“Lovey Dovey” Chapter 3

yeeee akhirnya bisa lanjut ff ini seteah sekian lama😦 jangan berharap kalau ff ini bakal ada lanjutannya dengan cepat ya, soalnya saya sendiri bingung mau melanjutkannya seperti apa karena permasalahan dalam ff ini tidak saya kuasai dengan baik😦 tapi saya janji bakal usaha nyelesainnya, maaf ya semuanya :’) yg belum baca part 1 & part 2 silahkan di acak2 wp ini ^^

Tittle: Lovey Dovey

Cast: Park Jiyeon (T-ARA)

Cho Kyuhyun (SUJU) as Choi Kyuhyun

Lee Donghae (SUJU)

Jessica Jung (SNSD)

Other Cast: Park Jungsoo (SUJU)

Park Kahi

Bae Suzy (Miss A)

Kim Kangin (SUJU)

Krystal Jung (Fx)

Gendre: Comedy, Family, Friendship

Author: -PrettyBoy-

NEW21

“CHOI KYUHYUN K&D MENCIUM SEORANG GADIS DI LORONG DEKAT RUMAHNYA?”

Di letakkannya sebuah tabloid yang ia baca tadi ke samping tempat duduknya dengan kasar. Beberapa kali ia membuang nafas panjang, seandainya saja dua kacamata berwarna coklat itu tidak menutup mata foxy nya, orang-orang yang berada di bandara ini pasti sudah bisa menyadari betapa marahnya ia. Ujung matanya melirik foto Kyuhyun dan seorang wanita yang tak ia kenali, wajahnya yang tidak terkena sinar lampu membuat wajah wanita di dalam tabloid itu menjadi gelap, sedangkan Kyuhyun sedikit remang-remang. Amarahnya kembali memuncak, bahkan sampai naik ke atas kepalanya, tidak mau berlama-lama di sini, dia segera menarik tas jinjing berwarna merah hatinya dan keluar dari pintu kedatangan bandara. Tepat ketika kakinya keluar, flash-flash kamera yang berasal dari para wartawan dan fans-fansnya segera menyambut dirinya.

Orang-orang mulai meneriaki namanya, seketika bandara itu ramai akan kedatangannya. Ia berusaha tersenyum, dalam hati masih merasa sebal dengan berita yang dia baca tadi. Tangannya masih sempat mengambil beberapa hadiah yang di berikan fans untuknya sembari kaki nya terus berjalan dengan tergesa-gesa untuk masuk ke dalam mobil.

“Terimakasih”

Itulah kalimat terakhir yang ia ucapkan untuk orang-orang tadi sebelum masuk ke dalam mobil. Di lemparnya hadiah-hadiah yang di berikan fansnya ke jok belakang, lalu menyuruh sang supir segera meninggalkan bandara. Ia membuka kacamata yang tadi di pakainya, mata tajamnya menatap keluar jendela, kacamata berwarna coklat itu ia genggam dengan erat, ketika tulisan berhuruf kapital yang ia baca tadi melintas dalam pikirannya, wanita berambut panjang bergelombang itu semakin menahan amarahnya hingga membuat kacamata yang dia pegang tadi sudah patah menjadi dua.

“Aku kembali Choi Kyuhyun”.

-Lovey Dovey-

Jalanan di kota Seoul pagi ini mulai ramai, udara yang cukup dingin tidak menghambat orang-orang untuk melakukan aktifasnya masing-masing. Suzy dan Jiyeon masih berjalan di atas trotoar dengan segelas kopi hangat di tangan mereka masing-masing, keduanya terlihat menikmati hari libur sekolah mereka sampai besok, beberapa kali dua gadis itu tertawa karena membicarakan sesuatu. Tanpa sengaja melewati sebuah toko busana, seorang gambar wanita yang tertempel pada kaca etalase toko busana tadi menarik perhatian Jiyeon. Matanya dengan lekat memandangi poster seorang model berparas cantik, wajahnya sedikit blasteran dengan bentuk wajah yang oval, rambutnya berwarna coklat almond dan terurai dengan indah, cantik sekali. Jiyeon membayangkan jika ia bisa mempunyai wajah secantik itu.

Menyadari Jiyeon yang tidak mengikuti langkahnya, Suzy menoleh ke belakang, mendengus saat melihat Jiyeon malah asik berdiri di depan toko busana yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Di ikutinya arah pandang Jiyeon pada sebuah poster yang sejak tadi Jiyeon lihat, di seruputnya kembali cappucino hangatnya dan membuka suaranya hingga membuat Jiyeon terkejut akan kedatangan Suzy.

“Kau tidak tahu dia siapa?” tanya Suzy

“Tidak” jawab Jiyeon polos. “Memang dia siapa?”

Suzy memutar bola matanya, bagaimana bisa Jiyeon tidak tahu siapa wanita yang kini mereka pandangi ini? Memangnya Jiyeon tidak punya TV atau tidak mengenal internet? Bodoh sekali, padahal berita-berita wanita di dalam poster itu banyak menghiasi TV, halaman internet bahkan tabloid-tabloid. Suzy sekarang merutuki sikap acuh tak acuh Jiyeon kepada idol lain selain Donghae tentu saja. Selama ini gadis berambut hitam panjang itu memang hanya memfokuskan dirinya pada seorang Lee Donghae, jangankan tertarik pada idola lainnya, melirik mereka pun enggak Jiyeon lakukan.

“Namanya Jessica Jung, dia mantan pacar Kyuhyun Oppa”

Jiyeon mengalihkan pandangannya dari poster wanita tadi dan beralih memandangi Suzy. “Serius? Kyuhyun hebat sekali punya kekasih secantik dia”

“Iya, tapi yang ku dengar, hubungan mereka hanya–”

Omongan Suzy terpotong tatkala ponselnya yang berada dalam saku jaket bergetar, ia memandangi layar ponselnya dengan wallpaper foto Kyuhyun di sana, ternyata temannya yang satu fans club Kyuhyun menelfonnya. Tapi tumben sekali, hari inikan tidak ada rapat ataupun gathring antar fans. Jiyeon memandangi Suzy yang masih berbincang dari balik telfon, penasaran dengan kelanjutan ucapan gadis cantik di sebelahnya ini.

“MWO?”

Suara teriakan Suzy cukup membuat Jiyeon terkejut, dengan penasaran, Jiyeon menempelkan telinganya pada belakang ponsel Suzy, berharap mendengarkan obrolan mereka dari balik telfon, tapi sayangnya ia malah tidak mendengarkan apapun. Sedetik kemudian Suzy memasukkan ponselnya kembali dengan wajah yang memucat dan tubuh yang menegang, mendapati sikap aneh sahabatnya membuat Jiyeon ikut panik.

“Ada apa?” kata Jiyeon sembari menatap Suzy

“Ki-kita harus beli tabloid sekarang”

Belum sempat Jiyeon membalas perkataan Suzy, tangannya sudah di tarik duluan oleh Suzy dan membawa dirinya berlari menyusuri banyaknya pertokoan di sebelah kanan mereka. Kaki-kaki keduanya masih berlari dengan cepat dan Suzy yang masih saja menyeret Jiyeon, setelah sampai di toko buku yang jaraknya tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dari toko busana tadi, Suzy segera melepaskan genggamannya dari tangan Jiyeon dan masuk ke dalam toko buku sendirian, meninggalkan Jiyeon yang berdiri di depan toko buku dengan kebingungan. Setelah beberapa menit terlewati, Jiyeon menoleh kebelakang dan terkejut saat melihat wajah Suzy yang memerah dan matanya yang berkaca-kaca sembari membawa sebuah tabloid di tangannya.

“Kyuhyun Oppa punya pacar, huweeeee” Suzy menjatuhkan kepalanya pada bahu kanan Jiyeon dan membiarkan air matanya membasahi jaket Jiyeon

“Hah? Maksud mu wanita yang di poster tadi?” seru Jiyeon bingung

Bukannya menjawab, Suzy malah semakin menangis dengan kencang, tidak mau rasa penasarannya semakin menggerogoti kepalanya, Jiyeon membiarkan Suzy masih menangis di bahunya dan menyambar tabloid yang di pegang Suzy tadi. Di bacanya dengan telaten setiap huruf dan setiap kata yang terpajang pada halam depan tabloid itu, mata rusanya melebar dengan tubuh yang menegang, bukan, itu bukan karena tulisan yang ia baca, tapi karena melihat foto di bawah tulisan yang seolah menjadi bukti. Jantungnya bahkan berdetak semakin kencang, di gigitnya bibir bawahnya dengan kuat, oh tidak, ini pasti akan menjadi masalah besar untuknya.

“Ya tuhaaaannnn”

Suara teriakan Jiyeon yang terdengar frustasi berhasil menghentikan isakan Suzy dan membuatnya memandangi Jiyeon dengan bingung. Bagaimana tidak? Jiyeon berteriak kesal setelah membaca tabloid yang juga telah membuat perasaan Suzy campur aduk, belum lagi di tambah wajah Jiyeon yang terlihat begitu panik, tubuh tingginya bahkan sudah berjongkok di atas trotoar sembari memegangi kepalanya.

“Mati aku” bisik Jiyeon, tidak menyangka jika kejadian semalam akan menjadi neraka untuknya nanti

“Jiyeonie, waeeeee? Kau juga patah hati karena Kyuhyun Oppa punya pacar? Tapi kaukan benci dengan Kyuhyun Oppa” ucap Suzy di sela-sela isakannya yang berhasil lolos

Jiyeon mendongak, lalu berdiri dan memegangi bahu Suzy yang memang sedikit lebih pendek darinya. “I-ni le-bih da-ri pa-tah ha-ti” serunya dengan penuh pekenan

“Hah?” Suzy melongo, semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Jiyeon

“Aku pulang dulu”

“YAK PARK JIYEOOONNN!!!”

Jiyeon sama sekali tidak menggubris suara teriakan Suzy yang berada di belakangnya. Yang terpenting sekarang ia harus berlari semakin kencang untuk bisa sampai di rumahnya dengan cepat, lalu setelah itu memikirkan bagaimana caranya untuk melindungi dirinya sendiri. Tolong, hidupnya itu sudah susah, semakin susah setelah Kyuhyun masuk ke dalam hidupnya, dan sekarang beratus-ratus lebih susah lagi karena berita ini. Sepertinya apapun yang menyangkut tentang dirinya dan Kyuhyun pasti akan menjadi sebuah kesialan untuknya. Ya tuhan, tolong lindungi dia.

-Lovey Dovey-

“BERITA MACAM APA INI CHOI KYUHYUN?!!!”

Suara tabloid yang di banting ke atas meja mengisi ruangan yang berukuran cukup besar tersebut, seorang Pria berusia sekitar 50-an terlihat begitu marah setelah membaca tulisan yang tertera di tabloid dan menjadi hot topic di seluruh kalangan masyarakat, baik di tabloid, majalah, internet ataupun TV. Bayangkan saja, seorang artis muda yang sedang naik daun tiba-tiba di kabarkan mencium seorang gadis yang bahkan orang-orang pun tak tahu siapa gadis itu. Dengan wajah memerah menahan amarah, petinggi SM Entertainment membalikkan tubuhnya, dia terlihat semakin kesal setelah melihat sikap Kyuhyun yang bahkan terlihat tidak perduli sama sekali.

“Apa? Kenapa melihat ku seperti itu?” tanya Kyuhyun tidak suka sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki

“Kau masih bisa bersikap santai? Di mana otak mu Choi Kyuhyun? Kau baru saja membuat berita heboh!!!” gertak Kim Youngmin kesal

“Aku? Aku tidak membuatnya! Wartawan-wartawan sialan itu yang membuatnya! Lagipula Sajangnim santai saja, aku tidak mencium gadis itu. Aku hanya memandanginya lebih dekat!” balas Kyuhyun tak kalah dinginnya

“Apapun alasan mu, tapi orang-orang sudah berasumsi kau menciumnya. Katakan pada ku, siapa gadis itu?” Kim Youngmin kembali ke tempat duduknya yang berada di depan Kyuhyun

“Sajangnim tidak perlu tahu, aku juga tidak punya hubungan apa-apa dengannya” kata Kyuhyun dan memainkan jari-jari tangannya

“Dia seorang selebritis?” tanya Kim Youngmin

Kyuhyun menyeringai mendengarnya, kalaupun Jiyeon seorang selebritis, tentu saja Pria tua yang gila uang di hadapannya ini tidak akan mau mengkonfirmasinya jika selebritis itu bukan seorang idol terkenal. Tentu saja, mengkonfirmasi anak didiknya dengan idol yang tidak terlalu terkenal tidak akan menghasilkan untung apapun untuknya, itulah mengapa pria bernama lengkap Kim Youngmin itu suka sekali membuat berita settingan antar sesama idola terkenal, bahkan ia tidak segan-segan membuat berita settingan sesama anak didiknya sendiri. Jadi bayangkan, seorang selebritis saja belum tentu mau ia konfirmasi, apalagi hanyalah seorang gadis biasa? Tapi tunggu, untuk apa Kyuhyun repot-repot memikirkannya? Dia dan Jiyeon kan hanya teman tapi musuh. Memikirkannya, Kyuhyun menggeleng dan kembali menyamankan tubuhnya.

“Bukan, dia bukan selebritis. Sudahlah, Sajangnim beralasan saja itu untuk pembuatan MV baru atau film baru, atau apalah, kalian kan paling pintar untuk masalah berbohong dan mengelak”

Kim Youngmin mendengus, tidak tahu apa yang di katakan Kyuhyun adalah sebuah pujian atau hinaan. “Baik, kali ini kau lolos tapi ingat, sekali lagi kau melakukan hal yang sama, aku tidak akan segan-segan memberikan mu sanksi”

“Aku tidak perduli” seru Kyuhyun berani dan berdiri dari duduknya

“Hei Choi Kyuhyun, kami akan memberikan mu project baru”

Kyuhyun berbalik dan memandangi Kim Youngmin dengan mata tajamnya. “Sekarang hubungan settingan dengan idola mana lagi?”

“Kau lihat saja nanti” Kim Youngmin menyandarkan tubuhnya dan melemparkan seringaiannya untuk Kyuhyun

“Dasar tua bangka”

Dengan masih merutuk dalam hatinya Kyuhyun cepat-cepat membalikkan tubuhnya dan melangkah dengan tergesa-gesa untuk mencapai pintu, ia memutar knop pintu dan membuka pintu berwarna putih tersebut, setelah terbuka ia segera keluar, tapi tubuhnya tersentak karena seorang wanita berdiri di belakangnya dengan tersenyum. Masih terkejut dengan kedatangan wanita tadi membuat Kyuhyun hanya bisa berdiri diam menatap wanita berwajah cantik tersebut dengan gugup, sedangkan yang di tatap malah tertawa kecil dan segera memeluk tubuh tinggi Kyuhyun dengan senang.

“Aku rindu sekali dengan mu” ujarnya dan mengeratkan pelukannya

Kyuhyun menelan salivanya mendapatkan gerakan tiba-tiba seperti itu, setelah sebuah kenangan terlintas dalam pikirannya dan membuat ia tersadar, Kyuhyun segera mendorong bahu wanita bertubuh mungil itu menjauh dari tubuh tingginya.

“Kenapa? Kau masih marah dengan ku?” tanyanya dengan suara yang pelan

“Sudahlah Jess, tidak usah membahas masa lalu” balas Kyuhyun dingin dan berniat meninggalkan Jessica

“Karena sekarang kau sudah mendapatkan gadis lain?”

Suara dinginnya tapi terdengar sedikit cempreng sudah hampir 2 tahun ia tak dengar lagi, dan Kyuhyun sudah bisa menebak ekspresi macam apa yang di tunjukkan Jessica di belakangnya sekarang. Ia menyeringai, Jessica pasti sudah tahu dengan berita menghebohkan pagi ini. Kyuhyun yang sudah berdiri beberapa langkah di hadapan Jessica memutuskan membuka suaranya tanpa menoleh ke belakang.

“Kau hanya mantan pacar ku, dan seorang mantan akan selalu tertinggal di belakang”

Raut wajah Jessica yang tadinya dingin kini berubah merah karena menahan amarahnya. Ke dua tangannya bahkan ia cengkram setelah mendengar kalimat tadi keluar dari mulut Kyuhyun, dengan nafas yang masih naik turun, Jessica menghentakkan kakinya sebagai tanda bahwa ia benar-benar merasa tersinggung dengan ucapan Kyuhyun. Jessica pikir, setelah 2 tahun menghilang dari kehidupan Kyuhyun dan gemerlap dunia keartisan Korea akan merubah rasa benci Kyuhyun menjadi perasaan cinta lagi, seperti apa yang dulu mereka rasakan dan memulai semuanya dari awal. Tapi apa yang ia bayangkan berbanding jauh terbalik dari pemikirannya. Dengan perasaan yang masih kesal, Jessica membuka pintu ruangan Kim Youngmin dan menutup pintu itu dengan membantingnya kasar.

“Jadi kapan project itu akan di lakukan?” ucap jessica dengan melipat kedua tangannya di depan dada

“Secepatnya”

Kim Youngmin tersenyum dengan penuh kepuasan, omsetnya sebentar lagi pasti akan naik drastis dengan project baru yang akan ia buat dengan Jessica dan Kyuhyun sebagai tokoh utamanya.

-Lovey Dovey-

Jiyeon membanting pintu kamarnya, untung saja Ibu dan Ayah nya sedang pergi bekerja, jika tidak, Ibu nya yang galak dan cerewet itu pasti sudah marah-marah sembari meneriakinya dari balik pintu, tapi apapun yang akan di lakukan Ibu nya sudah Jiyeon tidak perdulikan lagi, yang terpenting untuknya sekarang adalah nasib nya sampai ke depan nanti. Ia menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan menenggelamkan kepalanya pada bantal yang di lapisi bed cover berwarna caramel, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan masih frustasi Jiyeon berdiri dan melepas poster K&D yang ia tempel pada tembok, lalu di robeknya poster itu menjadi dua. Poster yang bergambar Donghae dia simpan ke atas meja dan poster yang bergambarkan Kyuhyun dia pegang dan kembali duduk di ujung tempat tidurnya.

“YAAKKKKK, kenapa kau selalu menimbulkan masalah dalam hidup ku haahhh???”

Jiyeon menusuk-nusuk poster Kyuhyun dengan pulpen yang ia pegang, setelah puas, di buangnya poster Kyuhyun ke dalam tempat sampah dan membaringkan setengah tubuhnya ketempat tidur, sedangkan bawah tubuhnya terlentang di lantai. Lelah memikirkan masalah yang akan segera menimpanya, Jiyeon memilih memejamkan matanya untuk membuat dirinya bisa lebih rileks.

PRANG

Suara pecahan kaca yang berasal dari jendela kamarnya membuat Jiyeon tersentak kaget hingga tubuhnya secara refleks terduduk. Kepalanya menoleh ke kanan, mata dan mulutnya terbuka lebar ketika mendapati kaca jendela sudah pecah. Dengan masih terkejut, Jiyeon melangkah mendekati jendela dengan sedikit takut, mata rusanya menatap keluar, mendapati dua orang gadis berlari-lari keluar dari pekarangan rumahnya dengan tergesa-gesa membuat Jiyeon berniat keluar rumah untuk mengejar dua gadis itu, tapi gerakannya terhenti ketika kaki kirinya menendang sebuah benda keras yang di lapisi kertas putih, mungkin saja gadis-gadis tadi memecahkan kaca jendelanya dengan benda itu. Walaupun Jiyeon masih merasa ketakutan, tapi rasa penasarannya pada benda tadi membuat dirinya berani.

“Jauhi Kyuhyun Oppa atau kau akan terkena imbasnya”

Jiyeon menggigit bibir bawahnya setelah membaca tulisan yang berada dalam kertas tadi, dia membuang nafas panjang dan melemparkan batu yang berhasil memecahkan jendelanya ke luar rumah. Di pandanginya untuk yang terakhir kali kertas yang di tulis dengan darah tersebut, rambut panjangnya ia kibaskan kebelakang dan kembali menatap keluar jendela.

“Jiyeon-ah, apa dua orang gadis yang baru saja keluar dari rumah itu teman mu?” tanya Kahi tiba-tiba yang kini berdiri di depan pintu

Jiyeon sedikit terkejut melihat Ibu nya sudah berdiri di pintu masuk kamarnya. Ia memandangi jam tangan berwarna hitamnya, sekarang baru jam 11 pagi tapi kenapa Ibu nya sudah pulang berjualan? Ya, Kahi memang menjual nasi goreng Kimchi di pinggir jalan yang tidak jauh dari rumahnya, ia membuka kios-kios kecil untuk membantu Jungsoo mencari uang. Dengan cepat Jiyeon menyembunyikan kertas yang di bacanya tadi masuk ke dalam saku jaket.

“Umma kenapa sudah pulang? Ini bahkan belum jam makan siang” ujar Jiyeon sembari mendekati sang Ibu

Kahi membuang nafas panjang dan tersenyum kepada Jiyeon. “Kios Umma di rusak orang saat Umma meninggalkannya sebentar”

“MWO??”

Kahi mengangkat ke dua bahunya melihat reaksi Jiyeon, sedangkan anak tunggalnya itu masih terlihat terkejut dengan wajah memerah karena marah. Jiyeon pasti yakin, kerusakan kios Ibu nya ulah sasaeng fans Kyuhyun. Selama ini Jiyeon tidak pernah percaya jika sasaeng fans bisa melakukan hal gila yang tidak pernah di pikirkan orang normal karena ia memang tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi setelah mendapatkan ancaman bertuliskan darah dan kios Kahi yang menjadi korban, Jiyeon percaya dengan tindakan gila sasaeng fans dan kini dia harus lebih berhati-hati, karena penderitaannya sudah di mulai dari sekarang.

“JIYEON-AH, KAU APAKAN JENDELA KAMAR MU??????” teriak Kahi, ia berjalan mendekat ke arah jendela kamar yang sudah rusak

“I-itu, tadi ada yang melemparkan batu” jawab Jiyeon sedikit takut

“Kau berkelahi dengan siapa lagi?” ujar Kahi, ke dua tangannya sudah berada di pinggang sekarang

“Tidak, aku tidak melakukan apapun. Mungkin hanya orang iseng” elak Jiyeon, sedikit merasa sedih karena dia menambah beban Ibu nya

“Ya tuhan, kenapa hari ini sial sekali?” omel Kahi sembari keluar dari kamar Jiyeon

Semua perasaannya semakin campur aduk, dari marah, sebal, sedih dan takut, dia mungkin masih bisa menerima jika orang-orang gila itu mengganggu atau menyakitinya, tapi jika sudah menyangkut ke dua orang tuanya? Sepertinya gadis berusia 19 tahun itu tidak bisa diam lagi. Ke dua kakinya menghentak-hentak sebal, semakin kesal ketika merasakan ponselnya berbunyi, tanpa melihat siapa yang menelfon, Jiyeon langsung saja mengangkatnya dengan suara jutek.

“Yoboseyo”

“Jiyeon-ah”

Dahi Jiyeon berkerut mendengar suara pria yang menelfonnya, ia tidak mungkin lupa dengan suara itu. Jiyeon menjauhkan ponselnya dari telinga sebelah kanan, memandangi nomor ponsel orang yang menelfon tadi, nomor itu terlihat asing karena tidak tersimpan dalam kontak ponsel, ia kembali menempelkan ponselnya walaupun bertanya-tanya dalam hatinya bagaimana bisa Kyuhyun mendapatkan nomornya.

“Kau dapat nomor ponsel ku dari mana?” tanya Jiyeon

“Kau lupa siapa aku, hah? Sudahlah, aku menelfon mu untuk bertanya masalah serius. Kau sudah tahu tentang—-“

“IYA! Fans mu bahkan bertindak gila! Mereka mengancam ku dengan tulisan darah, melempari jendela kamar ku dengan sebuah batu dan merusak kios Umma ku! Ini semua karena KAU!!!” sahut Jiyeon dengan amarah yang menggebu-gebu setelah sempat menahannya beberapa jam tadi

“YAK! Kenapa malah menyalahkan ku? Aku mana tahu jika kejadian semalam akan seperti ini. Lagipula salah mu juga, seandainya kau tidak berhenti mengenceng ku semuanya tidak akan terjadi. Dan untuk masalah kerusakan yang sudah kau alami, akan ku ganti semuanya”

Jiyeon merasa amarahnya semakin naik ke atas kepala setelah mendengar ocehan Kyuhyun yang seolah tidak memiliki beban apapun. Tentu saja, posisinya yang seorang idol tidak akan memberatkannya, beda dengan posisi Jiyeon yang hanya seorang gadis biasa, jadi seolah semua beban yang harusnya di pikul Kyuhyun juga harus di tanggung oleh Jiyeon sendirian.

“Kau benar-benar menyebalkan! Di situasi seperti ini kau masih bisa menyalahkan ku dan masih bisa bersikap sombong seperti itu? Hah, aku tidak habis pikir dengan mu” ujar Jiyeon yang kini kembali mendudukkan dirinya di atas tempat tidur

Sedangkan Kyuhyun yang berada di balik telfon merasa bersalah dengan ucapannya yang memang selalu berada di luar kontrolnya. “Maafkan aku, aku minta kau harus berhati-hati untuk saat ini. Dan aku janji, aku tidak akan menganggu mu lagi di sekolah nanti. Aku tahu ini berat untuk mu, aku benar-benar minta maaf”

Itu kalimat-kalimat terakhir yang Jiyeon dengar dari Kyuhyun sebelum sambungan telfon mereka terputus. Jiyeon merasa nyawanya menghilang setelah mendengar suara Kyuhyun yang terdengar begitu lembut dan penuh penyesalan, selama dekat dengan Kyuhyun, pria itu tidak pernah berucap selembut seperti tadi untuknya. Tapi, kalimat Kyuhyun yang di tengah-tengah membuat hati Jiyeon merasa gusar. Itu berarti mulai besok tidak akan ada lagi Kyuhyun menyebalkan yang dulu selalu menganggu dan memakinya, mengingat hal tersebut membuat ekspresi wajah Jiyeon menjadi sedih tanpa ia sadari. Jiyeon menggeleng, ini bukan saatnya untuk memikirkan Kyuhyun ataupun perkelahian-perkelahian mereka, Jiyeon harus memikirkan nasib dirinya dan keluarganya, itu jauh lebih penting sekarang.

-Lovey Dovey-

Donghae sedikit berlari-lari kecil, melewati setiap lorong-lorong SM Entertainment, ia menuruni setiap tangga sembari memandangi jam tangannya, ia menoleh ke depan, secara refleks kakinya berhenti menuruni tangga saat mendapati seorang wanita kini berdiri di hadapannya, lama mereka saling memandangi satu sama lain hingga wanita tadi melangkah ke atas dan melewati Donghae yang masih berdiri di tangga ke dua dari bawahnya. Donghae menunduk, secara jantan ia harus mengakui bahwa dirinya sedikit gugup sekarang.

“Donghae”

Suaranya yang memanggil nama Donghae membuat Donghae kembali menghentikan langkahnya, tanpa berbalik ia melirik wanita yang kini menolehkan kepalanya agar dapat memandangi Donghae.

“Lama tidak bertemu” katanya dengan suara yang sedikit pelan

Donghae tidak menjawab apapun, membiarkan wanita yang di belakangnya melanjutkan ucapannya tanpa mau memotong. Menyadari sikap diam Donghae membuat wanita itu tersenyum miris sambil merapikan rambut panjangnya ke belakang.

“Kau masih kecewa dengan ku?” tanyanya sekali lagi

“Semuanya hanya masa lalu, aku tidak mau mengingat-ingatnya lagi” balas Donghae

“Maafkan aku” ucapnya dengan penuh penyesalan

“Aku pergi dulu”

“Tunggu!”

Kali ini Donghae memilih membalikkan badannya, ego nya kalah seketika untuk melihat wajah seorang wanita yang sudah lama tak pernah ia lihat secara langsung. Mata teduhnya bertemu dengan sepasang mata foxy itu, bayang-bayang masa lalu tiba-tiba menghantui pikirannya. Sedangkan wanita tadi menunduk, tidak berani sekaligus berusaha menghindari pandangan mata mereka secara langsung.

“Apa—apa kau tahu siapa wanita yang bersama Kyuhyun?”

Donghae tersenyum miris, tubuhnya ia sandarkan pada pegangan tangga dan kembali menatap wanita tadi. “Dia gadis yang manis dan cantik”

“Jadi kau tahu dia?” serunya dengan sedikit terkejut

“Lupakan semuanya Sica, kau dan Kyuhyun sudah berakhir. Biarkan dia mendekati siapapun yang dia mau. Kau tidak berhak mengaturnya lagi”

Perkataan Donghae tepat sekali menusuk dalam hati Jessica, bahkan dia begitu sulit untuk hanya menelan salivanya sendiri. Sedikit sakit ketika mengetahui jika ternyata Donghae juga bersikap dingin padanya, tapi di samping itu semua, Jessica memang sadar atas semua kesalahan yang di perbuatnya di masa lalu membuat ke dua Pria yang dulunya sangat dekat dengannya harus menjauh sedikit demi sedikit.

“Maaf jika perkataan ku menyakiti mu. Aku pergi dulu”

Donghae kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga, dari bawah sini, ia mendongak ke atas dan sedikit merasa bersalah saat melihat wajah Jessica yang berubah sedih. Ia menarik dan membuang nafasnya lalu berlari turun dan keluar dari gedung SM Enterainment, ia berusaha tersenyum pada beberapa fans nya yang sudah berdiri di luar dan menunggunya. Tanpa menunggu lama Donghae segera membuka pintu mobil berwarna putihnya dan duduk di kursi belakang, setelah menutup pintu Kyuhyun yang sejak tadi menunggu Donghae sambil memainkan playstasion nya untuk menghilangkan bosan langsung menoleh ke arah Donghae dan meliriknya tajam.

“Hyung! Kau lama sekali, jika kita terlambat bagaimana?” omel Kyuhyun

Donghae hanya tersenyum tipis, tidak mau meladeni Kyuhyun saat ini, setelah mobil yang mereka tumpangi meninggalkan kawasan gedung SM, Donghae lebih memilih memandangi jalan-jalan yang mereka lewati dari balik kaca jendela mobil, pertemuannya dengan Jessica setelah 2 tahun tidak bertemu terus menganggu konsentrasi dan pikirannya, sedangkan Kyuhyun yang duduk di sebelah Donghae memandanginya tajam, tidak biasanya pria yang lebih tua 3 tahun darinya itu diam seperti ini, biasanya dia akan sibuk berceloteh atau menganggunya seperti anak kecil, tapi hari ini? Kyuhyun meletakkan playstasion berwarna hitamnya dan menepuk bahu Donghae.

“Hyung, ada apa?” tanya Kyuhyun sedikit khawatir

Donghae menoleh ke arah Kyuhyun dan memberikan senyuman tiga jarinya. “Tidak apa-apa” elaknya. “Oh iya, bagaimana masalah mu dengan Jiyeon?”

“Sasaeng fans sudah tahu, Hyung. Mereka bahkan berhasil menemukan rumah Jiyeon dan kios toko jualan Ibu nya. Kaca jendela kamar Jiyeon pecah, mereka mengirimkan pesan beruliskan darah dan merusak kios Ibu Jiyeon” cerita Kyuhyun, tubuhnya seketika lemas mengingatnya

“Mwo? Sudah separah itu? Lalu apa yang kau lakukan?” Donghae memperbaiki letak duduknya menghadap Kyuhyun

“Aku akan menjauhi Jiyeon di sekolah nanti, juga membayar semua kerugian yang dia alami” Kyuhyun menyandarkan tubuhnya dan tersenyum tipis, sangat tipis hingga Donghae tidak bisa melihatnya dengan jelas

Donghae ikut tersenyum sembari menepuk bahu Kyuhyun beberapa kali, ia bisa mendapati raut wajah sedih Kyuhyun ketika adik kecilnya itu berkata jika akan menjauhi Jiyeon. Kyuhyun mungkin belum menyadarinya, tapi Donghae sudah menyadarinya dan dia akan berjanji untuk membantu ke dua orang itu. Dan untuk masalah Jessica, dia akan memikirkannya nanti.

-Lovey Dovey-

Jiyeon membuang nafas panjang sebelum keluar dari pekarangan rumahnya dengan masih memegangi sepeda kesayangannya, ia berdoa dalam hati jika setelah kakinya keluar dari pekarangan rumahnya ia masih bisa sampai ke sekolah dengan tubuh dan penampilan yang utuh. Mendengar suara teriakan Ibu nya dari dalam rumah karena dirinya yang belum pergi sekolah mengangetkan Jiyeon dan membuatnya secara refleks naik ke atas sepeda lalu menggayuhnya dengan cepat. Sepanjang perjalanan Jiyeon tidak berhenti menengok ke kanan dan ke kiri, mungkin saja ada serangan tiba-tiba yang akan di dapatinya.

“Okh Park Jiyeon, tumben sekali kau datang sepagi ini” seru Pak Shin ketika mendapati Jiyeon yang sudah sampai di depan gerbang sekolah

“Ini untuk menghindari musibah” balas Jiyeon singkat dan segera masuk ke dalam parkiran sekolah

Sebuah mobil berwarna putih yang baru datang langsung masuk ke dalam parkiran khusus mobil, sedangkan Jiyeon yang baru saja selesai mengunci sepedanya langsung membalikkan tubuhnya bermaksud masuk ke dalam sekolah, tapi tubuhnya secara refleks berhenti ketika mendapati Kyuhyun yang turun dari atas mobil. Jarak ke duanya berdiri tidak terlalu jauh, mereka saling menatap satu sama lain tanpa ekspresi, Kyuhyun maju satu langkah tapi kemudian mundur dan pergi meninggalkan Jiyeon ketika dia ingat bahwa hari ini dia tidak boleh mendekati Jiyeon lagi.

Jiyeon memandangi kepergian Kyuhyun dengan datar, lalu ikut melangkah masuk ke dalam, di lihatnya Kyuhyun yang sudah di kerumuni fans-fansnya dan mulai bertanya siapa gadis yang ada dalam foto, Kyuhyun terlihat kebingungan dan hanya tersenyum kecil dalam diamnya, sebelum benar-benar melewati tubuh tinggi dengan kulit pucat itu, Jiyeon melirik Kyuhyun sebentar dan ke duanya lagi-lagi bertukar pandangan, menyadari Kyuhyun membalas tatapannya membuat Jiyeon berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih di kerumuni fansnya. Jiyeon melempar tas berwarna hitamnya ke atas meja dan langsung duduk di tempatnya, tidak memperdulikan teman-teman kelasnya yang sibuk menggosipi Kyuhyun. Entah kenapa, perasannya benar-benar gusar, pagi ini dan hari-hari esok tak ada lagi Kyuhyun yang akan mengganggunya.

“Jiyeon-aaaahhh” Suzy yang baru saja datang meletakkan tasnya di atas meja dan duduk di sebelah Jiyeon. “Aku masih patah hati, hiks”

Jiyeon menengok pada Suzy yang sudah menyandarkan kepalanya di atas bahu. “Sudahlah jangan di pikirkan lagi. Gadis itu tidak ada hubungan apa-apa dengan Kyuhyun”

“Hah? Kau tahu dari mana?” tanya Suzy terkejut

“E-eh?” Jiyeon merutuki kebodohannya yang tanpa sengaja berucap seperti tadi. “Hanya menebak saja”

Suzy memutar bola matanya sebal melihat Jiyeon menyengir seperti sekarang. “Ahh, jika akau bertemu gadis itu aku akan memukulnya”

Jiyeon melongo mendengar ungkapan kekesalan Suzy, apa iya Suzy masih tega melakukannya? Hei Baek Suzy, gadis yang kau cari-cari bahkan sudah ada di depan mata mu sekarang. Kelas yang tadinya ribut semakin bising saja setelah Kyuhyun masuk ke dalam kelas, Suzy yang bahkan tadinya masih mengomel di sebelah Jiyeon kini sudah berpindah tempat mengerumuni Kyuhyun di tempat duduknya. Melihat wajah Kyuhyun yang terlihat tidak nyaman membuat Jiyeon merasa kasihan dan tidak tega pada pria itu.

Jam istirahat yang telah berbunyi membuat kelas Jiyeon membludak karena semua fans-fans Kyuhyun yang berada di sekolah mereka tiba-tiba saja datang dan terus melontarkan pertanyaan yang sama. Kyuhyun makin kelabakan hingga pada akhirnya tiga orang bodyguard datang dan berhasil mengamankan Kyuhyun, mungkin membawanya ke ruangan kepala sekolah. Jiyeon menatap Kyuhyun yang kini sudah menghilang dari pandangan matanya.

“Ah, Kyuhyun tidak mau menjawabnya” sahut Suzy yang sudah kembali di samping Jiyeon

“Sudahlah, jangan memaksanya. Seorang idiola juga punya privasi” nasihat Jiyeon dan mengeluarkan bekal dari dalam tas

“Kau bawa dua bekal?” Suzy mengeluarkan bekal berwarna biru dalam tas Jiyeon ketika tanpa sengaja mendapati ada bekal lain dalam sana. “Itu untuk siapa?”

Jiyeon yang baru akan membuka bekal yang ia pegang langsung mengalihkan pandangannya ke dalam tas, Suzy benar, itu bekal yang biasa ia kasih untuk Kyuhyun. Jiyeon menepuk dahinya, kenapa dia bisa lupa dengan membawa bekal itu? Harusnya dia tidak perlu repot-repot membawa bekal untuk Kyuhyun, toh mereka sudah sepakat untuk menjauh satu sama lain kan? Tapi jika Jiyeon tidak memberikan bekal itu bagaimana dengan makan siang Kyuhyun? Sejauh yang Jiyeon tahu, Kyuhyun tidak pernah memakan bekal ataupun makanan yang di berikan fansnya, jadi jika Jiyeon membiarkan bekal untuk Kyuhyun tetap di pegangnya, bagaimana nasib Kyuhyun?

“JIYEON-AH, KAU MAU KEMANA?” teriak Suzy saat melihat Jiyeon berlari keluar kelas

Jiyeon tidak menghiraukan teriakan Suzy dan masih berlari dengan menggenggam bekal untuk Kyuhyun. Dia melihat ruangan kepala sekolah masih di jaga bodyguard-bodyguard Kyuhyun, Jiyeon mengedarkan pandangannya ke sekitar, merasa aman, Jiyeon bersembunyi pada salah satu lorong dekat ruangan kepala sekolah yang sepi.

“Ahjussi, ahjussi” panggil Jiyeon pada salah satu bodyguard Kyuhyun dengan sedikit berbisik

Merasa di panggil, salah satu bodyguard berkulit putih dengan rambut cepak itu menghampiri Jiyeon. Lagipula selama Kyuhyun bersekolah disini hanya Jiyeon yang benar-benar dekat dalam tanda kutip sebagai musuh untuk Kyuhyun, itulah kenapa bodyguard tadi tidak merasa enggan untuk menghampiri Jiyeon.

“Ini bekal Kyuhyun, tolong berikan padanya. Jangan beritahu siapapun, ok?” bisik Jiyeon

“Arasseo” jawab bodyguard yang di kenal dengan nama Juno itu

Melihat Juno sudah masuk ke dalam ruangan kepala sekolah membuat Jiyeon bisa merasa lega, tanpa menunggu lagi, ia segera berbalik badan dan berlari masuk ke dalam kelasnya sebelum ada yang melihat gerak-geriknya. Sedangkan Kyuhyun yang bersembunyi di dalam ruangan adik dari Ayah nya hanya mengaduk-ngaduk sup cream yang sudah di siapkan Bibi nya itu. Jangankan untuk memasukkanya ke dalam mulut, melihatnya saja membuat Kyuhyun tidak nafsu makan, salahnya juga karena sudah begitu tergantung dengan bekal yang biasa Jiyeon bawakan untuknya.

“Tuan muda, Nona Park Jiyeon menitipkan bekal ini untuk tuan” Juno meletakkan bekal dari Jiyeon ke atas meja, membungkukkan badannya dan keluar dari sana

Wajah Kyuhyun yang terlihat muram tadinya kini berubah menjadi begitu ceria setelah mendengar ucapan Juno dan melihat bekal berwarna biru yang sudah tak asing lagi untuknya kini berada di depan matanya. Dengan semangat ia membuka penutup bekal itu, tapi gerakannya terhenti tepat ketika Kyuhyun akan memasukkan satu sendok nasi goreng kimchi ke dalam mulutnya, di pandanginya makanan lezat itu dengan wajah yang bergurat sedih, walaupun keduanya sudah berjanji tidak akan saling berhubungan lagi, tapi nyatanya Jiyeon masih mengingat dirinya. Menyadari jika hari ini mereka bahkan tak saling berbicara satu sama lain dan hanya memandangi dari jarak jauh membuat Kyuhyun menjadi tak nyaman akan dirinya sendiri. Ini baru satu hari, bagaimana besok-besoknya? Kyuhyun mengambil iphone berwarna emasnya di atas meja, berkutat sebentar dan kembali melahap bekal dari Jiyeon.

To: Dino
From: Choi Brat

“Terimakasih untuk bekal mu, aku senang sekali dan maafkan aku”

-Lovey Dovey-

Jessica dengan sebal masih mengganti-ganti channel di TV yang masih saja membahas mengenai skandal ciuman Kyuhyun, padahal sudah 3 hari berlalu tapi berita itu belum mereda juga. Salahkan saja pihak SM Entertainment yang masih bungkam dengan berita-berita tersebut dan membuat para wartawan semakin penasaran. Melihat foto yang ia lihat di tabloid waktu itu muncul di layar LCD nya membuat Jessica segera mematikan TV dan melempar remote hingga pecah di atas lantai. Krystal yang melihat kelakuan kakaknya hanya bisa menggeleng dan duduk di sebelah Jessica.

“Semua saja barang-barang di rumah ini Eonnie pecahkan” sindir Krystal

“Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana bisa skandal itu keluar tepat di hari Eonnie kembai ke sini” sahut Jessica dan menghampaskan tubuhnya kembali ke sofa dengan kesal. “Apa kau tahu siapa wanita itu?”

“Tidak tahu, tapi aku pikir dia bukan seorang selebritis. Selama Eonnie di London, Kyuhyun Oppa tidak dekat dengan siapapun” jelas Krystal

“Apa mungkin dia hanya seorang gadis biasa?” tebak Jessica

“Mungkin saja, sudah hampir tiga bulan Kyuhyun Oppa pindah ke Seoul, di sekolah milik keluarga Choi” ucap Krystal sekali lagi dan berhasil mengangetkan Jessica

“MWO? Apa alasannya?” tanya Jessica, selama ini yang ia tahu Kyuhyun memang sekolah di tempatnya dulu sekolah, dan Krystal adalah adik kelas Kyuhyun

“Alasan jelasnya aku tidak tahu, tapi kata Kangin Ahjussi, Kyuhyun Oppa bosan sekolah di Gangnam”

Jessica mengetuk-ngetukkan jarinya di dagu, mulai bingung dengan gadis misterius itu dan alasan Kyuhyun yang pindah sekolah tanpa sebab yang jelas. Tidak mau membuat dirinya semakin kesal dan melampiaskannya pada Krystal, Jessica memilih berdiri dan berlari ke atas masuk ke dalam kamarnya. Dia benar-benar penasaran dengan gadis itu, bertanya pada perusahaan tempatnya bekerja pun mustahil, mereka bahkan masih belum tahu siapa gadis misterius yang bersama Kyuhyun. Jessica berjalan masuk dan mengambil sebuah pigura photo dari atas meja. Di dalam sana terdapat Donghae dan Kyuhyun yang merangkulnya dengan tersenyum lebar, hanya Kyuhyun yang memakai pakaian biasa, sedangkan dirinya dan Donghae memakai seragam sekolah.

Secara perlahan Jessica tersenyum, matanya berkaca-kaca mengingat kenangan indah yang pernah mereka bertiga buat, tapi karena sesuatu hal dan kesalahannya membuat ke dua pria yang begitu berarti dalam hidupnya itu harus mundur perlahan-lahan dari dirinya dan membenci Jessica. Mengingatnya membuat air mata Jessica pada akhirnya lolos, hatinya melongos dan merasakan penyesalan yang sangat dalam. Tapi kesalahan yang ia perbuat di masa lalu dia lakukan untuk Kyuhyun, dia mengorbankan banyak hal untuk Kyuhyun, lalu sekarang Kyuhyun dengan gampangnya membuang dirinya begitu saja dan berusaha menggantikannya dengan seorang gadis yang bahkan Jessica tak tahu dia siapa? Jangan harap! Jessica sudah bertekad akan menyeret Kyuhyun kembali dalam hidupnya. Ia tidak mau semua pengorbanannya di masa lalu nyatanya tidak menghasilkan apapun untuknya.

-Lovey Dovey-

“Jangan melakukan yang tidak-tidak Kyu, masalah kemarin saja belum selesai” larang Donghae dari balik telfon

“Tapi Hyung, aku hanya mau memberikan uang ganti rugi untuk Jiyeon”

“Hyung tahu, tapi jika kau sendiri yang datang ke rumahnya itu sama saja akan semakin memperburuk keadaan. Kau lupa jika sasaeng fans mu sudah mengetahui Jiyeon? Sudahlah, berikan saja uang itu kepada supir mu dan biar dia yang memberikannya pada Jiyeon”

“Aisshh, arasseo..arasseo..”

Kyuhyun mematikan sambungan telfonnya dengan Donghae dan melempar iphone nya ke sisi kursi yang kosong. Ia memandangi rumah Jiyeon yang sederhana, pagar rumahnya tertutup rapat tapi ia bisa melihat sepeda pink Jiyeon terparkir di halaman rumahnya. Kyuhyun memberikan sebuah kantungan hitam yang berisikan segepok uang untuk Jiyeon kepada supirnya, sementara sang supir turun, Kyuhyun hanya bisa mengawasi keduanya dari atas mobil.

“Dari Kyuhyun?” tanya Jiyeon

“Ne, Nona. Saya permisi”

Jiyeon menatap sebentar kantungan hitam yang sudah berada di tangannya, dan dia benar-benar terkejut saat melihat ada sangat banyak uang di dalam kantungan itu. Sebelum supir Kyuhyun pergi, Jiyeon hanya mengambil satu ikatan uang dan mengembalikan sisanya pada supir yang berusia sekitar 40-an itu. Kyuhyun sedikit terkesima ketika menyadari sikap Jiyeon, mungkin benar apa yang di katakan Donghae, Jiyeon berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dia dekati dan pernah mendekatinya, mereka semua hanya mengejar popularitas dan uangnya saja. Melihat sikap Jiyeon mampu membuat Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri.

Sedangkan Jiyeon kini sudah menutup pintu rumahnya, masuk ke dalam kamar dan segera mengambil ponselnya.

To: Choi Brat
From: Dino

“Kyuhyun, terimakasih. Aku senang bukan karena kau memberikan ku uang lebih, tapi aku senang jika ternyata kau benar-benar bertanggung jawab, ya walaupun ini semua bukan salah mu”

Jiyeon meletakkan kembali ponselnya di atas meja dan menatap mobil mewah Kyuhyun yang sudah menghilang dari depan rumahnya, walaupun Kyuhyun sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya, tapi Jiyeon yakin sekali jika Kyuhyun ada di dalam mobil tersebut. Suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat Jiyeon tersentak kaget hingga tanpa sengaja menjatuhkan uang pemberian Kyuhyun.

“Jiyeon siapa yang dat—OMO, uang siapa itu?” tunjuk Kahi pada ikatan uang yang tadi jatuh di lantai

Jiyeon segera mengambilnya dan sedikit berpikir untuk mencari alasan agar Ibu nya mau menerima uang ini dan memperbaiki kios nya yang rusak. “Minggu lalu aku ikut dance kompetisi, lalu menang jadi juara satu, dan ini hadiahnya”

“Jinjja? Wah, Umma bangga sekali pada mu” kata Kahi sembari mengusap rambut hitam Jiyeon

“Umma, uang ini kita pakai untuk memperbaiki kios Umma saja dan memperbaiki jendela kamar ku” Jiyeon menyodorkan uang tadi ke depan Kahi

“Tidak perlu, lebih baik kau tabung saja uangnya” tolak Kahi, di dorongnya uang itu kembali pada Jiyeon

“Jangan, Umma ambil saja, aku masih bisa mengikuti kompetisi lain. Yang penting sekarang Umma bisa berjualan lagi, nanti pelanggan Umma pergi semua jika lama tak berjualan” ucap Jiyeon dan tersenyum tulus

Kahi membalas senyuman Jiyeon dan menarik anak berusia 19 tahun itu ke dalam pelukannya, ia mencium kening Jiyeon dan memeluk Jiyeon erat, merasa bangga pada anak semata wayangnya tersebut.

-Lovey Dovey-

“Jiyeon tidak datang?” tanya Kyuhyun pada Juno

“Tidak Tuan” jawab Juno singkat

Kyuhyun berkerut bingung, sekarang bahkan sudah hampir mamasuki jam pelajaran tapi Jiyeon tidak datang-datang juga. Padahal biasanya ia akan selalu menitipkan bekal pada Juno, mendengar alarm sekolah yang berbunyi membuat Kyuhyun mau tidak mau kembali masuk ke dalam kelas. Ia berjalan dengan lemas dan berbelok kiri, tapi merasakan kaki kanannya menendang sesuatu mengharuskan Kyuhyun untuk menahan langkahnya dan menatap ke bawah.

“Eh? Ini bekal yang biasa Jiyeon berikan untuk ku, kan?”

Kyuhyun mengambil bekal tadi yang tertimpa bulir air di atasnya, dia menengok ke kanan dan ke kiri, semakin heran saat lantai di bawahnya tergenang air berwarna kecoklatan dan mempunyai bau yang cukup busuk. Di berikannya bekal itu pada Juno dan kembali melanjutkan langkahnya ke kelas, tidak sampai di situ saja kebingungan Kyuhyun, kini ia semakin heran saat mendapati bangku di sebelah Suzy sudah kosong. Kyuhyun duduk di bangkunya dan beberapa kali merubah posisi duduknya, tidak tahan untuk tidak bertanya pada Suzy, Kyuhyun memilih membuka suara.

“Su—”

“Suzy, apa Jiyeon sudah pulang?”

“Ne, Kim Sonsaengnim sudah mengizinkan. Mustahil juga Jiyeon melanjutkan pelajaran dengan keadaan basah seperti itu”

Kyuhyun kembali ke tempat duduknya, ia semakin merasa tidak nyaman mendengarkan obrolan Suzy dan salah satu teman kelasnya. Apa sesuatu telah terjadi pada gadis berambut hitam itu? Kyuhyun mengusap wajahnya kasar, semakin merasa khawatir dengan keadaan Jiyeon sementara dirinya sendiri tidak bisa bertanya pada siapapun.

Dan memang benar, sudah hampir 5 hari berlalu sejak kejadian saat itu, pemberitaan Korea Selatan masih heboh mencari-cari dirinya sebagai gadis misterius yang mendapatkan ciuman Kyuhyun. Selama itu pula tidak ada lagi orang-orang yang menganggunya dan mengganggu jualan Ibu nya, Jiyeon memang bisa bernafas lega untuk saat ini walaupun tidak bisa berkomunikasi secara langsung dengan Kyuhyun. Seperti biasanya Kyuhyun sudah mengamankan diri di ruangan Kepala Sekolah dan Jiyeon yang bersiap akan memberikan jatah bekal untuk Kyuhyun. Kaki panjangnya masih melewati jalan yang akan membawanya ke ruangan kepala sekolah, beberapa langkah lagi Jiyeon akan berbelok kanan untuk masuk di tempat ia biasa bersembunyi, tapi suatu hal yang tiba-tiba menimpanya membuat dirinya terkejut bukan main.

BYURR

Sebuah ember yang berisikan penuh air kotor berhasil menjatuhi tubuh Jiyeon dan membuat seluruh tubuhnya menjadi basah. Jiyeon mendongak ke atas, ke lantai dua dan mendapati beberapa gadis sudah berlari duluan hingga membuatnya tidak bisa melihat siapa orang-orang yang sudah mengerjainya seperti ini. Tidak memperdulikan para murid yang juga terkejut sepertinya, Jiyeon membiarkan kotak bekal untuk Kyuhyun jatuh ke atas lantai dan dengan cepat berlari ke arah kamar mandi. Murid wanita yang merasa terganggu dengan kedatangan Jiyeon memilih keluar setelah sebelumnya menatap Jiyeon dengan aneh, tapi Jiyeon lagi-lagi tidak perduli dan memandangi dirinya dari balik cermin. Orang-orang yang menyiramnya tadi pasti sasaeng fans yang sama waktu itu, tapi bagaimana bisa mereka tahu sekolah dan gerak geriknya? Jiyeon berdecak dan membasuh wajahnya dengan air bersih, sial sekali, sepertinya ia benar-benar tidak bisa lolos dari fans-fans gila Kyuhyun.

Setelah meminta izin pada Kim Sonsaengnim untuk pulang lebih awal, Jiyeon dengan segera mengayuh sepedanya keluar dari pekarangan sekolah, tidak memperdulikan orang-orang yang ia lewati menutup hidungnya karena bau Jiyeon yang berasal dari air kotor tadi. Perasaannya benar-benar tidak enak, terlalu takut jika orang-orang itu kembali merusak kios Ibu nya yang baru di perbaiki atau melukai sang Ayah, sesampainya di depan gerbang rumah Jiyeon turun dari sepeda dan membuka pagar rumahnya, tapi baru saja dia berbalik untuk membawa sepedanya masuk, lemparan beberapa buah telur dari arah kanan membuatnya lagi-lagi terkejut.

“YAAAAKKKKK”

Teriakan Jiyeon membuat empat orang gadis yang melempari Jiyeon tadi lari dengan terbirit-birit, Jiyeon berlari beberapa langkah sebelum akhirnya mundur karena gadis-gadis itu sudah berlari jauh dari hadapannya. Dengan perasaan yang benar-benar marah, Jiyeon membawa masuk sepedanya, mengunci pagar dan berjalan masuk sambil membersihkan kulit telur yang tersisa di rambutnya. Ketika akan membuka pintu, Jiyeon mendapati sebuah kertas tertempel di depan pintunya.

“Sudah kami katakan jangan dekati Kyuhyun Oppa lagi. Kami tahu jika kau sering memberikan bekal makan siang untuknya”

“Aishh, dasar orang-orang gila”

Jiyeon meremas-remas kertas tadi dan membuangnya ke dalam tempat sampah lalu masuk ke dalam rumah. Sepertinya dia sudah benar-benar harus menjauhi Kyuhyun, termasuk tidak memberikan bekal makan siang untuk Kyuhyun lagi. Semua kejadian yang menimpanya hari ini sudah cukup untuknya dan dia tidak mau mengambil konsekuensi lain. Ponsel yang berbunyi berhasil menghentikan Jiyeon yang sedang mengeringkan tubuhnya dengan sebuah handuk, melihat nama Kyuhyun yang tertera di layar ponselnya sedikit membuat Jiyeon ragu untuk mengangkat telfonnya atau tidak. Tapi ponselnya masih terus berbunyi untuk yang ke tiga kalinya.

“Yobo–”

“Ada apa dengan mu? Aku dengar kau di guyur orang, apa itu benar?” celetuk Kyuhyun tanpa membiarkan Jiyeon menjawab duluan

“Aku pikir mereka orang-orang yang kemarin membuat ulah, mereka bahkan melempari ku telur lagi saat di depan rumah” jelas Jiyeon

“Mwo? A-aku benar-benar minta maaf Jiyeon-ah, aku akan memberikan peringatan untuk mereka, dan aku janji, aku akan menyelesaikan semuanya tanpa menyeret-nyeret diri mu lagi. Maafkan aku”

Jiyeon memandangi layar ponselnya yang sudah menampilkan wallpaper, tanda jika telfon Kyuhyun sudah terputus. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Jiyeon masih berdiri dengan bersandarkan tembok di belakangnya. Jika sampai sasaeng fans Kyuhyun membocorkan mengenai siapa dirinya, masalah yang ia dapat pasti akan lebih berat dari ini.

-Lovey Dovey-

“Lagi?” seru Donghae dengan wajah yang penuh keterkejutan

Kangin mengangkat ke dua bahunya sebagai balasan untuk Donghae, sedangkan Kyuhyun yang tadinya duduk di sebelah Donghae kini sudah membanting kertas yang di berikan Kangin ke atas meja dan berjalan mendekat ke hadapan jendela. Kyuhyun berjalan mondar-mandir, berusaha menahan amarahnya yang sebentar lagi akan menguasainya, dengan wajah yang tidak enak di pandang dan mata yang bersorot tajam, Kyuhyun menatap Kangin yang kini duduk di sofa lain.

“Kenapa harus dengan Jessica lagi? Memang mereka tidak bisa mendapatkan idola perempuan yang lain?” ujar Kyuhyun dengan suara meninggi

“Awalnya mereka merencanakannya tidak secepat ini, tapi karena skandal mu kemarin, Kim Sajangnim memajukan waktu yang sudah di tetapkan. Saham turun karena skandal mu juga banyaknya saingan membuat popularitas Jessica sedikit menurun di Korea, apalagi berita kedatangannya dari London di abaikan oleh orang-orang karena skandal mu juga” jelas Kangin

“Kyu, terima saja. Mungkin dengan berita ini bisa membuat sasaeng fans berhenti menganggu dan mencelakai Jiyeon lagi, semuanya akan semakin rumit jika mereka sendiri yang mengungkapnya ke publik” sahut Donghae serius

Kyuhyun melirik Donghae sebentar dan kembali menatap keluar jendela, mungkin apa yang di katakan Donghae benar, ia juga tidak mau sesuatu yang lebih buruk terjadi pada Jiyeon dan keluarganya. Tapi hati kecilnya tidak bisa berhenti memberontak jika harus melakukan hal yang dulu pernah ia lakukan bersama Jessica, terlebih lagi Kyuhyun sendiri yang sudah berjanji untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Setelah berusaha dengan keras untuk menenangkan dirinya dan tidak tersulut emosi lagi, Kyuhyun menatap Donghae dengan matanya yang melembut.

“Tapi bagaimana dengan mu, Hyung? Aku tidak mau kejadian yang lalu terjadi la—-”

“Kyu, itu hanyalah masa lalu. Kau mau dekat dengan Jessica secara real atau settingan pun aku tidak ada hak. Yang terpenting sekarang kita harus menyelamatkan nasib Jiyeon dulu” ujar Donghae memotong pembicaraan Kyuhyun

“Donghae benar Kyu, sasaeng fans kalian bisa melakukan hal yang lebih gila dari ini”

Dalam masalah ini memang hanya Kyuhyun, Donghae dan Kangin saja yang tahu mengenai siapa Jiyeon, sementara Kyuhyun masih terlihat berpikir seseorang datang dan memberitahu ketiganya untuk menghadap Kim Youngmin di ruangannya. Sesampainya di sana, mereka sudah mendapati Jessica yang duduk manis di sebuah sofa bersama manager nya, Hara. Melihat ke datangan Kyuhyun membuat Jessica tersenyum lebar, sedangkan yang di tatap hanya meliriknya dengan sebal dan duduk di sofa lain bersama Donghae.

“Ini kontrak mu”

Youngmin melemparkan sebuah kertas di hadapan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun tak lantas menerimanya begitu saja, ia memandangi kertas itu sekilas dan balik menatap petinggi dari SM Entertainment tersebut.

“Aku harus tahu dulu settingan macam apa yang kalian rencanakan untuk ku!” ucap Kyuhyun dingin

“Semua ini berhubungan dengan skandal mu kemarin. Kami akan mengatakan pada publik jika gadis yang kau cium itu adalah Jessica, kau menciumnya seminggu sebelum Jessica kembali kemari. Dan jika mereka bertanya apa hubungan mu dengan Jessica, kami akan menjawabnya kalian kembali menjadi sepasang kekasih”

Donghae melirik sebentar ke arah Jessica setelah mendengar penjelasan Kim Youngmin, menyadari Donghae yang meliriknya membuat Jessica salah tingkah sembari menggigit bibir bawahnya. Benarkah kejadian di masa lalu saat itu akan kembali terulang?

“Dan untuk meyakinkan mereka, beberapa hari setelah kami mengungkapkannya ke publik, kami akan menyebarkan foto-foto mesra kalian secara sengaja ke ruang publik. Termasuk foto yang menampilkan jika kalian benar-benar berciuman bibir” lanjut Kim Youngmin dengan senyuman puas di wajahnya

“Jadi maksud mu, aku dan Jessica harus berciuman bibir, begitu?”

“Tentu saja. Tidak mungkinkan Donghae dan Jessica yang harus melakukannya?”

Keadaan tiba-tiba menjadi semakin canggung setelah kalimat Youngmin yang lontarkan tadi. Kyuhyun bahkan kembali ke tempat duduknya setelah sempat berdiri untuk membentak Bos nya itu. Sedangkan Donghae dan Jessica yang namanya di sebut semakin terlihat canggung dan tidak berani menatap satu sama lain.

“Aku tidak mau” tolak Kyuhyun tegas

Youngmin tersenyum meremehkan, di matikannya puntung rokoknya pada sebuah asbak yang berada di atas meja. “Jadi kau lebih memilih gadis yang bernama Park Jiyeon itu semakin menderita?”

Mendengar nama Jiyeon yang di sebut oleh Kim Youngmin membuat Donghae, Kangin dan terlebih lagi Kyuhyun benar-benar menjadi terkejut. Kangin dan Donghae saling bertukar pandangan, mungkinkah yang mengganggu Jiyeon dan keluarganya adalah…

“JADI KAU YANG MELAKUKAN SEMUANYA HAH?!!!”

Kyuhyun tidak bisa lagi menahan amarahnya hingga membuatnya berdiri secara refleks, melihat Kyuhyun yang sudah bersiap maju, Donghae dan Kangin berusaha menahan tubuh Kyuhyun, sementara itu Jessica benar-benar tidak menyangka dengan respont yang di berikan Kyuhyun. Jadi apakah Jiyeon benar-benar sudah seberarti itu untuk Kyuhyun?

“Jika kau memang tidak mau sesuatu yang lebih buruk terjadi padanya, tanda tangani kontrak itu dan ikuti semua perintah ku”

Suara Kim Youngmin benar-benar berubah menjadi begitu datar, dingin dan tegas, menandakan jika tidak ada kata main-main untuknya. Nafas Kyuhyun memburu, di tepisnya tangan Kangin dan Donghae yang masih menahannya, sedetik kemudian Kyuhyun mengambil pulpen yang ada di atas meja dan menandatangani kertas tersebut.

“Aku sudah melakukan semua yang kau minta! Tapi kau juga harus janji, jangan pernah menganggunya lagi!!” Kyuhyun melemparkan pulpen yang tadi ia pegang dan berbalik, berniat meninggalkan tempat itu

“Asal kau benar-benar tidak berhubungan dengannya lagi, semuanya akan aman” Kim Youngmin menarik kertas persetujuan yang telah Kyuhyun tanda tangani dan memasukkannya ke dalam saku jas

“Aku berjanji”

BRAK

Kyuhyun menghilang dari balik pintu setelah membanting pintu ruangan Kim Youngmin dengan penuh amarah. Sedangkan orang-orang yang tersisa di dalam sana masih terdiam sampai pada akhirnya Donghae dan Kangin ikut berdiri untuk meninggalkan tempat, tapi sebelum Donghae benar-benar menutup pintu, ia memandangi Jessica untuk yang terakhir kalinya dan di balas oleh Jessica juga.

“Maafkan aku”.

-Lovey Dovey-

Jiyeon keluar dari kamarnya dan melangkah ke arah meja makan dengan lesu, dia sudah terlalu takut untuk keluar rumah setelah semua kejadian yang di alaminya hari kemarin. Melihat Ibu nya yang datang dengan membawa kotak bekal membuat Jiyeon tersadar dengan pertanyaan yang harusnya ia tanyakan sejak kemarin.

“Umma, Kios Umma baik-baik sajakan?”

Jungsoo dan Kahi saling bertukar pandang kebingungan mendengar pertanyaan Jiyeon. “Iya, semuanya baik-baik saja. Ada apa?”

“Ah, tidak ada. Aku hanya bertanya” balas Jiyeon

“Apa ada yang menganggu pikiran mu?” tanya Jungsoo khawatir

“Aku baik-baik saja, Appa” jawab Jiyeon dan tersenyum

“Jiyeon, kotak bekal mu yang berwarna biru mana?”

Jiyeon berhenti menyuapi dirinya sendiri, benar juga, seingatnya kemarin kotak bekal itu dia jatuhkan di sekolah tanpa ingat jika harus mengambilnya. “Bekalnya ada, tapi aku hanya akan bawa satu bekal saja untuk hari ini”

“Oh begitu. Ya sudah cepat selesaikan sarapan mu” Kahi memasukkan kotak bekal milik Jiyeon ke dalam tas anaknya

Setelah hampir 10 menit Jiyeon habiskan untuk sarapan, kini Jiyeon mengeluarkan sepedanya dari dalam rumah, sebelum berangkat sekolah, ia terlebih dulu berdo’a kepada Tuhan-NYA untuk melindungi dirinya hari ini. Setelah dirasanya cukup, Jiyeon keluar dan menggayuh sepeda pink nya dengan kecepatan tinggi sembari masih terus memandangi sekitarnya untuk berhati-hati.

“JIYEON-AH” Suzy melambaikan tangannya dan berlari menghampiri Jiyeon yang sudah masuk ke dalam sekolah. “Kau baik-baik saja, kan?”

“Eng, tapi masih sedikit terkejut” balas Jiyeon dengan tersenyum

“Mereka jahat sekali melakukan itu pada mu, lihat saja, jika aku bertemu mereka akan ku cincang orang-orang itu” seru Suzy dengan penuh kekesalan

“KYUHYUN OPPA DATAAANNGGG”

Jiyeon dan Suzy berhenti tertawa mendengar suara teriakan nyaring dari salah satu teman sekolahnya. Ketika menoleh kebelakang, mereka mendapati Kyuhyun yang baru datang, tapi ada yang berbeda dari pria tinggi dengan kulit pucat tersebut, pagi ini Kyuhyun memakai kacamata berwarna hitam untuk menutupi matanya dan yang membuat perasaan Jiyeon menjadi semakin tidak enak adalah ketika Kyuhyun melewati dirinya begitu saja tanpa mau menoleh ke arahnya.

“Kyuhyun Oppa semakin tampan memakai kacamata hitam” puji Suzy senang

“Hahaha, ayo masuk kelas” Jiyeon menarik Suzy untuk kembali melanjutkan langkah mereka.

Dan tanpa sadar, raut wajah Jiyeon berubah menjadi begitu sedih dan ada perasaan yang teramat kecewa dalam hatinya. Sebelumnya mereka masih bisa saling memandangi satu sama lain, tapi hari ini? Sikap acuh tak acuh Kyuhyun sudah membuatnya merasa sedih. Apakah ini jalan keluar dari masalah mereka yang sempat Kyuhyun katakan tempo hari?

-Lovey Dovey-

“Kyuhyun, kenapa kau tidak masuk kelas?” tanya Jiwon yang baru saja masuk ke dalam ruangannya

“Aku mengantuk, kemarin jadwal ku benar-benar padat” jawab Kyuhyun lesu

Jiwon, adik dari Choi Siwon itu menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 4 sore, sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi. Ia tersenyum, mengerti dengan keadaan keponakannya saat ini.

“Imo, Appa sudah pulang ke rumah?” seru Kyuhyun

“Belum, tapi Siwon Oppa bilang ia akan pulang 3 hari lagi” balas Jiwon dengan tersenyum

“Appa tahu masalah ku saat ini?”

“Sepertinya tidak, mungkin dia sibuk dengan beberapa rapat penting”

Kyuhyun tersenyum meremehkan dan melepaskan pulpen yang ia mainkan tadi. “Apalagi dengan Umma, dia bahkan sudah tidak mau tahu apa-apa lagi tentang ku dan tentang Appa”

“Jangan seperti itu Kyuhyun, bagaimanapun Tiffany Umma mu, dia pasti sangat menyayangi mu”

“Jika dia menyayangi ku, dia pasti sudah meninggalkan semua pekerjaannya untuk mengurus ku!!”

“Kyu—”

“Aku pulang dulu”

Kyuhyun segera menarik tas sekolahnya dan keluar dari ruangan Kepala Sekolah, tidak perduli dengan sikapnya yang tiba-tiba memotong pembicaraan Jiwon. Dari jauh di lihatnya Jiyeon yang sedang menunduk seperti mengecek sepedanya, ternyata menjauhi gadis itu lebih berat dari apa yang ia bayangkan.

“Aishh, siapa yang berani membuat ban sepeda ku bocor?” omel Jiyeon sebal

Kyuhyun yang berdiri di belakang Jiyeon masih memandanginya, sedangkan Jiyeon yang tanpa sengaja menoleh ke belakang dan bertemu pandang dengannya membuat Kyuhyun secara tiba-tiba memakai kacamata hitamnya kembali dan segera naik ke atas mobil. Jiyeon menatap kepergian Kyuhyun dengan sedih, belum lagi sepedanya yang bermasalah membuatnya semakin kesal. Terpaksa hari ini dia harus mendorong sepedanya sampai rumah. Sesekali Jiyeon bersenandung sambil masih mendorong sepedanya, tapi kerumunan orang-orang yang berdiri di luar toko elektronik membuat Jiyeon penasaran dan ikut melihat siaran TV yang di tayangkan salah satu stasiun.

“Gadis misterius yang di cium Kyuhyun telah terungkap”

Jiyeon merasakan nyawanya tercabut saat itu juga mendengar perkataan dari seorang wanita pembawa berita. Apakah nasibnya akan berakhir di sini?

“Gadis itu adalah Jessica Jung, seorang model terkenal yang telah mendapatkan status sebagai model international setelah memulai karirnya di London selama 2 tahun, selain itu, Jessica-ssi juga adalah mantan kekasih dari Choi Kyuhyun. Pihak SM Entertainment mengungkapkan jika keduanya kembali menjalin hubungan, dan foto tersebut di ambil setelah Jessica berkunjung ke rumah Kyuhyun dan kembali ke London setelah pada akhirnya ia benar-benar pulang dan kembali ke negera yang sudah melambungkan namanya”

Jiyeon benar-benar tidak habis pikir dan tidak percaya dengan seluruh omong kosong yang di katakan wanita tadi. Dia marah dan kesal saat dirinya diakui sebagai orang lain. Tapi tunggu, apa sebenarnya yang ia harapkan di sini? Jika semuanya terungkap bahwa gadis itu adalah dirinya sendiri, bukankah itu akan menjadi bumerang untuknya? Perlahan Jiyeon beringsut mundur dan kembali mendorong sepedanya dengan masih memikirkan ucapan pembawa acara tadi hingga membuat fikirannya menjadi tidak fokus.

“NONA, AWAS!!!!”

TBC

3 thoughts on ““Lovey Dovey” Chapter 3

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s