya.

“Semoga kalian berbahagia”

Untitled-1232THE END

maaf jika banyak typo, soalnya keyword laptop saya rada-rada….hahaha

thankyuuuu for reading ^^

5 thoughts on “The Second

  1. Heum.. Ini mah ruwet jdiya kkeke -0- sica eonnie jd batin sendiri😦 fellya brasa aplgi pas scene trakhir itu.. ah daebak🙂 walaupun sica eon gajdi sma kyuhyun mngkin nnti bkalan ktmu pnggantiya yaitu donghae oppa *wkwk HaeSica jjang ! good job and keep writting🙂

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s