Don’t Say Goodbye

ini ff udah lammmaaaa banget, mungkin sekitaran pertengahan tahun 2013, tapi baru bisa selesai sekarang. enjoy ^^

Tittle: Don’t Say Goodbye

Gendre: Romance, Triangle Love,  Angst

Cast: Cho Kyuhyun (SUJU)

Jessica Jung

Other Cast: Lee Donghae (SUJU)

Tiffany Hwang (SNSD)

NEW16

Di luar rumah terdengar petir dan guntur yang saling bersahutan satu sama lain, gelapnya malam semakin terlihat mencekam, tak ada awan apalagi bintang yang bersedia menemani bulan berjaga malam ini. Hujan masih turun dengan sangat deras hingga menimbulkan suara yang begitu menganggu. Dua kaki jenjang yang di balut dengan celan training berwarna hitam masih berjalan mondar-mandir di depan pintu, sesekali ia menatap jam dinding yang terpajang pada tembok berwarna putih. Sekarang bahkan telah jam 11 malam, tapi seseorang yang di tunggunya tak juga kunjung kembali dan muncul dari balik pintu itu. Membuat pria dengan kulit yang sama pucatnya dengan wajahnya itu semakin khawatir saja.

“Yoboseyo”

“Kyuhyun-ah——”

“Jess, kau dimana? Aku sudah membelikan mu steak untuk makan malam ini. Cepat pulang, ne?”

“Maaf Kyu, malam ini tidak usah menunggu ku pulang. Malam ini aku akan menginap di rumah Yuri”

“Oh, begitu ya? Kenapa mendadak? Ya sudah, kau hati-hati disana. Aku mencintai mu”

“Hmm”

Nama pria itu Cho Kyuhyun, dan nama wanita yang menelfonnya adalah Jessica Jung, kekasih nya selama setahun ini. Mereka tinggal bersama, disebuah apartement mewah yang sepi. Itu karena mereka hanya tinggal berdua, dan Jessica kerap kali tak ada di rumah mereka. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada tembok di belakangnya. Dia mendongak keatas, menatap langit-langit apartement nya. Sedetik kemudian dia menunduk dan memandangi wallpaper layar ponsel nya. Dalam sana, ada dirinya yang merangkul Jessica dengan bahagia. Tapi itu dulu, Kyuhyun bahkan sudah tak ingat kapan dia terakhir kali tersenyum penuh kebahagiaan seperti itu.

“Aku mencintai mu…….benar-benar mencintai mu..” ujar Kyuhyun lirih.

-Don’t Say Goodbye-

Kyuhyun mendorong sebuah trolli masuk ke dalam supermarket. Sore itu dia akan berbelanja bulanan, dia akan membuatkan makan malam untuk Jessica. Wanita cantik itu sudah 3 hari tak pulang dan tak pernah menghubungi Kyuhyun lagi. Padahal dia bilang, dia hanya menginap semalam dirumah Yuri. Tapi nyatanya, sampai hari ini Jessica bahkan belum pulang juga. Kyuhyun mengambil beberapa bahan dapur, lalu mendorong trolli itu lagi menuju bagian makanan kecil. Dia mengambil 3 buah coklat yang mempunyai merek terkenal dengan ukuran cukup besar. Itu adalah coklat favorite Jessica.

Pria berkulit putih pucat tadi meletakkan coklat yang di ambilnya ke dalam trolli. Dia mendongak, mata tajam miliknya mendapati sebuah objek yang menyakitkan untuknya. Objek yang membuat salivanya susah tertelan, objek yang membuat dirinya susah bernafas, dan objek yang membuat jantungnya berdetak beratus-ratus kali lebih cepat.

“Jessica” panggil Kyuhyun

Jessica dan seorang pria yang sedari tadi merangkulnya dengan sangat mesra itu menoleh kebelakang. Membuat keduanya begitu terkejut saat melihat Kyuhyun yang berdiri di belakang dengan tubuh yang membeku dan sorotan mata yang kosong hingga Jessica secara refleks menepis rangkulan namja itu.

“K-Kyu, kau bersama siapa?” tanya Jessica basa-basi

“Aku sendiri. Oh iya, lama tidak bertemu dengan mu, Yuri. Kau berubah banyak, ya? Sekarang kau berubah jadi pria kah?” Kyuhyun menatap tajam pria yang bersama Jessica tadi dengan senyuman yang terlihat lebih mengejek

Jessica tertegun, dia memegang lengan Kyuhyun. “Kyu, dia teman kerja ku, namanya Lee Donghae”

“Jadi kau Donghae? Aku pikir kau Yuri, Jessica bilang dia sedang menginap di rumah Yuri. Senang bertemu dengan mu Lee Donghae. Aku Cho Kyuhyun” Kyuhyun mengulurkan tangannya, masih dengan senyumannya seperti tadi

Pria bernama Lee Donghae itu memandangi Kyuhyun sebentar, kemudian membalas uluran tangan Kyuhyun.

“Emm Kyu, kau sudah selesai berbelanja?” seru Jessica

Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Jessica, tapi matanya masih belum sama sekali terlepas dari Donghae, terlihat sorot kemarahan yang sudah akan bersiap meledak saat itu juga. Sedangkan pria bernama Donghae tadi membalas tatapan Kyuhyun dengan datar, tapi terlihat dengan jelas perubahan dari wajahnya ketika Jessica berpamitan dan segera menarik tubuh Kyuhyun menjauh dari sana dengan sedikit tergesa-gesa.

“Kau marah, Kyu?” tanya Jessica memecahkan keheningan dalam mobil

Kyuhyun menoleh pada Jessica sebentar dan kemudian menggeleng. “Tidak”

“Jeongmal?” tanya Jessica lagi

“Hnn. Tapi ku harap, yang tadi tak akan terulang dan bukan kebohongan mu lagi, Jess” ucap Kyuhyun

Jessica hanya diam, dia tak mengeluarkan suara lagi. Jessica memilih memandang keluar jendela, di otak nya terlalu banyak hal-hal yang dia fikirkan sampai membuatnya bingung tak tau harus memikirkan yang mana terlebih dulu. Di liriknya Kyuhyun yang masih fokus menatap jalan raya di hadapannya, Jessica tidak bodoh, Kyuhyun apalagi. Tentu saja apa yang tadi di lihatnya bukan berarti Kyuhyun tidak tahu atas perselingkuhan Jessica, dan Jessica juga tahu jika Kyuhyun bersikap seolah semuanya baik-baik saja dan Jessica muak akan itu. Tapi, apa maksud dalam tanda kata muak pun Jessica tidak tahu. Apa dia muak bersama Kyuhyun? Muak berada di samping Kyuhyun? Atau muak dengan sikap Kyuhyun? Apapun yang dia rasakan sekarang, hanya satu hal yang di mengerti Jessica, pria itu terlalu baik, sangat baik untuknya.

-Don’t Say Goodbye-

Pagi-pagi sekali, Jessica sudah bangun dari tidurnya. Wanita berumur 26 tahun itu bahkan sudah selesai berpakaian dan bersiap-siap untuk pergi. Dia mengambil secarik kertas, menuliskan sesuatu di kertas putih itu dan meletakkannya diatas meja. Jessica membawa kakinya untuk menghampiri Kyuhyun yang masih terlelap dengan sangat tenang diatas tempat tidurnya. Mata foxy Jessica terus menatap Kyuhyun, Kyuhyun adalah pria yang bisa di bilang banyak di puja wanita, tapi itu tak berlaku sedikitpun untuk Jessica.

“Aku pergi dulu Kyu” bisik Jessica dan keluar dari apartement

Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. Telinga nya mendengar suara pintu yang ditutup. Kyuhyun bangun dari tidurnya, dia mengambil secarik kertas yang disimpan Jessica tadi.

“Kyuhyun, aku harus ke luar negeri untuk kepentingan pekerjaan. Tidak usah mencari ku, aku akan pulang seminggu lagi”

Senyuman lirih terukir dari bibir tebal Kyuhyun. Tangannya meremas kertas itu. Kyuhyun sudah tau, jika itu pasti hanya alasan Jessica saja. Mungkin, Jessica pergi bersama pria yang dia temui di supermarket lusa kemarin. Yang jatuh bukan cairan bening, yang jatuh bukan air mata, melainkan cairan berwarna merah kental yang keluar dari hidung mancung Kyuhyun. Cairan itu mengotori seprai berwarna birunya, Kyuhyun segera menutupi hidungnya dengan tangan, dia turun dari tempat tidur, menyumbat lubang hidungnya dengan tissu dan meminum beberapa pil obat. Tubuh Kyuhyun jatuh merosot sampai membentur lantai yang dingin. Saat ini, dia membutuhkan Jessica. Sangat menginginkan wanita itu.

Dia tak tahu apa salahnya pada Jessica hingga wanita yang amat di cintainya begitu tega pergi meninggalkannya, meninggalkan dirinya sendirian dengan penuh rasa kesepian. Kesepian karena Jessica pergi, kesepian karena Jessica tak di sisinya lagi, dan kesepian karena cinta Jessica tak lagi untuknya. Selama ini, dia berusaha menjadi seorang kekasih yang selalu akan mengerti dengan Jessica, apapun itu, Kyuhyun akan selalu mengerti dan bersabar, tapi tetap saja tak menghasilkan apapun.

Memang benar, Jessica bekerja di sebuah perusahaan besar dengan pangkat yang tinggi, sedangkan Kyuhyun lebih banyak tinggal di rumah, itu karena pekerjaannya sebagai pembuat software game memang banyak menghabiskan waktu di rumah. Tapi jangan salah, dengan membuat software game dia mendapatkan uang yang sama banyaknya dengan gaji Jessica. Tapi percuma saja uang-uang itu, toh, Jessica selalu menolak ajakan Kyuhyun untuk menikah, bahkan sekarang rasa kecewanya jauh semakin besar pada Jessica, tapi tetap saja, tak sedikitpun rasa amarahnya untuk wanita berambut coklat itu.

-Don’t Say Goodbye-

Kyuhyun menyeruput kopi hangatnya sembari memandang keluar jendela. Tiap hari dia akan duduk disana untuk bisa melihat lebih cepat apakah Jessica sudah pulang apa belum. Wanita itu bilang hanya seminggu kan? Nyatanya sekarang sudah sebulan dia pergi dan tak juga kembali. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada kursi sofa, dia menghela nafas panjang dengan berat. Tak ada tanda-tanda sedikitpun jika Jessica akan kembali. Kyuhyun menutup matanya untuk sekedar menenangkan diri, tak lama kemudian dia mendengar suara pintu yang terbuka. Kyuhyun terlonjak dan segera berlari.

“JESS”

Jessica menjatuhkan tas nya saat Kyuhyun tiba-tiba saja memeluknya. Jessica tersenyum tanpa membalas pelukan Kyuhyun, rasa tak enak hati kini juga menyelimuti tubuh mungilnya. Kyuhyun pasti menunggunya pulang seperti biasanya, lihat saja wajahnya yang semakin pucat dan kantung mata yang menghitam karena kurang tidur. Dia pasti khawatir, khawatir sekali akan dirinya, sementara Kyuhyun merana di rumah yang cukup besar untuk di tinggali dua orang penghuni saja, Jessica malah bersenang-senang di luar sana. Jessica merasa dirinya jahat sekali sekarang.

“Kau kemana saja, hn? Kenapa pergi tak pamit dan tak pernah menghubungi ku?” tanya Kyuhyun

“Maafkan aku. Ponsel ku hilang, aku tak hapal nomor ponsel mu. Oh iya, apa kau sudah masak?” ujar Jessica dan berlalu masuk ke dalam dapur

Kyuhyun masih terdiam, seulas senyuman terukir di wajahnya. Tak perduli apakah yang dikatakan Jessica itu hanya alasan atau Jessica berbohong lagi padanya. Yang terpenting dan utama untuk Kyuhyun adalah, Jessica kembali dan tak benar-benar meninggalkannya. Ia mengikuti langkah kaki Jessica masuk ke dalam dapur, di peluknya tubuh Jessica dari belakang yang mulai sibuk membuat makan siang untuk ke duanya, tapi, ada suatu hal yang menganggu Kyuhyun.

“Jess, kau ganti parfum?”

Bunyi sendok yang jatuh menimbulkan suara nyaring, saking gugupnya Jessica mendengar pertanyaan itu sampai membuatnya menjatuhkan sendok yang dia pegang. Tanpa berniat menatap Kyuhyun, Jessica hanya menganggukkan kepalanya dengan asal.

“Parfum pria?” tanya Kyuhyun sekali lagi

Jessica menggigit bibir bawahnya dan menghentikan kegiatannya, ia berbalik, mendapati wajah Kyuhyun yang kebingungan atau lebih jelasnya terlihat seperti seseorang yang menatapnya dengan penuh curiga.

“Aku salah beli parfum”

“Oh, aku harap kau menggantinya. Aku benci bau parfum mu”

Jantung Jessica melongos mendengarnya, bukan, bukan karena penghinaan Kyuhyun, tapi Jessica yakin benar jika Kyuhyun pasti tahu wangi parfum siapa di seragam kerja Jessica, siapalagi jika bukan pria yang ia temui saat di supermarket saat itu. Bahkan sampai Kyuhyun meninggalkan dapur pun, Jessica masih begitu heran kenapa Kyuhyun tak marah apalagi berniat memutuskan hubungan mereka. Jessica tidak mengerti dengan jalan pikiran Kyuhyun.

-Don’t Say Goodbye-

“Tenanglah. Aku pasti akan kembali. Tapi tidak sekarang. Aku butuh waktu” kata Jessica pada Donghae melalui balik telfon

“Tapi kapan waktu itu datang? Aku tidak bisa seperti ini terus. Aku tak rela melihat mu terus-terusan bersamanya” omel Donghae kesal

“Iya, aku juga seperti itu. Tapi beri aku waktu lagi, ne?” pinta Jessica

“Jess” panggil Kyuhyun yang membawa dua cangkir kopi

“Nanti ku hubungi lagi” Jessica menutup telfon Donghae dan memasukkan ponselnya kedalam saku celana. “Ne?”

“Kau menelfon siapa?” Kyuhyun memberikan secangkir kopi untuk Jessica dan duduk disamping wanita itu

“Hm, rekan kantor” bohong Jessica dan menatap lurus kedepan

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan membentuk bibirnya seperti huruf ‘O’. Mereka saling terdiam, Kyuhyun melirik Jessica yang sedang asyik memandangi langit malam dari teras atas apartement mereka, seolah tidak perduli dengan kehadiran Kyuhyun dan lebih memilih memikirkan sebuah hal yang tak kunjung ada jawabannya. Kyuhyun terlalu mencintai wanita itu sampai tak mau kehilangan dan rela di bohongi terus-terusan.

“Jess, apa aku boleh meminta satu permintaan?”

Jessica mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Dahinya saling berkerut karena bingung. Kyuhyun membalas tatapan Jessica dan duduk menghadap Jessica.

“Tolong, jangan tinggalkan aku sebelum aku duluan yang meninggalkan mu” ucap Kyuhyun dengan tatapan mata sendu

Dahi Jessica lagi-lagi berkerut, dia memiringkan kepalanya. Tak mengerti dengan ucapan Kyuhyun apalagi setelah melihat matanya yang menyiratkan kesedihan dan permohonan yang besar. Permintaan Kyuhyun sama beratnya ketika pria itu berniat menikahinya. Rambut panjangnya yang coklat tergerai ke belakang ketika ia mengibaskan rambutnya, menunjukkan bahwa betapa frustasinya dia memikirkan permintaan-permintaan yang di ajukan dari dua pria berbeda untuknya.

Sudah lama sekali Jessica memikirkannya, tapi dia belum menemukan satu keputusan, bahkan solusi pun tidak. Di tatapnya Kyuhyun yang juga menatapnya.

“Jika kau memang tak mau aku ikat dengan pernikahan, aku tidak apa-apa. Tapi, aku hanya minta kau jangan meninggalkan ku. Aku mohon” ujar Kyuhyun sembari menggenggam kedua tangan Jessica.

-Don’t Say Goodbye-

“Ini gila Sica. Bagaimana bisa kau memperlakukannya seperti itu?” omel Tiffany

“Agghh! Aku juga tidak tahu harus bagaimana! Aku tidak tega, tapi mau bagaimana lagi? Kyuhyun menahan ku! Dia bilang, aku tidak boleh meninggalkannya sebelum dia duluan yang meninggalkan ku!” kata Jessica sembari duduk di kursinya dan menutup wajah cantiknya dengan kedua telapak tangan

“Kalian sama-sama gila!” seru Tiffany dan melanjutkan pekerjaannya

“Aku harus bagaimana sekarang? Kyuhyun menahan ku sementara Donghae terus memaksa ku untuk meninggalkan Kyuhyun” ujar Jessica bingung

Tiffany memutar kursinya sampai menghadap Jessica. “Kau harus pilih salah satu dari mereka”

“Aku jelas pilih Donghae!”

“Jika begitu tinggalkan Kyuhyun sebelum kau menyakitinya lebih banyak”

“Aku sudah bilang, dia mena—”

“Kalau begitu tinggalkan Donghae” sahut Tiffany sekali lagi dan kembali ke mejanya.

Jessica memukul meja kerjanya dan mengacak-acak rambutnya, lama-lama dia bisa gila seperti ini terus. Bahkan Tiffany saja tidak bisa membantunya keluar dari permasalahan ini. Belum lagi kedatangan atasannya yang kini sudah berdiri di hadapannya dan memintanya keluar sebentar untuk berbicara empat mata semakin membuat Jessica merasa stres. Dia tidak menyangka jika berada di posisi dua pria ternyata benar-benar menghimpitnya dan membuatnya sefrustasi ini.

“Kau belum bisa mengambil keputusan?” tanya Donghae

Jessica membuang nafas berat dengan menggeleng. “Belum”

Donghae membalikkan tubuhnya, menatap Jessica yang berdiri di belakangnya beberapa langkah dari tempatnya sekarang.

“Lalu sampai kapan aku harus menunggu?” seru Donghae sedikit menggertak

“Aku sudah bilangkan, Kyuhyun tidak mau aku tinggalkan!” balas Jessica dengan suara yang meninggi akibat ikut tersulut emosi

“Jadi sampai kapan kita harus menunggu lagi agar dia duluan yang mau meninggalkan mu? 5 tahun lagi? 12 tahun lagi? 50 tahun lagi? Atau sampai kita semua mati baru dia mau meninggalkan mu dan kau kembali pada ku! Iya? Begitu maksud mu, hah?” ujar Donghae sembari mencengkram ke dua bahu Jessica dan mengguncang tubuh wanita itu

Jessica menepis ke dua tangan Donghae dengan kasar. “Kau jangan menyudutkan ku!! Kau kira ada di posisi ku gampang hah? Dasar egois!!”

Kalimat terakhir Jessica membuat Donghae begitu terkejut hingga dia tak mampu menahan apalagi hanya untuk memanggil Jessica yang sudah pergi meninggalkannya. Apa benar dia telah egois dan menyakiti hati wanita yang ia cintai? Ini memang salah, cintanya dan hubungannya dengan Jessica memang salah. Tak seharusnya dia menjadi orang ke tiga dalam hubungan dua orang yang telah menjadi sepasang kekasih selama hampir 3 tahun. Tapi mau bagaimana lagi? Hatinya dan hati Jessica sudah terlanjur bertemu dan kini berlanjut ke tahap saling mencintai dan tak bisa di pisahkan lagi.

Perasaan Jessica untuk Kyuhyun sudah hilang, bahkan telah mati sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya semua kebohongan dan pengkhianatan yang Donghae dan Jessica lakukan berjalan baik, belum ada pemikiran jika Donghae ingin Jessica keluar dari rumah itu karena ia yakin Jessica tak akan macam-macam, belum lagi setahun terakhir ini Jessica memang tidak terlalu sering di rumah yang ia beli dan Kyuhyun itu. Tapi setelah semuanya berjalan semakin lama dan Kyuhyun tahu akan pengkhianatan yang di tujukan untuknya, Donghae dan Jessica sepakat akan pergi dari hidup Kyuhyun. Sayangnya, semua yang mereka rencanakan ternyata berjalan di luar pikiran mereka. Kyuhyun menolak dan Jessica tak tega meninggalkan Kyuhyun, mengingat banyaknya kesalahan yang ia perbuat, belum lagi akhir-akhir ini Kyuhyun terus-terusan sakit hingga Jessica tak bisa meninggalkan Kyuhyun dalam waktu dekat. Sementara itu, ada satu orang lagi yang menunggu untuk kebahagiaannya.

-Don’t Say Goodbye-

Jessica menutup pintu rumahnya, bersandar untuk beberapa detik sembari membuang nafas panjang. Yang tadi adalah pertengkaran pertamanya dengan Donghae, dia tidak tahu harus melakukan apalagi sekarang, terlebih lagi Jessica tak mau kehilangan Pria itu. Setelah dirasa cukup menenangkan dirinya sendiri, Jessica masuk ke dalam rumah, memanggil-manggil nama Kyuhyun yang tak biasanya tidak ada di ruang tengah. Langkah kakinya masuk ke dalam kamar, matanya terbelalak kaget melihat Kyuhyun tergeletak di atas lantai dengan tetesan-tetesan darah yang bercecer di lantai dan darah yang terus mengalir dari hidung Kyuhyun.

“Astaga Kyuhyun”

Dengan cepat Jessica menopang tubuh tinggi Kyuhyun naik ke atas tempat tidur dengan susah payah, di ambilnya sekotak tissu dan menarik dua lembar lalu memasukkannya melalui dua lubang hidung Kyuhyun agar menyumbat darah yang terus keluar. Wajah Kyuhyun semakin pucat, membuat Jessica panik dan beberapa kali menepuk-nepuk pipi sebelah kanan Kyuhyun, berusaha membuatnya agar tersadar.

“Kyuhyun bangunlah..Kyuhyun”

Tak ada balasan apapun membuat Jessica berinisiatif mengambil sebotol kecil minyak angin yang berada di atas meja sebelah kanannya. Ia membuka salah satu tissu yang menyumbat hidung Kyuhyun, lalu mendekatkan jari telunjuknya ke arah hidung mancung itu, berusaha membuat Kyuhyun agar segera sadar. Di tatapnya jam dinding yang berada dalam kamar, sudah hampir jam 7 malam, jika sepuluh menit lagi Kyuhyun tak sadar juga, terpaksa Jessica akan membawanya ke Rumah Sakit, tidak perduli jika pada akhirnya nanti Kyuhyun akan marah.

“Eng”

Gerakan kecil yang di berikan Kyuhyun pada kepalanya yang berbaring di atas paha Jessica berhasil membuyarkan lamunan wanita itu, dengan cepat, ia membaringkan kepala Kyuhyun di atas bantal dan berpindah tempat menjadi duduk di atas lantai yang tepat di sebelah Kyuhyun. Secara perlahan, matanya yang sipit terbuka dengan lemah, seolah ada beban berat yang bahkan membuatnya kesusahan hanya untuk membuka dua kelopak mata saja.
“Kyu, kau tidak apa-apa? Mau ku bawa ke Rumah Sakit?” tanya Jessica sembari menyeka bulir keringat yang membasahi rambut depan Kyuhyun

Kyuhyun menggeleng, menolak ajakan Jessica dengan tersenyum kecil. “Aku haus”

Jessica mengambil segelas air putih yang berada di atas meja, mengangkat kepala pria itu dengan perlahan untuk membantunya meneguk air di dalam gelas. Di rasakannya tubuh Kyuhyun benar-benar lemas, bahkan baru di sadarinya jika tubuh kurus Kyuhyun semakin kurus saja seolah hanya di lapisi oleh kulit berwarna pucat.

“Aku buatkan bubur, ne?”

Tanpa menunggu persutujuan Kyuhyun, Jessica bangkit dari duduknya dan bersiap melangkah pergi, tapi sebelah tangannya yang di tahan oleh Kyuhyun membuat Jessica menoleh dan mendapati Kyuhyun yang menatapnya dengan raut wajah lemas bercampur sedih.

“Kau tidak akan pergi meninggalkan ku kan?” ujarnya dengan suara pelan yang lebih terdengar seperti bisikan

“Tidak. Aku hanya akan ke dapur”

Jessica menepis dengan lembut tangan Kyuhyun dan segera melangkah masuk ke dalam dapur. Di ambilnya semangkuk nasi dan beberapa bahan lain yang dia butuhkan untuk membuat bubur ayam. Hanya terdengar suara detakan jam dan juga pisau yang saling beradu dengan alas potong. Setelah memasukkan ayam cincang ke dalam panci, Jessica menyandarkan tubuhnya pada meja dapur, mengedarkan pandangannya pada rumah yang ia tinggali selama tiga tahun. Kini, rumah itu bahkan terasa begitu sepi dan sangat asing untuknya. Dulu rumah ini penuh dengan suara tawa, keceriaan dan juga kasih sayang, tapi semuanya hilang dalam waktu dua tahun setelah hatinya yang begitu mudahnya pindah ke hati pria lain.

Merasakan ponselnya yang bergetar di salah satu jas kantornya membuat Jessica terbangun dari lamunannya, di lihatnya nama Donghae tertera pada layar iphone berwarna putihnya. Mengingat kejadian sore tadi, sebenarnya Jessica malas mengangkat telfon Donghae, ia juga sedang pusing untuk membicarakan perihal kapan dirinya akan pindah dari rumah ini. Tapi tetap saja jempol sebelah kanannya menggeser tombol untuk mengangkat telfon Donghae. Sekecewa apapun dia, semarah apapun dia, tetap saja Jessica tak bisa bersikap acuh tak acuh pada pria itu.

“Halo”

“Jessica—aku minta maaf. Aku sadar aku memang egois, aku tidak memikirkan perasaan mu. Aku tahu kau butuh waktu, aku tidak akan memaksa mu lagi. Jangan marah pada ku. Maafkan aku”

Suara Donghae yang terdengar merajuk dan manja di telinganya membuat Jessica tersenyum. Ia sadar akan satu hal lagi, jika hanya Donghae yang mampu membuatnya tersenyum dalam waktu singkat. Jessica membuang nafas panjang, mungkin memang benar apa yang di katakan Tiffany, dia harus dengan cepat meninggalkan Kyuhyun sembelum Kyuhyun semakin merasakan sakit karenanya.

“Kyuhyun sedang sakit, mungkin demam. Tapi setelah dia baikan, aku akan pergi dari sini” seru Jessica

Dan di balik telfon itu Donghae tersenyum, antara tersenyum senang dan puas. Inilah waktu yang dia tunggu-tunggu sejak dulu. Tanpa Kyuhyun ketahui, Donghae sudah melamar Jessica setengah tahun yang lalu, dan sebentar lagi, kebahagiaannya akan semakin komplit jika Jessica benar-benar pergi dari sana.

“Aku akan menunggu, setelah itu aku akan menikahi mu”

Jessica sudah mengambil keputusan, semakin lama dia berpikir maka sama saja jika dia akan menyakiti lebih banyak hati. Sembari memindahkan bubur yang telah jadi ke dalam sebuah mangkuk, Jessica tak henti-hentinya tersenyum senang.

-Don’t Say Goodbye-

Sudah hampir tiga hari setelah kejadian pingsannya Kyuhyun, pria itu semakin hari semakin terlihat baik, Jessica memang sengaja mengambil cuti selama empat hari di kantor, menghabiskan empat hari terakhirnya bersama Kyuhyun sebelum ia benar-benar pergi dari rumah ini. Di pandanginya Kyuhyun yang sedang mengunyah makan siangnya sambil sesekali berceloteh, Jessica hanya menanggapinya dengan tersenyum kecil. Besok, semua rasa frustasinya sudah akan benar-benar hilang dan memulai hidupnya dengan lembaran baru, begitupun dengan Kyuhyun, mulai besok ia sudah harus hidup sendiri, tanpa ada Jessica lagi di sisinya.

“Jess, kau mau nonton apa?” tanya Kyuhyun yang sibuk melihat-lihat DVD di tangannya

“Terserah kau saja” jawab Jessica dan duduk di sofa yang berada di ruang keluarga

Kyuhyun tersenyum, di tangannya sudah ada DVD film yang berjudul ‘A walk to remember’, setelah menyetelnya, Kyuhyun melompat ke arah sisi kanan Jessica dan mulai sibuk menonton, hanya ada suara TV yang terdengar, baik Jessica ataupun Kyuhyun hanya menonton dalam diam, setengah film berjalan, Kyuhyun mengalungkan tangannya pada lengan Jessica dan menyandarkan kepalanya pada bahu Jessica.

“Aku tidak bisa membayangkan jika kau pergi dari sisi ku” kata Kyuhyun

Jessica menyamankan posisinya tanpa melepaskan pelukan Kyuhyun, sedikit gugup dengan ucapan yang di lontarkan Kyuhyun tadi, seolah-olah ia sedang di sindir secara halus sekarang.

“Kau tidak akan pergi meninggalkan ku, kan?”

Kyuhyun menatap Jessica dengan mata sipitnya yang bersinar penuh harap, sedangkan Jessica hanya menatapnya sekilas, setelah itu, ia hanya tersenyum dan memfokuskan matanya pada layar TV.

“Aku benar-benar mencintai mu, Jess”

Hatinya melongos, di liriknya Kyuhyun yang memejamkan matanya dengan posisi yang masih sama. Jessica mengepalkan tangannya, rasa bersalahnya kembali menyeruak, keputusannya pergi dengan cepat sepertinya memang sudah benar, ia tak mau Kyuhyun terus-terusan menaruh harapan yang besar padanya.

Pagi-pagi sekali, Jessica sudah bangun dan menyiapkan sarapan juga beberapa makanan untuk makan siang dan makan malam Kyuhyun nanti, hari ini adalah hari di mana dia akan pergi meninggalkan Kyuhyun, setelah Kyuhyun tidur semalam, Jessica sudah merapikan semua pakaiannya ke dalam koper, seolah telah benar-benar siap pergi dari rumah yang menyimpan banyak kenangannya bersama Kyuhyun. Suara aliran air yang berada di kamar mandi berhenti, menandakan Kyuhyun telah selesai membersihkan tubuhnya.

“Jess, kau masak banyak sekali” ujar Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi

Jessica hanya tersenyum sebentar dan membalikkan tubuhnya menatap Kyuhyun. “Aku ke kamar dulu”

Kyuhyun membiarkan Jessica pergi meninggalkan dirinya, tangannya membuka kulkas di mana Jessica menyimpan masakan yang tadi di buatnya. Dahi Kyuhyun berkerut bingung, tidak biasanya Jessica memasak sebanyak ini di pagi hari. Tidak mau terlalu memikirkannya, Kyuhyun meninggalkan dapur, di pandanginya pantulan dirinya dari balik cermin yang berada di ruang tengah sembari mengeringkan rambutnya yang cukup panjang dengan handuk bersih berwarna biru muda. Suara senandung indah yang berasal dari mulut Kyuhyun sudah menjadi bukti betapa bahagianya ia selama empat hari ini karena Jessica mengambil cuti, tidak pergi kemana-mana dan hanya menemaninya seharian di rumah. Tak lama, di rasakannya lidahnya mengecap sesuatu yang kental, Kyuhyun mengecek lidahnya dengan dua jari yang ia masukkan ke dalam mulut, matanya membesar melihat darah yang membasahi jarinya. Belum cukup keterkejutannya, Kyuhyun kini berjalan menghampiri Jessica yang sedang menarik koper besarnya keluar kamar. Jantungnya berdetak semakin cepat.

“J-Jess, kau mau ke mana?”

Jessica melirik Kyuhyun sembari menghentikan langkahnya dan berhenti mendorong koper besar berwarna merah mudahnya. Di pandanginya wajah Kyuhyun yang pucat pasi, Jessica menunduk sebentar, mengambil waktu untuk menyiapkan serangkaian kalimat yang akan ia katakan.

“Kyu” Jessica berjalan mendekat pada Kyuhyun. “Kau tahukan, kita sudah tinggal bersama selama tiga tahun, dan mungkin, ini sudah waktunya kita punya jalan masing-masing dan memulai kehidupan yang baru. Aku membuka lembaran hidup ku yang baru tanpa ada nama mu, dan kau juga harus membuka lembaran baru tanpa ada nama ku di situ” jelas Jessica

Kyuhyun menggeleng pelan, tidak mengerti dengan apa yang di katakan Jessica. “Apa maksud mu?”

“Aku harus pergi Kyu. Meninggalkan rumah ini dan meninggalkan mu juga” Jessica mengusap pipi Kyuhyun dengan ke dua tangannya

“T-Tapi, kau—kau sudah janji pada ku tidak akan meninggalkan ku” Kyuhyun menggenggam sebelah tangan Jessica, suaranya mulai bergetar

“Tidak, aku tidak pernah berjanji apapun pada mu Kyuhyun. Aku tidak mau menyakiti mu semakin banyak, hati ku tidak tinggal di sini lagi, itulah kenapa aku harus pergi Kyu. Maafkan aku. Hiduplah dengan baik dengan wanita yang mencintai mu”

Jessica melepaskan tangan Kyuhyun dengan lembut ketika mendengar suara clakson mobil dari luar rumah, di tatapnya Kyuhyun untuk terakhir kalinya dan segera menarik kopernya keluar rumah, meninggalkan Kyuhyun yang masih membeku di tempatnya. Matanya terpejam, rasa-rasanya baru beberapa hari yang lalu mereka bersenang-senang, dan sekarang Kyuhyun harus menerima kenyataan jika Jessica pergi meninggalkannya? Itu semua terlalu cepat dan membuat Kyuhyun tidak bisa menerimanya. Tapi mendengar suara mobil yang di nyalakan dari luar rumah dan sosok Jessica yang sudah tidak ada di hadapannya, Kyuhyun tersadar jika apa yang telah terjadi hari ini bukan mimpi.
Kakinya yang panjang berlari keluar rumah, mendapati Jessica yang baru saja masuk ke dalam mobil. Dengan bersaman air matanya yang mengalir dan mobil mewah yang Kyuhyun ketahui milik Donghae sudah berjalan meninggalkan pekarang rumahnya, Kyuhyun berlari mengejar mobil itu, tanpa menggunakan alas kaki, ia masih berusaha mengejarnya sembari berteriak memanggil nama Jessica.

Donghae dan Jessica yang berada di dalam mobil menatap Kyuhyun yang kini telah terjatuh di atas aspan jalan setelah sebelumnya mengejar mobil mereka, ke duanya saling menatap satu sama lain, Donghae menggenggam tangan Jessica dan di balas Jessica dengan senyumannya yang sekilas dan kembali memandangi sosok Kyuhyun yang sudah berada jauh di belakang mereka dari balik spion mobil.

“Maafkan aku Kyuhyun”

“JESSICAAA, JANGAN PERGI JESSICA. JESSICAAAAA”

-Don’t Say Goodbye-

Tiga hari setelah perginya Jessica, Kyuhyun benar-benar kehilangan hidupnya. Ia sudah tak bekerja lagi dan tak melakukan aktifitas apapun selain duduk di depan jendela menunggu Jessica pulang. Sudah hampir empat kotak tissu yang habis ia pakai untuk menyeka darah yang terus mengalir dari hidungnya, belum lagi tiap kali ia terbatuk dan mengeluarkan darah juga mengotori kaos oblong berwarna putihnya. Kepalanya yang berdenyut sakit Kyuhyun hiraukan, obat-obatan yang di berikan oleh Dokter yang merawatnya juga tak pernah lagi ia minum. Bawah matanya yang berwarna hitam sebuah tanda jika Kyuhyun benar-benar kurang tidur, terus menunggu Jessica seolah wanita itu akan kembali padanya.

Ia mengusap air matanya yang mengalir sambil mengusap darah yang lagi-lagi keluar dari lubang hidungnya menggunakan punggung tangan, persediaan tissu nya sudah habis dan ia tidak berniat untuk membeli tissu di luar rumah. Satu setengah tahun yang lalu, Kyuhyun di vonis oleh Dokter mengidap penyakit leukemia, awalnya, Kyuhyun berusaha dengan keras untuk sembuh dari penyakit itu demi Jessica tanpa memberitahu yang sebenarnya pada wanita itu. Tapi, buat apalagi ia berobat jika satu-satunya tujuan ia hidup sudah pergi meninggalkannya?

Kyuhyun tersentak kaget ketika melihat mobil Donghae baru saja datang dan berhenti di pekarangan rumah. Kyuhyun tersenyum lebar ketika melihat Jessica turun dari atas mobil, tanpa tunggu lama Kyuhyun turun dari atas sofa, berlari ke arah pintu dan membukanya. Jessica yang baru saja akan membuka pintu tersentak kaget ketika melihat Kyuhyun sudah membuka pintu lebih dulu dan berdiri di hadapannya dengan tersenyum lebar. Sedangkan Jessica menatap Kyuhyun dari atas hingga bawah, darah yang mengotori baju dan pipi Kyuhyun membuat Jessica bergidik ngeri sekaligus bingung.

“K-Kyu, ada apa dengan mu?” seru Jessica gugup

“Kau kembali. Aku sudah tahu jika kau benar-benar tak pergi meninggalkan ku” sahut Kyuhyun senang

“Tidak Kyu, aku ke sini hanya mengambil berkas ku yang tertinggal di kamar”

Jessica berjalan masuk ke dalam rumah dengan melewati Kyuhyun, keterkejutannya bertambah ketika melihat banyaknya tissu yang berceceran di atas lantai. Jessica mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamar dan mengambil berkasnya, tapi ketika akan keluar, langkahnya tertahan ketika Kyuhyun berdiri di hadapannya.

“Kau benar-benat tidak perduli dengan ku lagi?” ucap Kyuhyun

“Maafkan aku Kyu” balas Jessica dan berjalan meninggalkan Kyuhyun

“Kalaupun aku mati kau tetap tidak akan perduli?”

Langkahnya terhenti tepat di ruang tamu saat mendengar kalimat Kyuhyun. Ia membalikkan tubuhnya, menatap Kyuhyun yang meneteskan air matanya.
“Apa yang kau bicarakan?”

Kyuhyun tersenyum miris, ia menghapus air matanya yang membasahi pipinya sembari berjalan mendekati Jessica.

“Kau boleh pergi, tapi bisa peluk aku yang terakhir kalinya?” pinta Kyuhyun dengan tersenyum

Jantung Jessica berdetak cepat, seolah ada yang aneh dengan Kyuhyun. Hatinya berteriak menolak permintaan Kyuhyun mengingat Donghae yang menunggunya di luar rumah, tapi tubuhnya bergerak sendiri mendekati Kyuhyun dan memeluk tubuh tinggi itu.

“Terimakasih Jess” ujar Kyuhyun dan membalas pelukan Jessica

Donghae menghentikan langkahnya di depan pintu ketika melihat Kyuhyun dan Jessica yang berpelukan. Salivanya ia telan dengan susah payah, tak ada perasaan marah sedikitpun ketika melihat keduanya berpelukan setelah mendapati wajah Kyuhyun yang pucat pasi dengan darah yang mengalir dari hidungnya dengan mata yang terpejam, dan semakin lama, di sadarinya jika tubuh Kyuhyun semakin lemas dan tak sadarkan diri, Donghae berlari dan membantu Jessica yang bersusah payah menahan tubuh Kyuhyun yang sudah tak sadar. Donghae beralih mengambil tubuh Kyuhyun dan membaringkannya di atas lantai.

“Kyu, kau kenapa Kyu?”

Donghae sama paniknya melihat keadaan Kyuhyun, ia memegang tangan sebelah Kyuhyun dan mengecek nadinya. Jessica menatap Donghae dengan perasaan takut.

“Kyuhyun meninggal Sica” jelas Donghae dengan suara yang pelan

Tangis Jessica meledak, Donghae berpindah ke sebelah Jessica dan memeluk wanita itu. Keduanya begitu terkejut, tak menyangka jika hari ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun, padahal, mereka bahkan belum meminta maaf pada pria itu. Donghae mengucapkan maaf dalam hatinya dan Jessica terus meracau meminta maaf, merasa bersalah pada tubuh kaku dan dingin di hadapannya itu.

NEW17END

9 thoughts on “Don’t Say Goodbye

  1. Hiks.hiks thor knp critanya sedih bget kyak gini, sica udh dikasih cwok sbaik kyu,msih bs jatuh hati ke org lain.
    Feelnya dpet thor… good job sm ff mu…
    Ditggu ff mu lainnya…

  2. Tanggu jawab thor udh bikin nangis kejer gni, feelnya dpt bnget. ngerasa sakit, kyu dibuat sica kek gitu.. T_T
    Daebakk… Daebakk

  3. sedih deh bacanya–”
    gak tau mau ngetik apa lagi-_-
    keep writing FF HaeSica ya, kalau bisa Marriage Life^^
    HaeSica Happy ending!!

  4. hikseu T^T Nangis nih bacanya. kok nasibnya kyu malang bgt sih. ikut sakit hati deh. knapa sica tega?? aq jadi rada kecewa sm haesica disini -_- Pelukan trakhir tdi sukses bkin air mata banjir tgor. ngena bgt. dtunggu ff lainnya~^^

  5. Kenapa aku jd mewek gini? Hiks… kasihan iiiih…. kyuhyun sangat mencintai sica… aku juga mau d gituin..
    Seharusnya sica nemenin kyuhyun dulu sampai kyuhyun merasa bahagia sebelum ajalnya tiba sbelum ama donghae…

  6. Huft.. ngrasa confussed hrus mihak kyu ap hae:/ jlas2 I’m HS fans tp knp sdihya ngbyangin sica nnggalin kyu di ff nih..
    alurya menarik kkeke.. Jrg2 khan cwek yg nnggalin cwoya biasaya sebalikya..
    Aku suka castya🙂 dan nice story.. Keep writting chingu🙂

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s