“Dear My Family” CHAPT 4

haallloooo, ini lanjutannya yaaa, maaf kalau pendek ^^

jika ada yang perna baca komik I Give My First Love To You, yakin deh bakal ketemu banyak scene di ff ini ^^

yup, itu karena ff ini terinspirasi dari koik tersebut, juga ada beberapa scene yang saya ambil dari komik yang menjadi komik fav saya itu hehe ^^

mungkin chapter selanjutnya akan menjadi final untuk ff ini ^^ enjoy😉

Tittle: Dear My Family

Gendre: Family, Romance, Conflict, Angst, Friendship

Cast: Lee Donghae (SUJU)

Jessica Jung (SNSD)

Byun Baekhyun (EXO-K) aka Lee Baekhyun

Shin Yoonjo (Hello Venus) aka Lee Yoonjo

Kim Kibum (SUJU)

Other Cast: Im Yoon Ah (SNSD)

etc

NEW6

Jika kita tak menyerah, secerah harapan pasti akan muncul pada akhirnya – Aoki Kotomi ‘I give my first love to you’

-Dear My Family-

“Bagaimana dengan operasi batista?”

Kibum menyandarkan tubuhnya pada salah satu sofa yang ia duduki, matanya menatap ke langit berwarna gelap yang hanya di terangi oleh bulan sembari menghembuskan asap rokoknya yang kini menghilang di bawa angin, sebelum mematikan rokoknya, Kibum lebih dulu merubah posisinya seperti semula, meneguk segelas air putih dan memandangi seorang wanita cantik yang memakai jaket tebal warna kuning cerah di malam hari ini.

“Baekhyun bisa bertahan hingga 3 tahun, setidaknya dia punya satu tahun lebih panjang dari umurnya yang kita perkirakan sebelumnya” kata Yoona, terdengar sebuah harapan yang besar dari suaranya

“Operasi batista hanya di lakukan sebagai tindakan darurat dan tak bisa menyembuhkan penyakit jantung. Itupun hanya 75% saja agar mereka bisa bertahan sampai 3 tahun. Kau juga tahu kan, di Amerika operasi itu sudah di larang sejak bertahun-tahun yang lalu” balas Kibum dengan kembali menyandarkan tubuhnya pada sofa berwarna merah yang dia duduki

“Tidak apa-apa, malah itu bagus kan? Kita punya waktu lebih sampai bisa menemukan donor jantung untuk Baekhyun” seru Yoona, wajahnya terlihat bersinar senang

“Tapi bagaimana jika Baekhyun tidak masuk dalam 75% itu? Kita gagal dan kita—–membunuhnya”

Yoona tercengang, terlihat dengan jelas raut wajahnya berubah menjadi sedih, kepalanya bahkan tertunduk memikirkan ucapan Kibum, Yoona tidak mau dan tidak bisa membayangkan hal itu terjadi, tapi bagaimana pun harus ada cara untuk menyelamatkan Baekhyun atau mendapatkan donor jantung yang cocok untuknya. Yoona tidak mau melihat orang lain lagi menangis karena di tinggalkan oleh seseorang yang mereka cintai. Yoona tahu benar bagaimana sakitnya itu, dan di saat itulah dia merasa gagal menjadi seorang Dokter.

“Tapi kita belum menc—”

“Operasi itu bukan untuk coba-coba Yoon-ah. Ini nyawa seseorang” ujar Kibum, suaranya mulai terdengar dingin, menyamai cuaca malam ini. “Dia pasti akan mendapatkan donor, percayalah”

“Tapi penyakitnya tidak bisa menunggu!!”

Kibum cukup terkejut dengan sikap Yoona yang tiba-tiba berdiri dari kursinya, belum lagi suaranya yang meninggi, ia bisa melihat dengan jelas ada kesedihan dalam matanya yang teduh.

“Jika dia tidak mendapatkan donor dan jika kita tidak melakukan operasi batista, itu sama halnya dengan kita juga membunuh Baekhyun kan?” ujar Yoona yang kini menatap Kibum tajam

Kibum mengambil sebatang rokok terakhir yang berada dalam bungkus rokok berwarna putih, menyalakan api dan segera membakar puntung rokoknya, sekali lagi asap yang berasal dari rokok Kibum menggepul di atas langit malam, kepalanya dia alihkan pada Yoona dan memilih menatap pemandangan sekitar cafe yang mereka kunjungi. Ucapan Yoona mampu membuatnya diam seribu bahasa.

“Kau mau menunggu jantungnya sampai benar-benar berhenti berdetak baru kau akan melakukan operasi itu hn?”

Itulah kalimat terakhir yang Kibum dengar sebelum Yoona mengambil tas berwarna hitamnya dan segera pergi meninggalkan Kibum sendirian. Setelah kepergian Yoona, Kibum membuang rokoknya yang belum habis sembari mengusap wajahnya kasar, menunjukkan betapa frustasinya dia saat ini.

-Dear My Family-

Di bawah langit gelap itu, terlihat Donghae dan Baekhyun yang sedang duduk berdua di taman belakang, lama mereka saling berdiam diri setelah sebelumnya hanya memandangi bulan yang bersinar terang saja. Donghae melirik Baekhyun lalu menggeser tubuhnya lebih mendekat pada Baekhyun, di kalungkan lengan kanannya yang cukup kekar itu pada bahu Baekhyun, di umur anak sulungnya yang sebentar lagi menginjak usia 20 tahun, Donghae merasakan tubuh kecil itu semakin ringkih saja, seolah akan retak jika ia memeluk Baekhyun dengan erat.

“Baekhyun, kau tahu, ketika Appa dan Umma menikah, kita bertengkar mengenai anak pertama. Appa ingin anak perempuan lebih dulu sedangkan Umma ingin anak laki-laki lebih dulu. Kau tahukan, Appa anak bungsu dan tidak punya saudara perempuan, sedangkan Umma mu anak sulung dan tidak punya saudara laki-laki, itulah kenapa kita sedikit bersilisih ketika Umma mu hamil anak pertama”

Baekhyun hanya diam, menyimak cerita Ayah nya yang belum pernah ia dengar sebelumnya. Ya, Donghae memang anak bungsu dari dua bersaudara, sedangkan Jessica anak sulung dari dua bersaudara, itulah kenapa jika di bandingkan, Donghae punya sikap lebih manja sedangkan Jessica berwatak lebih keras. Tapi ketika Baekhyun memandangi wajah Ayah nya dengan seksama, dia bisa melihat dengan jelas jika tak ada lagi sosok Donghae yang manja seperti dulu, rasa-rasanya orang-orang yang berada di sekitar Baekhyun berubah begitu saja ketika penyakitnya kembali.

“Tapi setelah kau lahir, Appa bahkan sudah lupa begitu saja dengan permintaan Appa, lalu tak lama, adik mu lahir, kebahagiaan Umma dan Appa semakin lengkap saja. Selain itu, Appa juga bersyukur pada Tuhan karena telah mengabulkan permintaan Umma mu, sebagai anak sulung, kau sudah menjaga adik mu dengan sangat baik. Dulu Umma mu bilang, mempunyai anak laki-laki pertama akan sangat bagus, karena dia akan menjaga adik-adiknya kelak, dan kau berhasil melakukannya Baekhyun. Appa bangga sekali dengan mu”

Donghae membalas tatapan Baekhyun dengan tersenyum lebar, di acaknya rambut kehitaman Baekhyun hingga meninggalkan tawa dari ke duanya, di balik senyuman Baekhyun, ia juga merasa bangga pada dirinya sendiri, setidaknya di sisa umurnya itu dia bisa menjaga adiknya, seperti apa yang di inginkan ke dua orang tuanya.

Jessica dan Yoonjo yang sejak tadi mendengar pembicaraan ke duanya melalui balik pintu tersenyum bersama-sama, Jessica menarik bahu Yoonjo dan memeluknya. Dia tidak hanya bangga pada Baekhyun, tapi dia bangga pada keluarganya. Bangga pada Donghae yang bisa bertanggung jawab atas anak-anak, istri dan segala permasalahan yang terjadi pada keluarga mereka, bangga pada Baekhyun yang tidak menyerah akan penyakitnya dan bisa mempertanggung jawabkan Yoonjo jika orang tuanya tak bersama mereka, Jessica juga bangga dengan Yoonjo, sekalipun ia tidak pernah mengeluh jika Donghae dan Jessica memberikan perhatian lebih pada Baekhyun, ia bangga, sangat bangga.

Donghae menoleh ke arah kiri dengan Baekhyun yang berada di pelukannya, tersenyum ketika melihat Jessica yang juga sedang memeluk Yoonjo, dan Donghae bisa melihat setetes air mata mengalir dari salah satu mata sang Istri dalam senyumannya. Seolah ada sebuah tali yang menyambungkan, dalam hati, mereka berdua bersyukur di pilih menjadi orang tua dari Yoonjo dan Baekhyun. Menyesali kejadian yang lalu bahkan tak berguna lagi, apa yang ada sekarang akan jauh lebih baik jika mereka bersyukur dan menjalankannya tanpa beban.

“I love you” kata Donghae tanpa suara

“I love you too” balas Jessica yang juga tanpa suara.

-Dear My Family-

Yoonjo mengambil beberapa bunga mawar dan lili dari tempatnya, juga menarik empat batang bunga matahari, ia tersenyum ketika melihat indahnya perpaduan warna dari bunga-bunga itu. Sedangkan Baekhyun yang berdiri di sampingnya masih bingung mau memilih bunga apa, setelah sekian lama berpikir, pada akhirnya Baekhyun memilih sebuket bunga matahari dan meletakkan pada meja kasir, di mana orang tua dan adiknya sudah menunggu. Setelah Donghae membayar semuanya, satu keluarga itu segera naik ke atas mobil, sore ini, mereka akan mengunjungi makam Ayah Donghae.

“Haraboji pasti senang sekali kalian mengunjunginya” ujar Donghae yang berjalan paling depan

Jessica mengangguk dengan tersenyum, pemakaman yang berada di atas bukit itu terlihat indah dengan bermacam-macam bunga berwarna-warni yang menghiasi setiap makam yang ada. Juga ada beberapa kotak surat yang berdiri di sana. Sesampainya di depan makam Ayah Donghae, Baekhyun dan Yoonjo meletakkan bunga yang tadi mereka beli dan bersama-sama memanjatkan do’a untuk seseorang yang sudah tenang di pangkuan Tuhan.

“Haraboji, hari ini aku bawa bunga matahari, Haraboji tahu kenapa? Itu agar Haraboji terus bersinar terang di hati kami” ucap Baekhyun

Donghae tertawa kecil, tidak menyangka jika anak sulungnya punya sisi romantis juga.

“Aku bawa bunga warna-warni Haraboji, seperti pelangi yang selalu membuat orang-orang tersenyum jika melihatnya” kata Yoonjo semangat

Baekhyun tersenyum, berdiri dari tempatnya dan berteriak memanggil nama Kakek nya bersama Yoonjo, mengatakan bahwa mereka berdua rindu pada sosok Kakek nya yang penyayang itu, melihat tingkah ke dua anaknya, Donghae merasa terharu, Jessica mengusap pipi Donghae dengan sayang, berusaha menenangkan suaminya.

“Appa dan Umma tidak ada rencana mau punya anak lagi?” tanya Baekhyun sembari menatap keluar jendela

Jessica dan Donghae bertukar pandang, sedikit bingung dengan pertanyaan Baekhyun yang tiba-tiba.

“Iya, kan asyik sekali jika kita punya adik” timpal Yoonjo

Jessica berbalik, memandangi ke dua anaknya yang tersenyum antusias. “Akan kami pikirkan”

“Oh ya, minggu depan nanti akan ada pentas seni di sekolah kami, Umma dan Appa datang ne? Aku bernyanyi dan Baekhyun Oppa yang main piano” seru Yoonjo dan di susul anggukan oleh Baekhyun

“Woah, bagus sekali. Kami pasti datang” balas Donghae senang

“Sekalian ajak Kibum Uisa juga”

“Heh? Kau benar mau mengajak Kibum? Biasanya kan kau sering bertengkar dengannya” ucap Jessica

“Tidak hanya Kibum Uisa, panggil juga Dokter baru yang katanya cantik itu Umma” Baekhyun tersenyum penuh arti sekarang

“Huh, dasar modus” ejek Yoonjo

Baekhyun balas mengejek adiknya dengan memeletkan lidahnya, sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Baekhyun hanya menatap setiap jalan yang di lewati, tidak menyimak adiknya yang kini bercerita penuh semangat bersama Ayah dan Ibu nya. Baekhyun terlalu tenggelam membayangkan senyuman orang-orang yang di cintainya untuk penampilan pianonya nanti.

-Dear My Family-

“Donghae-ah”

Donghae berdiri dari duduknya, tersenyum lebar ketika melihat salah satu seniornya di masa SMU berjalan dengan tergesa-gesa menghampirinya, juga jangan lupakan seorang anak kecil yang mungkin masih berusia 3 tahun sedang berada dalam gendongan Yunho.

“Hyung, bagaimana kabar mu?” Donghae memeluk Yunho senang

“Aku baik. Kau sendiri bagaimana?” Yunho menurunkan anak bungsunya dan membalas pelukan Donghae

“Aku baik Hyung” balas Donghae

“Dayoung-ah, ayo beri salam pada Donghae Samchon”

Anak perempuan berambut hitam bergelombang itu menundukkan kepalanya dan memeluk kaki Ayah nya malu. Donghae yang melihat kelakuan Dayoung tersenyum gemas dan mencubit pipi gembulnya.

“Dia mirip sekali dengan Sunday” kata Donghae

“Kau orang yang seribu bilang seperti itu” canda Yunho sembari duduk di hadapan Donghae dan memangku anaknya. “Bagaimana Baekhyun?”

Donghae menyeruput coffee latte nya sebelum menjawab pertanyaan Yunho. “Dia baik, hanya saja, Kibum bilang mungkin Baekhyun hanya bisa bertahan sampai umur 21 tahun” jawab Donghae, di mainkannya tangan mungil Dayoung

“Aku turut sedih Donghae-ah, aku tahu ada banyak harapan yang kau tanam untuk Baekhyun. Bagaimanapun, aku juga punya anak laki-laki, aku merasakan bagaimana bahagianya punya anak laki-laki. Kita bisa mengajaknya bermain playstasion, mengobrol tentang bola, juga bisa bermain fut—-”

“Baekhyun tidak di perbolahkan main futsal, Hyung”

Yunho merasa bersalah, di lihatnya Donghae yang tersenyum canggung ke arahnya, walaupun juniornya itu tidak pernah cerita apapun bagaimana beratnya dia menghadapi masalah yang sedang menimpa keluarganya, tapi dengan sangat jelas Yunho bisa membaca perasaan Donghae melalui matanya, dua pasang mata yang seolah-olah menjadi kunci dari semua rahasia yang Donghae simpan.

“Kalau tidak bisa bermain bola secara langsung, lewat playstasion juga bisa kan? Sekali-kali kau bawalah anak mu itu ke rumah ku” suruh Yunho sambil menyuapi cake coklat pada anaknya yang sudah di pesan Donghae tadi

“Pasti Hyung, mereka juga akan senang sekali jika bertemu Dayoung” Donghae mencubit pipi sebelah kanan Dayoung

“Kau tidak mau tambah anak lagi?” tanya Yunho

Donghae mengambil Dayoung dari pangkuan Yunho dan memangkunya sembari menyuapi Dayoung seperti apa yang di lakukan Yunho, di lihatnya sebuah senyuman tanpa kepalsuan ketika Donghae mulai asyik bermain dengan Dayoung.

“Kemarin Baekhyun dan Yoonjo juga memintanya, tapi aku terserah Jessica saja, Hyung tahu kan, Jessica juga bekerja, aku tidak terlalu yakin Jessica akan menuruti kemauan anak-anak” jawab Donghae yang masih menyuapi Dayoung

Yunho mengangguk, meneguk secangkir kopi hitamnya dan menatap Donghae dengan seksama. “Kau tahu apa yang di pikirkan Baekhyun ketika dia meminta adik?”

“Eh?” Donghae mendongak, sedikit bingung melihat perubahan raut wajah Yunho

“Dia berpikir jika dia mati nanti kalian punya pengganti dirinya” Yunho mengepalkan kedua tangannya dan menggunakannya sebagai penopang dagunya yang panjang

Donghae terdiam dengan sedikit tersenyum canggung untuk Dayoung yang mengajaknya tersenyum, Donghae sama sekali tidak marah dengan omongan Yunho yang memang sedikit terdengar frontal, bagaimanapun, Yunho lulusan psikolog dengan nilai di atas rata-rata, itulah mengapa Yunho begitu mudahnya membaca perasaan orang lain hanya dengan melihat wajah ataupun mendengar obrolan orang lain, selain itu juga, Donghae berpikir sama dengan apa yang di pikirkan Yunho.

“Aku tahu ini berat untuk mu dan kau tidak mau memperlihatkannya pada keluarga mu” seru Yunho sekali lagi

“Hyung, aku tahu Hyung pasti tahu akan hal ini. Kita sebagai kepala keluarga tentu saja harus menjadi yang paling kuat, jika kita tidak seperti itu, lalu siapa yang akan menguatkan keluarga kita? Iya kan?” balas Donghae

Yunho tersenyum tiga jari sembari menyandarkan tubuhnya di kursi. “Ya, kau memang benar. Tapi terkadang, ketika kita mencoba berpura-pura untuk kuat, kita bisa jatuh dan tidak punya kepercayaan diri lagi untuk berpura-pura. Donghae-ah, katakan apa yang ingin kau katakan, tunjukkan apa yang kau rasakan sebenarnya. Jessica bisa menjadi sandaran mu, dia yang paling mengerti tentang mu”

“Terimakasih untuk saran mu Hyung”

Jawab Donghae dengan tersenyum tulus, mungkin apa yang di katakan Yunho memang benar, sudah waktunya dia mengungkapkan perasaan yang terus dia simpan di hatinya tanpa ada satupun yang mengetahuinya.

-Dear My Family-

Baekhyun memandangi dinding berwarna putih yang sudah penuh dengan warna-warni dan berbagai macam gambar, dia ingat, ketika masih kecil bersama Yoonjo, Ayah dan Ibu nya sengaja menyiapkan satu tembok yang berada di ruang keluarga untuk di pakai oleh Baekhyun dan Yoonjo untuk menggambar. Di dinding putih itu sudah kotor dengan gambaran seperti rumah, gunung, mobil, dan yang paling membuat Baekhyun tersenyum adalah sebuah gambar yang berisikan keluarganya, jika tak salah ingat, dia menggambarnya bersama Yoonjo ketika umurnya masih 9 tahun dan Yoonjo 7 tahun, tidak terasa, semuanya sudah berlalu dengan sangat cepat.

“Oppa”

Baekhyun terbangun dari lamunannya mendengar suara sang adik yang memanggilnya, ia tersenyum ketika Yoonjo sudah berdiri di sebelahnya.

“Appa dan Umma belum pulang?” tanya Baekhyun

“Belum” jawab Yoonjo singkat

“Yoonjo-ah, bagaimana jika kita menggambar di dinding ini” tunjuk Baekhyun pada salah satu dinding berwarna putih yang masih sangat bersih

“Ah, shirreo. Umma pasti akan marah, aku tidak mau di omeli sepanjang hari” tolak Yoonjo dan memutar tubuhnya kembali ke ruang TV

“Umma pasti tidak akan marah, jika Umma marah, Oppa yang akan bertanggung jawab” bujuk Baekhyun serius

Yoonjo melirik Baekhyun yang masih berdiri di depan dinding yang di tunjuknya tadi, wajah Kakaknya benar-benar terlihat serius, setelah menimbang-nimbangnya, Yoonjo akhirnya setuju dan segera mengambil crayon yang di letakkan Jessica di bawah laci TV dan menyerahkannya pada Baekhyun.

“Kita gambar apa?”

“Gambar Appa, Umma, Oppa dan juga kau”

“Huh? Buat apa menggambar lagi? Di dinding sebelah itu kan sudah ada”

“Tidak apa-apa, kita gambar yang lebih bagus”

Baekhyun mengambil beberapa crayon di tempatnya, ia memulai dengan gambar untuk sang Ayah, lalu mengkomando sang adik untuk membuat gambar Ibu nya dengan warna merah muda. Di dinding putih itu kini terlihat lebih berwarna dengan goresan ujung crayon dari Baekhyun dan Yoonjo, terdengar suara tawa dari ke duanya menggema di rumah mereka yang cukup luas. Sembari menganggambar, mereka bermain dengan akrab tanpa terasa gambaran yang mereka buat telah jadi dan bersamaan dengan itu terdengar suara mobil Donghae yang masuk ke dalam garasi.

“Oh, mereka datang. Masukkan crayon nya ke laci Yoonjo-ah” Baekhyun memasukkan beberapa batang crayon yang berserakan di lantai. “Sembunyi di balik dinding ini”

Yoonjo mengangguk sembari berlari dari ruang TV ke arah balik dinding seperti yang Baekhyun suruhkan, sedangkan sang Kakak dengan tergesa-gesa mematikan saklar lampu dan ikut bersembunyi bersama Yoonjo.

“Eh? Kenapa lampunya mati?” kata Jessica bingung

“Tidak tahu” Donghae mengalungkan tangannya ke arah Jessica dengan erat, dia takut gelap

“Donghae-ah, coba kau nyalakan lampunya di sana” Jessica berusaha melepaskan tangan Donghae yang masih memeluk lengannya

“Oh shirreooo” tolak Donghae manja

“Ih kau ini” Jessica melangkah dengan sebal ke arah ruang TV dan menyalakan saklar lampu

“SURPRISE!!!!” teriak Yoonjo dan Baekhyun secara bersamaan sambil keluar dari balik persembunyian mereka

“WOAAHH”

Donghae melepaskan pelukannya dari lengan Jessica, berjalan menghampiri dinding yang tadi di gambari oleh anak-anaknya, wajahnya bahkan terlihat sangat terkejut hingga membuat bibirnya berbentuk ‘O’, sedangkan Jessica berjalan di belakang Donghae dengan tersenyum. Kini Baekhyun dan Yoonjo bisa menghela nafas lega, Jessica pasti tidak akan marah pada mereka.

“Bagus sekali, kalian yang menggambarnya?” Donghae menyentuh gambar dirinya pada dinding

“Tentu saja” jawab Baekhyun

“Gambar kalian banyak perubahan” Jessica tertawa kecil, mengacak rambut coklat Yoonjo dan Baekhyun dengan senang

“Tapi sepertinya Appa tidak setampan gambar yang di buat Baekhyun Oppa” ledek Yoonjo jahil

Jessica tertawa bersama Baekhyun mendengar ledekan Yoonjo, apalagi setelah Donghae menarik Yoonjo ke dalam pelukannya dan mulai menggelitik anak bungsunya itu.

-Dear My Family-

“KIBUM-AH”

Kibum dan Yoona menoleh ke arah suara, di lihatnya Donghae dan Jessica sedang berdiri di dalam ruang pentas seni dengan melambai-lambaikan tangannya. Ke dua Dokter itu sengaja meluangkan waktunya untuk menghadiri pentas seni yang di adakan oleh salah satu sekolah ternama di Korea, selain itu, ke duanya juga tidak mau mengecewakan Baekhyun dan Yoonjo yang sudah mengundangnya untuk datang kemari.

“Kenalkan, dia Yoona”

Yoona mengulurkan tangannya, Jessica dan Donghae membalas jabatan tangan wanita berambut hitam panjang itu bergantian.

“SAMCHON”

Obrolan ke empat orang dewasa itu terputus setelah mendengar suara teriakan Yoonjo yang terdengar sangat bersemangat. Sementara Yoonjo sudah berlari dan memeluk Kibum, Baekhyun berjalan dengan santai di belakang Yoonjo, tapi cukup terkejut ketika melihat Yoona yang berdiri di sebelah Kibum.

“Baekhyun-ah, ayo beri salam pada Yoona Uisa” Donghae menyenggol lengan Baekhyun dengan sedikit berbisik

“Uisa mirip sekali dengan—-”

“ARA EONNIE” sela Yoonjo

Jessica mendengus, menutup mulut anaknya yang lagi-lagi membuat telinga orang menjadi pengang karena suara cemprengnya. Yoona tersenyum canggung sembari melirik Kibum, dia tidak tahu siapa yang sedang di bicarakan oleh kakak adik itu, sedangkan Donghae mengangguk setuju dengan pendapat anak-anaknya.

“Ara? Siapa itu?” tanya Yoona, di rapikannya poni Yoonjo yang sedikit berantakan

“Ara Eonnie itu cewek yang di taksir sama Baekhyun Oppa, tapi Ara Eonnie sudah punya pacar” jelas Yoonjo dengan polos tanpa memperdulikan lirikan tidak suka Baekhyun

“Perhatian ke pada orang tua murid untuk duduk di tempat yang telah di sediakan, acara akan segera di laksanakan”

Jessica dan Donghae yang mendengar pemberitahuan itu dengan cepat merapikan penampilan anak-anaknya, sebelum Baekhyun dan Yoonjo naik ke atas panggung, mereka lebih dulu memberikan ciuman di bibir masing-masing orang tuanya, setelah berpamitan pada Kibum dan Yoona, ke duanya beralari dengan tergesa-gesa menuju belakang panggung, sedangkan para ke empat orang dewasa itu mengambil tempat duduk di barisan ke dua.

Donghae mengeluarkan handycam nya ketika acara mulai di buka dan menampilkan paduan suara, di barisan paling atas terlihat Baekhyun, dan di bawahnya ada Yoonjo yang menyanyi dengan semangat. Kibum menoleh, memandangi Jessica dan Donghae yang terlihat bersemangat dengan senyum lebar di wajah cantik dan tampan mereka. Yoona yang tanpa sengaja melirik Kibum langsung menyentuh lengan Kibum, dia tahu apa yang di pikirkan Kibum saat ini.

“Kita akan melakukan yang terbaik” bisik Yoona dan di balas senyuman oleh Kibum

“Oh lihat, itu Yoonjo dan Baekhyun” sahut Jessica saat melihat anak-anaknya mulai naik ke atas panggung dengan beberapa anak yang lain

Sebelum mengambil posisi duduk di hadapan piano besar berwarna hitam, Baekhyun lebih dulu tersenyum untuk orang tuanya, melihat itu, Jessica melambaikan tangannya sementara Donghae yang melihatnya dari balik lensa handycam hanya tersenyum, terlihat ada kebanggaan tersendiri yang di rasakan Donghae dan Jessica ketika alunan musik seriosa mulai terdengar dan suara Yoonjo yang membuat hati menjadi sejuk ketika mendengarnya.

“Yoonjo mewarisi suaru mu dengan sangat baik Jessica” kata Kibum

“Terimakasih” balas Jessica dan kembali memperhatikan anak-anaknya

Semenit sudah berjalan dengan baik tanpa masalah, semuanya hanyut dalam alunan musik yang indah. Hingga sampai di pertengahan lagu, dentingan piano berhenti, semua orang mengerutkan wajah kebingungan, di lihatnya Baekhyun yang menunduk dengan berusaha mengambil nafas yang terlihat susah payah, tangan kanannya bahkan sudah meremas dadanya, dan tak lama setelah itu terdengar suara seperti barang jatuh.

“BAEKHYUN-AH”

Donghae, Jessica, Kibum dan Yoonjo langsung berlari menghampiri Baekhyun yang sudah jatuh terkapar di bawah piano, Yoonjo yang terkejut ikut mengerumuni Kakak nya, suasana mulai ricuh, Kibum dan Donghae yang juga di bantu oleh beberapa guru mengangkat tubuh Baekhyun ke arah mobilnya.

“Yoon-ah, telfon pihak Rumah Sakit!!” seru Kibum.

-Dear My Family-

Dengan air mata yang masih mengalir dari ke dua pelupuk matanya, Jessica dengan setia berdiri di luar ruang rawat Baekhyun, melihat wajah pucat dan tubuh lemas anaknya, juga jangan lupakan sebuah masker oksigen yang sudah menghiasi wajah Baekhyun yang di lihatnya melalui balik kaca.

“Kita hanya punya satu jagoan, Donghae. Kenapa harus Baekhyun yang di pilih untuk mendapatkan musuh yang begitu berat?” ujar Jessica di sela-sela isakannya ketika merasakan Donghae memeluknya dari belakang

Donghae tidak tahu harus menjawab apa, lidahnya terasa keluh, cukup terkejut saat tiba-tiba kebahagian yang di rasakannya beberapa jam yang lalu secara tiba-tiba terenggut dengan begitu mudahnya dan berganti dengan air mata yang terus mengalir bagaikan aliran sungai yang mengalir dengan sangat kencang. Donghae mengeratkan pelukannya pada Jessica sembari menenggelamkan kepalanya di atas bahu sang Istri, berusaha menahan air matanya yang sudah berdesakan ingin keluar. Ketika di rasakannya dua lengan Donghae yang sedang memeluk dadanya bergetar, Jessica sadar akan suatu hal yang telah di beritahukan Yunho kemarin. Ia berbalik, menggunakan ke dua telapak tangannya untuk mengangkup dua pipi tirus Donghae, lalu mengangkat kepala Donghae dan menampakkan wajah sang Suami yang terlihat begitu terpuruk di mata Jessica.

“Menangislah jika kau ingin menangis” ujar Jessica, di tatapnya mata teduh Donghae dengan seksama

Donghae menggeleng dengan menumpukan tangannya di atas telapak tangan Jessica yang masih memegang pipinya.

“Jangan seperti ini Donghae, kau boleh sedih jika kau sedih, kau boleh menangis jika kau ingin. Jangan berpura-pura untuk kuat lagi, karena kita akan saling merangkul untuk menjadi orang yang paling kuat. Jangan simpan kesedihan mu sendiri, aku ada di sini”

Jessica mengelus pipi Donghae, berusaha memberikan perasaan senyaman mungkin untuk sang Suami, hingga sampai pada akhirnya Donghae menyerah ketika matanya bertemu dengan mata sembab Jessica. Air matanya meledak, melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika Baekhyun menahan sakitnya membuat semua kepura-puraannya hilang dan membuat dirinya hampir jatuh ke dalam lubang yang sangat dalam. Untungnya, Jessica berhasil mengulurkan tangannya dan mengangkat Donghae dari lubang tadi. Bahkan Jessica kini memeluk Donghae dengan sangat erat.

“Appa, Umma”

Donghae dan Jessica melepaskan pelukan mereka, di lihatnya Yoonjo yang sedang berdiri tak jauh dari tempat ke duanya dengan mata yang sembab akibat menangis dan baru bangun tidur setelah lelah menangis dan menunggu Kibum juga Yoona menyelesaikan pekerjaannya.

“Kau sudah bangun?” Jessica memeluk Yoonjo sembari mengelus rambutnya

“Oppa akan baik-baik saja kan?” tanya Yoonjo yang kini memandangi Ayah dan Ibu nya bergantian

“Tentu saja, Baekhyun pasti kuat” jawab Donghae, di elusnya bahu anak sulungnya.

Yoona menghentikan langkahnya, matanya menatap dengan lekat pemandangan di hadapannya yang membuat hatinya tersentuh. Di mana Jessica dan Donghae memeluk Yoonjo, menangis dalam senyuman secara bersama-sama, Kibum yang melihat Yoona hanya berdiri diam juga mengikuti arah pandang Yoona, melihatnya, membuat ke dua Dokter itu menjadi tidak tega untuk mengatakan apa yang sudah mereka dapat atas kondisi Baekhyun hari ini. Kibum melirik Yoona untuk terakhir kalinya dan melangkah mendekati keluarga sahabatnya.

“Aku ingin bicara” ujar Kibum

Donghae menoleh, menyuruh Yoonjo untuk menunggu di kursi tunggu yang berada di depan ruang rawat Baekhyun, sedangkan dirinya sendiri dan Jessica mengikuti Kibum juga Yoona untuk masuk ke dalam ruangan Kibum. Sebelum memulai pembicaraan, Yoona lebih dulu memberikan dua gelas berisikan air putih untuk pasangan Suami-Istri itu.

“Keadaan Baekhyun semakin kritis, aku tidak yakin apakah penyakitnya mampu bertahan sampai kita benar-benar mendapatkan donor jantung atau tidak” kata Kibum serius

“Lalu kita harus bagaimana?” tanya Donghae

Kibum bertukar pandangan dengan Yoona, di tariknya sebuah kursi hingga kini Yoona duduk di sebelah Kibum.

“Jadi, satu-satunya harapan hanya donor jantung?” Jessica menatap Kibum dengan matanya yang mulai berair

“Ada satu cara lagi penyembuhan sakit jantung selain pendonoran jantung” ucap Yoona

Donghe tersenyum, di tatapnya Jessica yang juga sedang tersenyum lebar. Sedangkan Kibum dan Yoona kembali merasa canggung, untuk ke sekian kalinya merasa tidak enak dengan pasangan Suami-Istri itu.

“Dengan memakai sel IPS—”

“BAEKHYUN AKAN SEMBUH KAN? DIA AKAN TERUS HIDUP KAN?!!!”

Ucapan Yoona terpotong tatkala Jessica berteriak padanya, di balik suara teriakan dan air matanya yang berhasi membasahi pipi putihnya, terdengar sebuah harapan besar dari Jessica. Yoona menunduk, memainkan jari-jarinya untuk menghilangkan rasa gugup yang menyelimutinya.

“Sayangnya prosedurnya tidak sederhana itu” ujar Kibum mengambil alih pekerjaan Yoona

“A-apa?”

Tubuh Donghae yang tadinya bergerak maju karena perkataan Yoona kini kembali bersandar pada kursi yang di dudukinya, ia bahkan mengusap wajahnya dengan kasar. Sedangkan Jessica hanya mampu terdiam, yang dia rasakan sekarang layaknya tubuhnya yang terbang tinggi lalu jatuh di hempaskan ke bawah dan menimbulkan rasa sakit yang tidak hanya menjalar ke tulang-tulangnya, tapi rasa sakit itu sampai melukai hati, kepala dan juga tubuhnya.

“Ini adalah metode operasi baru. Contoh kasus yang sukses juga baru hanya satu. Masih banyak datang yang kurang, seperti efek samping dan rasio kelangsunghan hidup pasien. Jika bicara secara terang-terangan, metode ini belum keluar dari wilayah penelitian atas subjek manusia. Jika penelitian ini berhasil, baik batista ataupun transplantasi jantung akan jadi sejarah masa lalu, juga metode ini akan menjadi metode utama dalam pengobatan jantung masa depan. Tapi—-masih terlalu banyak faktor yang belum pasti untuk saat ini” jelas Yoona panjang lebar

“A-aku, aku tidak mengerti maksud mu” kata Donghae dengan volume suara yang pelan

“Apa kau bisa berlayar ke laut dengan kapal yang masih dalam proses pembuatan? Jika beruntung, mungkin kau bisa sampai ke tepi pantai, tapi—-bisa jadi kau langsung karam begitu berlayar. Apa kau bisa menaiki kapal yang berbahaya seperti itu? Apa kau tidak ingin naik kapal yang sudah mendapat jaminan ‘sempurna’ dari pekerja yang ahli?”

Dan sekarang, Yoona ataupun Kibum bisa melihat beragam macam ekspresi yang di tunjukkan Jessica dan Donghae. Pandangan mata ke duanya terlihat kosong juga kebingungan, tentu saja, sebagai orang-orang yang buta akan medis, baik Donghae dan Jessica cukup sulit mendapatkan point-point dari perkataan Yoona yang terdengar berat. Tapi yang pastinya, yang mereka tahu, harapan yang mereka punya tadi lagi-lagi harus pupus dan memperlebar luka yang berada dalam hati ke duanya.

TBC

komentar kalian sangat penting untuk kelangsungan ff ini ^^

27 thoughts on ““Dear My Family” CHAPT 4

  1. Thor…kok pndek..hehehe..sedih bgd wkt baek blg pgn pny ade..sbnr nya udh tersirat bgd mksd nya itu…part2 trakhir bkin aq nangs thor…mdh2n dpet donor scpt nya…kasian mrk….ff bgus thor..aq nunggu ff ini trus…

  2. Aaahhh nangis thor bacanya gatau kenapa;( kasian baekhyun oppa harus menderita gitu, kasian juga jessica&donghae nya sebagai orang tua, pasti mereka bingung banget gimana caranya buat pertahanin baekhyun aahh;(

  3. Hikss.. jdi ikutan nangis aku😥
    Berharap ntar baekhyun smbuh..
    Keluarga bahagia sayang kalo sedih:/
    Next author,bikin lebih panjang lgi ya..
    Fighhtingg!!🙂

  4. hy thor q readers bru diblog kmu…
    q bc part 4 ni tp blum bc part seblumnya… gk tau knp ni bkin q nangis. critanya sdih & mgharukan.gmn keadaan kluarga ni, keharmonisan kluarga ni, suka duka & saling brbgi kasih… bkin ff ni mnyentuh bget…
    pkoknya kren bget… thor ijin bc part sbelumnya y…

    & ditggu klnjutannya pnsran sm keadaan baek…usaha apa yg akn dilkukan kluarga itu…

  5. Ffnya keren thor… Feelnya dapet banget thor.. Semoga baekhyun cepat dapet donor jantungnya.. Next chaptnya jangan lama-lama yaa.. Oh ya ffnya dipanjangin dikit yaa =D

  6. Hduhg mkin ksni mkin sdih ajh inih crta baekhyun nya.dapetin donor jantung ith munk ga gmpng ,huwaaaa jessieee😦

  7. Ah, akhirnya update juga😀
    itu operasi yg dibicarain yoona, yg batista bukan? Hum, moga aja baekhyun benar2 sembuh total nantinya😀

    next chapter, tp jangan terlalu lama ne😉 hehe…

  8. selalu berhasil menguras air mata yah ni ff T^T Terharu bgt pas scene baekhyun pengen punya adek lg. rasanya miris bgt. trus wktu baekhyun & yoonjoo bwt surprise, terharu sm senyuman kluarga mreka. lee family hwaiting! baekie hwaiting! dtnggu lnjutan’a ^^

  9. wah aku terlambat. daripada ikutan bingung sama kata-kata yoona, dan gelisah mikirin baekhyun mati atau nggak, mending mikirin yang lain. ah, adanya kibum sama yoona di ff ini rasanya kayak dapet bonus. kangen yoonbum *oot* *ditarik keluar* ff nya bagus min! *yeah, as always* lanjutnya jgn lama2 ya min ^ ^

  10. sedih banget… baekhyum😥
    maaf ya baru bisa kasih comment skrng …mian
    fighting ya thor … di tunggu slanjutya

  11. kan …. aku udah deg degan banget waktu baekhyun ngundang banyak orang ke pentasnya😥

    semoga aja bisa disembuhin tuh anak🙂

  12. kakk, maaf ya aku suka jdi siders kadang kala wkwkw😄 tapi sumpah aku kesiksa nih ya. FF ini kapan lanjut? aku suka pake banget FF ini T.T penasarannn

    aku selalu terharu baca ff ini dan mau dibuat terharu lagi hiks T^T

  13. semua org berush agr baeki smbuh krn tdk mw khlngn org yg mrk cintai. ksbrn haesica sgt diuji. berdo’ a trs haesica ykin baeki bisa smbuh…
    btw buat adik lg utk yoonjo gpp..^_-

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s