“Dear My Family” CHAPT 3

halo, aduh, kayaknya udah lama banget ya nggak lanjut ff ini hehe. Ini aku bawa lanjutannya. tadinyakan bakal ada perubahan besar-besaran seperti yang kau umumin waktu itu, tapi berhubung banyak yg protes dan admin juga males mulai dari awal, jadinya tidak ada perubahan apapun dari ff ini ^^ kedepannya, mungkin aku bakal fokus buat nyelesein ff ini, jadi setelahnya aku bakal nyelesein ‘Lovey Dovey’ dan mulai menulis ‘Step Mother’. ya aku sih berharapnya ff ini nggak bakal lebih atau sampe chapt 10 ya haha. mohon kritik dan sarannya. kalo semangat koment, saya juga semangat lanjutnya, hehe ^^V

Tittle: Dear My Family

Gendre: Family, Romance, Conflict, Angst, Friendship

Cast: Lee Donghae (SUJU)

 Jessica Jung (SNSD)

Byun Baekhyun (EXO-K) aka Lee Baekhyun

Shin Yoonjo (Hello Venus) aka Lee Yoonjo

Other Cast: Yoo Ara (Hello Venus) as Kim Ara

Kim Kibum (SUJU)

 etc

Author: -PrettyBoy-

NEW6

Ketika kebahagiaan itu semakin menjauh, aku akan semakin berusaha untuk menggapainya kembali.

-Dear My Family-

“BAEKHYUN-AH”

Teriakan beberapa teman sekelas Baekhyun mampu membuat anak sulung dari keluarga Lee itu tersenyum senang. Dengan cepat, ketiga teman dekatnya berlari dan memeluk Baekhyun. Hampir  2 minggu tidak bertemu, tentu saja membuat mereka merasakan rindu satu sama lain. Baekhyun tertawa melihat teman-temannya yang begitu antusias, di balik masalah yang di dapatkannya, setidaknya, masih banyak orang yang sayang dan perduli dengannya.

“Hei, lepaskan aku, sesssaakk. Kalian mau membunuh ku?” protes Baekhyun dengan sedikit bercanda

Pria paling tinggi yang memeluk Baekhyun pertama kali itu bernama Chanyeol, sedangkan pria dengan kulit yang sedikit hitam sedang mengacak rambut Baekhyun tadi bernama Kai, sedangkan pria berkulit putih dengan rambutnya yang berwarna coklat bernama Sehun. Dengan bercanda, Sehun meledek Baekhyun hingga membuatnya kesal.

“Baekhyun-ah, kenapa kau semakin pendek saja?” canda Sehun

Suara tawa terdengar dari beberapa siswa dan siswi yang kebetulan berada di kelas. Baekhyun merengut sebal, tapi dia mengalihkan pandangannya ke sebelah kanan, tepat di bangku ke tiga barisan tengah, seorang gadis berambut hitam panjang dengan kulitnya yang putih itu sedang tertawa karena candaan Sehun tadi, sangat cantik dan manis, setidaknya itu yang di pikirkan Baekhyun hingga membuat rasa sebalnya tadi entah pergi kemana. Merasa di perhatikan, gadis bernama Kim Ara itu berhenti tertawa, ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Baekhyun dengan tersenyum manis.

“Selamat datang kembali Baekhyun Oppa” sapa Ara

Baekhyun merasakan wajahnya panas seketika, sampai membuatnya hanya mampu mengangguk tanpa suara. Kai mendorong kepala Baekhyun menyadari temannya yang salah tingkah, dengan masih terkekeh, mereka berempat duduk di tempat masing-masing. Baekhyun rasanya ingin sembunyi saja di balik badan tinggi Chanyeol yang memang teman duduknya, pasalnya, tempat duduk Ara berada di sebelah kiri Baekhyun, ah, jika mengingat sapaan Ara tadi dengan wajah cantiknya, membuat Baekhyun terispu malu. Memalukan!

“Hei hei, sudahi acara terpesona mu itu. Ingat, Ara punya kekasih” ujar Chanyeol jahil

Dan sekarang, rasanya Baekhyun ingin menyumpal mulut lebar Chanyeol dengan kaos kakinya, menganggu kesenangan orang saja. Tanpa di beritahu pun, Baekhyun sudah tahu jika Ara punya kekasih, lagipula dia tidak berniat menambah daftar orang-orang yang akan menangisinya di pemakaman nanti jika ia meninggal. Walaupun sebenarnya, dia cinta setengah mati dengan gadis bernama Ara itu, bahkan sejak mereka masuk sekolah malah. Tapi Baekhyun sadar diri, jika gadis seperti Ara mana mau berpacaran dengan pria berpenyakitan sepertinya. Dan, itu membuat Baekhyun lagi-lagi mengutuk takdirnya.

-Dear My Family-

Hari ini, Jessica memilih mejaga kasir saja di butiknya, tidak seperti hari-hari biasanya, sebelumnya, Jessica lebih suka menyapa para tamu yang datang sembari memilihkan pakaian dan aksesoris yang cocok untuk para pelanggannya, tapi tidak untuk hari ini, Jessica sibuk memasukkan beberapa lembar brosur di dalam tempat yang berbentuk menyerupai tempat pulpen berdiri, tiap kali pelangannya selesai membayar belanjaan, Jessica pasti memberikan satu brosur kepada pelangannya tanpa lupa mengucpkan terimakasih.

“Eh? Pendoronor jantung?” tanya salah satu pelanggan Jessica yang kira-kira seumur dengannya

“Iya, saya mencari pendonor jantung, mungkin saja, anda mengenal seseorang yang bersedia mendonorkan jantungnya, saya berani bayar mahal” jelas Jessica dengan suaranya yang terdengar penuh harap

Ibu tadi beserta seorang temannya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya setelah mendengar penjelasan Jessica. Jessica menatap mereka bingung. Apa ada yang salah dengan ucapannya tadi?

”Anda ini bagaimana, mana ada orang yang mau menukarkan jantung nya walaupun di bayar mahal? Jantung itu bukan ginjal yang berjumlah 2 Nyonya, tidak akan ada orang di dunia ini yang akan mau menukarkan jantungnya dengan uang, jikapun ada, berarti orang itu orang gila, hihi”

DEG

Jessica mengela nafas, menahan amarahnya sebisa mungkin atas perkataan tidak sopan yang di lontarkan Ibu tadi. Ketika Jessica memandangi pelangannya yang annoying itu, lagi-lagi Jessica harus berlapang dada ketika brosur yang di berikannya malah di buang ke tempat sampah yang berada di luar butiknya. Dengan masih menahan rasa marahnya, Jessica melangkah keluar, merogoh tempat sampah kering itu dan mengambil brosur yang di buang tadi, di bacanya dengan seksama tulisan-tulisan yang tertera di sana. Memang terdengar bodoh atau mustahil, tapi ini adalah salah satu bentuk usahanya untuk bisa menyelamatkan anaknya. Tapi tak bisa Jessica pungkiri, ucapan Ibu-Ibu tadi membuat rasa percaya dirinya jatuh sekian persen. Apa benar, tidak akan ada yang mau mendonorkan jantungnya? Yah, mungkin saja.

“Bodoh”

Jessica memkul kepalanya sendiri dengan tersenyum miris, kenapa dia malah berpikiran seperti itu? Apapun yang di katakan orang-orang, dia masih harus terus berusaha, demi Baekhyun, dan demi keluarganya. Jessica mengambil tempatnya kembali ke kursi kasir, di ambilnya iphone putihnya dari dalam laci dan mulai mengetik pesan. Satu pesan langsung dikirimkannya ke tiga orang.

“Selamat makan siang. I love you”

Send.

Jessica tersenyum sembari menyandarkan tubuhnya, dia sedikit lega setelah mengirimkan pesan untuk anak dan Suami nya. Selama masih ada waktu, Jessica akan memanfaatkannya sebisa mungkin.

-Dear My Family-

Kegiatan Donghae tiap sore setelah pulang kantor adalah menjemput Baekhyun dan Yoonjo, walaupun kedua anaknya telah beranjak dewasa, Donghae memang belum mengizinkan anak-anaknya untuk membawa kendaraan sendiri. Apalagi, tiap pagi hingga sore Donghae dan Jessica menghabiskan waktunya dengan pekerjaan masing-masing, jadi waktu yang tersisa untuk dekat dengan anak-anak mereka  sedikit sekali, itulah kenapa, sejak dulu, Donghae akan selalu mejemput kedua anaknya dan menjemput Jessica juga, dia tidak mau membuang-buang waktu walaupun semenit jika memang ada kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan anak-anaknya.

“APPA” Yoonjo melambaikan tangannya, ia tersenyum lebar dan berlari menghampiri Donghae

Sedangkan Baekhyun mendengus, walaupun sudah 17 tahun adiknya itu masih saja tetap manja dengan Ayah mereka. “Cih, dasar manja”

“Biar saja” ledek Yoonjo

Donghae tertawa, di lepasnya pelukan Yoonjo dan beralih mencubit kedua pipi Baekhyun gemas. “Aigo, Baekhyunie cemburu ya? Jika Baekhyunie mau, Baekhyunie boleh memeluk Appa juga” lanjut Donghae dengan menggoda Baekhyun

“Ihh, aku sudah besar Appa, bukan anak kecil lagi” omel Baekhyun sembari masuk ke dalam mobil

“Iya sudah besar, kan Baekhyun Oppa sudah bisa suka dengan seorang wanita, haha” Yoonjo yang duduk di kursi belakang ikut meledek Baekhyun

“Wah..wah benarkah? Siapa perempuan beruntung itu?” tanya Donghae sambil sesekali melirik Yoonjo dari kaca spion yang berada di dalam mobil

“Kim Ara, teman sekelas Baekhyun Oppa” ujar Yoonjo sekali lagi

“Yak, kau ini cerewet sekali” sahut Baekhyun sebal

“Tunggu, maksud mu Kim Ara, anak Yesung si kepala besar itu?”

“Iya, anak Yesung Ahjussi”

“Ya tuhan, aku belum sanggup jika harus berbesan dengan Yesung Hyung si kepala besar”

“Appaa, memang siapa yang mau menikah sih?”

“Ups, ternyata uri Baekhyun sudah tahu tentang pernikahan ya? Haha”

Sementara Donghae dan Yoonjo tertawa senang, Baekhyun semakin merengut saja di ledek habis-habisan oleh adik dan Ayahnya. Dan, untungnya jarak butik Ibu nya dan sekolah Yoonjo juga Baekhyun tidak terlalu jauh. Mereka bertiga turun dari atas mobil, Donghae masih terkekeh geli melihat Yoonjo yang terus saja menggoda Baekhyun.

“Sedang mengobrol apa? Sepertinya seru sekali” ujar Jessica ketika melihat Yoonjo yang terlihat bersemangat mengobrol dengan Baekhyun

“Hai sayang” Donghae menghampiri Jessica, mengecup bibir mungilnya sekilas

“Biasa, Yoonjo dan Appa sedang bicara yang tidak-tidak” Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada meja kasir

“Enak saja. Anak mu ini sudah tahu tentang cinta dan pernikahan Sica-ya” sahut Donghae tak terima

Jessica hanya menatap keluarga kecilnya bingung, tiap kali Donghae menjemput anak-anaknya, pasti akan selalu ada cerita baru dari ketiganya. Tidak mau berlama-lama, Jessica mengambil tas nya di dalam ruang istirahatnya, Yoonjo melihat-lihat baju sedangkan Donghae sibuk menggelitiki badan Baekhyun.

BRAKK

“Eh?”

Donghae dan Baekhyun saling menatap satu sama lain mendengar suara barang jatuh, oh tidak, bagaimana jika yang jatuh itu barang kesayangan Jessica? Dengan panik, keduanya menatap ke bawah, ayah dan anak itu bisa bernafas lega, ternyata yang jatuh hanyalah tempat brosur Jessica. Karena penasaran Baekhyun mengambil satu lembar, wajahnya berubah menjadi bingung ketika membacanya. Ia menatap Donghae dengan tanpa ekspresi, Donghae yang di tatap seperti itu menjadi bingung sendiri.

“Kalian membagikan brosur seperti ini?” Baekhyun menyodorkan brousur yang di pegangnya ke hadapan Donghae

“I-itu, hmm” Donghae terlihat salah tingkah, memang benar, ia dan Jessica membuat brosur yang isinya mencari pendonor jantung dengan bayaran mahal tanpa sepengetahuan Baekhyun

“Ayo kita pu—“ Jessica terkejut ketika melihat Baekhyun mengenggam brosur dan Donghae yang terlihat gugup. “Lang”

Baekhyun menoleh kearah Jessica, di pungutinya brousur-brousur yang berserakan di atas lantai, lalu ia memasukkannya ke dalam laci meja kasir. Yoonjo yang melihat wajah Ayah dan Ibu tegangang hanya mampu berkerut bingung.

“Kalian bodoh atau apa, seberapa banyakpun kalian mencetak brousur seperti itu ataupun membagikannya, tidak akan ada yang mau bersedia. Tolong, tolong jangan repotkan diri kalian hanya karena untuk ku” Baekhyun menunduk, tidak berani menatap Ayah dan Ibu nya

“Baekhyun, kami—“

“Kita bicarakan di rumah” sela Donghae pada ucapan Jessica.

-Dear My Family-

Kini, mereka berempat berada di meja makan, Donghae dan Baekhyun duduk saling berhadapan, sedangkan Jessica baru saja kembali dengan membawa segelas cappucino hangat untuk Donghae dan kini duduk di sebelah suaminya, sedangkan Yoonjo yang memang sejak awal tidak tahu apa yang terjadi, hanya bisa duduk dengan perasaan penuh tanda tanya di sebelah Baekhyun. Jessica melirik Donghae yang masih saja berdiam, sepertinya, berusaha merangkai kata-kata yang tepat untuk membicarakan hal di butik tadi.

“Ini salah satu cara untuk mendapatkan donor lebih cepat” kata Donghae memulai pembicaraan

Baekhyun mendongak, memandangi Ayah dan Ibu nya yang juga menatapnya. “Tapi apa yang kalian lakukan malah terlihat konyol. Tidak ada orang sehat yang mau melakukannya. Maaf, aku bukannya tidak menghargai usaha kalian, tapi, jika memang pendonor itu ada, pasti dia akan datang dengan sendirinya. Aku hanya tidak mau Umma dan Appa semakin merasa tertekan karena tidak ada yang bersedia mendonorkan jantungnya untuk ku. Tolong, jangan membuat diri kalian serepot itu”

Jessica menunduk, Donghae beralih memutar-mutar cangkirnya. Sedikit benar, memang, Jessica dan Donghae hanya semakin merasa putus karena tiap hari mereka menunggu telfon atau seseorang yang akan datang dan memberitahu bahwa dia bersedia mendonorkan jantungnya. Dan memang benar, bukannya merasa lebih baik, Donghae dan Jessica juga merasa semakin tertekan. Jessica menelan ludahnya yang terasa pahit, di genggamnya tangan Baekhyun dengan tersenyum.

“Kami tidak merasa kau merepotkan kami” ujar Jessica yang di susul anggukan oleh Donghae

“Terimakasih” Baekhyun berdiri dari duduknya, memeluk kedua orang tuanya

“Appa menangis, haha” Yoonjo terkekeh dengan menunjuk Ayah nya

“Heh? Mana –mana?” tanya Jessica semangat

“Hei, Appa tidak menangis, Appa hanya terharu dengan kata-kata Baekhyun” elak Donghae

“Ah, Appa bohong” balas Baekhyun

“Ayo foto wajahnya Umma”

Yoonjo berlari ke arah Donghae dengan membawa ponsel nya, begitupun dengan Jessica yang sudah mempersiapkan kamera ponselnya, lalu Baekhyun, dengan tidak sopannya, ia malah membekap kedua pipi Ayah nya untuk tidak bergerak sama sekali. Dan, di malam yang di terangi oleh bulan itu, terdengar suara tawa dari dalam kediaman keluarga Lee.

-Dear My Family-

“Oh, ternyata kau” Kibum membuka pintu ruangannya, membiarkan Baekhyun masuk ke dalam

“Memang Uisa pikir siapa?” tanya Baekhyun sebal

“Aku pikir Dokter baru yang cantik itu” jawab Kibum, di ambilnya stetoskop miliknya di atas meja

“Benarkah? Siapa namanya Uisa? Wah, asik sekali jika Dokter itu yang merawat ku” Baekhyun duduk di salah satu kursi, wajahnya terlihat senang di bandingkan tadi

“Namanya Yoona, berterimakasih pada Tuhan, karena dia akan membantu ku untuk menyembuhkan mu” Kibum menarik kursi dan duduk tepat di hadapan Baekhyun. “Buka kancing seragam mu”

“Jinjja? Ahhh, akhirnya haha. Jika seperti itu, di rawat setahun aku juga mau, Uisa”

Kibum tertawa dengan menggelengkan kepalanya, ia memakai stetoskopnya, lalu menempelkannya pada dada Baekhyun, terlihat bekas jahitan di dada sebelah kiri Baekhyun. Setelahnya, Kibum melepaskan stetoskopnya, cukup senang jika keadaan Baekhyun sampai saat ini baik-baik saja. Ia memberikan sekotak susu rasa pisang kepada Baekhyun yang baru saja selesai mengancing seragam sekolahnya.

“Memang kau tidak punya gadis yang kau sukai?” ujar Kibum

“Hm, punya, tapi dia punya pacar” kata Baekhyun dengan suara yang lemas

Kibum hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan perkataan Baekhyun.

“Uisa?”

“Hm?”

“Sampai kapan aku bisa hidup?”

Baekhyun menatap Kibum lekat-lekat, menunggu jawaban yang akan di lontarkan oleh Dokter berwajah dingin tapi dengan senyuman manis itu. Kibum menggaruk rambut belakangnya, sedikit tidak enak untuk mengatakannya, tapi, akan tidak baik juga jika ia berbohong.

“Ui—“

“21 tahun”

DEG

Baekhyun memegang dada sebelah kirinya yang terasa sedikit nyeri, beberapa kali ia membuang nafasnya, Kibum yang melihat keadaan Baekhyun segera membuka tasnya, mengeluarkan pil obat milik Baekhyun dan menyerahkannya kepada anak berumur 19 tahun itu. Baekhyun memandangi wajah Kibum yang terlihat khawatir dan sedikit merasa bersalah, walaupun mereka sering bertengkar, tapi tentu saja Kibum sangat menyayangi Baekhyun, begitupun sebaliknya. Tidak mau Kibum semakin merasa tidak enak hati, Baekhyun mencoba untuk tertawa.

“Aku tidak apa-apa Uisa” elak Baekhyun. “Jika aku mati, berarti aku harus merasakan yang namanya bercinta mulai sekarang”

“APA?”

“HAHAHA”.

-Dear My Family-

Yoonjo menyelesaikan do’a nya, ia berdo’a untuk keluarga dan kesembuhan kakaknya, setelah selesai, Yoonjo berdiri dan berajalan keluar gereja sembari menenteng tas sekolahnya yang berwarna merah muda. Dan, di sini ia sekarang, di taman Rumah Sakit yang tak jauh dari gereja yang di kunjunginya tadi. Matanya memandangi beberapa anak kecil yang bermain bersama, Yoonjo tersenyum, mengingatkannya pada masa kecilnya dengan Baekhyun. Setelah dia tahu masalah apa yang di tanggung Kakaknya, Yoonjo merasa takut, takut kehilangan Baekhyun. Ia tidak mau menjadi anak tunggal, hanya Baekhyun saudara satu-satunya yang ia miliki. Yoonjo bahkan tak bisa membayangkan jika Baekhyun benar-benar pergi.

“Yoonjo?” Jessica sedikit menggerakkan lengan Yoonjo yang terlihat melamun

“Ya?”

Jessica tersenyum melihat Yoonjo yang terlihat sedikit terkejut. Di berikannya sekotak air minum untuk putri bungsunya, tadi ia membeli minum untuknya dan untuk Yoonjo, Donghae membeli obat sedangkan Baekhyun masih di ruang pemeriksaan bersama Kibum. Di elusnya rambut coklat Yoonjo, sepertinya, Jessica tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Yoonjo.

“Semoga semuanya baik-baik saja, ya?” seru Jessica

Yoonjo menatap Ibu nya, tanpa aba-aba, Yoonjo memeluk erat Ibu nya, menangis tanpa perduli jika pakaian atas Ibu nya akan basah. Jessica berusaha tidak menangis, jika ia juga menangis, lalu siapa yang akan menghapus air mata Yoonjo? Sebenarnya, sejak Baekhyun masuk ke dalam Rumah Sakit sebulan yang lalu, Jessica menyadari ketakutan yang hinggap dalam diri Yoonjo, karena bagaimanapun, dia juga merasakan perasaan seperti itu.

Donghae yang baru saja kembali membeli obat Baekhyun berdiri diam di belakang Jessica, dia bisa mendengar suara tangis Yoonjo. Sedikit rasa bersalah, sejak Baekhyun kembali di vonis, Donghae dan Jessica sedikit lupa akan Yoonjo, rasanya, semua perhatiannya dan Jessica terlalu fokus kepada Baekhyun, mereka lupa jika mereka mempunyai seorang putri kecil yang di selimuti rasa takutnya sendirian. Donghae meremas tangannya sendiri, untuk yang kesekian kalinya, ia merasa gagal menjadi Ayah yang baik untuk anak-anaknya.

“Yoonjo-ya” Donghae duduk di sebelah kanan Yoonjo, di hapusnya air mata yang masih tersisa di pipi Yoonjo. “Maafkan Appa dan Umma ne? Akhir-akhir ini, kami seperti melupakan mu saja”

“Aniyo, aku tidak merasa seperti itu. Aku tahu, Appa dan Umma menyayangi ku seperti kalian menyayangi Baekhyun Oppa”

Donghae tersenyum, di tariknya Yoonjo masuk ke dalam pelukannya. Jessica hanya mampu tersenyum pilu melihat pemadangan di hadapannya.

-Dear My Family-

“Kau lihat apa?”

Jessica membalikkan tubuhnya, mendapati Donghae yang baru saja keluar dari kamar mandi dan kini berjalan mendekati dirinya. Jessica menggeleng dengan tersenyum, tangannya memegang sebuah album foto berukuran kecil. Donghae duduk di samping Jessica yang berada di ujung tempat tidur mereka.

“Hanya album foto Yoonjo dan Baekhyun ketika mereka masih kecil” jelas Jessica

Donghae mengambil album foto tadi dari tangan Jessica. Tiap lembar yang ia buka, menghasilkan senyum kebahagiaan di wajah Donghae, tapi, pandangannya berhenti pada Baekhyun dan Yoonjo kecil yang sedang tersenyum lebar, mereka merangkul satu sama lain dengan memakai kaos olah raga sekolahnya. Donghae ingat, saat itu ada festival olahraga untuk sekolah dasar, Donghae dan Jessica datang dengan semangat yang menggebu-gebu untuk memberikan support kepada kedua anak mereka, sayangnya, hanya Yoonjo yang bisa mengikuti festival itu. Dari kursi penonton, Baekhyun hanya bisa memandangi sang adik, keadannya yang lemah tidak mampu untuk mengikuti festival olahraga. Saat itu, Donghae dan Jessica merasa benar-benar sedih melihat Baekhyun, walaupun tidak pernah mengatakannya, tapi mereka tahu, jika Baekhyun sangat ingin ikut festival-festival seperti itu.

“Maafkan aku” ujar Jessica tiba-tiba

“Ah? Apa?” balas Donghae dengan sedikit terkejut

Jessica menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. “Aku tidak bisa melahirkan Baekhyun dengan sehat”

Donghae menggeleng, memeluk Istrinya dengan penuh kasih sayang. “Tidak, ini bukan salah mu. Ini salah ku, mungkin, saat itu, aku yang salah posisi di malam pertama kita”

“Bodoh” Jessica memukul dada lebar Donghae dengan tersenyum kecil, dan membalas pelukan Donghae lebih erat.

-Dear My Family-

BUK

BUK

“APPAAAAAAAA”

“UMMMAAAAAAAAAAAA”

Suara teriakan Baekhyun dan Yoonjo begitu melengking, belum lagi suara pintu yang di pukul dari luar semakin membuat ricuh suasana. Donghae terbangun dari tidurnya, saking kesalnya,ia sampai menarik rambutnya mendengar suara-suara yang telah menganggu tidurnya. Sedangkan Jessica segera bangun, ia tidak mau pintu itu roboh jika terus di pukul dan di tendangi oleh kedua anaknya.

“Aigo, kalian ini tidak sabaran sekali”

Yoonjo dan Baekhyun mendengus, Jessica menguap dan kembali berjalan masuk, membuka gorden berwarna biru muda. Yoonjo dan Baekhyun masuk ke dalam kamar, melompat naik ke atas tempat tidur dimana Donghae yang kembali terlelap.

“Yoonjo-ah, ayo lakukan” Baekhyun menyenggol lengan sang adik

“Ok” Yoonjo berpindah posisi, mendekatkan bibir mungilnya pada telinga Donghae

Jessica menepuk dahinya, dia tahu apa yang akan di lakukan Yoonjo.

“BAAANGGUUNNNNN”

Donghae terlonjak kaget mendengar suara teriakan Yoonjo yang berada tepat di telinganya, sial, bahkan rasanya telinga sebelah kanannya berdengung. Baekhyun dan Yoonjo tertawa terbahak-bahak, Jessica menahan tawanya melihat wajah kesal Donghae. Seperti seorang singa yang menyerang mangsanya, Donghae melompat dan menindih tubuh Baekhyun dan Yoonjo, mulai menggelitik kedua anaknya. Jessica ikut naik dan mengambil aluh untuk menggelitik Baekhyun. Pagi hari yang menyenangkan.

“Hari ini ada film apa ya?” Donghae membuka iphone nya, mencari jadwal film di bioskop

The Conjuring saja, Appa, katanya, film itu bagus sekali” usul Yoonjo, di lahapnya sepotong roti coklatnya

Jessica meletakkan segelas susu di atas meja yang baru saja di minumnya. “Appa dan Oppa mu mana berani? Merekakan takut hantu, haha” ledek Jessica

“Enak saja! Appa yang takut” tunjuk Baekhyun kearah Donghae

“Heehhh, Appa bukannya takut, tapi hanya seram saja”

“Itu sama saja” omel Baekhyun, Yoonjo menutup mulutnya untuk tidak tertawa

“Dasar bodoh” sahut Jessica

“Bagaimana jika film FROZEN saja?” Donghae memandangi Istri dan anak-anaknya bergantian

“Malu dengan umur dong Appa” ujar Yoonjo

“Dia bukan Appa ku”

“Dia bukan suami ku”

Hari libur memang biasanya di habiskan dengan jalan-jalan keluar rumah oleh keluarga Lee itu. Jika bukan piknik di taman, mereka biasanya datang ke taman bermain atau mengunjungi Mall untuk menghabiskan hari libur bersama-sama. Dan untuk hari libur ini, mereka memilih menghabiskan waktu yang ada di dalam rumah saja, sarapan bersama, bersenang  bersama, menonton film, karaokean, dan bermain PlayStasion, jika di hitung, sejak Baekhyun keluar dari Rumah Sakit hampir dua bulan yang lalu, ini yang pertama kalinya lagi mereka tertawa bersama selama seharian, maklum, selama itu, mereka terlalu memikirkan tentang keadaan dan mencari pendonor jantung untuk Baekhyun. Untunglah, hari ini bisa mereka lewati seperti hari-hari libur sebelumnya. Tertawa senang tanpa beban yang memberatkan pikiran dan membuat lelah tubuh mereka.

-Dear My Family-

“KEJAR DIA SEHUN, MASUKKAN BOLANYAAAA”

Yoonjo menoleh kebelakang, sejak tadi, suara teriakan Kakaknya terus terdengar. Baekhyun sedang berada di seberang lapangan olahraga, memandangi teman-temannya yang sedang main bola saat itu, kebetulan, hari ini juga hari olahraga Yoonjo. Di lihatnya wajah kecewa Kakaknya ketika melihat sahabatnya gagal memasukkan bola. Jika saja keadaan Baekhyun sehat seperti anak-anak lainnya, dia pasti bisa juga berlarian kesana kemari untuk merebut bola, jika bermain PlayStasion tentang sepak bola dengan Ayah mereka saja, Baekhyun selalu keluar menjadi pemenang.

“Yoonjo, sekarang giliran mu”

Baekhyun menengok ke arah kanan ketika mendengar nama adiknya di panggil. Ah, Baekhyun lupa jika hari ini Yoonjo juga berolahraga. Kini pandangan Baekhyun terlaih sepenuhnya pada sang adik yang akan mengikuti olahraga lomba lari, sejujurnya, dia iri sekali dengan Yoonjo, walaupun dia anak perempuan, tapi setidaknya, tubuhnya masih bisa di ajak berkompromi untuk mengikuti olahraga. Sedangkan dirinya? Ah, sudahlah.

“AYO YOONJO-AH” teriak Baekhyun memberikan semangat, di sandarkannya kepalanya pada pagar pembatas lapangan olahraga, dia mengeluarkan ponselnya dan merekam adiknya yang masih berlari dengan cepat

“Kalian akrab sekali, ya?”

Baekhyun terlonjak kaget ketika Ara sudah duduk di sebelah kanannya sekarang.

“Aku iri sekali dengan kalian” lanjut Ara lagi yang juga memandangi Yoonjo

“Kau dan adik ku kan juga bersahabat. Lagipula, keluarga ku dan keluarga mu juga berteman baik kan? Jadi, anggap saja Yoonjo sebagai adik mu dan aku kakak mu, walaupun kita hanya berbeda 6 bulan saja, hehe”

Ara tersenyum dengan mengangguk, walaupun Yoonjo masih duduk di bangku kelas 3 SMP dan Baekhyun juga dirinya yang sebentar lagi akan naik kelas 3 SMU, tapi Ara bersahabat dengan Yoonjo. Mereka sering makan siang bersama dan bertemu di sekolahan. Karena Ara anak tunggal, jadi dia senang bermain dengan Yoonjo.

“Bagaimana hubungan mu dengan JR?” tanya Baekhyun

“Baik-baik saja, dia sayang sekali pada ku” jawab Ara riang

Baekhyun mengangguk, tidak mau kelihatan aneh di hadapan Ara. Obrolan mereka selanjutnya semakin akrab saja, Ara dan Baekhyun sesekali tertawa bersama, melupakan teman kelas mereka yang sedang olahraga dan juga melupakan Yoonjo yang mungkin saja sudah selesai lomba lari. Sampai pada akhirnya, suara ceburan air dan suara teriakan bercampur marah terdengar dari belakang Ara.

“YAK! APA-APAAN KAU HAH?!!”

“Apakan aku bilang, dada Yoonjo sudah besar, HAHA”

Ara menutup bibirnya melihat tubuh Yoonjo yang basah kuyup, belum lagi gerakan Baekhyun yang tiba-tiba melompat dan berlari menghampiri adiknya. Baekhyun memandangi Yoonjo yang sudah menunduk menahan tangisnya, tatapan mata Baekhyun berkilat marah melihat 2 teman kelas Yoonjo yang sudah berani menyirami, menertawakan dan membuat adiknya malu.

“Brengsek” umpat Baekhyun

BUK

Keadaan mulai ricuh, Baekhyun dengan tenaga yang entah dari mana memukuli dua pria tadi dengan penuh amarah. Sehun, Kai dan Chanyeol berlari mendekati Baekhyun, begitupun dengan Ara, sedangkan Yoonjo sudah menangis, berusaha menarik Kakaknya agar tidak berkelahi lagi, ketiga teman Baekhyun juga, mereka tidak mau sesuatu yang buruk akan terjadi.

“KU BUNUH KALIAN! BERANI-BERANINYA KALIAN MEMBUAT ADIK KU MENANGIS”

BUK

Suara pukulan itu terdengar ngilu, seperti kerasukan setan, dengan menangis, Baekhyun masih saja memukuli mereka, seolah kekuatan yang di milikinya tidak mampu di tahan oleh siapa-siapa. Tidak, Baekhyun bukan anak yang jahat, hanya saja, dia tidak rela jika adiknya di buat menangis, seumur-umur, Baekhyun, apalagi Ayah dan Ibu nya tidak pernah membuat Yoonjo menangis. Dan sekarang, mereka yang bukan siapa-siapa begitu gampangnya membuat adiknya menangis? Sebagai Kakak, Baekhyun bisa melindungi adiknya, dia tidak lemah untuk urusan melindungi keluarganya.

“OPPA HENTIKAN”

PLAK

Suara tamparan terdengar nyaring, Yoonjo berhasil menarik tubuh Baekhyun dan menamparnya. Yoonjo menatap Baekhyun dengan air mata yang masih mengalir, dia tidak mau penyakit Baekhyun kambuh jika melakukan hal-hal seperti tadi. Sedangkan Baekhyun masih diam tidak bergeming, ia cukup terkejut ketika Yoonjo menamparnya. Jantungnya berdetak semakin cepat, di remasnya dada sebelah kirinya, tubuh Baekhyun limbung, dan sebelummatanya terpejam, dia masih bisa mendengar sauara teriakan yang memanggil namanya.

-Dear My Family-

Jessica terlihat masih menahan marahnya, wajahnya bahkan terlihat mengeras. Setengah jam yang lalu, pihak sekolah menelfonnya untuk datang kemari. Sementara Donghae masih mengobrol dengan Kepala Sekolah, Jessica diam, dia meremas-remas tangannya mendengar kejadian yang menimpa Yoonjo dan membuat penyakit Baekhyun.

“Kami minta maaf Nyonya, Tuan. Kami janji, kejadian ini tidak akan terulang lagi” kata Kepala Sekolah dengan suara penuh penyesalan

“Saya tidak akan segan-segan melaporkan kejadian ini pada Yayasan Sekolah jika terulang lagi!!” sahut Jessica penuh penekanan

Donghae melirik Jessica dengan menggenggam tangannya, berusaha menenangkan Istrinya. “Iya Pak, kalau begitu kami permisi dulu”

Donghae membawa Jessica keluar dari ruangan tersebut, di luar, sudah menunggu Sehun dan Chanyeol. Dengan cepat, ke duanya membawa Jessica juga Donghae ke arah UKS, tepat ketika Jessica akan membuka pintu UKS, Donghae melarangnya, dan menyuruhnya diam ketika Jessica akan protes.

“Mianhae Oppa, aku tidak bermaksud kasar pada Oppa” Yoonjo kembali menangis, menundukkan kepalanya karena tak berani menatap Baekhyun yang kini berada di hadapannya

“Tidak. Ini bukan salah mu. Semuanya karena pria-pria brengsek itu” sahut Baekhyun yang masih terdengar kesal.

Yoonjo tidak membalas ucapan Baekhyun, yang ada, ia malah semakin menangis. Baekhyun memeluk Yoonjo yang memang duduk di atas tempat tidur.

“Selagi Oppa bisa, Oppa akan melindungi mu, bagaimanapun, jika Oppa pergi, hanya kau yang di miliki Umma dan Appa”

Lalu, suara tangis Yoonjo terdengar semakin deras, Baekhyun ikut menangis. Jessica dan Donghae yang berada di luar ruangan terdiam mendengar obrolan kedua anaknya. Tak tahan, tubuh Jessica jatuh terduduk di atas lantai, tidak menyangka jika Baekhyun telah berpikir sejauh itu. dan, Donghae yang menjadi kepala keluarga, semakin merasa dirinya tak becus. Di tinjunya tembok yang berada di samping pintu UKS untuk menyalurkan rasa kecewanya. Sedangkan suara tangis dari istri dan anak-anaknya semakin terdengar keras dan menyayat hati Donghae.

TBC

semoga ini cukup memuaskan ya, soalnya aku usahain banget words bisa 3000+, eh akhirnya bisa nyampe 4000 lebih dikit hehe. maaf ya member exo nya itu-itu aja, soalnya saya nggak begitu kenal member2 exo, hehe. remember, kalian rajin koment saya juga rajin update nya, hehe😉

17 thoughts on ““Dear My Family” CHAPT 3

  1. Seperti biasa, bakal tersentuh n nangis tiap kali baca ff di sni, kata2 di setiap ff ini menyentuh bnget thor..
    Jd bingung mau komen apa, krna ff’a udh kereeenn bangeeett….

  2. ffx bgus..
    ya ampun sumpah q bsa ngerasain sedihnya keluarga LEE..
    semoga pendonor jantng baekhyun cpt datng jangan smpai baekhyun pergi…
    dtnggu klnjtanx jangan lma2 ya author

  3. Ya ampun thor…kamu emg pling jago bwt mancing nangs…sumpah terharu bgd thor ama crta ini…gpp thor..aq jg cma tw itu2 doang member nya..hehehe…tp si dongek msh bsa ajah ngmgn dy yg slah dlm mlm pertma..aigoo…hahaha…oppa..kau tidak sopan ngtain yesung wlpn itu bnr..hehehe…d tnggu thor…jgn lma2 ya…hehehe

  4. akhirnya di post juga,
    lama banget nunggunya
    makin kompak aja nih keluaga, Happy Ending ya!
    Happily Ever After ^^

  5. Makin seru .hduhhh klo baekhyun nya ga dpt” donor bsa bnran mninggal dund.hduhhh ttp yh nyeseg bca nya ga tega byngn jessi nya donge jg ksiann .huwaaaa next part dtggu

  6. akhirnyaa gk jadi ditukar castnya…
    min, jgn buat ada yg meninggal yaa…
    terutama baekhyun. ntar kalau baekhyun meninggal, aku sama dia gk jadi nikah dong… hahaha.
    as always min, ff-nya daebak! semoga update-an nya cepat ya min ^ ^

  7. lanjut nya jangan lama lama ya , keren cerita nya and jangan bikin baekhyun pergi ya😦
    duh sampe nangis pas bagian terakhir itu

  8. Ah, akhirnya cast.nya nggak diganti🙂 masih kepo sih, siapa yg bakal donor.in jantung buat baekhyun:/

    ok, aku tunggu lanjutan.nya author😀 jgn lama-lama ne😉 Hwaiting!

  9. si nemo apa2an sih?! bisa2nya udah bikin gua nangis dia malah nyeletuk kyak gitu kr istrinya .. jadi ketawa kan guanya X’D

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s