Lee Family Series “Lee Boys Adventure”

ini ff yang paling panjang yang pernah saya share di sini. terinspirasi dari reality show ‘the return of supermanm’ ^^ enjoy😉

Tittle: Lee Family Series “Lee Boys Adventure”

Gendre: Romance, Family

Cast: Lee Donghae (SUJU)

Byun Baekhyun (EXO K) as Lee Baekhyun

Jeno (SM Rookie) as Lee Jeno

Other Cast: Jessica Jung (SNSD)

Shin Yoonjo (Hello Venus) as Lee Yoonjo

etc

Author: -PrettyBoy-

NEW18Suara cicitan burung di pagi hari dan di tambah dengan sinar matahari cerah yang masuk kedalam kamar bernuansa putih melalui jendela kamar yang terbuka lebar membangunkan Donghae dari tidur lelapnya. Matanya masih terpejam tapi terukir senyuman di wajah manisnya, Donghae sangat suka pagi hari, saat-saat itulah di mana ia bisa melihat seorang wanita yang akan membuka matanya dan menatap Donghae yang paling pertama dari semua orang-orang yang ada di dunia ini, seorang wanita yang akan selalu memberikan senyuman pertamanya untuk Donghae, tapi mata teduh pria itu segera terbuka lebar ketika dia merasakan tempat di sebelahnya sudah kosong. Tubuhnya yang cukup proposional segera melompat turun dari tempat tidur lalu melangkah ke arah pintu kamar mandi, tapi nihil, Donghae menggaruk rambut belakangnya, tak biasanya sang Istri pergi dari kamar sebelum Donghae bangun.

Donghae membuka kamarnya, menoleh ke arah kanan dan kiri, tapi tetap saja tidak menemukan seorang wanita yang telah memberinya tiga anak itu. Dengan kebingungan, Donghae berniat melangkah menjauh dari kamarnya, tapi terhenti ketika ia melihat anak sulungnya berlari dengan membawa
sepucuk surat.

“APPPAAAA” teriak Baekhyun

“Hei, kau lihat Umma mu tidak?” tanya Donghae

“Tidak lihat. Tapi Umma menulis surat untuk kita” Baekhyun menyodorkan sebuah kertas berwarna merah muda untuk Donghae

Surat? Donghae berkerut bingung, tidak biasanya wanita berusia 37 tahun itu menulis surat. Lagipula untuk apa menulis surat? Mereka kan satu rumah, tiap hari juga bertemu, jadi untuk apa? Donghae terkejut dari lamunannya ketika Baekhyun menggerak-gerakkan lengannya, tidak sabar menyuruh sang Ayah untuk membaca surat dari Jessica.

“For my lovely husband & my lovely son

Jam 5 subuh tadi aku dan Yoonjo sudah pergi ke bandara. Kalian terkejutkan, hehe. Aku dan Yoonjo pergi ke Jepang untuk berlibur, sudah lama kita tidak berbelanja. Kami tidak akan lama, hanya 3 hari 2 malam saja, setelah itu kami pulang. Jaga rumah dengan baik😉 Love you :*

From the most beautiful woman in the world, Jessica & Yoonjo”

Baekhyun menatap Donghae yang juga kini sedang menatapnya balik, tak lama, mereka tersenyum jahil dan melompat juga berteriak senang. Jika dua wanita cerewet di rumah mereka pergi selama 3 hari, itu namanya dua pria yang paling besar di kediaman Lee itu bisa bebas melakukan apa saja. Bermain bola, main game, menonton DVD, dan melakukan hal apa saja tanpa ada yang bisa mengomeli keduanya.

“Asssa, kita bisa mengadakan pertandingan futsal di taman belakang” ucap Baekhyun senang

“Betul sekali, Appa akan menghubungi Yunho Hyung dulu” balas Donghae

“Tunggu Appaaaaa” tahan Baekhyun hingga membuat Donghae menghentikan langkahnya

“Apa lagi?” seru Donghae sebal

“Umma bilang, dia dan Yoonjo ke Jepang, itu berarti——”

“HUWEEEEEEE”

Donghae dan Baekhyun saling bertatapan horor, mendengar suara tangisan dari sebuah kamar di ujung ruangan membuat kedua tubuh mereka menegang. Oh tidak, hancur sudah semua impian mereka. Suara tangisan itu terdengar semakin kencang dan membuat telinga semakin pengang juga, tanpa menunggu lama, Ayah dan anak itu segera berlari masuk kedalam kamar tadi dan mendapati seorang bocah berumur 3 tahun menangis dengan terisak-isak di atas ranjang tidurnya.

“YA TUHAAANNNN” sahut Baekhyun dan Donghae bersamaan

Nonton DVD, bermain futsal dan segala rencana yang telah mereka susun tadi harus berantakan dalam sekejap karena seorang bocah laki-laki yang kini berada dalam gendongan Donghae. Siapa lagi kalau bukan Lee Jeno, anak bungsu dari keluarga Lee yang cukup merepotkan, tapi dalam tanda kutip Donghae dan Baekhyun. Secara bersamaan, dalam hati keduanya, mau Baekhyun ataupun Donghae sama-sama merutuk dalam hati karena Jessica nyatanya tidak membawa anak bungsu mereka pergi bersama. Bukannya apa-apa, tentu saja meninggalkan anak kecil berusia 3 tahun bersama dua pria bodoh yang bahkan tak bisa mengerjakan apapun tentu saja bukan keputusan yang tepat.

Lihat saja tingkah keduanya, bukannya berhenti menangis, Jeno malah menangis dengan sangat kencang akibat Donghae yang salah menggendongnya dan Baekhyun yang mencubit kedua pipi gembul adiknya hingga memerah, baru 5 menit menjaga Jeno saja sudah membuat kedua pria itu kelabakan seperti ini, apalagi 3 hari 2 malam? Semoga saja uri Jeno tidak jatuh dari atas tempat tidur karena Donghae yang membaringkan Jeno di tempat yang salah, atau semoga saja tendangan bola Baekhyun tidak menubruk kepala Jeno, atau atau atau lainnya yang bisa saja menyakiti Jeno. Yah, semoga.

Baekhyun mengikuti langkah Donghae yang sedang menggendong Jeno kearah dapur, sesampainya disana, Donghae mendudukkan Jeno diatas kursi yang berukuran tinggi, sedangkan Baekhyun duduk disebelah Jeno dengan wajahnya yang merengut kesal. Sebelum Donghae membuka kulkas berwarna putih, tangannya menarik sebuah kertas yang tertempel pada kulkas tadi.

“Oppa, hari ini masak bubur ayam untuk sarapan Jeno dan Baekhyun, jangan pernah sekalipun memberikan mereka ramyun untuk sarapan, juga potong beberapa buah setelah mereka makan, berikan susu untuk Jeno setelah sarapannya habis, dan jangan berikan Baekhyun Jus strawberry sebelum sarapannya habis”

Donghae menghela nafas panjang, baru pagi hari saja ditinggal oleh sang Istri sudah membuatnya repot. Ia menoleh kebelakang, memerhatikan Jeno dan Baekhyun yang sedang bermain.

“Appa, aku mau Jus” pinta Baekhyun

“Sebelum sarapan mu selesai” balas Donghae yang mulai sibuk membuat bubur ayam

“Apppaaaa” rajuk Baekhyun tidak senang dengan jawaban Donghae

“Tidak boleh. Umma akan marah jika dia tahu kau meminum jus sebelum sarapan” seru Donghae

Baekhyun meletakkan sendok dan garpunya dengan kasar ke atas meja hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring. Anak laki-laki berusia 11 tahun itu berjalan dan berniat membuka kulkas, tapi sayangnya dia kalah cepat dengan Donghae karena sang Ayah lebih dulu berdiri di depan kulkas dengan merentangkan ke dua tangannya, pertanda bahwa Baekhyun tidak boleh membuka kulkas.

“APPA!!!” sahut Baekhyun kesal

“Kau tidak dengar apa yang Appa katakan?” kata Donghae berusaha memasang wajah setegas mungkin agar Baekhyun bisa sedikit takut dengannya

Baekhyun menatap Donghae dengan wajahnya yang berkerut kesal, dia membalikkan tubuhnya dan berdiri diam di tempatnya. Melihat Baekhyun yang mungkin saja akan kembali ke tempat duduknya, Donghae kembali memulai pekerjaannya. Tapi suara tangis Baekhyun dari belakang membuat Donghae menghela nafas panjang, sedikit terkejut dengan sikap Baekhyun yang menangis tiba-tiba, jika Jessica yang melarang, anak itu bahkan tak pernah menangis.

“Huwaaa, aku mau Jus Strawberry”

Donghae berhenti mengiris ayam, mendengar suara tangis Baekhyun membuatnya tidak tega, ia menoleh kebelakang, Baekhyun bahkan sudah mendudukkan tubuhnya di atas lantai sembari terus menangis dengan menyebut-nyebut Jus Strawberry, juga jangan lupakan wajah putihnya yang memerah seperti tomat dan air matanya yang membasahi pipi chubby nya. Donghae mengambil sekotak Jus strawberry berukuran sedang dalam kulas, membuka penutupnya lalu memberikannya pada Baekhyun. Jeno yang melihat sang Kakak menangis hanya bisa menatapnya tanpa ekspresi.

“Hanya satu teguk saja” seru Donghae

Baekhyun mengangguk dengan senang, di pegangnya bungkus Jus yang juga di pegang Donghae.

“Hei Baekhyun hentikan” Donghae menarik bungkus Jus dari tangan Baekhyun hingga membuat piyama tidur Baekhyun basah karena tumpahan dari Jus tadi. “Kau meminum terlalu banyak”

“Hehe” Baekhyun tersenyum jahil, lalu kembali ke tempat duduknya dengan senang

“Appa, Jeno” Jeno menyodorkan kedua tangannya pada Donghae

“Jeno minum susu saja, ne?” Donghae mengelus rambut hitam Jeno dan memulai kembali aktifitasnya tadi

Sementara Baekhyun dan Jeno mulai sibuk bermain di meja makan, Donghae juga sibuk menyiapkan sarapan anak-anaknya. Membuat bubur sudah, memotong buah sudah, membuatkan susu untuk Jeno juga sudah, kini Donghae meletakkan makanan dan minuman yang di buatnya ke atas meja. Satu suapan pertama untuk Jeno, dan satu suapan kedua untuk Baekhyun. Mengurus dua anak di pagi hari memang merepotkan, untung saja Jessica membawa Yoonjo, ia tidak bisa membayangkan jika harus mengurus Yoonjo yang manja juga cengeng.

“Rasanya hambar Appa” Baekhyun mendorong mangkuk bubur yang berada di hadapannya

“Sudahlah makan saja, dari pada kau kelaparan. Makan sarapan mu sendiri”

Donghae kembali menyuapi Jeno dan menyuapi dirinya sendiri, sedangkan Baekhyun menarik kembali mangkuknya dan memulai melahap bubur tidak enak buatan sang Ayah. Tidak sampai lima sendok, Baekhyun meletakkan sendoknya ke dalam mangkuk, Donghae yang melihatnya menggeleng, apalagi setelah Baekhyun berkata bahwa ia kenyang, itu pasti karena Baekhyun terlalu banyak meminum Jus tadi. Jika Jessica tahu, habis sudah riwayatnya.

-Lee Boys Adventure-

“Kau yang bawa”

“Tidak mau! Appa saja!!”

Di parkiran dalam perusahaan Donghae terlihat Ayah dan Anak itu masih terlihat meributkan siapa yang akan membawa tas jinjing berwarna merah muda yang berisikan keperluan Jeno, sudah 2 menit berlalu tapi tidak ada satupun yang mau mengalah. Donghae terpaksa membawa kedua anaknya ke kantor, mustahil meninggalkan anak berumur 11 tahun dan anak kecil yang baru berusia 3 tahun hanya berdua di dalam rumah mereka yang cukup besar. Huh! Donghae sekarang merutuki Jessica yang tak pernah mau mempunyai pengurus rumah apalagi pengurus untuk anak-anaknya.

“Kalau kau tidak mau bawa tas ini! Kalau begitu kau yang gendong adik mu!”

Baekhyun yang tadi membuang wajahnya kini melirik Ayah nya yang sedang bersusah payah menggendong Jeno yang mulai rewel karena udara di parkiran memang panas dan pengap, lalu ia kembali memandangi tas merah muda tadi dengan ukuran yang cukup besar. Baekhyun menghela nafas panjang, mencoba menyingkirkan ego nya dan mengerti dengan keadaan Ayah nya yang terlihat kerepotan. Setelah Baekhyun mengambil tas tadi dari tangan Donghae, Donghae segera mengusap rambut hitam Baekhyun dan mengajaknya masuk kedalam perusahaan kaluarga Lee.

“Wah wah, sekarang kau jadi pengurus bayi, Donghae-ah?” ledek Kyuhyun jahil

“Huh, diam kau! Ini gara-gara Jessica dan Yoonjo pergi ke Jepang secara diam-diam” kata Donghae sedikit kesal

Kyuhyun hanya tertawa kecil, di lihatnya wajah Baekhyun yang mengerut sebal. “Tas mu bagus Baekhyunie”

Baekhyun rasanya ingin menonjok bibir tebal teman kerja Ayah nya ini. Melihat wajah Baekhyun yang memerah menahan marah, Donghae memukul kepala Kyuhyun tanpa perasaan hingga membuatnya meringis kesakitan, dan Jeno tertawa kecil dengan pemandangan yang di lihatnya.

“Ayo masuk Baekhyun” suruh Donghae sembari membuka pintu ruang kerjanya

“JANGAN SAMPAI JENO HILANG” teriak Kyuhyun semakin menjadi-jadi

“DIAM KAU!!!!!” balas Donghae dan Baekhyun secara bersama-sama.

Donghae mendudukkan Jeno keatas sofa berwarna merah hati yang berada di pojok ruangan, sedangkan Baekhyun yang memang sejak tadi sudah merengut kesal melemparkan tas yang di bawanya kesembarang arah dan duduk di samping Jeno, ia memandangi sang Ayah yang sudah duduk di meja kerjanya dan mulai sibuk memulai pekerjaannya. Sedangkan Jeno turun dari atas sofa dan berlari ke arah jendela besar yang menampilkan indahnya kota Seoul dari atas lantai 9 perusahaan ini.

“Appa, ayo main” ajak Jeno

“Main dengan Baekhyun Hyung, ne?” di tatapnya Jeno sebentar lalu mengalihkan kembali pandangannya pada Laptop hitamnya

“Kemari Jeno”

Baekhyun menggendong tubuh kecil Jeno kembali ke sofa, lalu mengeluarkan beberapa mainan yang di bawanya. Sesekali Donghae melirik dua anak laki-lakinya yang terlihat akur, ia tersenyum lembut, berterimakasih pada Baekhyun yang nyatanya bisa mengerti jika kini ia sedang sibuk. Jeno meletakkan crayon berwarna merahnya di atas kertas, ia berdiri di hadapan sang Kakak yang sedang tengkurap di atas karpet dengan masih sibuk menggambar setelah bosan bermain mobil-mobilan. Melihat adiknya yang bergelagat aneh, Baekhyun mendongak dan mendapati wajahnya yang memerah.

“Hyung, celana ku bacah” ujar Jeno yang terdengar seperti cicitan

Baekhyun membulatkan matanya, secara refleks ia bangun dan berjongkok di hadapan Jeno. Oh yang benar saja, anak itu mengencingi celananya sendiri.

“Appa, Jeno ngompol” teriak Baekhyun

“Mwo?” Donghae meninggalkan kursinya dan menghampiri Jeno yang malah tersenyum kecil. “Aigooo, Jeno kenapa tidak bilang kalau mau buang air kecil?”

“Jeno celing pipis di celana kok, tapi celananya nggak pelnah bacah tuh” jelas Jeno dengan aksen cadelnya seolah tidak mau di salahkan

“Aahhh, Appa tidak memakaikan Jeno popok” seru Baekhyun

Donghae menepuk keningnya sendiri, Baekhyun benar, kata Jessica, Jeno memang masih harus memakai popok walaupun usianya baru tiga tahun. Dengan cepat di bukanya celana Jeno yang basah dan memasukkannya ke dalam kantungan berwarna hitam, untung saja ada kantungan di dalam tas milik Jeno, lalu di suruhnya Baekhyun membasuh bokong adiknya yang basah.

“Ih bauuuu” Baekhyun menutup hidungnya sambil membersihkan bokong Jeno dengan beberapa helai tissu

“ANI!! Jeno kan udah pake palfum” balas Jeno tidak terima

Donghae menggelengkan kepalanya sembari menggendong Jeno ke kamar mandi, Baekhyun mengikuti langkah Ayah nya dengan membawa tas merah muda milik Jeno. Salahkan saja Ibu nya yang terlalu tergila-gila dengan warna merah muda, padahal Baekhyun pikir tas peralatan milik Jeno harusnya berwarna biru atau warna yang di sukai Pria, bagaimanapun Jeno kan laki-laki. Belum lagi sahutan-sahutan dari karyawan Ayah nya yang mengatakan jika Baekhyun terlihat imut dengan menjinjing tas berwarna merah muda. Rasanya ia ingin berteriak mengatakan jika dia itu tampan, tidak imut! Baekhyun bersumpah tidak akan mau lagi membawa tas milik Jeno.

“Tunggu di sini ne? Appa cuci tangan dulu” Donghae menurunkan Jeno dari gendongannya dan menyalakan keran air

“Bawa tas mu sendiri” Baekhyun menyodorkan tas yang di pegangnya pada Jeno

“Chilleo, wek” Jeno memeletkan lidahnya dan berlari menjauh dari sang Kakak

“Appa, Jeno kabur” ujar Baekhyun

Donghae menggerutu dalam hati, tanpa sempat mengeringkan tangannya yang masih basah karena air, Donghae sudah harus keluar kamar mandi dan mengejar Jeno yang berlarian ke sana ke mari, menunjukkan bawah tubuhnya yang bahkan tidak mengenakan apapun. Para karyawan yang melihat tingkah Bos nya dengan sang anak yang berlarian di lantai 9 perusahaan itu hanya bisa tertawa kecil.

“Jeno, jangan lari sayang. Kau belum memakai celana” sahut Donghae yang kerepotan mengejar kaki kecil anak bungsunya

“Tangkap Jeno kalau bica, hehe” ledek Jeno sekali lagi dan kembali berlari, tidak memperdulikan banyaknya tatapan mata yang melihat tingkahnya

“Jeno babooo, ah aku capek” Baekhyun memutuskan untuk berhenti mengejar Jeno dan duduk di atas lantai, lalu melempar tas Jeno saking kesalnya

Sementara itu Donghae masih sibuk mengejar Jeno, kaki telanjangnya bahkan memperlihatkan dua buah bokong putih Jeno yang bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti langkah kaki Jeno. Tinggal beberapa langkah lagi ia akan mendapatkan Jeno, tapi anak itu malah terjatuh karena menabrkan kaki jenjang seseorang, dan di lihatnya anak berusia 3 tahun itu hanya berdiam diri di tempatnya dengan tersenyum senang dengan mata yang berbinar-binar.

“Kau Jeno-ya?” seseorang yang menabrak Jeno tadi menggendong tubuh kecilnya dengan senyuman manis. “Lee Sajangnim, mari saya bantu memakaikan pakaian Jeno”

“A-ah ne, gamsahamnida” Donghae tersenyum canggung, ternyata itu salah satu karyawannya yang terkenal karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya

“INI TAS NYAAAA”

Oh tidak, ternyata bukan hanya Donghae yang merasa iri karena Jeno bisa bergelayut manja dalam pelukan wanita yang di kenal dengan nama Nana itu, tapi Baekhyun juga, lihat saja saat bagaimana mata sipitnya melotot senang ketika melihat wanita cantik ada di hadapannya. Ia berlari dengan semangat dan menyodorkan tas milik Jeno. Ada rasa bangga dalam dirinya ketika tahu jika ternyata anak-anaknya punya tipe yang sangat bagus untuk masalah perempuan. Donghae memang sepertinya tak salah gaya dan gerakan ketika membuat Jeno dan Baekhyun bersama Jessica, hoho.

“Baekhyunie anak sulung Lee Sajangnim ya? Tampan sekali” Nana mengelus rambut hitam Baekhyun setelah sebelumnya mendudukkan Jeno di atas meja kerjanya

“Siapa dulu Appa nya, ekhm, uhuk, hehe” Donghae tersenyum bangga sembari memperbaiki setelan jasnya yang sedikit berantakan

Nana tersenyum sebagai balasan ucapan Bos nya, lalu mulai membasuh bokong Jeno dengan tissu basah dan menaburinya dengan bedak baby. Baekhyun memandanginya dengan seksama, ia tidak mengerti, kenapa anak bungsu itu selalu lebih beruntung dari anak sulung. Anak bungsu lebih di nomor satukan di banding dirinya. Baekhyun tertawa jahil ketika mendapatkan sebuah ide agar menarik perhatian wanita cantik di hadapannya ini.

“Noona, pakaikan celana ku jugaaaa”

Donghae terkejut melihat Baekhyun yang sudah bersiap melepas celananya, ia berlari dan mencoba menahan Baekhyun.

“YAK, APA YANG KAU LAKUKAN LEE BAEKHYUUUNNN?????”

-Lee Boys Adventure-

Donghae harus terpaksa meninggalkan kursi kerjanya lebih cepat dari biasanya, pasalnya Jeno sudah menangis dan Baekhyun mulai merengek bosan di dalam kantornya. Donghae mengutuk dalam hati, baru setengah hari saja berada di dalam kantor mereka sudah bosan, apalagi dengan dirinya yang harus tiap hari berada di sana dan mengerjakan semua pekerjaan yang tak ada habisnya. Dan di sinilah mereka sekarang, salah satu taman kota yang cukup ramai di datangi pengunjung dan beberapa penjual kaki lima yang menjual berbagai makanan dan minuman. Baru setengah hari menemani dua anak laki-lakinya tapi rasanya Donghae lelah sekali, tidak pernah di pikirkannya jika merawat anak laki-laki bisa serepot dan melelahkan seperti ini. Tubuhnya ia dudukkan di atas kursi panjang berwarna putih, sedangkan Baekhyun dan Jeno sibuk bermain tak jauh dari hadapannya. Matanya terpejam dan tubuhnya bersandar pada kursi tersebut, mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya sebentar, tapi baru sebentar saja bisa merasakan bersantai, kegiatannya terganggu ketika merasakan seseorang menarik-narik lengannya dan memanggil namanya.

“Appa..bangun Appa” panggil Baekhyun, wajah terlihat kebingungan

“Wae Baekhyun-ah?” kata Donghae dan memperbaiki duduknya

“Tadi Jeno bilang mau cari batu di sekitar taman, tapi sudah hampir 10 menit Jeno belum kembali” jelas Baekhyun khawatir

“MWO??”

Rasanya jantung Donghae akan copot saat itu juga mendengar ucapan Baekhyun. “Kenapa kau tidak menemaninya?”

“Aku pikir dia tidak akan pergi jauh-jauh” balas Baekhyun dengan menunduk, wajah Donghae terlihat memerah, entah karena menahan marah atau apa

“Kalau begitu ayo kita cari”

Baekhyun mengangguk, mengikuti langkah kaki Ayah nya yang terlihat terburu-buru, kepala keduanya menengok ke kanan dan ke kiri, mencari-cari keberadaan Jeno yang mungkin saja masih di sekitar sana, beberapa kali juga mereka bertanya kepada orang-orang yang berada di taman itu. Panasnya terik matahari tak membuat Baekhyun ataupun Donghae menyerah mencari Jeno, sudah hampir 2x mereka mencari ke sana ke mari, tapi belum ada tanda-tanda Jeno akan di temukan. Keringat bahkan sudah terlihat membasahi kening Donghae, merasakan panas dalam hatinya, Donghae melepaskan jas hitamnya, lalu melemparkannya ke atas tanah saking kesalnya.

“Jenoooo, kau kemanaaa?”

Donghae membuang nafas panjang, jantungnya bahkan berdetak sangat cepat, sebagai seorang Ayah tentu saja ia begitu khawatir dan sangat cemas ketika berada di posisi seperti ini. Berbagai macam ketakutan mulai mengikuti dirinya, Donghae tidak bisa membayangkan jika mungkin saja Jeno di culik orang jahat, atau lebih parahnya mungkin saja anak itu berkeliaran di jalan yang ramai dan, dan, ah Donghae tidak berani memikirkannya. Dia mengusap wajahnya dengan kasar, tak menyadari jika Baekhyun juga merasakan ketakutan yang sama. Anak itu bahkan sudah menunduk dengan meneteskan air matanya. Adiknya hilang dan tidak tahu ada di mana sekarang.

“Appa, mianhae”

Suara Baekhyun yang terdengar serak membuat Donghae menoleh ke arah kanan dan memandangi anak sulungnya yang terlihat ketakutan. Untuk sekali lagi Donghae menghela nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya dan berjongkok di hadapan Baekhyun untuk menyamai tinggi anak itu.

“Sudah, jangan menangis lagi. Sekarang kita cari adik mu saja, ne?” Donghae mengangkat dagu Baekhyun untuk menatapnya lalu menghapus air mata di pipi chubby Baekhyun

“JENO-YAAA, JENOOO” Baekhyun mulai berteriak memanggil nama sang adik dengan tangan kirinya yang di genggam erat oleh Donghae

“Tuan..Tuan…”

Dari arah belakang terdengar seseorang yang memanggil Donghae, ia berbalik, mendapati seorang pria yang tak di kenalinya sedang berlari ke arahnya dengan wajah yang terlihat gugup. Entah mengapa perasaannya semakin tidak enak karena ke datangan pria tadi.

“Aku dengar Tuan kehilangan anak, benar?” tanyanya dengan sedikit kelelahan

“I-Iya, anak saya berusia 3 tahun, rambutnya hitam dan panjangnya sampai di atas bawah telinga, di tidak terlalu gemuk dan kurus, wajahnya persis dengan wajah ku. Apa anda melihatnya?”

“B-begini Tuan, di depan taman ada anak yang terserempet motor, kami tidak tahu siapa orang tuanya. Apa Tuan mau mengeceknya dulu?” ujar Pria itu dengan hati-hati

“Kita kesana”

Ketiganya berlari dengan tergesa-gesa ketempat yang di tujukan. Donghae sebisa mungkin menahan air matanya, Baekhyun bahkan kini berada dalam gendongannya, mendengar suara tangis Baekhyun semakin meresahkan hati Donghae sendiri. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi apa-apa dengan Jeno, dan memang benar, di depan jalan masuk taman ini sudah mulai ramai dengan beberapa orang yang berkumpul. Donghae menurunkan Baekhyun dari gendongannya dan langsung menerobos masuk ke dalam kerumunan, di lihatnya beberapa wanita dan pria yang mencoba mengobati luka-luka anak yang menjadi korban kecelakaan itu dan mencoba membuatnya berhenti menangis. Donghae duduk di sebelah wanita yang memangku anak tadi yang berada dalam pelukannya, dengan perlahan, Donghae memandangi wajah anak itu.

“Ya tuhan”

Donghae jatuh terduduk, tidak tahu harus berekspresi apa seperti sekarang. Ternyata anak yang menjadi korban kecelakaan itu bukan Jeno, Baekhyun duduk di sebelah Ayah nya yang mulai menangis akibat perasaan campur aduk yang di rasakannya. Tak lama, Ibu dari anak tadi datang dan segera membawanya ke Rumah Sakit, sedangkan Donghae dan Baekhyun kembali ke taman untuk mencari Jeno. Sekarang bahkan sudah jam 4 sore, tapi Jeno belum juga di temukan. Ayah dan anak itu duduk di bawah pohon, beristirahat sebentar sembari masih meneriaki nama Jeno.

“Appa, bagaimana ini?” tanya Baekhyun

“Adik mu pasti ada di sekitar sini”

Donghae mengelus rambut Baekhyun dan mengecup keningnya lalu mengalihkann pandangannya ke depan, mata Donghae menyipit ketika melihat badan seorang anak kecil yang berada di balik pohon yang tidak terlalu besar.

“B-Baekhyun-ah, bukankah itu adik mu?” tunjuk Donghae pada pohon yang tak jauh dari tempatnya

Mata Baekhyun membulat besar, itu memang Jeno, ia ingat pakaian yang di pakai sang adik. Tanpa tunggu lama lagi, Baekhyun dan Donghae berlari ke sana, dan benar saja, itu Jeno yang terlihat sedang bermain dengan seorang anak perempuan dengan riangnya.

“LEE JENO!!!” Donghae mengangkat tubuh Jeno dan memeluknya dengan erat dalam gendongannya. “Jeno, kami mencari mu ke mana-mana”

“Jeno bodoh, hiks” Baekhyun mencubit pipi adiknya dengan isakan yang lolos dalam bibirnya

“Jeno cuma main cama Lami kok Appa. Jeno nggak nakal, iya kan Lami?” tanya Jeno pada teman barunya yang ia temui saat berniat mencari batu tadi

“Tapi kau tidak boleh pergi sendirian. Sekarang kita pulang ne?” ajak Donghae dan menurunkan Jeno dari gendongannya

“Ok. Bye bye Lami, nanti Jeno datang lagi ne?” kata Jeno dengan bersikap manis

“Eng” Lami hanya mengangguk dengan tersenyum dan berlari ke arah Ibu nya yang sedang duduk di kursi taman

Jeno melambai-lambaikan tangannya dengan tersenyum senang, sama sekali tidak menyadari bagaimana takut dan khawatirnya sang Ayah juga Kakak nya. Dengan polos, ia memandangi wajah Donghae dan Baekhyun yang terlihat sembab.

“Wajah Appa dan Baekhyun Hyung kenapa? Kok matanya melah? Jelek deh” hina Jeno tanpa perasaan

“MWO? YAK, INI GARA-GARA KAU!!!”

Donghae tertawa melihat Baekhyun dan Jeno yang sudah berlari, ia bersyukur pada Tuhan karena ternyata Tuhan-NYA masih melindungi sang anak. Tidak mau kejadian tadi terulang lagi, Donghae ikut berlari mengejar ke dua anaknya yang tertawa senang dengan masih saling meledek.

-Lee Boys Adventure-

“Jeno, Baekhyun. Umma menelfon”

Donghae memperlihatkan layar ponselnya yang tertera nama Jessica di sana, dengan cepat ke dua anak hyperactive itu mengambil posisi, Jeno di atas pangkuan Ayah nya dan Baekhyun di sisi kanan Donghae.

“LEEE JENOOOO, LEEE BAEKHYUUUUNNN” suara cempreng Jessica terdengar begitu Donghae menjawab face time dari Istri nya

“Ummaaaaa, aku kangeennnn” seru Baekhyun

“Umma kemana cih? Kok Jeno nggak liat Umma cehalian ini? Umma malah pelgi cama Yoonjo Noona, huh” Jeno mengeluarkan lidahnya meledek Jessica dan membuang wajahnya ke arah kiri

“Dengan Yoonjo Noona tidak marah kan? Hehe” kata Yoonjo yang berada di samping Jessica

Jeno melirik Kakak perempuannya sebentar dan menyandarkan tubuhnya pada dada bidang sang Ayah. “Jeno juga malah cama Yoonjo Noona, deh”

“Aigooo, uri Jeno imut sekali” balas Jessica gemas. “Kalian tidak nakal kan hari ini?”

“Aku tidak Umma, tapi Jeno nakaaaalllll sekali. Aku dan Appa mencari Jeno ke mana-mana, kami kira Jeno hilang, eh tahunya dia malah main sama cewek” jelas Baekhyun dengan sedikit kesal

“Eh jinjja? Jeno main sama cewek? Tidak boleh!! Nanti Noona mainnya sama siapa? Baekhyun Oppa kan galak, Yoonjo tidak boleh main sama dia” cerita anak perempuan usia 7 tahun yang terlihat mirip dengan Jessica

“Oppa tidak pelit! Yoonjo yang pelit, buktinya pergi dengan Umma ke Jepang tidak ajak-ajak” balas Baekhyun tidak mau kalah

“Iya. Jeno nanti mau beli balon yang banyak, jadi Jeno bica ke Jepang juga”

Satu keluarga itu tertawa mendengar celotehan Jeno. Walaupun mereka mengobrol dan hanya bisa melalui balik ponsel, tapi tetap saja ramainya satu keluarga itu seperti sedang bertemu secara langsung. Ah sial, Donghae merindukan kehadiran Istri dana anak perempuannya yabg cerewet. Teringat sesuatu, Jessica berhenti tertawa dan memandangi Baekhyun juga Donghae dengan serius.

“Oppa, hari ini mereka sarapan dengan baik kan?” tanya Jessica, ia sedikit khawatir mengenai makan dua anaknya mengingat kemapuan masak memasak Donghae yang terbilang cetek

“Jeno makan dengan baik, tapi—–” Donghae mengacak rambut Baekhyun dan melanjutkan ucapannya. “Baekhyun tidak menghabiskan sarapannya”

Jessica melotot mendengar perkataan Donghae, Baekhyun yang melihat ekspresi Ibu nya yang seakan-akan sudah siap melahapnya hidup-hidup mencoba membela diri.

“Soalnya masakan Appa tidak enak” sahut Baekhyun

“Buktinya Jeno makan sampai habis. Itu karena dia meminum terlalu banyak Jus, Sica” balas Donghae

“BAEKHYUN!!! Umma sudah bilang, jangan minum Jus sebelum makan”

Melihat Baekhyun di omeli panjang lebar oleh Jessica membuat Yoonjo, Jeno dan Donghae tersenyum, jari telunjuk Yoonjo bahkan bergerak ke atas dan ke bawah seolah mengatakan ‘kena kau’. Ketika tanpa sengaja mendapati Donghae yang malah asyik tersenyum, wajah Jessica terlihat semakin mengeras dan amarahnya semakin naik ke atas kepala.

“YAK OPPA!!! Ini juga salah mu, kan aku sudah memperingatkan, jangan berikan Baekhyun jus sebelum makan!!!!”

“T-tapi tapi, dia menangis Sica”

Jawaban Donghae yang terdengar terbata-bata menjadi sebuah bukti jika Donghae sebenarnya tipe suami yang takut pada istri. Kalau Heechul Ahjussi bilang, Donghae itu berada di bawah jempol Jessica. Ekspresi Donghae yang terlihat begitu ciut membuat anak-anaknya harus menahan tawa tanpa ada rasa kasihan sedikitpun pada sang Ayah.

“APAPUN ALASANNYA KALIAN AKAN MENDAPATKAN HUKUMAN!!!!”

Bersamaan suara Jessica yang menghilang dan layar ponsel Donghae yang menampilkan foto keluarga mereka sebagai wallpaper, itu sudah menandakan jika akan ada pertanda tidak enak sekembalinya Jessica dari Jepang nanti. Baekhyun dan Donghae saling menatap satu sama lain, harusnya mereka tidak saling menyalahkan, jadi Jessica tidak tahu dan tidak akan semarah itu.

“Ih, Umma celam ya kalau malah-malah” celetuk Jeno dan turun dari pangkuan Donghae

Donghae tertawa mendengar kalimat itu keluar dari bibir tipis Jeno, masalah marahnya Jessica nanti sajalah ia pikirkan, sekarang yang terpenting dia harus menyelesaikan tugasnya dulu sebagai seorang Ayah sekaligus Ibu sebelum Jessica pulang. Tak lama, makanan yang mereka pesan telah datang. Malam ini Donghae memesan bulgogi, cream soup dan beberapa makan ringan lainnya untuk Jeno dan Baekhyun, juga jangan lupakan sekotak susu rasa coklat dan Jus strawberry.

“Baekhyun, kau lihatkan betapa marahnya Umma jika kau minum jus sebelum makan?” Donghae memegang Jus di tangannya, mencegah jika sewaktu-waktu ia kecolongan dan membuat Baekhyun berhasil meminum jus nya lebih dulu

“Iya iya aku tahu. Aku akan makan dulu lalu minum Jus” sahut Baekhyun dengan tersenyum senang

“Pintar sekali” Donghae mengelus kepala Baekhyun dan meletakkan kembali Jus strawberry itu ke atas meja. “Jeno, ayo duduk sini”

“Chilleo, Jeno tidak mau makan” Jeno turun dari tempat duduknya dan berpindah ke arah meja yang berada di samping meja makan yang di tempati keluarganya

“Jeno harus makan, nanti kau kelaparan. Ayo ke mari, Appa sudah pesankan cream soup. Jeno suka cream soup, kan?” Donghae menyodorkan sendok yang berisikan cream soup ke hadapan Jeno

“Chilleoooo” tolak Jeno dengan menutup mulutnya

Melihat adiknya yang mulai rewel, Baekhyun berhenti menyantap makanannya dan berinisiatif ikut membujuk Jeno. Tapi sayang, lagi-lagi mereka harus gagal karena Jeno terus saja menolak. Donghae akhirnya kembali ke tempat duduknya, mencoba mencari cara agar Jeno mau memakan makan malamnya. Sementara Donghae sibuk berpikir, Jeno mendekati meja makan dan bermaksud mengambil kotak susunya, tapi dengan cepat Baekhyun mengambilnya dan menyembunyikan di balik punggungnya.

“Ini milik Baekhyun Hyung, Jeno tidak boleh minum kalau belum makan” ancam Baekhyun dengan wajah yang di buat-buat serius

“Huh, bial caja” Jeno memutar tubuhnya dan kembali duduk ke kursi lain, seolah tidak perduli dengan ucapan Kakak nya

“Jeno bilang Umma seram kan jika marah-marah?” kata Donghae menyelidik

“Ng, mirip Heechul Ahjussi” balas Jeno

“Kalau Umma tahu Jeno tidak mau makan, Umma akan marah dan melahap Jeno sampai darah dan daging Jeno habis. Raurrr”

Itu adalah cara terakhir yang di pikirkan Donghae, dan sepertinya cukup ampuh juga. Lihat saja saat bagaimana tubuh Jeno bergetar ketakutan dan raut wajahnya yang mengerut. Kaki kecilnya turun dari atas kursi yang cukup tinggi dengan kesusahan, lalu ia melompat ke pangkuan Ayah nya.

“Jeno mau makan deh”

Baekhyun dan Donghae tertawa puas dengan balasan Jeno. Ternyata amarah Ibu nya berguna juga, hehe.

-Lee Boys Adventure-

Jam di dinding kamar sudah menunjukkan di angka 10, setelah membersihkan diri secara bersama-sama, Donghae kini sibuk mengeringkan rambut hitam tebal milik anak-anaknya dengan sebuah hairdryer yang memang telah di siapkan di luar kamar mandi. Mereka bertiga sedikit bermain sembari memandangi diri masing-masing melalu cermain yang tertempel di tembok. Setelah selesai, Baekhyun dan Jeno berlari ke luar kamar mandi, memakai piyama tidur yang sudah Donghae sudah siapkan di atas tempat tidur. Tahu jika Ayah nya masih sibuk dengan hal lain, Baekhyun membantu Jeno untuk memakaikan popok dan piyama berwarna biru dengan gambar angry bird untuk Jeno.

“Woaahhh, anak Appa tampan sekali” puji Donghae, di ambilnya piyama miliknya sendiri di dalam lemari

“Iya dong, kami kan lebih tampan dari Appa” kata Baekhyun dan ikut naik ke atas tempat tidur Donghae dan Jessica

“Mwo? Awas ya kalian”

Donghae menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur, lalu menarik kaki Baekhyun dan Jeno yang berusaha kabur darinya, setelah berhasil mendekap tubuh anak-anaknya, Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya pada perut Kakak beradik itu hingga menimbulkan rasa geli dan suara tawa dari ke duanya. Lelah bermain, Donghae akhirnya berhenti, ia mengambil tempat di tengah-tengah tempat tidur dan membiarkan Baekhyun juga Jeno membaringkan dirinya masing-masing di sebelah kanan dan kiri sang Ayah.

Baekhyun dan Jeno berusaha memejamkan matanya, tapi sekeras apapun keduanya melakukan hal itu, tetap saja mereka tak bisa. Jeno menusuk-nusuk pipi tirus Ayah nya dengan jari telunjuk mungilnya hingga membuat Donghae yang sudah hampir masuk ke dalam mimpi harus terbangun lagi.

“Ada apa? Jeno mau minum susu?” tebak Donghae

“Ani” Jeno menggeleng dengan tersenyum, memperlihatkan deretan gigi kecilnya yang baru tumbuh. “Jeno mau dance, Appa”

“Aku juga” sahut Baekhyun semangat

Donghae mengurut dadanya untuk bersabar, tubuhnya bangkit dan mengambil iphone putih yang berada di atas meja nakas sebelah kanan tempat tidur. Baekhyun dan Jeno sudah bersiap dan berdiri di samping kiri Donghae, menunggu lagu favorite yang biasa Jessica putar sebelum mereka tidur. Donghae sebenarnya sedikit keberatan atas sikap Jessica yang selalu menyuruh anak-anaknya untuk mendengarkan lagu sambil menari sebelum mereka semua tertidur, sampai pada akhirnya itu semua menjadi kebiasaan terhadap ke tiga anaknya. Jika di tanya apa alasannya, wanita berambut coklat panjang itu pasti akan menjawab…

“Aku tidak bisa tidur nyenyak sebelum melihat mereka tertawa sembari menari”

Dan, ah Donghae lupa, semasa kehamilan tiga anak mereka Jessica memang selalu ngidam di putarkan lagu bergendre hip hop. Jika seperti ini terus, bisa-bisa anak-anak mereka akan menjadi member Boyband dan Girlband jika dewasa nanti. Tak lama, sebuah lagu yang di nyanyikan LMFAO dengan judul Every Day I’m Shufflin mulai terdengar dan mengisi seluruh kamar yang berukuran cukup luas tersebut. Sementara Baekhyun dan Jeno sibuk bermain, Donghae memilih duduk sambil sesekali menggoyangkan tubuhnya, juga jangan lupakan senyuman manisnya kini, sepertinya Tuan Lee sudah menikmati suasana ini. Teringat sesuatu, Donghae mengambil ponselnya yang lain dan merekam kegiatan dua anaknya, setelah selesai, ia mengirimkan video itu melalui salah satu media sosial kepada Jessica.

“Thankyou Oppa, padahal aku baru saja mau menghubungi mu hehe. Good night, have a nice dream my lovey dovey, much love ya!”

Donghae tersenyum membaca balasan Jessica, ia meletakkan ponselnya lagi dan menatap jam dinding lalu mematikan playlist yang berada dalam iphone putih miliknya.

“Menarinya sudah, sekarang kita tidur. Kajja” Donghae menarik ke dua anaknya dan mematikan lampu kamar

“Good night Appa” bisik Baekhyun

“Celamat tidul Appa” Jeno semakin merapatkan tubuhnya pada dada bidang Donghae

“Nice Dream, Son” balas Donghae dengan tersenyum walaupun matanya telah terpejam.

Ketika tidur waktu memang terasa berjalan sangat cepat. Mendengar suara cicitan burung dari luar berhasil membangunkan Donghae, jika saja tidak mengingat Jessica tidak di rumah, Donghae pasti lebih memilih masih bergelayut manja pada bantal guling di hari libur seperti ini. Setelah membuka sedikit gorden jendela, Donghae memperbaiki letak selimut untuk menghangatkan tubuh ke dua anaknya dan segera melangkah masuk ke dalam dapur. Donghae berinisiatif membuat roti bakar dengan selai coklat dan beberapa sosis juga telur mata sapi sebagai sarapan mereka agar tidak terlalu merepotkan dirinya, tapi mengingat Jeno dan Baekhyun yang tidak bisa makan jika bukan nasi, Donghae terpaksa memasak nasi sekarang. Untung saja ia pernah melihat bagaimana cara memasak nasi dari Jessica.

Di ambilnya dua gelas berisikan beras dari dalam karung beras yang berada dalam lemari dapur, lalu di ambilnya sebuah tempat yang terlihat seperti baskom dari dalam rice cooker dan mulai mencucinya sebanyak dua kali, setelah merasa ukuran air di dalam beras sudah pas, Donghae memasukkan tempat tadi ke dalam rice cooker dan menekan tombol on yang berada di sebelah kiri. Ia menggaruk belakang kepalanya, rice cooker ini tidak bereaksi apapun, setelah mencobanya hampir empat kali, Donghae baru sadar jika ternyata colokan listrik rice cooker belum terpasang.

“Annyeonghaseyo, this is your rice cooker, i’ll provide voice dircetions for convenience”

“OKH”

Donghae tertohok ketika rice cooker itu mengeluarkan suara yang cukup keras, di peluknya rice cooker tadi, berusaha agar meredamkan suaranya dengan sedikit panik. Ia tidak mau Baekhyun dan Jeno terbangun karena rice cooker yang berisik. Setelah rice cooker cerewet itu sudah benar-benar berhenti mengomel, Donghae mengerjakan pekerjaan lain yaitu membuatkan sarapan untuk Baekhyun dan Jeno.

Sementara Donghae sibuk di dapur, Baekhyun terbangun karena mendengar suara rice cooker yang seperti jam weker untuknya. Dengan masih setengah mengantuk, dia menoleh ke kanan dan ke kiri, membuat dirinya untuk mendapatkan kesadaran hingga 100%. Baekhyun menggendong tubuh Jeno dan memperbaiki letak tidur adiknya, setelah selesai ia berinisiatif menyusul Ayah nya di dapur.

“Appa” panggil Baekhyun dengan suaranya yang serak karena sehabis bangun tidur

“Kau sudah bangun?” ujar Donghae, ia memasukkan sosis terakhir ke dalam panci dan memberikan segelas air putih untuk Baekhyun

“Appa masak apa?” tanya Baekhyun

“Sosis dan telur mata sapi. Cuci muka mu dulu, Appa akan membangunkan Jeno”

Donghae menyelesaikan pekerjaannya sebelum membawa Jeno ke dapur dan mendudukkan di atas kursi baby yang berukuran tinggi dengan sebuah meja yang memang sudah satu set dengan kursinya. Di tatanya dengan rapi sarapan-sarapan yang tadi ia buat ke atas meja makan.

“Appa, hari aku dan Jeno ada tes bela diri. Appa tidak lupa, kan?” Baekhyun menatap Ayah nya dengan mulut yang penuh dengan makanan

“Iya Appa tidak lupa. Jam 10 pagi, kan? Setelah kalian tes bela diri, bagaimana jika kita ke kebun binatang?” usul Donghae senang

“Kebun binatang? Kita lihat ikan Appa?” balas Jeno tak kalah senangnya

Donghae mengecup pipi Jeno saking gemasnya melihat ekspresi anak itu. “Iya, kita lihat ikan. Jeno sangat suka ikan ya?”

“Ng, apalagi ikan Nemo, Appa. Umma bilang, Appa milip ikan Nemo, jadi Jeno cukaaaaaaaa cekali”

“Oh ya Appa, tadi malam aku mimpi menangkap lumba-lumba besaaaaarrrr sekali”

“Jinjaaa?”

Dan begitulah mereka melewati sarapan walaupun hanya bertiga saja, dengan Jeno dan Baekhyun yang berlomba-lomba menceritakan mimpi masing-masing dan Donghae yang menjadi pendengar yang sangat baik untuk ke dua anaknya. Rasa malasnya tadi sudah terbang jauh dan bergantikan perasaan semangatnya ketika melihat wajah cerah Baekhyun dan Jeno. Such a beautiful morning.

-Lee Boys Adventure-

Tempat latihan bela diri mulai terlihat ramai, salah satau pengajar di sana mengajak para murid-muridnya untuk pemanasan lebih dulu. Musik trot yang terdengar membuat Donghae tak bisa menahan tawanya, ia hanya bingung saja, kenapa harus musik tort yang di pakai? Melihat Ayah nya yang tertawa, Baekhyun ikut tersenyum-senyum dan Jeno sibuk memerhatikan sang pelatih. Ini adalah yang pertama kalinya Donghae mengantar mereka ke sana. Pasalnya, Donghae biasa banyak tidur di pagi hari jika sedang libur, terlalu lelah dengan urusan di kantor. Itulah mengapa Jeno dan Baekhyun terlihat sangat bersemangat sekali hari ini. Tidak jauh beda dengan Donghae, dia bahkan sudah menyiapkan handycam untuk merekam kegiatan dua anaknya yang tampan dan manis itu.

Berhubung umur Jeno dan Baekhyun tidak sama, jadi untuk tes mereka hari ini juga berbeda. Baekhyun dan Jeno akan mematahkan ubin, dan sisanya Baekhyun harus melakukan triple kicks dan Jeno harus berhasil menjatuhkan lima buah gelas yang sudah di tata di atas meja dengan sebuah helaian kain yang terlihat seperti sabuk celana. Donghae mempersiapkan handycam nya setelah nama Baekhyun di panggil dengan dua orang anak lainnya, Baekhyun maju ke depan dengan senyuman lebar, seolah mengatakan bahwa ia akan melakukannya dengan baik dan di balas oleh senyuman Donghae.

“Siapa nama mu?” tanya sang pelatih dengan memberi semangat

“LEE BAEKHYUN” teriak Baekhyun dengan penuh kebanggan

“Hana…dul…”

Setiap hitungan yang di sebutkan sang pelatih, Baekhyun melayangkan tangan sebelah kanannya ke ubin, dan di hitungan ke tiga, Baekhyun melayangkan tangannya mengenai ubin tadi hingga berhasil patah menjadi dua. Suara tepuk tangan terdengar, Donghae menaikkan jempol kanannya dengan senang dan Baekhyun kembali ke tempatnya dengan masih tersenyum. Setelah giliran anak usia di atas 10 tahun, kini giliran Jeno, ubin yang di pakai untuk anak di bawah usia 5 tahun lebih lunak dari yang di patahkan Baekhyun tadi. Setelah bersiap-siap dan mendengarkan intruksi sang pelatih, Jeno dengan semangat yang besar melayangkan tangannya untuk mematahkan benda berwarna merah tersebut, sayangnya dia gagal melakukannya, dengan sebal, Jeno mengambil ubin tadi dan membuang ke atas lantai.

“Huh, Jeno nggak mau main lagi cama kamu” seru Jeno dan menimbulkan tawa Donghae dan beberapa orang lainnya yang melihat kelakuan Jeno

Setelah semuanya selesai, kini giliran Baekhyun yang mengharuskannya melakukan triple kicks dengan benar jika mau sabuk kuningnya di ganti dengan sabuk hijau. Di hadapan Ayah nya, ia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri dengan gagal dalam tes ini, itulah kenapa Baekhyun benar-benar terlihat serius sekarang. Setelah mengambil ancang-ancang, Baekhyun berlari, menendangkan kakinya pada 3 benda yang harus ia tendang secara bersamaan dan mematahkan tripleks berwarna putih yang menjadi benda terakhir, dan lagi-lagi anak sulung dari keluarga Lee itu berhasil.

“KAU HEBAT BAEKHYUN” seru Donghae, saking senangnya ia bahkan berdiri dan melompat-lompat, Jeno ikut bertepuk tangan

Baekhyun hanya tertawa kecil sekaligus bangga, apalagi setelah pelatihnya menggantikan sabuk berwarna kuningnya dengan yang hijau. Selamat, Baekhyun berhasil naik satu tingkatan.

“Jeno-ya, kau pasti bisa” sahut Baekhyun memberikan semangat untuk sang adik

Jeno mengangguk, tangan sebelah kanannya sudah di balut dengan kain yang berbentuk seperti sabuk itu dan meninggalkan sisanya yang terurai panjang hingga hampir mencapai lantai. Mata sipitnya menatap tajam meja berwarna hitam dengan deretan 5 buah gelas plastik di hadapannya. Tes kali ini Jeno di haruskan untuk menjatuhkan semua gelas plastik dengan kain yang sudah melilit tangannya.

“Jeno bicaaa” katanya dan menggerakkan tangannya ke depan

“Akhhh”

Donghae dan Baekhyun berseru kecewa, Jeno lagi-lagi gagal dalam tes nya, tapi seakan tidak mau menyerah, Jeno melangkah sedikit ke depan dan mendorong meja itu dengan tangannya yang masih terlilit kain hingga meja tadi oleh ke sebelah kanan dan menjatuhkan semua gelas plastik di atasnya. Melihat apa yang di lakukan Jeno, semua teman-temannya berdecak kagum, sedikit heran dengan kekuatan Jeno yang bisa mendorong meja dengan ukuran cukup besar dan berat itu. Donghae tertawa, berlari dan memeluk Jeno dengan gemas.

“Jeno belhasil, kan? Hehe” ujar Jeno bangga

“Jeno memang hebat sekali, hahaha” kata Donghae dengan tertawa.

-Lee Boys Adventure-

“Appa lucu, haha”

Baekhyun menertawakan sang Ayah yang sedang memakai topi bergambarkan singa di atas kepalanya, Donghae tersenyum dan memakaikan bando telinga kelinci pada Baekhyun dan sebuah topi bergambarkan kepala Nemo untuk Jeno. Donghae meremas ke dua tangannya, tidak bisa menahan betapa imutnya ke dua anak yang ia hasilkan dengan Jessica. Di dalam kebun binatang ini memang ada sebuah toko yang menjual berbagai macam aksesoris dengan bentuk-bentuk hewan yang berbeda. Setelah membayar topi yang mereka beli, Donghae mengeluarkan ponselnya dan meminta tolong pada seseorang untuk mengambil gambarnya dengan Baekhyun dan Jeno, setelah selesai, Donghae mengirimkan foto itu pada Jessica melalui Line, tidak lama, Jessica membalas dengan mengirimkan sebuah gambar kantungan belanjaan yang terlihat banyak. Ah, ternyata mereka sedang bersenang-senang di lain tempat.

“Appa..Appa, aku mau lihat ikan paus” Baekhyun menarik-narik jaket berwarna biru muda yang di kenakan Donghae

“Arasseo, kita ke Aquarium sekarang”

Ke tiga Pria dengan usia berbeda itu berjalan secara beriringin masuk ke dalam Aquarium. Mereka semua terlihat begitu bersemangat, maklum, ini yang pertama kalinya mereka mengunjungi Aquarium yang berisikan berbagai macam ikan sejak kebun binatang ini selesai di bangun sejak dua minggu yang lalu. Aquarium itu berbentuk seperti lorong-lorong di mana sebelah kanan, kiri dan di atasnya adalah Aquarium yang berisikan ikan, bahkan di dalam sini terlihat begitu ramai walaupun penerangannya terlihat remang-remang.

“APPA, ITU NEMOOOO” teriak Jeno senang, di lepaskannya pegangan tangan sang Ayah dan berlari untuk melihat ikan yang menarik perhatiannya. “Nemooo, ini Jeno. Annyeong Nemo, Annyeong”

Donghae menggelengkan kepalanya melihat reaksi Jeno yang bahkan kini telah menempelkan ke dua tangan mungilnya pada Aquarium tadi dan mencium seekor ikan yang di batasi dengan kaca penghalang. Sementara itu Baekhyun sibuk memandangi seorang diver yang memberikan makan untuk ikan-ikan kecil. Donghae menghampiri Jeno dan mengenggam tangannya sembari berjalan menghampiri Baekhyun., tujuan mereka ke sini untuk melihat ikan paus yang berada di lorong depan. Donghae menggenggam ke dua tangan anaknya yang masih tertarik melihat ikan-ikan di dalam Aquarium yang mereka lihat. Tinggal dua langkah lagi bisa sampai ke lorong Aquarium ikan paus, Baekhyun menghentikan langkahnya dan menarik tangan Donghae mundur.

“Appa, aku takut” seru Baekhyun ketika tanpa sengaja menatap gigi-gigi tajam ikan paus itu

“Tidak apa-apa. Kau bilang mau lihat ikan paus kan?” balas Donghae

“Ah, shirreo” Baekhyun kembali menarik Donghae, tidak mau masuk ke dalam lorong tadi

“Kalau begitu tutup saja mata mu” bujuk Donghae sembari menahan kakinya dari tarikan Baekhyun

“Andwae…andwaeeee. Huweee” teriak Baekhyun dengan di iringi suara tangisnya, siapa suruh Donghae tidak mau di ajak pergi dari situ

“Arasseo, arasseo”

Donghae membawa ke dua anaknya sedikit menjauh dari sana, sedangkan Jeno yang melihat Baekhyun ketakutan jadi ikut takut dan tak mau ke sana juga, tangannya bahkan menggenggam dengan erat tangan Donghae yang sedang berlutut di hadapan Kakak nya, mencoba menghentikan tangis Baekhyun. Setelah memastikan Baekhyun benar-benar tenang, Donghae menoleh ke arah Jeno yang sejak tadi hanya diam.

“Jeno, apa kau juga takut?” tanya Donghae

“Ng” Jeno hanya menjawab dengan anggukan dan langsung memeluk sang Ayah

Donghae menghela nafas panjang dan menggendong Jeno, melihat Jeno yang di gendong sang Ayah, Baekhyun melepaskan pegangannya dari Donghae.

“Appa, gendong aku juga” rajuk Baekhyun

“M-mwo? Ya Baekhyun-ah, kau kan sudah besar, tutup saja mata mu dan kita akan berlari melewati lorong Aquarium itu” balas Donghae

“Shirreooo, gendong akuuuu” seru Baekhyun sekali lagi

“Arasseo, tutup mata kalian”

Kesabarannya memang benar-benar di uji sekarang, entah kenapa Baekhyun dan Jeno menjadi rewel seperti ini. Dengan menggendong Jeno di tangan sebelah kanannya dan Baekhyun di sebelah kiri, dengan susah payah Ayah dengan tiga orang anak itu berlari dengan secepat mungkin yang ia bisa. Apapun yang terjadi hari ini tidak mau Donghae jadikan beban, toh ketika dua anaknya dewasa nanti, pastinya tak akan ada lagi hari-hari seperti ini, di mana Baekhyun dan Jeno akan merengek minta di gendong olehnya.

“Under the sea…under the sea…”

Donghae membuat dirinya menjadi lebih rileks dengan menyanyikan lagu ‘under the sea‘ dengan masih menggendong dua anaknya dan berlari sepanjang lorong Aquarium walaupun sedikit kesusahan dan menguras tenaga yang banyak.

“Hoohh, akhirnyaaa” Donghae menurunkan Baekhyun dan Jeno di depan escalator, ia merenggangkan ke dua tangannya yang terasa pegal. “Ayo naik” ajak Donghae

“Kita kemana lagi Appa?” tanya Baekhyun

“Hmm bagaimana dengan memancing ikan? Jika kita dapat ikan, kita bisa memasaknya secara langsung” jelas Donghae

“Jinjja??? Aku mau memancing, Appa” balas Baekhyun semangat

“Jeno jugaaaa” sela Jeno tak kalah senangnya

-Lee Boys Adventure-

“Eh Jeno-yaaa” Baekhyun menarik Jeno yang hampir saja memasukkan kakinya ke dalam sebuah kolam ikan. “Kau tidak boleh masuk ke dalam kolam”

“Waee? Jeno kan mau ketemu teman Jeno” balas Jeno sedih yang kini sudah berada di pinggir kolam bersama Baekhyun

“Ketemunya dari sini saja, kalau Jeno masuk ke dalam, kasihan ikan nya. Nanti mereka mati loh” kata Baekhyun dengan ekspresi yang di buat-buat

“Jinjja? Ahhh, mianhae mulgogi

Baekhyun menahan suara tawanya, merasa puas sudah berhasil menjahili Jeno. Mereka menunggu Donghae yang sedang menyewa alat pancing dan membeli makanan ikan, tak lama, Donghae terlihat berlari-lari kecil dengan pancing ikan dan sebuah baskom berukuran kecil di ke dua tangannya.

“Ini perlatannya, kita ke sana dan pancing ikan yang banyaaakkk” seru Donghae sembari memberikan makanan ikan yang berada di dalam baskom kepada Baekhyun

“Aku mau coba pertama” Baekhyun menarik pancingan ikan yang di pegang Donghae setelah selesai mengaitkan seekor cacing pada ujung pancingan

“Akhhhh, Jeno yang peltama” Jeno menarik pancingan yang sudah berada di tangan Baekhyun, membuat ke dua anak itu malah bertengkar

“Stop..stop. Appa yang pertama!” dengan terpaksa Donghae menarik pancingan tadi dari ke dua tangan kecil anaknya dan mengangkatnya dengan tinggi. “Kalian lihat Appa dulu bagaimana cara memancing, baru kalian boleh mencoba. Arasseo?”

“Ne” jawab Baekhyun dan Jeno dengan wajah yang kecewa

“Ikan ikan, aku datang” Donghae mulai melemparkan tali pancingannya ke dalam kolam yang berisikan ikan mas, sudah lama dia tidak memancing seperti ini

Sudah hampir 15 menit berlalu tapi belum ada tanda-tanda jika cacing yang sebagai umpan akan di makan. Jeno dan Baekhyun bahkan sudah terlihat bosan, sedangkan Donghae tidak menyerah sama sekali dan mengganti umpan tadi dengan umpan yang baru, tak lama, di rasakannya pancingan yang ia pegang bergerak ke kanan dan ke kiri, melihat pergerakan itu membuat Baekhyun segera menghampiri Donghae.

“Baekhyun-ah, tangkap ikannya” suruh Donghae yang masih berusaha mengangkat ikan yang ia dapat, sepertinya ikan itu berukuran cukup besar

“N-ne?” sahut Baekhyun terkejut dan mundur beberapa langkah, menangkap ikan dengan tangannya sendiri? “J-jeno, kau yang tangkap” Baekhyun mendorong tubuh mungil Jeno mendekat pada Donghae

“Chilleo, Hyung caja yang pegang” tolak Jeno, ia juga berpikir ribuan kali mau memegang ikan secara langsung dengan ke dua tangannya

“Aisshh kalian” Donghae berhasil mengangkat ikan yang di dapatnya ke dataran dan memasukkannya ke dalam tempat ikan berwarna hitam. “Kalian suka ikan tapi di suruh pegang ikan asli tidak mau”

“Kata Mommy, ikan yang langsung di ambil di kolam baunya amis” ujar Baekhyun membela diri

“Bilang saja kau geli” balas Donghae dengan tersenyum mengejek

“Enak saja! Sini pancingannya, biar aku yang memancing. Jeno, kau tangkap ikan nya, ne?” suruh Baekhyun dan bersiap-siap melemparkan pancingan ke dalam kolam

“Huh, chilleo. Kenapa bukan Hyung caja yang ambil cendili? Wek” ejek Jeno dengan mengeluarkan setengah lidahnya

“Appa yang ambil ikannya. Ok?” pinta Baekhyun sembari mengedipkan matanya

“Haahh, yang jelek-jelek pasti Appa yang tanggung. Sudah cepat lempar pancingan mu” ujar Donghae tidak sabar

“Aku pasti akan dapat ikan yang banyak” katanya dengan semangat penuh

“Mana ikannya? Cudah hampil setengah jam nih, gantian. Jeno juga mauuuu” seru Jeno dengan sedikit merajuk

“Ihhh arasseo! Aku tidak mau memancing lagi, dapatnya susah” Baekhyun meletakkan pancingan tadi di telapak tangan Jeno yang kecil dengan sedikit kasar, sebal karena tak satupun ikan yang mau memakan umpannya

“Memancing memang butuh kesabaran penuh” nasihat Donghae yang kini berdiri di samping Jeno

“Appa…appa, belgelak”

“Woaahh, kau dapat satu Jeno-ya” puji Donghae sembari membantu Jeno mengangkat pancingan berwarna hitam tersebut

“Itu ikan ku, ikan ku” Baekhyun mendorong Donghae menjauh dari Jeno dan menggantikan sang Ayah membantu Jeno

“Baekhyun-aaahhhh” teriak Donghae sebal mendapat dorongan dari Baekhyun, sedangkan anak itu tidak perduli sama sekali.

Berhubung mereka hanya bertiga dan porsi makan Baekhyun ataupun Jeno tidak terlalu banyak, Donghae memutuskan hanya memancing dua ikan mas saja. Dan di sinilah mereka sekarang, di salah satu gazebo yang berdetakan dengan danau di belakang gazebo tersebut. Baekhyun duduk di hadapan Donghae sedangkan Jeno duduk di sebelah kiri Donghae, memperhatikan sang Ayah yang sibuk menyiapkan sup ikan mas yang akan di buatnya.

“Appa akan membuat masakan yang paliiingggg enak” seru Donghae, di ambilnya salah satu ikan mas di dalam sebuah tempat berwarna putih

“Appa, ikannya mau di apakan?” tanya Jeno ketika di lihatnya Donghae meletakkan ikan yang ia pancing ke atas alas potong

“Mau di potong. Ikan nya mau kita makan” jawab Donghae sambil mengambil sebuah pisau

“ANDWAE!!! Meleka teman Jeno, jangan di potong” di tariknya jaket Donghae dengan matanya yang terlihat seperti mata puppy

“Jeno, ikan itu di pancing untuk di makan!” celetuk Baekhyun

Jeno menoleh ke arah Baekhyun dengan wajah yang sebal, anak itu bahkan berdiri di atas kursi dan membungkukkan sedikit tubuhnya ke atas meja.

“ANIIIII!!” teriak Jeno merajuk

“Jeno lebih suka Appa, Baekhyun Hyung atau ikan?” ujar Donghae, di tatapnya sang anak bungsu dengan berusaha tersenyum

“Nggg” Jeno kembali duduk ke tempat semula, matanya melirik ke kanan dan ke kiri memikirkan pertanyaan Donghae. “IKAN”

Donghae melongo, Baekhyun menepuk dahinya mendengar jawaban adiknya. Keduanya tidak menyangka jika Jeno ternyata begitu tertarik dan begitu mencintai Jeno. Ayah dan anak bungsu dari keluarga Lee itu bahkan kalah dengan ikan.

“Kalau mereka teman Jeno, yang ini namanya siapa?” tunjuk Donghae pada seekor ikan yang hampir dia potong tadi

“Lolatos” jawab Jeno sembarangan

“Yang itu” tanya Baekhyun pada ikan lainnya

“Choco” balas Jeno dengan tersenyum lebar

“Jeno, kalau ikannya tidak di masak, nanti kita kelaparan, terus ikannya akan menangis karena kita tidak mau makan mereka” bujuk Donghae dengan sedikit berbohong. “Jadi boleh Appa potong?”

“Hmmm, potong deh” seru Jeno

Baekhyun menghela nafas lega mendengar jawaban Jeno, mau memakan ikan saja repotnya seperti ini. Tanpa menunggu lama, Donghae mengambil pisaunya kembali dan menatap Jeno yang sedang memainkan ponsel Baekhyun, menanyainya untuk yang terakhir kali.

“Benar tidak apa-apa Lolatos nya di potong?” kata Donghae

“Iyaaaaa, cepat potong Appa, Jeno lapaall” ujar Jeno tanpa menolehkan kepalanya

Donghae menggeleng, sambil memotong ikan, ia terus berpikir bagaimana bisa Jeno mempunyai hati yang dingin seperti itu? Tadi saja hampir menangis karena ikannya menolak untuk di potong, sekarang malah dia sendiri yang tidak sabaran. Anak kecil memang susah untuk di mengerti. Di biarkannya Baekhyun dan Jeno bermain di sekitar gazebo, sedangkan dirinya sibuk memasukkan bahan-bahan yang ia yakini akan membuat sup ikannya menjadi sangat enak. Setelah selesai, di tuangkannya sup ikan kedalam mangkuk yang sudah berisikan nasi putih, menyuruh Baekhyun dan Jeno untuk duduk di Þempatnya masing-masing sembari meletakkan mangkuk yang sudah penuh lauk kehadapan mereka.

“Appa yang melah-melah itu apa?” jari telunjuknya yang mungil menunjuk sup dengan nasi yang berada di atas sendok

“Itu tomat. Sekarang kau makan. Aaaa”

Jeno membuka mulutnya, tapi setelah Donghae akan memasukkan satu suapan ke bibir mungilnya, Jeno hanya merasakan masakan buatan Donghae seujung sendok, setelah itu ia memundurkan kepalanya dengan sedikit tersentak kaget. “Pedis Appaaaaaa, aahhh, huwaaaa”

Donghae terkejut bukan main melihat Jeno yang menangis kencang, wajahnya bahkan sudah semerah tomat dengan air mata yang masih terus mengalir. Baekhyun yang sejak tadi hanya memandangi makannya langsung berkerut setelah melihat reaksi Jeno yang sudah menangis histeris.

“Mianhae, mianhae” sahut Donghae, di berikannya sebuah permen susu yang ia beli tadi kepada Jeno

“Huweee, Ummaaa” teriak Jeno

“Mianhaeee” Donghae menggendong Jeno dan membawanya ke pinggir gazebo untuk menghentikan tangis Jeno. “Baekhyun, kau makan ikannya saja dengan kecap dan nasi. Jangan makan sup nya”

“Arasseo” Baekhyun mengambil satu ikan dari dalam panci dan menuangkan banyak kecap, ia juga tidak mau berakhir kepedasan seperti Jeno

Donghae masih berusaha membuat Jeno berhenti menangis, sesekali di usapnya air mata anak itu dan di berikannya segelas air putih. Ia sedikit menyesal juga melihat Jeno menangis sesedih sekarang, apalagi tidak ada Jessica saat ini. “Jeno-ya, kau menangis karena makannya pedas apa tidak enak, hn?”

Jeno tidak menjawab apapun tanpa menghentikan tangisannya, sedangkan Baekhyun hanya memandangi Ayah dan adiknya dengan melahap masakan buatan Donghae.

-Lee Boys Adventure-

Hari ini benar-benar terasa panjang dan melelahkan, melakukan tes bela diri, mengunjungi kebun binatang, berlari dengan menggendong dua anak sepanjang lorong aquarium ikan paus, memancing ikan, memasak ikan hingga kejadian lain yang membuat  dua anaknya menangis terisak-isak, setelah melewati hari yang panjang dan kegagalannya membuat sup ikan, terpaksa membuat Donghae membelikan makanan lain untuk Jeno, sedangkan Donghae sendiri harus berakhir melahap ramyun di meja makan sendiri, membiarkan Baekhyun dan Jeno bermain bersama di dalam kamar.

“Apppaaaaa” teriak Baekhyun dan Jeno bersamaan

“Ehhh, ige mwoyaaaa?” Donghae tertawa melihat Baekhyun dan Jeno yang keluar dari kamar dengan wajah penuh coretan lipstick

“Ini pengganti topeng Appa, hehe” kata Baekhyun

Donghae membereskan makan malamnya, masuk ke dalam kamar dan tak lama keluar lagi dengan wajah yang sudah penuh lipstick seperti Baekhyun dan Jeno, ketiganya tertawa bersama melihat wajah masing-masing. Donghae mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jessica melalui face time.

“ADA APA DENGAN WAJAH KALIAN??!!”

Itulah reaksi pertama Jessica ketika melihat wajah-wajah Suami dan anak-anaknya, Yoonjo yang melihat kelakuan ketiga pria itu hanya bisa tertawa geli, jika seandainya dia di sana juga, sudah pasti wajahnya akan seperti mereka, beruntung Ibu nya memilih dia untuk ikut ke Jepang. Di teriaki seperti itu dengan Jessica, ketiganya malah tertawa-tawa tidak jelas.

“Umma, hari ini aku berhasil mendapatkan sabuk hijau” cerita Baekhyun senang

“Jinja? Waah, Baekhyun hebat sekali. Kalau Jeno bagaimana?”

“Jeno dapat ikan, Umma hehe”

“Ikan? Jeno memancing ikan sama Baekhyun Oppa dan Appa?”

“Iya, kami memancing, dapat dua ikan. Kapan-kapan kita kesana bersama” seru Donghae, ia tersenyum lebar pada keluarganya

“Tapi jangan Appa yang macak lagi, macakannya tidak enak, pedis, Jeno tadi menangis” cerita Jeno dengan wajah yang di buat-buat sedih. “Tadi Baekhyun Hyung juga menangis, coalnya Appa menyuluh kita ke ikan paus”

“MWO?” sahut Donghae, ah ternyata ke dua anaknya malah mengkhianatinya seperti itu

“Jinjja? Appa dalam masalah besar berarti” Jessica menaikkan satu alis dengan menatap Donghae

“Haahh, salah lagi” kata Donghae sembari membuang nafas berat

“Hayoohhh, Appaa” ledek Yoonjo tersenyum-senyum jahil

“Umma dan Yoonjo kapan pulang? Kita rindu”

Jessica dan Yoonjo tersenyum mendengar perkataan Baekhyun, jangankan anak itu, Yoonjo dan Jessica juga merasakan hal yang sama. Ternyata berada di tempat yang jauh dari keluarga walaupun hanya sebentar sudah membuat satu keluarga itu merasakan rindu yang teramat dalam seperti ini.

“Besok kami pulang. Sekarang kalian tidur ne? Poppo” ujar Jessica

Baekhyun dan Jeno memajukan sedikit kepala mereka dan mencium layar selayaknya mencium Jessica dan Yoonjo secara langsung, setelah selesai, Donghae menjauhkan ponselnya dari Baekhyun juga Jeno, lalu merekam dirinya sendirinya.

“Oppa, kau pasti lelah sekali” tebak Jessica

“Ani, aku malah senang untuk dua hari ini. Kau tahukan, aku sibuk sekali akhir-akhir ini” jelas Donghae yang kini berbicara berdua dengan Jessica

Jessica tersenyum lebar, tujuannya meninggalkan Baekhyun dan Jeno berdua dengan Donghae agar suaminya itu bisa meluangkan waktu untuk ke dua anak laki-lakinya, Jessica hanya tidak mau Donghae jauh dari keluarga karena pekerjaannya yang menumpuk, ia juga tidak mau anak laki-lakinya merasakan kehilangan perasaan bahagia bermain bersama sang Ayah. Tapi melihat anak dan suaminya yang seperti menikmati dua hari kebersamaan mereka, Jessica cukup merasa puas dengan keputusannya itu.

“Kau istirahatlah, besok harus pulang kan?” tanya Donghae dan di balas anggukan oleh Jessica. “Yoonjo-ah, have a nice dream” teriak Donghae pada Yoonjo yang sudah naik ke atas tempat tidur

“Neee” balas Yoonjo

Donghae tertawa kecil mendengar suara cempreng anak perempuan satu-satunya itu. “Yoonjo, poppo” minta Donghae

“Appa manja” ledek Yoonjo, ia turun dari atas tempat tidur dan mencium layar ponsel Ibu nya

“Kau juga Sica. Have a nice dream, honey” kata Donghae dan balik mencium layar ponsel untuk mencium Jessica

“Ne, bye bye”

Donghae memasukkan iphone nya ke dalam saku piyama berwarna cream nya, lalu masuk ke dalam kamar mengikuti dua anaknya yang sudah lebih dulu masuk ke sana. Di lihatnya Baekhyun dan Jeno yang sedang bermain berdua melalui pintu masuk, melihat keakraban keduanya, membuat Donghae menjadi rindu pada Kakak nya yang juga laki-laki.

“Belubah jadi ultlaman” Jeno menggerek-gerakkan tangannya dengan wajah yang masih penuh coretan lipstick

“Berubah menjadi spiderman” seru Baekhyun tak mau kalah

“Berubah menjadi Donghae yang tampan, ciaattt” Donghae berlari sembari melompat ke tempat tidur

“Ih, belubah jadi pahlwan supel Appa” protes Jeno

“Tapi Appa itu pahlwan, pahlwan untuk kitaaaa” balas Baekhyun, di tepuk-tepuknya bahu sang Ayah dengan tersenyum lebar

“Aih uri Baekhyun benar sekali. Poppo” Donghae menarik Baekhyun masuk ke dalam pelukannya dan mengecup bibir mungil Baekhyun

“Kalau begitu Jeno juga pahlwan? Kan Appa juga pahlwan” sahut Jeno

“Iya, Jeno pahlwan yang imuuuttt sekali” Donghae membaringkan tubuhnya dengan Jeno yang berada di atas perutnya

“Aku pahlawan yang tampan” kata Baekhyun bangga

Jeno turun dari atas perut Donghae dan berpindah duduk di atas tempat tidur. “Jeno lebih tampan”

“Jenooooo, jangan tempelkan wajah mu ke bantal” sahut Donghae terkejut saat melihat Jeno menempelkan wajahnya ke bantal yang di lapisi seprai berwarna putih. “Astaga Jeno”

Jeno hanya memandangi Ayah nya polos, sedangkan Donghae meratapi nasibnya nanti jika Jessica pulang, pasalnya bantal dengan seprai yang baru Jessica beli itu sudah penuh dengan bekas lipstik dari wajah Jeno, melihatnya, Baekhyun ikut merasa miris, Ibu nya pasti akan marah besar.

“Hehe, mianhae” Jeno tersenyum kecil dengan membuat jari berbentuk huruf ‘V’

“Appa, kau pasti mati kali ini” celetuk Baekhyun dan membuat Donghae semakin frustasi.

-Lee Boys Adventure-

Jessica membuka pintu dengan berhati-hati, berusaha untuk tidak menimbulkan suara apapun dan membiarkan Yoonjo untuk masuk ke dalam rumah lebih dulu. Di letakkannya koper besar berwarna merah hatinya di dalam ruangan keluarga, menggendong Yoonjo sembari berjalan masuk ke dalam kamar, ketika membuka pintu, mereka tersenyum melihat Jeno, Donghae dan Baekhyun yang masih tertidur lelap. Jessica menurunkan Yoonjo dari atas gendongannya, membisikkan sesuatu pada anak tengahnya itu dengan senyuman misterius.

“Satu..dua…tiga…”

“SURPRISEEEEEE” teriak Yoonjo dan Jessica secara bersamaan

Donghae dan Baekhyun tersentak kaget, mata mereka yang tadinya terpejam secara tiba-tiba terbuka, sedangkan Jeno yang juga terkejut mengguling-gulingkan tubuhnya ke arah kanan dan ke kiri sebelum akhirnya merubah posisinya menjadi duduk dan hanya menatap ke arah Ibu dan kakak perempuannya dengan tatapan datar.

“Oppa, ireonaaaa” seru Yoonjo dan Jessica secara bersama-sama kepada Baekhyun dan Donghae

“Aigooo” Donghae mengusap-usap wajahnya dan segera duduk setelah Jessica berhasil membangunkannya

“Umma rindu sekali dengan kalian” Jessica naik ke atas tempat tidur, memeluk Baekhyun dan Jeno sembari menciumi wajah tampan mereka bergantian

“Yoonjo-ah, poppo” Donghae menarik bahu mungil Yoonjo dan segera mengecup bibir mungil Yoonjo. “Bagaimana liburan mu, hn?”

Yoonjo tersenyum lebar, di kalungkannya ke dua lengannya pada leher Donghae, kini ia duduk di atas perut sang Ayah. “Menyenangkan sekali. Aku beli baju yang  banyaaakkk”

“Huh, dasar shoppa holic” dengus Baekhyun. “Umma tidak membelikan apapun untuk kami?” rajuk Baekhyun yang kini menatap Ibu nya

“Beli dong. Tunggu sebentar”

Jessica turun dari atas tempat tidur, keluar dari kamarnya dengan Donghae dan kembali sembari membawa dua kantungan besar yang berisikan lima buah dus sepatu. Satu keluarga itu berkumpul di atas tempat tidur, Jessica membagikan tiap dus pada setiap keluarga kecilnya.

“Sepatu kembar lima?” seru Baekhyun, di pandanginya sepatu yang di berikan Jessica

“Iya, lucu sekalikan? Umma sengaja membelinya, jadi kita bisa jadi keluarga yang kompak” jawab Jessica semangat dan di balas anggukan oleh Donghae

“Jangan-jangan kau beli sepatu diskon, beli tiga gratis dua” tebak Donghae, sedikit menggoda Istri nya

“Enak saja! Memang aku sepelit itu” protes Jessica sebal

“Ini harganya mahal Appa” celetuk Yoonjo, ikut tidak terima dengan perkataan sang Ayah

“Kalau Oppa tidak suka, biar ku berikan pada orang lain saja”

“Aku hanya bercanda, kau sensitif sekali. Lagipula apapun yang kau berikan untuk ku, pasti akan ku terima dengan senang hati, hehe” Donghae mendekatkan tubuhnya ke sebelah Jessica dan menyenggol bahu istri nya genit

“Dasar gombal” kata Jessica. “Jeno, Baekhyun, kalian suka?”

“Ng, Jeno cukaaaa cekali” balas Jeno senang

“Aku juga. Kapan-kapan kita ke Aquarium sama-sama, terus pakai sepatu ini” usul Baekhyun

“Apa di aquarium ada putri duyung?” tanya Yoonjo, matanya berbinar-binar jika mengingat betapa cantiknya putri duyung yang ia lihat di dalam film kartun

“Untuk apa ke aquarium lagi? Kau saja menangiskan saat ke sana” ledek Donghae jahil

“ANI!!” teriak Baekhyun

Donghae tertawa-tawa melihat reaksi Baekhyun. Akhirnya setelah hampir 3 hari tidak bertemu dan hanya bisa berkomunikasi melalui ponsel, kini mereka sekeluarga bisa mengobrol, bertemu dan melakukan aktivitas apa saja secara bersama-sama. Dan tentu saja hari-hari itu tidak akan pernah di lupakan Baekhyun, Jeno ataupun Donghae, selama 2 hari itu sudah mereka anggap menjadi petualangan terbaik yang pernah merasakan.

“Oppa, minggu depan nanti aku dan Tiffany akan ke China. Aku titip Jeno, Baekhyun dan Yoonjo ne?”

“MWO?!!!!”

Persiapkan diri mu Tuan Lee, akan ada hari yang datang di mana kau akan memulai petualangan yang baru bersama ketiga anak-anak mu.

NEW19END

yang pastinya ff ini ada 3 cerita yg berbeda. di tunggu ya lanjutan 2 series lainnya ^^

20 thoughts on “Lee Family Series “Lee Boys Adventure”

  1. bagus……ada error typo dikit…dan tempat melawatnya sica ama yoonjo….tapiiiiii…ceritanya bagus bikin ketawa deh ngebacanya…..ditunggu next part bersama yoonjo. Gimana kayaknya…good work author.

  2. Waah, ini bener-bener panjang!! Puaaas baca kelakuan-kelakuan aneh Lee Boys! kkkk… bener-bener adventure untuk Donghae. Dan… selanjutnya akan jadi neraka untukmu ikan.😄 ngurus anak-anak itu gk gampang, kan?

    tapi, ada typo. Sebenarnya Jessica sama yoonjo itu, liburan ke perancis atau jepang?😀
    ah, yang penting ini ff penghibur yang bener-bener menghibur!!
    aku tunggu 2 series selanjutnya miiiin!! ^ ^

  3. Huaa, keren thor
    mlm ini bca ff dgn penuh senyuman, hehehe
    biasanya nangis trus tiap bca ff di sini😄
    hae appa yg hebat, feelnya dpt bnget, bikin ff yg kek gni lg ya thor xD

  4. hahhahahhaah lucunya keluarga lee ini. kasihan donghae. hahhahahah gk tau kudu ngmng gmn lg keren plus kocak nih ff😀

  5. hahahaha, lucu banget. si Jeno imut banget di sini wkwkwk aslinya juga sih unyu :v
    paling seneng baca ff tentang Lee Family karena keluarga yang satu ini selain harmonis, aneh, juga kadang lucu🙂 bikin iri pokoknya😀
    ditunggu series selanjutnya🙂

  6. Anyoung thor a reader baru disini,
    Bagus bgt thor critny,bcny smbil senyum2 sndiri deh….
    next ffny ditunggu thor…

  7. Wah gemesnya liat kelakuan Baekhyun dan Jeno
    Coba oppaku kayak Baekhyun Oppa ;( tidur aja sampe dibenerin lalu diselimutin ini oppaku narik selimutku cubit kaki ku #nangis dipojokan

    Keren ff nya lucu ^^

  8. Annyeong, aku termasuk reader baru disini tapi aku udah follow wp ini agak lama, mian kalo jarang komen *deep bow*
    Aku suka ff dari author disini, sekalinya author-nya bikinff genre family itu mesti menyentuh banget, dan karena ff-ff disini juga aku jadi banyak belajar tentang bagaimana berharganya keluarga kita, terima kasih untuk pembelajaran yang diberikan disetiap ff-nya author-nim
    Maaf sebelumnya karena aku baru ngelakuin komen di ff ini *deep bow*
    Ff-lainnya ditunggu dan akan saya pastikan saya komen di ff selanjutnya🙂

  9. Pas baca ff ini aku ketawa sendiri, kaya orang gila. Sumpah ini tuh lucu, donghae kecian amat yak? Disuruh jagain anaknya mele, sabar ya ikan

  10. gawddd….. saranghaeee author :’) aku sukaaaa banget sama ffnya,bikin ngakak sendiri wkwkwk,hayoo gak salah gerak apa hayo -.-a,bikin lee family yg banyak ya thor 😘😘😘😘😘 daebak lah pokonya muah ^^

  11. waahhh …cerita nya seru bnget .

    jd serasa lg nnton :-d ,,
    keluarga yg lucu ,rame ,seru ..
    bagus bnget dh ,,
    bikin ff lee family yg bnyak thor …

    trimakasih ..:-) fighting !!!! …

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s