ACTION

ini ff tahun lalu, aku repost di sini karna buat ku ini salah satu ff aku yg cukup menarik bagi para pembaca sebelumnya. semoga kalian juga tertarik yaaa ^^ ff ini terinspirasi dari MV BAP-Oneshot. silahkan dengarkan lagu bap yg coma & oneshot ^^

Tittle: Action

Gendre: Romance, Action, Angst

Cast: Tiffany Hwang

Choi Siwon (SUJU)

Kim Yesung (SUJU)

Kwon Yuri

Lee Donghae (SUJU)

Jessica Jung

Other Cast: Jung Yunho(TVXQ)

Kim Kangin (SUJU)

Shindong Hee (SUJU)

Author: -PrettyBoy-

NEW2

Deretan buku bersejarah tertata dengan rapi dalam rak buku. Ruang kerja yang mewah itu terlihat sepi, hanya ada seorang wanita cantik yang sedang duduk disalah satu sofa dengan memejamkan matanya. Ia menelan salivanya dengan susah payah, membuka kedua mata indahnya ketika bayangan Pria tampan yang sedang tersenyum kembali menyita otak dan perasannya, wanita itu menatap keseluruh ruang kerja Pria yang telah menjadi suaminya. Ruangan ini adalah tempat favorite suaminya, biasanya, setelah pulang kerja, Pria itu akan duduk dikursinya dengan membaca sebuah buku sejarah. Tapi itu dulu, sekarang, buku-buku itu sudah tak pernah tersentuh tangan lagi.

“Nyonya Choi”

Wanita bernama asli Tiffany Hwang yang telah berganti marga menjadi Choi sejak tiga tahun lalu itu mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Tiffany mendapati salah satu pelayan rumahnya sudah berdiri didepan pintu dengan membungkukkan setengah tubuh kekarnya.

“Shot Room nya sudah siap Nyonya” kata pelayan tadi

Tiffany hanya mengangguk, berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Dia berjalan sendirian, melewati beberapa lorong yang berada dirumah mewahnya dengan sang Suami. Walaupun dirumah itu ada sekitar dua puluh pelayan dan lima belas bodyguard yang berjaga, tetap saja Tiffany merasa kesepian tanpa adanya Suami tercinta disampingnya.

Tiga orang bodyguard yang berjaga didepan pintu Shot Room segera membungkukkan badan dan memberikan salamnya pada sang Boss. Sedangkan Tiffany sudah membuka pintu dan disambut oleh salah satu pelayan yang memakaikan sepasang sarung tangan dan kacamata hitam untuk Tiffany. Setelah itu, Tiffany menyodorkan telapak tangannya dengan menatap lurus kedepan, salah satu pria berbadan besar meletakkan sebuah pistol berwarna hitam ditangan Tiffany.

Tap..tap..tap..

Setiap langkah yang dibuat Tiffany mengingatkannya pada Siwon, bukan hanya harta yang melimpah, tapi Pria itu juga telah memberikan banyak cinta dan kasih sayang melebihi harta Siwon. Dia masih ingat betul, biasanya, Siwon akan menemani Tiffany untuk berlatih menembak disini.

“Nyonya Choi, apa anda sudah siap?” tanya Shindong

“Hng, buka kainnya” jawab Tiffany

Shindong mengangguk, memberikan isyarat pada temannya yang berada diujung untuk membuka kain berwana hitam yang menutupi airsoft silhouette target atau disebut juga dengan alat sasaran tembak untuk senapan angin. Tiffany mengulurkan tangannya kedepan, mata bulan sabitnya memicing, menarik pelatuknya dan menembak alat itu.

DORR!!

DOR!!

Nice shot! Tiffany membuang nafas berat, airsoft silhouette target itu sudah rusak dan jatuh diatas tanah. Tidak sia-sia Siwon selalu mengajari Tiffany untuk menembak hampir setiap hari. Biasanya, Siwon akan memeluk Tiffany dari belakang dan mulai mengajarinya untuk menembak dengan baik, dan terkadang Siwon akan menenenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Tiffany dan menghirup wangi tubuh sang Istri.

“Shindong” panggil Tiffany

“Ne?”

Tiffany menggerakkan dua jarinya, Shindong segera mendekati Tiffany. Wanita itu membisikkan sesuatu, Shindong mengangguk dan membisikkan temannya yang lain. Tak lama kemudian, seorang Bodyguard yang dikenal dengan nama Taecyeon membawa sebuah sasaran tembak yang berukuran cukup besar dengan bentuk seorang Pria. Salah satu tangan Tiffany terkepal ketika sasaran tembak itu diletekkan diatas tanah. Mata bulan sabitnya memancarkan kemarahan yang mendalam, apalagi gambar pria dari sasaran tembak itu sedang tersenyum. Tanpa menunggu lama, Tiffany menarik pelatuk pistolnya dan menembak sasaran tembak itu dengan membabi buta.

DOR!

DOR!!

DOR!!!

GEEEZZ!

Hujan tiba-tiba saja turun dengan deras, tubuh Tiffany sudah basah, shot room itu adalah ruangan terbuka, terdapat dibelakang rumah mewahnya dengan Siwon. Dua orang pelayan mendekati Tiffany dan memayunginya agar tidak terkena hujan lagi.

“Nyawa..harus dibayar juga dengan Nyawa..” gumam Tiffany pelan, menyerahkan pistolnya dan pergi dari ruangan itu.

-Action-

“Cepat berpencar” suruh Siwon pada anak buah yang dibawanya

Orang-orang dengan memakai baju pengaman dan pistol yang dibawanya segera mengangguk, berlari untuk menemukan tempat sembunyi yang tepat sesuai dengan arahan sang Kapten. Sedangkan Siwon menyembulkan kepalanya pada balik tembok tempat persembunyiannya, dia menoleh kebelakang, memberikan isyarat pada seorang pria tampan dengan mata sipit. Pria bernama Yesung itu mengangguk, melangkah maju bersama Siwon dan beberapa orang lainnya.

DORR!!

Suara tembakan menggelegar digedung tua itu, semua polisi yang berada disana juga melayangkan tembakannya. Siwon mencari keberadaan seseorang yang sudah meletuskan pistol pertama kali, matanya mendapati Pria itu, pria yang sedang berdiri dilantai atas dengan tersenyum penuh kemenangan.

Tepat ketika Siwon ingin mengejar Pria yang dicarinya, sebuah peluru menembus kaki kirinya dan mengakibatkan langkahnya menjadi limbung.

“Siwon-ah” Yesung menghampiri Siwon yang sudah hampir terduduk diatas lantai kotor

“Gwenchana. Lebih baik, kau kerjakan tugas mu sekarang” suruh Siwon

“Tapi–“

DORR!!

Peluru pistol kembali melayang, Yesung segera membalikkan tubuhnya dan menembak seseorang yang tadi menembak, didapatinya anak buahnya sudah terkapar diatas lantai. Yesung mengeluarkan pistolnya, menembak Pria lainnya yang sudah menjadi musuh untuknya dan semua Polisi di negeri Ginseng itu.

“Siwon, kau benar tak apa?” kata Yesung sekali lagi

Siwon tersenyum, menahan kesakitan di kakinya. “Aku tidak apa-apa. Pergilah, yang lain membutuhkan mu. Biar aku yang mengejar Yunho”

Yesung menganggukkan kepalanya, menepuk bahu Siwon dan berlari ketempat lain. Siwon berusaha berdiri, rasa nyeri dikakinya bertambah sakit karena memaksa untuk berdiri. Siwon menarik pelatuk pistolnya, diruangannya tempat berdiri sudah sepi, sebagian Polisi yang dibawanya sudah mengejar anak buah dari Geng Mafia terbesar di Korea Selatan ini.

“CHOI SIWON, KITA BERJUMPA LAGI PAK KEPALA POLISI” seru Yunho, Bos dari Geng Mafia yang dicari-cari olehnya

Jantung Siwon berdegup kencang, amarahnya membuncah ketika melihat Yunho. Sudah tak terhitung berapa banyak orang yang dibunuh Yunho dan anak buahnya. Dan sekarang, nyawa sang Istri sudah terancam ditangan Yunho. Siwon tak tahu bagaimana ceritanya, tapi sejak kemarin malam, Siwon sudah membuat rencana untuk mendapatkan Tiffany yang sudah disandra oleh Yunho! Bagaimanapun caranya, Siwon harus menyelamatkan sang Istri!

“Kali ini kau pasti mati Jung Yunho” ujar Siwon

“Tidak segampang apa yang kau pikirkan Choi Siwon” balas Yunho dan berlari meninggalkan Siwon

Dengan sekuat tenaga yang dimilikinya, Siwon berusaha menaiki setiap anak tangga, rasa sakit dikakinya semakin tak tertahankan, bagaimanapun, apapun keadannya, dia sudah bertekad untuk mendapatkan Yunho, walaupun nyawa taruhannya sekalipun. Siwon membuka pintu balkon, dia yakin Yunho pasti berada disana, dan benar saja, Yunho sudah berdiri dengan senyuman angkuhnya.

“Ohhh, kasihan sekali kaki mu terluka karena tembakan ku” sahut Yunho dengan wajah yang dibuat dengan raut wajah sedih

“DIMANA KAU SEMBUNYIKAN ISTRI KU BRENGSEK??” bentak Siwon marah

“Jangan terlalu emosi Kapten Choi. Istri mu yang cantik aman bersama ku” jawab Yunho enteng, dia menepuk tangannya dua kali

“TIFFANY” sahut Siwon saat melihat Tiffany yang dibawa keluar oleh salah satu anak buah Yunho

Yunho menarik tangan Tiffany, mengalungkan lengan kekarnya pada leher Tiffany dan mendekatkan pistol berwarna putihnya pada kepala sebelah kiri Tiffany.

“Wanita cantik berstatus istri mu ini adalah kelemahan mu, benar?” tanya Yunho

Tiffany mulai terisak, setiap pergerakan yang dibuatnya untuk menggapai Siwon malah membuat Yunho semakin mengeratkan cekikan dilehernya.

“Kau berani melangkah dari tempat mu, ku yakini peluru dari pistol kesayangan ku ini akan menembus kepala Istri tersayang mu” ancam Yunho

Siwon menarik dan membuang nafasnya, darah semakin banyak mengalir dari kakinya. Rasanya dia benar-benar ingin pingsan saat ini juga, tapi itu tak boleh, memandangi wajah Tiffany yang penuh dengan ketakutakan menjadi sebuah kekuatan tersendiri untuk Siwon. Pria tampan dengan badan kekar itu menyerah, ia memang lemah jika sudah menyangkut tentang Tiffany. Dan sekarang nyawa sang Istri berada ditangan Yunho, orang paling kejam yang pernah dikenalnya.

“Ok! Yunho, tolong, tolong lepaskan Istri ku” pinta Siwon dengan suara yang mulai melemah

“Kau masih ingatkan dengan uang yang ku minta? Serahkan uang itu dan aku akan menyerahkan Istri mu ini”

Tanpa menunggu lama, Siwon mengeluarkan ponselnya, mendial nomor Yesung dengan cepat.

“Yesunga-ah, cepat bawa uangnya di balkon atas! Sekarang”

“Oppa” panggil Tiffany dengan terisak

Tak lama kemudian, Yesung membuka pintu balkon dengan kasar, sedikit terkejut melihat keadaan Tiffany yang berada dalam pelukan Yunho. Siwon menyambar koper berisikan uang yang dibawa Yesung dan membuangnya ditengah-tengah mereka berdiri.

“Lihat isi koper itu”

Anak buah Yunho mengangguk, mendekati koper itu dan membukanya, menjinjing koper tadi lalu memperlihatakannya pada Yunho.

“Senang berbisnis dengan mu Choi” kata Yunho dan mendorong tubuh Tiffany kedepan

“Tiff”

Siwon melangkah pada Tiffany dengan kaki yang terpicang-pincang, senyumannya mengembang, tinggal beberapa langkah lagi dia akan menggapai tangan sang istri. Tapi tak seperti yang diharapkannya, takdirnya menyimpang dari apa yang dipikirkannya.

DOORR!!

Mata Tiffany dan Yesung membulat kaget mendengar suara tembakan. Tiffany menghentikan langkahnya, dihadapannya, dengan matanya sendiri dia menyaksikan dada Suaminya tertembus peluru, kaus putih yang dipakainya sudah ternoda dari darah yang terus menerus keluar. Untuk yang terakhir kalinya Siwon tersenyum untuk Tiffany sebelum tubuh kekarnya benar-benar limbung dan jatuh terkapar diatas tanah.

“SIWOOONNN” teriak Tiffany histeris

Yesung yang melihat Yunho mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya pada Tiffany segera menembak Yunho dan anak buahnya membabi buta.

“Cepat lari Tiffany” Yesung menarik tubuh Tiffany

DOR!

“Akh” Yesung meringis, lengan kanannya berdarah karena tergores peluru, dia lupa jika masih ada satu anak buah Yunho dibelakangnya

DORR

Yesung menembak kaki Pria yang berada dibelakangnya, tanpa menunggu lama, Yesung menyeret Tiffany untuk pergi dari sana walaupun Tiffany masih terus menjerit nama sang Suami yang sudah tak bernyawa lagi.

-Action-

Yuri, wanita manis berkulit coklat susu itu membuka kacamata hitam yang dipakainya. Menatap makam sang suami dengan datar. Rambut panjangnya yang berwarna hitam berterbangan kebelakang, Yuri memejamkan matanya, dia merasakan Suaminya sedang menyambutnya sekarang.

“Kim Yuri”

Yuri yang merasa terpanggil membalikkan tubuhnya, Tiffany sudah berada dihadapannya sekarang.

“Aku turut berduka cita atas kematian Yesung Oppa” kata Tiffany

Setelah sebulan kepergian Siwon, anak buah dari Yunho terus mencari keberadaan Yesung yang telah berhasil membunuh Yunho. Dan tanpa sangka, Yesung berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa seminggu yang lalu.

“Terimakasih” balas Yuri dan tersenyum kecil

“Aku tahu bagaimana perasaan mu. Bagaimanapun, aku juga sudah ditinggal pergi oleh Siwon Oppa” jelas Tiffany. “Oh ya, bukankah orang yang membunuh Yesung Oppa dan Siwon Oppa adalah orang yang sama?”

Yuri segera menatap Tiffany, walaupun terhalang dengan kacamata coklat yang dipakai Tiffany, Yuri tahu jika Istri dari Bos suaminya itu sedang menatapnya sekarang. Tiffany merogoh tasnya, mengeluarkan selembar foto dan memberikannya pada Yuri.

“Aku butuh bantuan mu. Aku tahu kau handal dalam urusan menyetir” ujar Tiffany dan memandangi makam Siwon yang berada tepat disamping makam Yesung

“Maksud mu?” heran Yuri

Tiffany menyeringai dan kembali menatap Yuri. “Bukankah, Nyawa harus dibayar dengan Nyawa juga?”

Dahi Yuri berkerut, dia masih belum mengerti dengan semua perkataan Tiffany. Tapi apa yang dibilang Tiffany benar, nyawa harus dibayar dengan nyawa, bagaimanapun, mereka berdua sudah menyimpan rasa sedih yang mendalam karena telah kehilangan pasangan masing-masing. Dan mungkin, inilah waktu dimana mereka harus membayar nyawa pasangan mereka.

-Action-

“Donghae-ah, bagaimana dengan gaun ini?”

Donghae meletakkan majalah yang dibacanya, pria itu benar-benar terpesona melihat calon istrinya sedang mengenakan gaun pengantin yang akan dipakainya minggu depan nanti.

“Kau sangat cantik chagi-ah” puji Donghae

“Jinjja? Gomawo. Kita beli yang ini saja” ujar Jessica

“Baiklah. Nona” Donghae memanggil seorang pegawai butik itu.

Jessica menghampiri Donghae yang telah selesai membayar gaun pengantin tadi. Donghae tersenyum, mencium kening Jessica dengan sayang dan memberikan kantungan yang berisikan gaun pada Jessica.

“Kita kemana setelah ini?” ucap Donghae

“Mengambil cincin” kata Jessica

Donghae mengangguk, membukakan pintu mobil untuk Jessica dan dirinya sendiri lalu melajukan mobil mewahnya itu dengan kecepatan sedang. Setelah hampir setengah jam, keduanya sudah sampai didepan toko perhiasan tempat Jessica memesan cincin.

“Selamat datang” sapa pelayan toko itu

“Aku ingin mengambil cincin pesanan kami. Ini nota nya” Jessica menyerahkan secarik kertas pada seorang wanita didepannya

“Tunggu sebentar Nona” kata wanita tadi. “Ini pesanannya”

Jessica membuka kotak cincin itu, tersenyum puas melihat cincin yang akan segera melingkar dijari manisnya. Donghae ikut tersenyum, dia meninggalkan Jessica yang masih mengobrol dengan pelayan tadi, memilih melihat-lihat perhiasan yang dipajang dalam lemari kaca. Donghae membungkukkan badannya, sebuah kalung berlian menarik perhatiannya, ia menoleh kebelakang sebentar untuk melihat Jessica, sedetik kemudian memanggil pelayan lainnya.

-Action-

“Sepuluh menit lagi aku sampai disana Oppa”

“Jangan mengebut sayang. Aku tahu kau sangat lihai menyetir, tapi kau juga harus menjaga keselamatan mu”

Walaupun Yesung menasehati Yuri dengan suara yang tenang, sebenarnya Yesung sejak tadi merasa risau, bukan, bukan karena Yuri. Melainkan Yesung merasakan ada yang mengintainya dari balik jendela yang berada tepat dibelakangnya. Yesung bahkan beberapa kali menoleh kebelakang tapi tak menemukan siapapun.

“Oppa, kau masih disana?” tanya Yuri

“Tunggu sebentar Yul”

Yesung meletakkan ponselnya diatas meja, melangkah mendekat pada jendela yang cukup lebar itu. Mata sipitnya memicing, dia yakin betul jika ada seseorang dibalik jendela yang tertutupi gorden berwarna biru tua. Yesung menyingkap gorden itu, membuka kaca jendela dan mengeluarkan kepalanya, tepat ketika dia menoleh kesebelah kanan, seorang Pria sudah menyodorkan pistol dikepalanya. Yesung ingat Pria yang dilihatnya, Pria yang sudah menembak Siwon hingga mati dan Pria yang sempat ditembaknya ketika itu.

“Say Goodbye Yesung-ssi”

DORR!!

“Oppa…Yoboseyo..Oppaaa”

Tangan Yuri bergetar ketika mendengar suara tembakan, ponselnya sudah jatuh dibawah kakinya. Pikirannya mulai tak terkendali, kakinya menginjak gas, mempercepat laju mobilnya. Tak memperdulikan keadaan jalanan yang cukup ramai, sekarang yang hanya didalam pikirannya adalah Yesung.

Drap..drap..

Yuri berlari masuk kedalam apartement mewah yang ditinggalinya bersama Yesung. Dengan peluh yang semakin mengalir dan tangan yang bergetar hebat, Yuri memencet tombol-tombol password apartement nya.

BRAKK

Yuri membanting pintu apartementnya, berlari masuk mencari keberadaan Yesung. Malam itu mereka akan merayakan hari pernikahan mereka. Yesung bahkan mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk mereka berdua, tapi sialnya, Yuri harus terjebak didalam kantornya untuk menyelasikan pekerjaan yang belum selesai.

“YESUNG OPPA” panggil Yuri

Wanita itu sudah mengelilingi rumah, tapi tak menemukan Yesung dimanapun. Yuri memilih kembali keruang tengah, langkahnya terhenti ketika merasakan ada sesuatu yang menahan langkahnya. Dengan nafas yang memburu, Yuri menunduk kebawah, memastikan apa yang menahan langkahnya.

Yuri hampir saja pingsan, air matanya mengalir begitu banyak, ia berjongkok, Yesung-NYA, pria yang paling dia cintai sudah terbujur kaku diatas lantai yang dingin dengan darah yang berceceran dimana-mana.

O—oppa..Yesung Oppa” Yuri mengangkat kepala Yesung dan menidurkannya diatas pahanya. “Oppa bangun Oppa, aku mohon. Bagunlah. Oppaaa..Yesung Oppaa.., YESUNG OPPAAAAAA

Yuri menatap dirinya didepan cermin. Wajahnya yang manis telah berubah menjadi datar dan dingin setelah Yesung meninggal. Bayang-bayang suaminya yang tak bernyawa terus masuk kedalam pikirannya. Cairan bening itu kembali menetes, Yuri bersumpah, Pria yang telah membunuh Yesung juga harus mati, dan wanita yang menjadi kekasih Pria itu juga harus merasakan kesedihan sepertinya dan Tiffany.

Yuri menelan salivanya, menatap lembar foto yang diberikan Tiffany beberapa hari yang lalu. Merobek-robeknya dan menggenggamnya dengan erat.

“Nyawa harus dibayar dengan nyawa Lee” gumam Yuri dan melemparkan sobekan foto itu keatas lalu menarik jaket hitam tebalnya dan keluar dari apartement peninggalan Yesung.

-Action-

Hari ini Jessica benar-benar sibuk mempersiapkan acara pengantinnya yang akan dilaksanakan disebuah gereja elit yang berada ditengah-tengah Seoul. Mata foxy nya beberapa kali memandangi jam tangannya, sudah hampir malam, tapi Donghae tak kunjung datang, padahal pria itu bilang akan datang menemuinya jam lima sore nanti. Jessica mengeluarkan ponselnya dan memencet nomor Donghae.

“Yoboseyo”

“Oppa. Kau dimana? Kau bilang mau membantu ku menghias Gereja. Ini sudah hampir malam tapi kau belum datang juga”

“Iya..iya..maafkan aku sayang. Aku ada pekerjaan mendadak. Jam 7 nanti, kau temui aku ditaman biasa saja ne?”

“Baiklah. Tapi jangan ingkar janji lagi”

“Pasti Honey. Sudah dulu, I love you”

“Love you too”

Sambungan telfon terputus, Jessica memasukkan kembali ponselnya kedalam saku. Sekarang tinggal menata bunga dan ia akan pergi ke taman seperti suruhan Donghae. Jessica mengambil beberapa bunga yang terletak diatas meja, saat berbalik, kakinya tersandung dan tubuhnya jatuh diatas rumput yang cukup lebat.

“Gwenchana?”

Jessica mendongak, menerima uluran tangan seorang wanita yang sudah membantunya.

“Ne. Gamsahamnida” ujar Jessica

“Eh, akan ada acara pernikahan ya?” wanita itu memandangi Gereja yang sudah diubah sedemikian rupa

“Ng. Acara pernikahan ku”

Wanita tadi langsung menoleh pada Jessica, dia bisa melihat senyuman dibibir Jessica. Dan, ia ikut tersenyum.

“Selamat untuk pernikahan mu” Wanita itu menjabat tangan Jessica

“Sekali lagi terimakasih”

Yuri mengangguk dengan tersenyum, berjalan menjauh dari Jessica yang masih sibuk menata tempat yang akan menjadi acara pernikahannya. Yuri sudah berdiri jauh dari tempat Jessica, senyumannya menghilang dan kembai berubah menjadi datar.

“Tersenyum sebanyak yang kau bisa untuk hari ini Jessica Jung” kata Yuri dan pergi dari sana.

-Action-

KLENONG

“Selamat datang Tuan”

Donghae tak mengindahkan sapaan pegawai toko bunga yang dimasukinya. Dia mulai fokus mencari bunga yang akan menjadi pasangan kalung berlian yang dibelinya tempo hari untuk hadiah Jessica. Tangannya mengambil beberapa bunga mawar merah, pink dan putih, menyerahkannya kepada pegawai itu untuk dibungkus.

“Totalnya 1500 won tuan” kata pegawai berambut hitam pendek dengan kacamata minus

Donghae mengeluarkan dompetnya dan memberikan uang sesuai dengan belanjaannya.

“Ini tuan. Terimakasih dan datang kembali” ujar pegawai tadi ramah

Tanpa perduli, Donghae menyambar bunganya. Membuka pintu toko bunga, hari telah malam, lima belas menit lagi jam tujuh. Donghae menghirup bunga yang dibelinya untuk Jessica. Jessica pasti senang dengan hadiah yang dibelikannya. Donghae menyalakan motornya, meletakkan buket bunganya dibelakang motor dan menjalankan motor sportnya menjauh dari sana.

Pelayan toko yang sejak tadi menatap Donghae berdiri dari duduknya, membuka wig dan kacamata untuk melengkapi penyamarannya tadi.

“Kami sudah menjalankan tugas sesuai perintah anda Nyonya Choi”

Tiffany melirik Kangin, matanya menatap sebuah gunting yang dipegang salah satu bodyguardnya. Tiffany mendial nomor Yuri.

“Yoboseyo”

“Yul, sekarang, jalankan tugas mu” ujar Tiffany dan mematikan sambungan telfonnya. “Selamat tinggal Lee Donghae” Tiffany menyeringai dan meninggalkan toko bunga yang disewanya.

-Action-

Donghae memandangi jam tangannya, taman tempat janjiannya bertemu dengan Jessica sudah dekat. Senyuman manisnya belum sama sekali menghilang dari wajah tampannya. Donghae sudah membayangkan wajah bahagia Jessica, juga membayangkan Jessica yang akan menjadi istrinya dan ibu dari anak-anaknya. Donghae sudah berjanji pada Yunho, almarhum kakak Jessica untuk membahagiakan Jessica. Dua hari lagi, Donghae akan menepati keseluruh janjinya pada Yunho dan menjadikan Jessica sebagai miliknya.

Untuk sekali lagi, Donghae menatap jam tangannya, mengalihkan pandangannya kedepan. Dia terkejut ketika melihat sebuah mobil berwarna hitam melaju dari barat. Donghae mencengkram remnya, tapi remnya sama sekali tak berfungsi sementara mobil itu masih terus melaju.

“AAAAHHH”

BRAAKK!!

Donghae terpental jauh, tubuhnya terbaring dengan mengenaskan diatas aspal. Helm nya sudah terlepas, motornya terbakar, darah mulai merembes keluar dari kepala, hidung dan mulutnya.

“Uhuk”

Donghae terbatuk dengan lemah, kalung berlian yang sejak tadi dipegangnya sudah digenggamnya dengan erat.

“Jes-si-caaa. Haaaahh”

Pengemudi mobil tadi membuka pintu mobilnya, memandangi Donghae yang sudah meninggal akibat tabrakannya tadi. Dia kembali masuk kedalam mobilnya yang hanya rusak dibagian depan.

“Halo, Tiffany”

“Bagaimana?”

“Misi kita selesai”

“Terimakasih Yuri”

Yuri menutup ponselnya, melirik keadaan Donghae sekali lagi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bayangan Yesung yang tersenyum tiba-tiba saja terpikir oleh Yuri.

“Oppa, nyawa mu sudah terbayar sekarang” ucap Yuri

Sedangkan disisi lainnya, Tiffany menggenggam pigura photonya dengan Siwon. “Semuanya sudah selesai Oppa. Semoga kau tenang disana”

-Action-

Selepas kau pergi, aku menjadi tak terkendali

Aku diliputi amarah

Aku tersesat dalam jalan yang penuh simpangan

Aku tak bisa merasakan apapun

Aku terjebak dalam kenangan akan diri mu (B.A.P – Coma)

-Action-

“Donghae Oppaaa!! DONGHAE OPPAAA, AAAHHH”

Jessica terus menjerit memanggil nama Donghae, tubuh Donghae sudah sejak tadi berada didalam liang kubur. Hujan turun dengan deras, tapi Jessica masih belum beranjak dari tempatnya. Jessica masih terus-terusan menangis histeris, semua mimpinya dengan Donghae hancur begitu saja.

“DONGHAEEEEE”

Tiffany dan Yuri yang memandangi makam Donghae dari balik pohon hanya menatap Jessica datar walaupun keduanya tahu benar bagaimana perasaan Jessica sekarang. Sudah merasa bosan, Yuri dan Tiffany saling menatap satu sama lain, membuka payung mereka dan pergi dari sana.

Nyawa dibayar dengan Nyawa dan kesedihan dibayar juga dengan kesedihan, itu yang mereka percayai. Semua dendam yang mendekam dalam hati sudah pergi. Satu mati, maka semuanya akan mati, dan jika satu bersedih, maka semuanya juga akan bersedih~

-Action-

Kau tak berada disini, tak berada disamping ku

Ini sangat menyakitkan

Sepertinya aku akan gila

Aku mencari mu

Aku ingin memeluk mu

Air mata menetes

Aku terjebak dalam kenangan akan diri mu (B.A.P – Coma)

NEWEND

24 thoughts on “ACTION

  1. Parah ih FF.. keren bangettt dehhh DAEBAK!!!
    Yuri ama Tiffany jahat banget sihhh, kan kasian Sica eonni u,u
    Sica eonni sabar yahh😀

    Semuanya couple2 favorit😀

  2. Actionnya bnr2 dpt thor
    tapi aku krang stju klo nyawa harus dibyr dgn nyawa. krn mnrt agama aku itu gk blh
    Hae dad mati ?? hiks hiks. kan kasian Jess Mom😥

  3. Huwooo miris jd jessie nya.hiks hiks
    Jht sih yul sm tif nya tp yg mrka jg cm mau bls dndm tntng kmtian suami mrka nya .hdehhh jd bingung ywda lh mrka jd ngejanda jh breng”😀

  4. wiihhh keren nih. semua couple favorite. yahh sebenernya gk suka liat yulti deamdam kaya gitu tp gmn lg. keren tp thor🙂

  5. OMG My top 3 JeTiYul❤
    Walaupun terkesan kejam dan sad ending karena donghae , siwon , yesung meninggal , tapi sangat adil jadinya ..
    Unique author ff'nya , ayo author tulis SiFany lagi yaaah , hwaiting😉

  6. Nyawa dibayar dengan nyawa.satu mati maka semuanya mati.kesedihan dibayar kesedihan.fany yuri benar2 dendam sgt.
    Tapi kasian juga ama sica.
    Daebak thor.Benar2 action abis.suka bangat ffnya thor.ditggu ff selanjutnya thor.keep writing thor.fighting.

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s