“HAPPEN ENDING”

Hai hai, akkkkkkkkk, kayaknya udah lama banget ya nggak pernah ngepost apapun disini, huhu. Mumpung kerjanya sekarang lagi hiatus, jadi hiatus nulisnya juga udahan hoho. Rasanya awkward maksimal karena udah nggak pernah nulis lagi, jadi maafin kalau nggak memuaskan😦 FF ini terinpirasi dari lagu Epik High Happen Ending, dari sekian banyaknya FF yg coba buat gue tulis, cuma ini yg berhasil *cries*, dan setelah denger lagu Spiler + nonton MV nya, imajinasi gue tiba-tiba tertuju pada *cough* seulgi + taeyong dan Kyuhyun + irene *cough* *cough*, tapi gue harus mikir puluhan kali juga sih buatnya, secara yaaaaaa, iya deh gue ngaku punya banyak utang ff disini😦 oh iya, makasih buat tika yg udah bantuin bikin covernya, sorry kalau cerewet ya hehe, makasih juga buat kak lia yg udah bantuin nyari covernya. Enjoyyyyy~

Tittle: HAPPEN ENDING

Genre: Romance, Triangle, Hurt, Friendship

Cast: Krystal Jung (Fx), Kim Myungsoo (Infinite)

Other Cast: Choi Minho (Shinee), Park Jiyeon (T-ara), etc

Author: -PrettyBoy-

image

Malam itu, salah satu Club ternama ditengah-tengah kota Gangnam terlihat begitu ramai, dari luar orang-orang masih bisa mendengar suara musik yang berdentang dengan keras walaupun sekarang hampir mencampai waktu tengah malam, salah satu mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat didepan Club, sang Supir turun dan membukakan pintu belakang sebelah kanan untuk majikannya, dan yang pertama kali terlihat adalah sebuah kaki sebelah kanan yang dilapisi heels berwarna hitam dengan kerlap-kerlip yang membuat sepatu itu terlihat mahal, seorang wanita cantik dengan dress mini berwarna hitam lengan panjang turun dari atas mobil, sebelum memasuki Club, ia lebih dulu menunjukkan identitas diri, dua orang bodyguard yang menjaga pintu masuk akhirnya menggeser tubuh masing-masing agar wanita tadi bisa masuk kedalam dan membungkukkan setengah tubuh kekar mereka memberikan salam.

Cukup ramai dan semuanya terlihat menikmati pesta malam ini, wanita itu menoleh ke kanan dan ke kiri tanpa perduli dengan banyaknya pasang mata yang memandang kearahnya, bagaikan seorang model yang berjalan diatas catwalk, wanita itu masih melangkahkan kakinya dengan penuh kepercayaan diri, lagipula siapa juga yang tak tahan menatap dirinya, dress berwarna hitam yang ia kenakan benar-benar sangat pas dengan lekukan tubuhnya, make up minimalis yang menghiasi wajahnya membuat ia seperti wanita berkelas, benar-benar menyulap semua mata yang memandanginya, belum lagi rambut hitam panjang bergelombang yang dimilikinya semakin menambah kesan ‘sempurna’ untuk penampilannya malam ini.

Mata tajamnya yang berkhiaskan eyeliner menatap lurus kedepan, bertemu dengan sepasang mata rusa seorang Pria yang sedang berjalan berlawanan arah darinya, bahkan setelah Pria itu telah berjalan melewati wanita tadi, ia seperti belum bisa melepaskan pandangannya, ia menoleh kebelakang, menatap punggung wanita itu dengan seksama sampai menghilang dari pandangannya. Pria berambut blonde itu duduk dikursi yang sempat ia tinggalkan tadi, alisnya masih berkerut dan pikirannya masih tertuju pada wanita tadi, rasa-rasanya ia mengenal wanita yang telah membuat otaknya berpikir dengan keras itu.

“Nona Jung?”

Yang dipanggil menghentikan langkahnya, dilihatnya seorang Pelayan menghampiri dirinya. “Kursi anda ada disana Nona, mari saya antar”

Wanita bernama lengkap Krystal Jung itu mengangguk dengan tersenyum tipis, ia berjalan mengikuti Pelayan tadi dan berhenti disalah satu meja yang paling berbeda diantara meja lainnya, diatas meja terdapat sebuah buket bunga mawar merah yang masih segar, juga ada dua gelas anggur yang tertata rapi dimeja, dan untuk kursinya sendiri dilapisi dengan kain penutup berwarna merah muda berbentuk pita. Krystal tersenyum malu, tanpa ditanyapun, ia sudah tahu betul siapa yang telah menyiapkan itu semua untuknya.

“Kau tahu siapa wanita yang duduk beberapa meter dihadapan panggung?” tanya Hoya pada Myungsoo

Myungsoo mengangkat kepalanya, ia menggeleng tidak tahu, sepertinya wanita yang dilihatnya tadi telah benar-benar menjadi pembicaraan pengunjung. Hoya duduk dihadapan Myungsoo, ia memajukan sedikit tubuhnya dan membisikkan sesuatu kearah telinga Myungsoo, dan saat itu juga, Myungsoo terbelalak kaget mendengar kalimat yang dilontarkan Hoya.

“Tolong perhatiannya sebentar”

Minho naik keatas panggung dan berhasil menyita perhatian pengunjung yang sebenarnya adalah teman-teman kuliahnya, malam ini ia terlihat semakin tampan dengan setelan pakaian casual mahal yang dipakainya. Sebelum memulai acara, Minho terlebih dulu melemparkan senyumannya kepada seorang wanita yang duduk tak jauh dari hadapannya.

“Terimakasih karena kalian telah menyempatkan waktu untuk menghadiri acara ulang tahun ku yang ke 23 tahun, dimalam yang spesial ini, aku juga akan menyampaikan berita bahagia. Malam ini, aku akan melamar seorang wanita yang aku cintai untuk menjadi tunangan ku”

Teman-teman Minho mulai riuh setelah mendengar ucapan Pria itu, mereka semua memang tahu jika Minho sudah mempunyai kekasih selama tiga tahun terakhir ini, tapi mereka tidak pernah tahu jika Minho akan mengikat jalinan cintanya dengan sang kekasih secepat ini, apalagi tidak ada yang tahu siapa kekasih Minho yang dimaksudnya tadi.

“Wanita ini sangat spesial untuk ku, dia satu-satunya wanita yang bisa merubah hidup ku, membuat hidup ku menjadi lebih baik dan satu-satunya wanita yang bisa membuat ku setia tanpa bisa melirik wanita lain” jelas Minho dengan wajah yang terlihat penuh kebahagiaan

Krystal menopang dagunya dengan tangan sebelah kanan, sesekali tersenyum mendengar cerita Minho.

“Jadi Tuan Choi kita yang Playboy ini sudah bukan seorang Playboy lagi?” seru Jonghyun dan menimbulkan suara tawa dalam Club

Minho ikut tertawa sembari menggelengkan kepalanya. “Sudah sejak 3 tahun yang lalu, Tuan muda Kim” ledek Minho, tanpa sengaja matanya bertemu dengan wanita yang sejak tadi dipandanginya. “Nona Krystal Jung, bersediahkah kau menghampiri Pangeran mu ini?”

Myungsoo segera berdiri dari duduknya, ia membalikkan tubuhnya menghadap kedepan dan saat itu juga dia merasakan tubuhnya membeku ditempat, bukan hanya ia yang terkejut ketika mendengar nama itu, tapi semua pengunjung di Club juga merasa terkejut, belum lagi ketika mereka melihat Krystal yang telah naik diatas panggung, merasa tidak percaya bahwa wanita cantik yang menyita perhatian orang-orang malam ini adalah Kekasih dari anak tunggal penerus salah satu Perusahaan ternama di Asia, dan yang lebih mengangetkan lagi adalah, dia Krystal, Krystal Jung.

Myungsoo menelan salivanya dengan susah payah, masih belum percaya dengan apa yang didengar dan dilihatnya malam ini, suara tepuk tangan yang mengisi Club mengagetkan Myungsoo dari lamunannya, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Minho telah memasangankan sebuah cincin dijari manis Krystal, setelah itu Minho berdiri dan mencium bibir ranum Krystal, dan Krystal berdiri disana dengan penuh kebanggaan juga kebahagaiaan, ketika matanya berpapasan dengan Myungsoo, Krystal menyeringai kearahnya, seolah mengartikan bahwa dia adalah Pemenang disini.

-Happen Ending-

Air masih mengalir dengan kencang melalui keran air, Krystal mengambil beberapa lembar tissu untuk mengeringkan kedua tangannya yang basah, setelah itu ia mematikan keran air dan bercermin sekali lagi, entah kenapa, wajah kaget Myungsoo yang dilihatnya tadi tiba-tiba saja muncul dari cermin, wajahnya berubah menjadi datar, Krystal menghela nafas panjang untuk melupakan bayang-bayang Pria itu, dia memperbaiki tatanan rambutnya dan berniat pergi dari WC, tapi suara seseorang yang memanggilnya menghentikan langkahnya.

“Krystal”

Krystal berbalik, ia tersenyum persis seperti senyuman yang ia berikan untuk Myungsoo tadi. Kakinya melangkah mendekat pada wanita yang juga berwajah cantik sepertinya, jika dilihat sekilas, penampilan mereka memang terlihat mirip, tapi bukan itu alasannya mengapa mereka berdua berdiri berhadapan sekarang.

“Lama tidak bertemu” kata Jiyeon

“Aku tahu kau pintar berbasa-basi, dan aku juga yakin betul kau tahu jika aku bukan tipe orang yang suka berbasa-basi, jadi katakan apa yang kau ingin katakan sekarang!” balas Krystal dingin

“Maafkan aku”

Jiyeon menatap Krystal yang tadinya bersandar pada wastafel kini telah berdiri dengan tegap menghadapnya. “Tidak perlu meminta maaf, aku, kau ataupun dia tidak bersalah, tapi—–”

Krystal melangkah semakin mendekati Jiyeon, jari telunjuknya yang panjang menunjuk tepat kearah dada sebelah kiri Jiyeon. “Tapi hati mu yang salah” ujar Krystal singkat dan membuka pintu WC, mengingat sesuatu, ia kemudian berbalik menatap Jiyeon. “Just remember that sometimes, the way you think about a person isn’t the way they actually are”

Dan hati Jiyeon bergetar mendengar kalimat yang dilontarkan Krystal, air matanya bahkan telah mengalir secara tiba-tiba dengan kakinya yang terasa lemas. Perasaan bersalahnya pada Krystal muncul hari ini setelah tiga tahun lamanya Jiyeon tidak pernah menyadari hal itu. Kalimat yang dulu dilontarkannya untuk Krystal terdengar dikedua telinganya dan membuat ia malu, malu akan dirinya sendiri.

“Kau tidak akan mendapatkan Pria yang lebih seperti Myungsoo, kau hanya gadis biasa, sangat biasa”.

-Happen Ending-

Minho mendongak ketika melihat telapak tangan seseorang tersodor dihadapannya, bersamaan dengan itu obrolan menyenangkan yang ia buat dengan teman-temannya ikut terhenti, ditatapnya seorang Pria yang mengulurkan tangannya tadi dengan sekilas dan ia pun tersenyum, berdiri dan membalas uluran tangan Myungsoo.

“Selamat”

“Terimakasih”

Myungsoo masih berdiri diam ditempatnya sementara Minho telah kembali duduk dan mengobrol dengan teman-teman mereka seperti tadi, bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Merasa terus dipandangi, Minho akhirnya menoleh pada Myungsoo, ia bisa melihat raut wajah keheranan diwajah tampan Myungsoo.

“Ada apa?” tanya Minho heran

“Dimana kau bertemu dengannya?” tanya Myungsoo balik

Teman-teman mereka yang berada disana saling melirik satu sama lain, mereka kemudian sepakat untuk meninggalkan Pria itu berdua ketika merasakan suasana disekitar meja yang tadinya menjadi tempat kumpul mereka tidak lagi bersahabat, sedangkan kini Minho telah tertawa kecil sambil memberikan segelas wine untuk Myungsoo. Myungsoo menerima gelas bening berukuran kecil yang diberikan Minho, menarik sebuah kursi dan duduk dihadapan Minho.

“Tidak lama setelah kau membuangnya”

Myungsoo menghentikan gerakannya, gelas berisikan wine itu bahkan belum menyentuh bibirnya. Di liriknya Minho yang telah meneguk habis wine miliknya dengan sorotan mata yang tajam, merasa apa yang diucapkan Minho tadi seolah menyindirnya.

“Maksud ku setelah kau memcampakannya” seru Minho tertawa kecil. “Kau terlalu tegang, kawan. Santai sedikit” Minho meninju pelan lengan Myungsoo sembari menuangkan wine yang berada dalam botol kedalam gelasnya

Myungsoo menghela nafas panjang, meletakkan gelasnya yang masih penuh dengan wine keatas meja dengan sedikit kasar, dia benar-benar tersinggung dengan ucapan dan perkataan Minho, tapi posisinya akan semakin salah jika ia marah, toh, apa yang dikatakan Pria berambut hitam cepak itu benar, tanpa mengatakan apapun, Myungsoo berdiri dari duduknya dan berniat pergi meninggalkan Minho.

“Myungsoo, making a big life change is pretty scary. But, know what’s even scarier? Regret!”

Minho tersenyum penuh arti, walaupun musik berbunyi dengan keras tapi Myungsoo bisa dengan jelas mendengar apa yang dikatakan Minho tadi. Dengan menahan amarahnya yang telah naik keatas kepala, Myungsoo berbalik, berusaha membuat wajahnya lebih bersahabat dengan senyuman yang dipaksakan.

“Aku tidak pernah menyesali apapun” sahut Myungsoo, terdengar penuh penekanan disetiap kata yang ia lontarkan

Minho tersenyum simpul, menggelengkan kepalanya pelan dan menjawab, “Kau bukannya tidak pernah menyesali apapun, tapi………kau belum menyesali apapun”

Nafas Myungsoo terasa memburu, menelan salivanya sendiri bahkan terasa sangat sulit, dia merasakan perasaan yang semakin membuatnya tidak enak setelah apa yang dikatakan Minho tadi, diantara sebuah penyesalan dan perbedaan kata ‘tidak’ dan ‘belum’.

-Happen Ending-

Jiyeon menghapus jejak-jejak air mata yang mengering diwajah cantiknya, setelah itu ia berjalan melewati orang-orang yang tengah asik menari diatas lantai dansa, wajahnya terlihat kebingungan ketika mendapati sang Kekasih sedang meminum minuman kerasnya dengan raut wajah yang penuh amarah. Jiyeon mengikuti kemana arah pandang kekasihnya tertuju, dia mendapati Myungsoo sedang memerhatikan bagaimana Minho dan Krystal yang sedang menari bersama dengan sangat mesra, kemudian Jiyeon melanjutkan langkahnya dan menyambar gelas yang baru akan diteguk isinya oleh Myungsoo.

“Apa yang kau lakukan!” teriak Myungsoo kesal

“Kau yang apaan-apaan! Kau mabuk karena mereka” tunjuk Jiyeon pada Minho dan Krystal

Myungsoo melirik sekilas kearah utara dan memandangi Jiyeon tajam. “Bukan urusan mu!” Dan ia kembali mengambil gelasnya yang sempat diambil Jiyeon

“Ingat Myungsoo, aku masih kekasih mu. Tolong jangan perlakukan aku seperti kau memperlakukan Krystal dulu”

Jiyeon menepis tangan Myungsoo yang ia genggam tadi dan memilih menjauh dari Myungsoo. Ia tahu benar jika Myungsoo merasa cemburu dengan kejadian yang mengejutkan malam ini, Jiyeon akui, ia diliputi rasa takut sekarang, dia tidak mau apa yang dia lalukan dimasa lalu akan berbalik kepada dirinya sendiri, layaknya senjata makan tuan, Jiyeon tidak mau, tidak mau merasakan sakit yang sama seperti Krystal dulu.

Sedangkan Krystal dan Minho, mereka terlihat menikmati malam spesial ini, mereka bahkan terlihat saling memeluk satu sama lain dengan mesra sembari sesekali bercanda, tapi kedatangan Key yang meminjam Minho sebentar menghentikan kegiatan mereka, hingga kini Krystal berjalan sendirian menuju mejanya, tapi berhenti ketika dilihat Myungsoo yang tak berhenti meminum sebotol soju seperti orang kesetanan, Pria itu bahkan terlihat sudah mabuk sekarang. Krystal mengambil sebatang rokok yang dibawa seorang Pelayan, ia menyalakannya dan melangkah mendekat pada Myungsoo.

Asap rokok yang mengarah kearahnya membuat Myungsoo mengangkat kepalanya setelah ia sempat menidurkan kepalanya diatas meja, cukup terkejut saat melihat Krystal yang telah duduk dihadapannya sedang menikmati sebatang rokok yang dia hisap tadi. Krystal tersenyum manis memberikan salam pada mantan Kekasihnya itu.

“Masih bersama Jiyeon?” kata Krystal membuka pembicaraan

Myungsoo tidak menjawab selama beberapa detik, matanya terlalu sibuk memandangi Krystal. “Kau berubah”

Krystal tertawa, dihambuskannya keudara asap rokok yang ia hisap, memajukan setengah tubuhnya hingga berada beberapa centi dari wajah Myungsoo. “Tapi kau suka perubahan ku kan?” goda Krystal dan kembali ketempat duduknya tadi

“Yah, kau cantik sekali” balas Myungsoo, meneguk soju nya sekali lagi. “Lebih cantik dari Jiyeon” sambungnya, dia tertawa sekarang disela-sela cegukannya

Krystal mengibaskan rambutnya kebelakang dengan angkuh. “Aku tahu, kenapa tidak sejak dulu saja aku berubah seperti ini, jadi kau tidak perlu memutuskan ku, iyakan? Ah, aku bodoh sekali” Krystal menggelengkan kepalanya, wajahnya berubah sedih

Myungsoo menarik tangan sebelah kiri Krystal. “Maafkan aku Krystal, aku menyesal, aku akui aku cemburu kau telah bertunangan dengan Minho, harusnya….harusnya kita tidak perlu berpisah saat itu. Aku masih mencintai mu, kembalilah pada ku Krystal, aku mohon”

Wajah Myungsoo terlihat begitu serius, matanya bahkan berkaca-kaca dan mengenggam tangan Krystal dengan sangat erat, sedangkan Krystal berhenti menghisap rokoknya dan melangkah ketempat duduk Myungsoo, ia menarik kursi yang berada disebelah kanan Myungsoo dan diduk disana sembari menatap Myungsoo dalam.

“Ide yang bagus, aku akan memikirkannya”

Seketika itu juga tubuh Myungsoo berubah menjadi tegap, tepat saat ia ingin memeluk tubuh ramping Krystal, suara wanita itu menghentikan pergerakannya.

“Tapi, dulu ada seseorang yang mengatakan pada ku ‘seorang mantan kekasih akan selalu tertinggal dibelakang’, masih ingat?”

Myungsoo melepaskan genggamannya dari tangan Krystal dengan perlahan, sedangkan Krystal kembali menikmati rokoknya, terlihat senyuman di paras cantiknya.

“An EX should stay an EX, they are the EXample of false love and an EXplanation for why i deserve better!” seru Krystal yang telah berdiri dari duduknya

“Krystal”

Suara Minho yang memanggil namanya membuat wanita itu menoleh kebelakang, sebelum meghampiri tunangannya, Krystal berjalan semakin mendekat pada Myungsoo, menundukkan setengah tubuhnya agar bisa sejajar dengan tubuh Myungsoo yang masih diam terduduk seperti semula.

“Kau memperlakukan seperti sebatang rokok, setelah menikmatinya, kau menghancurkannya lalu membuangnya dan menggantinya dengan batang rokok yang lain” Krystal menghembuskan asap rokoknya tepat dihadapan wajah Myungsoo, mematikan rokok yang ia hisap tadi diatas meja hingga bentuknya sedikit hancur, lalu, “Ku kembalikan rokok yang telah hancur ini pada mu” Krystal meletakkan batang rokok yang hancur di salah satu telapak tangan Myungsoo, “Dan akan ku simpan batang rokok yang baru dengan sangat baik, meninggalkan mu dengan serpihan rokok yang telah hancur. Seperti apa yang kau lakukan dulu pada ku”

Krystal menyeringai penuh arti, ia tersenyum terakhir kalinya dan pergi menghampiri Minho, tidak perduli dengan Myungsoo yang pastinya telah dikuasi amarah sekarang, dan sebelum keluar dari Club, ia menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Jiyeon.

“Semoga bahagia dengannya”

Jiyeon tahu betul, apa yang dikatakan Krystal tadi bukanlah sebuah harapan, tapi sindiran halus untuk dirinya, dipandanginya Krystal dan Minho yang telah menghilang dari pandangannya, Jiyeon berniat kembali ke tempat duduknya dengan Myungsoo tadi, tapi sekarang Myungsoo terlihat berlari melewati dirinya.

“Kau mau kemana?”

“Lepaskan aku!”

“Myungsoo! Krystal masa lalu mu”

“Kau juga masa lalu ku sekarang!!”

Nyawa Jiyeon rasanya telah melayang mendengar apa yang dikatakan Myungsoo, air matanya mengalir begitu saja dengan keterkejutan yang masih menguasainya, sedangkan Myungsoo telah berlari keluar Club, kepalanya menoleh kekanan dan kekiri, mencari keberadaan Krystal, tak berapa lama, dilihatnya sebuah mobil sport mewah berwarna merah melintas dihadapannya dengan kaca mobil yang terbuka dan menampilkan Krystal yang sedang tersenyum penuh kemenangan kearahnya. Seolah tidak punya malu, Myungsoo berlari mengejar mobil Minho dan terus berteriak memanggil nama Krystal. Dan untuk Krystal, dia tidak perduli lagi dengan semua yang dilakukan Myungsoo sekarang, benar apa yang dikatakan Myungsoo dulu, lihat saja saat bagaimana Myungsoo terus tertinggal jauh dibelakang mereka.

Minho meminggirkan mobilnya, memberikan beberapa lembar tissu basah untuk Krystal dan diterima dengan senang olehnya. Krystal menghapus make up nya, setelah bersih dari make up, Minho menarik Krystal dalam pelukannya dan mencium kening Krystal.

“Aku lebih suka kau yang seperti ini sayang”

Krystal memang tidak pernah berubah, baik sikap, perilaku dan riasannya, dia tetap menjadi dirinya sendiri, menjadi seorang Krystal yang dulu, dan karena itulah yang membuat Minho bisa jatuh kedalam pelukannya, karena kesederhanaannya.

“Aku kesal sekali saat melihat mu merokok tadi”

“Mianhaeee, aku sudah janji pada mu kan, itu yang pertama kali dan terakhir kalinya. Lagipula rasanya tidak enak, aku selalu saja hampir tersedak”

“Tapi akting mu tadi benar-benar bagus, aku pikir kau harus menjadi seorang aktris”

Krystal telihat terkejut, ia memukul pelan lengan Minho, sedangkan Pria itu tersenyum manis, menarik Krystal masuk kedalam pelukannya dan mencium keningnya, lalu kembali mengemudikan Mobilnya dengan kecepatan sedang. Krystal memeluk lengan Minho, menghela nafas lega karena apa yang selama ini dipendamnya telah pergi selayaknya dibawa angin.

“Jiyeon jauh lebih menarik dari mu, harusnya sejak awal aku jatuh cinta padanya, bukan pada gadis biasa seperti mu”

“Jadi maksud mu?”

“We broke up”

Krystal menunduk saat merasakan air matanya mengalir, sedangkan Myungsoo menyeringai, didekatinya Krystal dan dihembuskannya asap rokok kewajah Krystal, lalu mematikan rokok itu diatas meja dengan kasar hingga hancur.

“Kau akan selalu tertinggal dibelakang ku”

Myungsoo telah pergi dengan menggandeng Jiyeon yang sempat menjadi sahabat Krystal, meninggalkan Krystal sendirian dengan memandangi bangkai rokok Myungsoo yang sudah hancur, seperti Myungsoo yang telah menghancurkan hatinya hanya untuk seorang wanita yang jauh lebih cantik dan menarik darinya.

-Happen Ending-

Drrtt Drtttt

“Hallo”

“Krystal”

“Nuguseyo?”

Ponsel berwarna putih itu jatuh diatas tempat tidur, dia tidak pernah mengganti nomor ponselnya, nomornya masih sama saat ia berpacaran dengan Krystal dulu, tapi kenapa malah wanita itu tidak mengenalinya saat ia menelfon? Myungsoo menatap keluar jendela, terlihat cairan bening jatuh dari kelopak matanya, kejadian tadi sudah sebagai tanda bahwa Krystal memang benar-benar telah melupakannya dan tidak berniat sama sekali kembali kebelakang, kembali pada dirinya.

Annyeonggwa annyeongeuro

Sijakgwa gateun mallo kkeutnaneun geon

Da iyuga itgetji

Sarangeul haneun geonji

Ibyeoreul haryeogo mannaneun geonji

Tto dasi nal chajaon

Hepeunending

Goodbye~

image

THE END

7 thoughts on ““HAPPEN ENDING”

  1. faraaaaa, aku kangen bgt baca ff kamu:D dan ini aku fikirr bakalan happy end ternyata bener happy end cuman buat minstal aja. makanya myung, jangan macem-macem sama si ice princess haha.

  2. Betapa aku sangat suka kata ini “An EX should stay an EX, they are the EXample of false love and an EXplanation for why i deserve better!” 
    dan akhir&nya minho masih sama krystal?
    Sama2 untuk cobernya ad. Fara kkkkk~^^

  3. memang MinStal selalu di hati ya hahah
    suka banget sama konfliknya, daebak!
    MinStal manis banget
    speechless dah ^^ keep writing!!

  4. Gila keren bgt. Aku kira minho bakal marah ama krystal gara2 krystal deketin myungsoo. Tapi itu semua akting

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s