OUR FAMILY

hai, ini ff haesik kedua aku tentang lee family, tapi castnya berbeda dengan punya aku yang sebelumnya ^^

Tittle: Our Family

Gendre: Romance, Family

Cast: Lee Donghae (SUJU)

Jessica Jung

Jeno (SM Rookie)

Shin Yoonjo (Hello Venus)

Other Cast: Krystal (FX)

Choi Minho (SHINee)

Jung Yoogeun

New3

Pagi ini terlihat cerah seperti biasanya, ke sibukan orang-orang di dalam rumah minimalis itu terlihat seperti pagi-pagi sebelumnya. Sang Ayah sibuk menjahili Istrinya yang sedang memasak sarapan pagi, sedangkan sang anak sulung masih berada di dalam kamar untuk bersiap-siap ke sekolah. Karena kesal bukannya membantu, Ibu rumah tangga berumur 38 tahun itu mencubit lengan suami nya kesal.

“Donghae! Berhentilah bersifat kekanak-kanakkan dan lepaskan pelukan mu” Jessica masih mencoba memberontak dari pelukan Donghae yang memeluknya dari belakang

Donghae menggeleng, dia masih memeluk Jessica dan menyandarkan kepalanya di atas bahu kanan Jessica. Tentu saja perlakuan Donghae itu mengganggu aktifitas Jessica. Wanita berambut coklat almond itu melirik jam dinding yang berada di dapur, oh tidak, sekarang sudah jam 7, jika tidak cepat-cepat, dia bisa terlambat ke butik miliknya, Donghae akan terlambat kerja dan dua anaknya juga bisa terlambat ke sekolah. Jessica menghela nafas panjang, di ambilnya spatula di atas wajan di pukulkannya ke kepala Donghae.

“Awww” Donghae pada akhirnya melepaskan pelukan Jessica sembari meringis sakit di kepalanya

“Donghae-ah, cepat panggil Yoonjo dan Jeno turun, aku tidak mau mereka terlambat” ucap Jessica, gerakannya dengan lihai menata sarapan yang sudah jadi di atas meja makan

“Okey,okey”

Donghae berjalan keluar dapur,menaiki setiap anak tangga untuk sampai di lantai dua. Dia berdiri tepat di hadapan pintu kamar berwarna merah mudah, tanpa mengetuk pintu, langsung saja dia membuka pintu kamar anak sulungnya.

“Heloooo, my bunny Yoonjo” sapa Donghae dengan riang

Lee Yoonjo, anak sulung dari keluarga Lee itu memeukul meja riasnya dengan kesal. Selalu saja begini, Ayah nya dengan tidak sopan langsung saja masuk ke dalam kamarnya dan memeluknya dengan erat seperti sekarang.

“Wahh, Yoonjo wangi sekali, hehe. Good morning baby” Donghae mengecup pipi sebelah kanan Yoonjo

“Morning too” jawab Yoonjo dan menarik tas nya

“Turunlah, Umma sudah menunggu” suruh Donghae

Keduanya berjalan beriringan keluar kamar, Yoonjo sudah turun tangga, sedangkan Donghae masih harus memanggil anak bungsu nya yang berumur 12 tahun, jika dia tak salah, anak laki-lakinya itu sudah duduk di kelas 3 sekolah dasar. Seperti di kamar Yoonjo tadi, Donghae langsung saja membuka pintu, dan tepat ketika ia akan meneriaki nama sang anak, Donghae berkerut bingung, pasalnya, kamar Jeno yang bernuansa biru muda sudah kosong. Pria berusia 40 tahun itu membuka pintu kamar mandi, tapi lagi-lagi dia tak menemukan Jeno. Ketika tanpa sengaja mata beningnya menoleh ke arah jendela, tanpa tunggu lama, Donghae mendekat, menggelengkan kepalanya ketika melihat Jeno yang berada di taman belakang dan terlihat mengobrol dengan seseorang dari balik tembok yang tidak terlalu tinggi, tembok itu menyambungkan rumahnya dengan rumah tetangga di sebelah kiri.

“Aish, benar-benar anak itu” Donghae berlari turun dan melesat ke arah taman belakang.

Dan, mari kita lihat apa sebenarnya yang di lakukan oleh Jeno. “Nana noona nanti mau kencan dengan ku, kan?”

Yang di tanya hanya tertawa kecil, ia mencubit dengan gemas pipi Jeno. “Iya, tapi setelah kau tumbuh besar nanti”

“Tapi aku sudah besar Noona, aku kan sebentar lagi naik kelas 4 SD” kata Jeno bangga

“A—“ tepat saat wanita bernama Nana itu akan membuka suaranya, suara teriakan yang terdengar familiar menghentikan ucapannya

“JENO-YAAAAA” teriak Donghae. “Aigo-ya, apa yang kau lakukan disini hah?”

“Appa menganggu saja, aku kan sedang mendekati Nana Noona” sahut Jeno kesal

Donghae menoleh pada Nana, sedangkan  yang di tatap tersenyum, Donghae ikut tersenyum lebar dan memperhatikan Nana dari atas sampai bawah. Oh tidak, kenapa tetangganya yang belum menikah ini semakin cantik dan sexy saja?

“Hai Nana-ssi, bagaimana kabar mu? Kau semakin cantik saja, hehe” goda Donghae

“Gamsahamnida Tuan Lee” balas Nana

Jeno menggerutu, dia memukul lengan Ayah nya dengan kesal. “Appa genit” ledek Jeno

“YAKKK!!”

Nana terkejut ketika mendengar suara teriakan yang memekik telinga, dia membungkukkan badannya dan segera masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Donghae dan Jeno merasakan tubuhnya menegang, mereka berdua saling menatap satu sama lain, seperti bercermin saja saking miripnya Ayah dan anak itu. Ketika menoleh, mereka sudah mendapati Jessica yang berdiri di belakang mereka dengan melipat kedua tangan di dada, dan jangan lupakan wajah dinginnya yang siap menelan Suami dan anaknya hidup-hidup.

“Hai Umma ku yang paling can—aahhh, Ummaaa” Jeno memegang telinga sebelah kanannya yang di jewer oleh Jessica

“Yak, Donghae-ah”

Jessica mengangunggkan kepalanya, menyuruh Donghae sesuatu, seakan sudah mengerti, Donghae menarik telinganya sendiri sebagai hukuman, ah, dia menyesal sudah menggoda tetangganya tadi. Sesampainya di ruang makan, Yoonjo berbalik ketika mendengar suara riuh dari belakang, dan benar saja dugaannya, anak perempuan berparas manis itu tertawa melihat Ayah dan adiknya di omeli plus jeweran di telinga sebagai bonusnya.

“Awas jika kalian melakukannya lagi” ancam Jessica dan duduk di bangkunya

“Wew, sarapan yang menyakitkan untuk adik ku sayang, haha” bisik Yoonjo

Jeno menjulurkan lidahnya pada sang kakak, tidak senang dengan candaan Yoonjo. “Ah Ummaaaa, kita sarapan nasi goreng lagi?”

“Sica-ya,kau setiap pagi memasak nasi goreng, sekali-kali mas—-“

“Apa? Mau protes?” Jessica menodongkan pisau tepat di hadapan Donghae

“T-tidak, tidak. Nasi goreng mu enak sekali, iyakan Jeno?” Donghae menendang kaki Jeno yang duduk di hadapannya

“I-iya, betul sekali” Jeno tertawa takut sembari melahap sarapannya

Yoonjo tertawa melihat ketakutan Ayah dan anaknya. Setiap pagi, ada saja kelakuan keluarganya yang bisa membuatnya tertawa. Dan tentu saja, keluarganya ini tak ada bandingannya. Di mulai dari sang Ayah, walaupun dia 10 tahun lagi usianya akan menginjak 50 tahun, tapi wajahnya masih terlihat tampan dan tubuhnya yang cukup kekar mampu membuat banyak wanita tergila-gila olehnya, walaupun terkadang dia sedikit genit dan kekanak-kanakakkan, tentu saja cintanya hanya untuk sang Ibu, tapi, Donghae juga termasuk pria yang romantis,baik pada Istri ataupun anak-anaknya. Ngomong-ngomong tentang Jessica, walaupun terkadang Ibu nya galak dan suka menyiksa Ayah nya, tapi rasa cintanya juga hanya untuk Donghae, dan wanita cantik itu menyampaikan rasa cintanya dengan cara berbeda. Di balik wajah dinginnya, tersimpan senyuman kebahagiaan, di balik suara cemprengnya yang senang meneriaki Ayah dan Adiknya ketika mereka nakal, tersimpan suara merdu yang selalu mereka dengan ketika menyanyikan lagu selamat tidur, juga sedikit overprotektif pada ke dua anak dan suaminya. Dan untuk Jeno, walaupun anak itu jahilnya minta ampun, tapi sebenarnya dia anak yang sangat baik, Yoonjo pikir, Jeno hanya kesepian karena tak punya adik. Lalu ada dirinya sendiri, anakperempuan yang paling cantik di keluarga Lee. Yoonjo tidak jahil seperti Jeno, hanya saja, dia selalu saja mengikuti Ibu nya jika sudah memberikan hukuman pada Ayah dan adiknya.

-Our Family-

“Jangan lupa makan bekal kalian” ujar Jessica, di rapikannya syal yang mengalung di leher Jeno, lalu di kecupnya kening, kedua pipi dan bibir Jeno dengan sayang.”Kau juga Yoonjo. Pokoknya bekal kalian tidak boleh tersisa. Arasseo?”

“NE” jawab ke duanya

“Jeno-ya” Donghae berlutut di hadapan Jeno, mensejajarkan tingginya dengan tinggi badan Jeno. “Hari ini jangan membuat Jisung menangis lagi ne? Nanti Jisung dan Mark tidak mau main dengan mu lagi kalau kau terus mengerjai mereka” kata Donghae selembut mungkin

“ih, aku tidak membuatnya menangis Appaaaaa. Jisung itu tertawa, bukan menangis” balas Jeno dengan suara dan wajah imutnya

Yoonjo  menggeleng, adiknya itu memang punya 1001 alasan jika sedang di nasehati.  Jessica dan Donghae hanya tersenyum, sebelum anak-anaknya masuk sekolah, Jessica lebih dulu mencium Yoonjo, begitupun Donghae, dia melakukan apa yang di lakukan Jessica pada kedua anak mereka.

“Ja, sekarang kalian masuk. Jadi anak yang pintar ne?” seru Donghae

“Bye Umma…bye Appa..” Yoonjo dan Jeno melambaikan tangannya lalu menghilang dari balik pandangan orang tuanya

“Ayo masuk” Donghae membukakan pintu untuk sang Istri dan ikut masuk ke dalam mobil. “Oh ya, kita jadi menjenguk Yoona di rumah sakit?”

“Tentu saja. Aku sudah membeli hadiah yang lucu untuk keponakan baru kita” jawab Jessica semangat

“Mereka itu terlambat. Kita sudah punya dua mereka baru punya satu, haha” tawa Donghae puas. “Tapi, asyik juga ya jika kita punya satu lagi” Donghae melirik Jessica sebentar dengan menyengir

Jessica memukul lengan Donghae pelan. “Jangan minta yang macam-macam”

“Aish, kau ini galak sekali. Tapi tak apalah, punya dua juga sudah membuat ku bahagia”

Jessica mengalihkan pandangannya dari balik jendela, di tatapnya Donghae yang baru saja mengucapkan kalimat yang sangat bijak. Jessica tersenyum, di kecupnya pipi sebelah kanan Donghae dan beralih memeluk lengan Donghae manja.

-Our Family-

Jeno masih menggenggam tangan sebelah kanan Kakaknya sembari sesekali mengayun-ayunkannya. Sudah jam 4 sore, waktun ya pulang sekolah, itulah kenapa saat ini Jeno terlihat begitu senang. Dan tepat ketika Yoonjo akan berbelok kanan, kedatangan Baekho, teman sekelasnya, mengangetkan Yoonjo dan Jeno. Tanpa rasa bersalah, pria berambut cepak itu tersenyum sembari melambaikan tangannya.

“Mau pulang ya?” tanya Baekho

“Iya, Appa sudah menunggu di tempat parkir” jawab Yoonjo

Jeno hanya memerhatikan keduanya, dia terlihat bingung ketika melihat kakaknya yang tersipu malu ketika Baekho mengatakan ‘aku tadi ingin bilang, kau semakin cantik saja’, tapi Jeno sudah tidak tertarik lagi mendengar obrolan keduanya, dengan gerakan yang cepat, Jeno menyambar dua batang cokelat yang dikeluarkan Baekho dari dalam tasnya.

“Ini cokelat buat Jeno, ya?” ujar Jeno senang

Yoonjo melotot melihat sikap tidak sopan Jeno, seakan tahu, Baekho tertawa kecil dengan mencubit kedua pipi Jeno. “Iya, itu cokelat untuk Jeno”

“Baekho-ya, mianhae” Yoonjo membungkukkan sedikit tubuhnya

“Tidak apa-apa. Aku pulang duluan ne? Jeno, Hyung pulang, ne?

Jeno mengucapkan terimakasih sebelum Baekho pergi, dan sebelum Baekho benar-benar menghilang, pria itu membentuk jari-jarinya seperti telefon, dan Yoonjo menangguk, seakan mengiyakan jika nanti malam Baekho menelfonnya.

“Noona, Baekho Hyung kenapa suka sekali memberikan Noona cokelat?” Jeno kembali menggenggam tangan kakaknya, kali ini sembari melahap satu batang cokelat pemberian Baekho

“Itu karena dia suka pada ku?” jawab Yoonjo bangga

“Jinjaaa?” saking terkejutnya, Jeno menghentikan langkahnya, dan jangan lupakan mata sipitnya yang membulat besar, sangat menggemaskan

Yoonjo mengangguk, melanjutkan langkahnya kembali. “Jeno sudah kasi apa ke Nana Unni dan Lami?”

“Noona tahu Lami?” seru Jino

“Tahu dong”

Donghae yang sudah sejak tadi menunggu di depan mobilnya langsung tersenyum ketika melihat kedua anaknya begitu akrab. Walaupun mereka berdua sering jahil satu sama lain, tapi keduanya sangat akrab. Melihat sang Ayah, Jeno melepaskan pegangan tangannya dan berlari ke arah Donghae. Donghae dengan sigap memeluk dan menggendong anak bungsunya.

“Aigo, uri Jeno makin berat saja” canda Donghae, di kecupnya kening Yoonjo dan segera membawa Jeno masuk ke dalam mobil

“Appa..Appa.., Jeno mau beli bando”  pinta Jeno yang duduk di samping Donghae, sedangkan Yoonjo di belakang

“Kau mau pakai bando?” heran Yoonjo

“Aniyaaa” protes Jeno, dilahapnya lagi cokelat yang tinggal setengah itu. “Baekho Hyung suka memberikan Yoonjo Noona cokelat, terus kata Yoonjo Noona—“

Oh tidak! Yoonjo mnepuk dahinya, menyesal juga sudah berbicara seperti tadi pada Jeno. Ah, Yoonjo tidak mau di omeli oleh Ayahnya itu.

“Kata Yoonjo Noona, Baekho Hyung memberikan Yoonajo Noona cokelat karena Baekho Hyung suka pada Yoonjo Noona. Jadi aku memberikan bando untuk Lami, soalnya Lami suka pakai bando, bandonya banyak sekali Appa, warnanya juga macam-macam” jelas Jeno dengan tampang polosnya

Donghae memandangi Yoonjo tersenyum takut dari spion yang berada di atasnya. Donghae memang belum memperbolehkan Yoonjo untuk mempunayi kekasihnya. Sudah begini, yang akan diingat Yoonjo dari ucapan Ayahnya yang sebelumnya adalah, ‘Yoonjo tidak boleh pacaran dulu, karena saat ini tidak ada pria yang lebih tampan dari Appa dan Jeno’. Donghae tidak perlu menasehati Yoonjo lagi, karena sepertinya, anak sulungnya itu sudah mengerti.

“Appaaa, dengar Jeno tidak, sih?” kesal Jeno karena merasa dilupakan

“Iya.Lami itu yang rambutnya panjang berwarna cokelat kan? Terus tidak terlalu tinggi, pipinya chubby. Iyakan?” sahut Donghae sok tahu

Yoonjo tertawa, Jeno merengut sebal. Ciri-ciri yang disebutkan Donghae tadi bukan Lami, tapi Aleyna. Lee Donghae-ssi, anak mu itu sukanya pada Lami, bukan Aleyna. Tolong di catat!

“Appa, itu bukan Lami, tapi Aleyna” ujar Yoonjo sambil masih menahan tawanya

“Ah! Appa payah!” Jeno memukul lengan Donghae

“Iyakah? Haha, mianhae, tapi Aleyna juga cantik kan? Wajahnya seperti blasteran, persis Umma kalian”

“Tapi Lami lebih cantiikkk. Aku kan sukanya pada Lami”

Donghae tersenyum, di tariknya rem tangan mobilnya setelah sudah sampai di depan butik istrinya yang cukup ramai sore ini. “Ne, ne. Nanti minta Umma saja bando nya. Ayo turun”

Jeno mengerucutkan bibirnya, masih sebal dengan Ayah nya, sementara dia sudah masuk duluan ke dalam butik, Donghae dan Yoonjo tertawamelihat sikap Jeno. Sedangkan di dalam butik, Jessica sedikit sibuk melayani beberapa pelanggan, sampai suara teriakan Jeno mengisi butik itu dan membuat semua orang memandanginya.

“UMAAAA” Jeno berlari, memeluk pinggang Ibu nya dengan manja

“Sangyeol-ssi”

Jessica memanggil salah satu pelayannya untuk menggantikan posisinya, ia kemudian membawa Jeno ke salah satu bangku. Jessica tersenyum melihat cokelat yang belepotan di sekitar bibir Jeno, di hapusnya bekas cokelat itu. Dan tak lama, Yoonjo juga Donghae menyusul. Di berikannya sebuah kecupan pada pipi Yoonjo, dan Donghaemengecup bibir sang istri.

“Umma, Appa menyebalkan, aku sukanya pada Lami tapi yang di puji malah Aleyna” Jeno menenggelamkan kepalanya pada pelukan Jessica

“Huh,Appa mu memang bodoh” ledek Jessica

“Eeehh”

Jessica tertawa, di elusnya punggung Jeno dengan lembut.

“Katanya kita mau ke Rumah Sakit. Ayo pergi Appa” Yoonjo menggerak-gerakkan lengan Donghae

“Ke Rumah Sakit? Siapa yang sakit?” Jeno segera memperbaiki letak duduknya

“Tidak ada yang sakit, tapi Yoona ahjumma baru saja melahirkan” jelas Jessica, di ambilnya tas berwarna putihnya dari atas meja

“Yoona ahjumma dan Kibum ahjussi punya baby?” sahut Jeno semangat

“Ne, ayo pergi. Aku tidak sabar melihatnya, pasti baby nya manis sekali” Yoonjo menepuk-nepuk lengan Donghae, memikirkan bayi paman dan bibi nya

“Oke, let’s go”.

-Our Family-

“Jeno, ayo turun sayang” Jessica masih membujuk Jeno untuk turun dari atas mobil

Semakin di paksa, Jeno semakin menggeleng, wajahnya merengut kesal,bahkan sudah hampir menangis. Yoonjo memandangi adiknya iba, Jeno marah seperti itu karena ingin meminta adik setelah melihat bayi Yoona dan Kibum tadi. Tapi jika di pikir, menyenangkanjuga jika punya adik baru, dan Yoonjo terkekeh akan hal itu.

“Aku mau adik” ucap Jeno merayu

“Baby Kibum ahjussi dan Yoona ahjumma kan adik Jeno juga” ujar Donghae yang kini telah memasukkan setengah badannya ke dalam mobil

“Terus kenapa tidak boleh di bawa pulang?” tanya Jeno dengan memandangi Ayah nya

“Adik baby masih mau bermain di Rumah Sakit. Adik baby tidak mau main sama Jeno kalau Jeno tidak mau mendengarkan Appa dan Umma” bohong Donghae, ini sudah cara terakhir unuk membujuk Jeno

“Iya, nanti adik baby nya tidak mau kerumah juga” kata Yoonjo ikut-ikutan

Jessica tersenyum, Jeno terlihat berpikir-pikir, sedetik kemudian, Jeno akhirnya menerima uluran tangan Donghae. Di gendongnya Jeno masuk ke dalam rumah, setelah itu, Jessica menyuruh ke dua anaknya untuk mandi. Sedangkan dirinya memilih masuk ke dalam kamar, setelah melepaskan beberapa hiasan di tubuhnya, Jessica akan bersiap untuk mandi. Tapi gerakannya terhenti karena Donghae memeluk lengannya.

“Sica-ya, besok kan hari libur, lebih baik kau suruh Krystal dan Minho untuk membawa Yoogeun kemari” usul Donghae

“Baiklah, nanti aku akan menelfon Krystal” Jessica mengambil handuknya dan berjalan ke kamar mandi yang berada di dalam kamar

“Kau mau mandi ya?” Donghae berjalan mendekati Jessica

“Iya, kenapa?” bingung Jessica

“AKU IKUUUTTTT”.

-Our Family-

Jessica mendengus, di lepaskan apronnya, lalu berjalan ke ruang tengah, hah, pantas saja suara bel pintu terus berbunyi. Donghae dan Jeno asyik bermain PlayStasion, sedangkan Yoonjo memakai headset di kedua telinganya. Jessica berlari-lari kecil, di bukanya pintu utama, ternyata itu Krystal dan Minho beserta anak mereka yang baru berusia 1 tahun. Tanpa tunggu lama lagi, Jessica menyuruh satu keluarga kecil itu untuk masuk ke dalam rumah.

“Jeno-ya, lihat siapa yang datang” seru Jessica

Jeno menoleh ke belakang,raut wajahnya berubah bahagia ketika melihat Paman dan Bibinya, juga adik sepupunya berkunjung ke rumah. Di lemparnya stik game yang tadi digenggamnya dan berlari ke arah Yoogeun, sedangkan Donghae mematikan TV, melepaskan headset yang di pakai Yoonjo dan berjalan beririrangan mendekat pada keluarga adik iparnya.

“Minho, Krystal, bagimana kabar kalian?”

“Annyeonghaseyo  Ahjumma, Ahjussi”

Jeno meninggalkan keluarganya dengan menggendong Yoogeun, di bawanya anak laki-laki itu ke ruang tengah, Jeno mengambil kasur kecil yang biasa keluarganya gunakan jika sedang bersantai, dengan cepat di tidurkannya di atas kasur tadi.

“Jeno bersemangat sekali, Unni” Krystal tertawa melihat Jeno yang kini sedang bermain dengan Yoogeun

“Iya, kau tahu, kemarin dia hampir saja menangis, dia merengek meminta adik” balas Jessica

Sementara Donghae dan Minho ketaman belakang, Jessica dan Krystal ke dapur, melanjutkan membuat waffle yang belum selesai dikerjakan Jessica tadi. Yoonjo ikut bergabung dengan adik dan adik sepupunya. Kini ruang tengah sudah berantakan dengan segala macam mainan Jeno.

“Noona, kenapa Yoogeun ku ajak bicara dia tidak menjawabnya?”

Yoonjo menahan tawanya, apalagi ketika melihat ekspresi polos Jeno, juga Yoogeun yang kini menatapnya dengan ekspresi bingung, mata bulat anak itu berkedip-kedip, sangat menggemaskan.

“Yoogeun kan masih kecil, jadi belum bisa bicara” kata Yoonjo

“Heh?” Jeno berdiri dari duduknya mendengar ucapan sang kakak. “Kalau begitu, Jeno ambilkan susu dulu, biar Yoogeun cepat besar seperti aku”

Jeno berlari ke dapur,membuka kulkas dan mengambil salah satu kotak susu kecil rasa pisang. Dengan cekatan, Jeno duduk di samping Yoogeun dan memaksa membuka bibir Yoogeun, Yoonjo yang melihatnya menjadi kelabakan dan berusaha menahan Jeno.

“UMAAAA, JENO MEMBERIKAN YOOGEUN SUSU KOTAAAKKK”

“Oh tidak”.

-Our Family-

Selamat hari minggu, seperti biasa, hari ini di gunakan Jessica untuk menagajak anak dan suaminya untuk membersihkan rumah secara bersama-sama. Jessica dan Yoonjo membersihkan bagian dalam rumah, sedangkan Donghae dan Jeno membersihkan kolam renang. Setelah selesai mengepel lantai, Jessica melepaskan sarung tangan karet yang di pakainya.

“Yoonjo-ah, mana adik dan Appa mu?” tanya Jessica

“Di kolam renang, kenapa?” tanya Yoonjo balik

Jessica tersenyum senang, di bisikinya Yoonjo dengan semangat, wajah anak perempuan keluarga Lee itu berubah senang juga. Pasangan anak dan Ibu itu berjalan dengan pelan ke arah ke kolam renang. Dan memang benar, di sana sudah ada Donghae dan Jeno yang membersihkan kolam renang sembari mengobrol, berdiri tepat di belakang Donghae, Jessica memberikan aba-aba pada Yoonjo, jari-jarinya membentuk angka 3,lalu dua, daaann….

“SATUUU”

BYUURR

Yoonjo mendorong Jeno ke dalam kolam renang, Jessica dengan tidak berperasaannya menendang bokong Donghae hingga ke duanya tercebur ke dalam kolam renang. Dan Jessica ataupun Yoonjo tertawa bahagia akan hal itu.

“NOONNAAA”

“YAK, SICA-YAAAAAA”

Sebelum pergi, Jeno sudah lebih cepat menarik kaki kakaknya, di seretnya kaki Yoonjo, dan, tentu saja Jeno juga berhasil menjatuhkan kakaknya ke dalam kolam renang. Donghae tersenyum misterius, dia keluar dari kolam renang, lalu naik ke atas darat, di bukanya baju kaos yang telah basah, melihat hal itu, Jessica melotot, tubuhnya mundur sedikit demi sedikit setiap Donghae maju mendekatinya. Tanpa tunggu lama, Jessica sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur, tapi sayangnya, dia gagal.

“AHHH TIDAAKKK, LEPASKAN AKUUU”

Donghae menggendong tubuh Jessica dengan erat, tak perduli dengan pemberontakan istrinya, Donghae langsung saja melompat ke dalam kolam bersamaan Jessica yang berada dalam gendongannya. Jeno dan Yoonjo tertawa melihat Ayah dan Ibu nya saling memercikkan air satu sama lain. Dan suara tawa, terdengar begitu membahagiakan.

-Our Family-

“Donghae-ah, aku hamil”

“AH! Apakan aku bilang, sekali cetak langsung gol, aku memang hebat, hahaha”

“Jadi Jeno punya adik? Asiikkk”

“Aku mau adik perempuan”

-Our Family-

A happy family is but an earlier heaven, family is my strength and my weakness, and  family means putting your arms around each other and being there” – brainyquote.com

NEW4END

24 thoughts on “OUR FAMILY

  1. Wakakaka duhhh ngakak parah thor bacanya hahaha, itu kelakuan nya si jeno gak kalah usilnya ya sama donghae, si jessica sama yoonjo juga iseng banget lagi wkwk. Dan akhirnya jessica hamil lagi yuhuuuu/m\

  2. like father like son hhhaha jeno jeno bener2 photocopy hae banget kkk
    langsung jatuh hati sama karakter jeno di sini, usil, lucuuu bin ngegemesin terus polos lagi apalagi pas bilang gini “Ini cokelat buat Jeno, ya?” aaaaaaa jenooooo :*
    tpi jeno jadinya pilih siapa nih, lami atau nana ??? kkkk
    dan imey ngakak pas yang terakhir itu far kkk OMG leee donghaeee iyaaa dehhh yang sekali cetak langsung gol hhaha Good😀

  3. iya maaf ya, aku emang pengen pake jeno di ff ini, ganti suasana ceritanya, soalnya di ff kemarin aku udah pake baekhyun. Kapan2 aku pake baekhyun jeno yoonjo juga🙂 maaf ya aku banyak typo nya, soalnya nggak sempat edit. Tadinya waktu di Microsoft word ff ini panjang, tapi setelah di post di sini kok pendek ya? Hehe. Makasih^^ -PrettyBoy-

  4. Duh ya allh neh kluarga bhgia amt yh.seneng bca nya .harmonis bngttt ak kra ini series ekh tnyta oneshoot .ga rela bca tlsn end nya.yeyeye akhrnya jeno bkln pnya ade lg. Dtggu efef hs lain nya yh🙂

  5. Sumpah ini jeno ama donghae bnr2 kocak…tp jd rda hilang…gra2 gag ada baek…scra dr dlu baek ank slung mrk..hehehe…donghae ama jeno bnr2 sma bgd yak

    Hahahaha….ini ff bkim ktwa dr awl mpe akhr…hehehe.

  6. hahaha, sweat family
    but, where is Baekhyun ?? coba klo ada baekhyun pasti ff nya mkn seru !!
    tapi ff km udh bgs bgt kok😀

  7. ah lee family lagi! ^ ^
    keluarga khayalan ini mau dibuat cerita yang kayak gimana aja pasti cocok deh.
    yang lain nyariin baekhyun ya? baekhyunnya gak ikut di ff karna aku simpen di kantong ajaib buat jadi bantal tidur. kkkk~
    min pokoknya janji buat ff lee fam yang anaknya ada 3 ya!
    aku selalu menantikan ffmu, admin pretty. huehehe.

  8. Hahahaha lucuuu , , suka deh klo pairing nya haesica trz ceritanya semi romantis comedy begini d tmbh anak2 yg lucuuu , , sering2 bikin cerita haesica yg ky gni dong thor… Hehehe

  9. Wkwkwk!!!! xD Ni ff rada-rada somplak!! Apalagi Jeno yang gak kalah somplak sama Donghae!! xD Thor bikin ff yang castnya Jeno, Donghae, Jessica lagi dong^^. Aku bingung mau baca ff cast Jeno yang mana lagi😐. Habisnya semua udah aku baca😦. Please yah Thor *puppy eyes lagi*.

  10. Kok Jeno 12 tahun kls 3 SD sih thor?
    Umur aku 12 tahun aku kelas 7 (1 SMP)
    Tpi gk papalah ff nya keren

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s