SONGFIC “Waiting For You”

Hanya sebuah songfic pendek yang tiba-tiba terlintas ketika mendengarkan lagu Noah – Menunggu mu, btw halo semuanyaaa terimakasih untuk para readers yg selalu setia menunggu ff-ff terbaru kami walaupun kami (mostly saya sendiri) yang biasanya hanya update ff 1-2 kali dalam setahun hahahahaha Dan untuk yang masih menunggu ff berseri kapan akan ada lanjutannya, lebih baik lupakan saja ff itu karena sepertinya tidak akan ada lanjutannya haha ._.V Enjoy for this one, poster hanya seadanya, maaf yaaaa

Tittle: Waiting For You

Cast: Krystal Jung (FX)

Kim Myungsoo (INFINITE)

Choi Minho (SHINEE)

Other Cast: Park Jiyeon (T-ARA)

etc

Genre: Romance, Angst

Author: PrettyBoy

image

“Krystal, kau sudah beli baju yang aku sarankan kemarin?”

“Sudah, aku sekali warnanya”

Suara obrolan dan tawa terdengar jelas dari ruang makan Seulgi, malam ini dia memang sengaja membuat pesta kecil-kecilan untuk teman SMU nya, semuanya berkumpul dengan senang sambil sesekali menyomot makanan kecil yang di hidangkan.

“Myungsoo, akhirnya kau datang”

Sunggyu menghampiri Myungsoo sembari menepuk pundaknya, sedangkan Myungsoo hanya tersenyum kecil, setelah mengobrol sebentar Myungsoo masuk ke ruang makan dimana teman-temannya sudah berkumpul, melihat kedatangan Pria itu membuat teman-temannya yang lain ikut senang, maklum, setelah mereka semua masuk ke Universitas yang berbeda memang sudah tidak banyak waktu yang bisa digunakan untuk berkumpul seperti ini.

“Dia kekasih mu Myungsoo?” bisik salah satu temannya

“Ah ya, kenalkan, dia Jiyeon, kekasih ku”

Satu persatu teman SMU Myungsoo menyapa dan berkenalan dengan Jiyeon, termasuk Krystal dan Seulgi walaupun sesaat kemudian mereka kembali sibuk dengan pembicaraan seru yang sempat mereka tinggalkan sejenak, sedangkan Myungsoo ikut larut dalam obrolan teman-teman Pria nya, tapi kedatangan seorang Pria yang membawa beberapa botol Soju membuyarkan obrolan mereka, Minho meletakkan botol-botol soju itu diatas meja dan melirik kearah Jiyeon lalu kembali berdiri tegap.

“Aku pikir kau akan absen hari ini karena terlalu sibuk” seru Minho dengan raut wajahnya yang datar

Orang lain mungkin tidak akan menyadarinya, tapi Myungsoo tau benar jika ucapan yang dilontarkan Minho tadi hanyalah sebuah basa-basi yang mempunyai makna menyindir. Myungsoo hanya tersenyum kecil dan mengangkat botol sojunya sebagai pengganti ucapan salam, sedangkan Minho tidak terlihat tertarik bergabung dimeja yang diduduki Myungsoo dan memilih bergabung dimeja Krystal dan Seulgi.

Didalam sebuah cinta terdapat bahasa
Yang mengalur indah mengisi jiwa
Merindukan kisah kita berdua
Yang tak pernah bisa akan terlupa

Minho sekali lagi membuang nafas panjang sembari menggerakkan kakinya mendekati Krystal yang sudah terlihat gelisah sejak tadi, sekarang sudah jam 1 malam tapi seseorang yang ditunggu Krystal tak datang-datang, kehadirannya yang sama sekali tidak disadari Krystal membuat Minho tau jika Gadis itu pasti telah tenggelam dengan lamunan-lamunannya yang terus menggerogoti otaknya selama setahun terakhir ini.

“Kau mau menunggu berapa lama lagi?” tanya Minho yang berhasil menghancurkan lamunan Krystal

“Dia bilang 15 menit lagi akan sam—”

“Maksud ku tentang hubungan kalian!”

Krystal menoleh ke arah Minho ketika Pria itu meninggikan sedikit suaranya, Minho balik menatap Krystal lalu mengalihkan pandangannya lurus kedepan, dimana gerimis rintik hujan membasahi rumput-rumput taman rumah Seulgi.

“Aku bisa mengantar mu pulang jika masalahnya kau hanya menunggu ia menjemput mu, tapi aku tidak bisa mengantar mu pulang jika masalahnya hati mu hanya terus terkunci padanya. Berapa kali ku katakan jika apa yang kau lakukan ini salah, tapi kau tidak pernah mau mendengar ku”

Krystal menginggit bibir bawahnya dan membalikkan badannya menghadap Minho. “Cinta tak pernah salah dan mencintai orang lain bukan suatu kesalahan!!” balas Krystal kesal

Minho menyeringai dan ikut membalik badannya kearah Krystal. “Jangan membuat ku tertawa, kau bukan anak TK lagi yang harus diberitahu mana yang benar dan mana yang salah, kau juga tau benar jika mencintai seseorang yang telah mempunyai kekasih adalah sebuah kesalahan besar!!!”

“Jika kau tau ‘mencintai seseorang yang telah mempunyai kekasih adalah sebuah kesalahan besar’ lalu kenapa kau juga melakukannya Choi Minho?”

Kedatangan Myungsoo yang tiba-tiba membuat pembicaraan Krystal dan Minho yang sempat diselimuti ketegangan semakin memperburuk keadaan, melihat raut wajah dua Pria yang berada disamping kiri dan dihadapannya ini membuat Krystal takut jika keduanya akan beradu jotos dirumah orang lain, karena itu dengan cepat Krystal menarik tangan Myungsoo bermaksud untuk mengajaknya pergi dari sana, tapi Myungsoo malah menarik tangan Krystal balik yang berarti ia menolak dengan tegas ajakan Krystal.

“Bahkan buruknya, kau memaksanya untuk meninggalkan kekasihnya” sahut Myungsoo

“Memaksa? Ya, kau mungkin benar jika aku ‘memaksanya’, tapi seharusnya, Krystal juga harus berani memaksa mu untuk meninggalkan kekasih mu yang lain” sindir Minho sembari melirik Krystal

“Sudahlah, kita pulang saja, ayo”

Krystal dengan paksa menarik tangan Myungsoo meninggalkan Minho, hanya ini yang ia bisa lakukan, lari setiap kali Minho mengatakan kebenaran yang Krystal selalu berusaha tepis, hubungan gelapnya dengan Myungsoo sudah membebani pikirannya, ia tak mau semakin terbebani jika mendengar setiap ocehan ‘kebenaran’ Minho, sementara itu Myungsoo masih sangat kesal, terbukti dengan seberapa kencangnya ia menjalankan mobilnya saat ini.

“Sudah ku katakan pada mu, jangan dekat-dekat dia lagi!!” ujar Myungsoo sebal

“Dia sahabat ku, jadi bagaimana mungkin aku bisa menjauhinya!” tolak Krystal tegas

“Sahabat? Sahabat macam apa yang mencintai sahabatnya sendiri? Dia ‘sahabat’ terbodoh mu yang pernah aku temui!!!”

“Bodoh? Kau bilang dia bodoh? LALU KITA APA? TOLOL? IDIOT?”

Myungsoo menginjak rem dengan tiba-tiba dan membuat tubuh keduanya terjungkal kedepan dan dengan cepat kembali terdorong mundur dengan cukup keras menabrak jok mobil yang mereka duduki. Perkataan yang keluar dari mulut Krystal tadi membuat kemarahan Myungsoo kembali hingga naik ke ubun-ubun kepalanya.

“Jadi sekarang kau merasa apa yang dia katakan itu benar, huh?”

“Setiap hari aku berusaha menepis ucapan Minho, tapi disisi lain aku sadar jika apa yang dia katakan memang benar, kita seharusnya tidak berada dalam hubungan seperti ini, kita terjebak, kita menjebak diri kita sendiri”

Suara Krystal yang terisak membuat kemarahan Myungsoo hilang seketika, dia membanting tubuhnya kembali kebelakang, terdiam sementara suara isakan Krystal tidak juga berhenti, matanya memandang keatas, melihat ke atap-atap mobil seolah ada yang menarik disana, tapi hati dan pikirannya berada ditempat lain, harus diakuinya jika ucapan Krystal tadi cukup mempengaruhinya.

“Tapi sudah berapa kali ku katakan, aku pasti akan meninggalkannya, aku butuh waktu karena semua ini tidak semudah apa yang kau pikirkan” Myungsoo menggerakkan tangannya menyentuh bahu Krystal

“Aku tidak pernah berpikir ini semua mudah untuk dijalani, kau memang selalu mengatakan hal itu setiap hari, tapi sudah setahun berlalu tapi kau belum bisa memutuskan apapun. Aku salah, kau salah, Minho salah, kita semua salah, sejak awal seharusnya kita tidak menjalani hubungan ini dan Minho seharusnya berhenti mencintai ku, kita menyakiti Jiyeon dan aku menyakiti Minho, lalu sampai kapan kita harus seperti ini terus?”

Menatap mata Krystal yang basah karena air mata membuat Myungsoo semakin kacau, ia menempelkan keningnya pada stir mobil sembari membentur-benturkan kepalanya dengan pelan, apa yang dipikirkan Krystal adalah suatu hal yang selalu Myungsoo hindari, suatu hal yang bahkan Myungsoo sendiri tidak mau memikirkannya. Berani berbuat berani bertanggung jawab, kalimat ‘bertanggung jawab’ itulah yang tak bisa Myungsoo hadapi, ia memang tidak pernah tau apa yang harus dia lakukan setelah berselingkuh dari Jiyeon, Myungsoo mencintai Krystal tapi disatu sisi Jiyeon begitu baik padanya dan benar-benar mencintainya, dia benar-benar tidak bisa memilih siapa yang harus dipilihnya dan itu membuat ia sadar jika dia juga telah menyakiti Krystal dan Jiyeon. Setelah lama saling berdiam satu sama lain, Myungsoo mengangkat kepalanya dan menatap jalanan kosong dihadapannya.

“Beri aku waktu seminggu, aku pasti akan memutuskannya”.

Bila rindu ini masih milik mu
Ku hadirkan sebuah tanya untuk mu
Harus berapa lama
Aku menunggu mu…

Sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Krystal selalu berusaha menghindar dari Minho tiap kali mereka berpapasan di kampus, seperti sekarang ini, Krystal dengan cepat menjauh dari lapangan sepak bola ketika tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Minho yang sedang berlatih sepak bola, melihat sikap Krystal yang seperti itu sebenarnya membuat Minho kesal, sedih dan marah, tapi apa yang dia bisa lakukan selain berdiam sampai hati Krystal kembali mencair dan mau mendekatinya lagi walaupun sekali lagi hanya sebagai ‘sahabat’.

“Minho, ada yang mencari mu” bisik Changmin

Minho menoleh kearah dimana jari Changmin menunjuk, ia memutar bola matanya ketika melihat seseorang telah berdiri disana, seseorang yang sama sekali Minho tak mau lihat, ia menyodorkan bola yang dipegangnya kepada Changmin dan melangkah mendekati Myungsoo setelah sebelumnya meneguk air dari dalam botol minumannya.

“Kau tidak berniat mencari masalah disini kan?” tanya Minho dingin

“Aku ingin membuat kesepakatan dengan mu” ujar Myungsoo tanpa basa basi, melihat Minho yang hanya terdiam seakan memberikan sinyal pada Myungsoo untuk melanjutkan ucapannya. “Jika ku putuskan Jiyeon, putuskan juga perasaan mu pada Krystal”

Minho tersenyum mengejek mendengar perkataan Myungsoo, “Apa kau meminta ku secara tidak langsung untuk tidak memutuskan perasaan ku pada Krystal?”

“Aku serius Choi Minho” ujarnya dengan nada suara yang sedikit kesal

“Kau pikir aku akan percaya kau akan memilih salah satu dari mereka? Kalaupun iya, aku tidak akan membiarkannya menjadi milik mu seutuhnya, siapa yang tau jika kedepannya mungkin saja posisi Jiyeon sekarang akan diambil alih oleh Krystal dan posisi Krystal yang sekarang akan diambil alih oleh orang lain” Minho meneguk habis air mineralnya dan membuangnya kesembarang arah lalu memutar tubuhnya membelikangi Myungsoo, bermaksud meninggalkan Pria itu

“Jika kau berbicara seolah kau tau masa depan ku, itu berarti kau juga tau masa depan mu sendiri kan?” Myungsoo menyeringai ketika melihat Minho kini kembali menatapnya setelah sebelumnya telah berjalan empat langkah menjauhinya, “Krystal tidak akan memilih mu, tidak akan pernah dan kau jelas tau akan hal itu, tapi kau akan selalu memaksakan perasaan mu, dan akan selalu seperti itu”

“MINHO”

Gerakan tangan kanan Minho yang sudah hampir melayang ke wajah Myungsoo terhenti saat itu juga ketika mendengar suara Krystal yang berteriak memanggil namanya, dengan berjalan tergopoh-gopoh, Krystal mendekat kearah kedua Pria itu dengan wajah kesal.

“Myungsoo, apa yang kau lakukan disini?”

“Hanya berbincang dengan sahabat tercinta mu” ejek Myungsoo

“Pulanglah” usir Krystal dingin

“Kalau begitu ikut dengan ku”

Krystal menepis tangan Myungsoo yang sempat menarik tangannya, “Aku bawa mobil”

“Baiklah. Urusan kita belum selesai Choi Minho” ucap Myungsoo sebelum pergi dari sana dan Minho hanya membuang wajah tidak perduli

“Masih tidak mau mengajak ku bicara?” kata Minho saat Krystal hanya terdiam ditempatnya

“Jiyeon hamil”

Minho memandangi Krystal yang kini menatapnya, “Aku bertemu dengannya kemarin, dia sudah tau tentang hubungan ku dengan Myungsoo”

“Kau seharusnya malu” ujar Minho yang menyakiti hati

“Aku tau, aku sudah mengambil keputusan ku sendiri”

“Harusnya kau melakukannya sejak dulu”

Krystal tersenyum masam sembari mengangguk, melihat sikap canggung Krystal yang seperti ini membuat Minho tidak tahan untuk memeluk Krystal, dia juga cukup menyesali kata-katanya yang terdengar kasar tadi.

“Yang terpenting, kau sudah minta maaf pada Jiyeon kan?”

“Hng, dia juga sudah memaafkan ku” Krystal mengangguk kecil dalam pelukan Minho, “Tapi aku tidak menangis kok”

Minho melepas pelukannya dan tertawa saat mendengar kalimat Krystal, Krystal ikut tertawa selama beberapa saat sebelum akhirnya meneteskan air matanya.

“Kau menangis sekarang” Minho menyeka air mata Krystal yang membasahi pipinya

“Aku benci Myungsoo dan membenci diri ku sendiri” Krystal memeluk lengan Minho sembari mengusapkan air matanya pada lengan seragam bola Minho

“Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita” Minho mengusap rambut hitam panjang Krystal, “Tapi kapanpun kau butuh aku, aku akan selalu ada untuk mu”

Krystal tersenyum manis mendengarnya, seberapa banyakpun dia membuat Minho kecewa, tapi kenyataannya Pria itu selalu memperlakukannya dengan sangat baik.

“Lebih baik kau pulang sekarang dan tenangkan diri mu, apa mau aku antar?”

“Tidak, aku bisa pulang sendiri” Krystal melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan Minho, tapi dia berbalik ketika lupa akan sesuatu. “Minho, aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan mu selama ini, kau mau menunggu sedikit lagi kan?”

Minho mengangguk, senyumannya membuat Krystal ikut tersenyum, dan besok adalah hari dimana Krystal akan merubah jalan hidupnya.

Didalam masa indah saat bersama mu
Yang tak pernah bisa akan terlupa
Pandangan matanya menghancurkan jiwa
Dengan segenap cinta
Aku bertanya….

Krystal melipat sebuah kertas dan memasukkannya kedalam amplop berwarna biru, mengambil kertas lainnya lagi dan melakukan hal yang sama seperti tadi, setelah itu menulis sebuah nama di masing-masing amplop tadi, setelahnya ia meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Minho dan Myungsoo dengan isi pesan yang sama.

“Temui aku di jalan XXX jam 8”

Krystal menggigit bibir bawahnya, dia telah mengambil keputusan yang menurutnya sudah tepat, diambilnya dua amplop tadi sekaligus kunci mobilnya diatas meja dan segera keluar dari kamarnya.

“Krystal, kau mau kemana?” tanya Jessica, kakak Krystal

“Keluar sebentar” jawabnya singkat sambil membuka pintu rumah menuju mobilnya yang terparkir dihalaman rumah, sebelum menjalankan mobil putih itu, Krystal lebih dulu memasukkan amplop tadi kedalam laci mobil.

Sementara itu Myungsoo duduk dengan gelisah disebelah Jiyeon, sebentar lagi jam 8 malam dan setengah jam lagi dia harus menemui Krystal, dia terjebak dalam pertemuan keluarganya dan keluarga Jiyeon yang sedang membahas mengenai pernikahan mereka, ia tak tau kenapa Krystal dengan tiba-tiba meminta bertemu, Myungsoo semakin gelisah memikirkannya.

“Myungsoo, kau kenapa?” Jiyeon menyentuh lengan Minho ketika menyadari perilaku Myungsoo yang tidak seperti biasanya

Belum sempat menjawab pertanyaan Jiyeon, ponselnya bergetar dan melihat nama Seulgi yang sedang menelfonnya, ia mengangkatnya dan seketika itu Seulgi berbicara tanpa sempat memberi waktu Myungsoo untuk mengatakan ‘Halo’, dan apa yang dikatakan Seulgi melalui telfon seakan membuat dunia Myungsoo seakan berhenti berputar.

“KIM MYUNGSOO, KAU MAU KEMANA???” Ayah Myungsoo berdiri dari duduknya saat melihat anak lelakinya berlari keluar restoran, meninggalkan mereka semua dengan tidak sopannya.

Dan Minho yang ketika itu sedang menatap dirinya di cermin dengan senyum lebar mengingat malam ini dia akan bertemu dengan Krystal untuk mendengarkan jawaban yang selama ini dia nanti keluar dari mulut wanita itu, tapi bunyI pesan dari ponselnya mengganggu aktifitasnya.

To: Minho
From: Jessica Noona

“Minho……Krystal meninggal kecelakaan”

Tanpa memperdulikan ponselnya yang sudah jatuh tergeletak diatas lantai, Minho dengan segera mengambil kunci motornya dan menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi, sama dengan yang Myungsoo lakukan sekarang, seberapa cepatpun mereka mengenderai kendaraan masing-masing tidak akan membuat mereka bertemu Krystal dengan keadaan hidup-hidup, dan itu berarti, tidak akan ada yang tau apa isi surat yang ditinggilkan Krystal untuk mereka berdua. Semua penantian yang mereka tunggu selama ini telah berhenti disini dan hanya menyisakan rasa sakit yang mendalam dan penyesalan yang tidak akan pernah habis, tidak akan ada lagi yang menunggu, dan tidak akan ada lagi Krystal yang mereka cintai, semuanya telah berakhir dengan ending yang tidak pernah mereka harapkan.

Harus berapa lama aku menunggu mu
Dalam hati ku menunggu
Dalam lelah ku menunggu
Dalam tangis ku menunggu
Dalam sepi ku menunggu
Dalam hati ku menunggu….

THE END

Isi suratnya menurut imajinasi masing-masing reader aja yaaaa :*  thank you for reading :*

3 thoughts on “SONGFIC “Waiting For You”

  1. Lama nggak mampir ke sini ya ampun ;-; pas mampir ada ff MyungStal MinStal aaaaaa ;A;
    endingnya jleb hiks Myungsoo plin plan, nggak bisa mutusin milih Krys atau Jiyeon. Krystalnya juga gitu. kasihan Minho yang udah nunggu lama malah akhirnya gitu ;;
    Isi suratnya bikin kepo aaaaa ;AA;

  2. Gue emosi tingkat dewa baca ini, jahat bngt endingnya gantung bgt T.T gue pikir bakal happy end, jiyeon sama myung trs soojung sama minho, taunya………btw, gue bc ini sambil dengerin lagu jiyeon yg never ever, bkn lagu noah 5555555 poster nya tumben cuma atu, tp overall gue suka sm ff nya, kalimat2nya bener bener bs membawa gue msk ke dlm cerita, ampe udah kyk nonton drama >< ya walaupun endingnya sangat amat mengecewakan u,u

  3. tragis banget nasib krystal . myungsoo milihnya kelamaan harusnya 2 bulan pacaran sama jiyeon langsung putus lah ini 1 tahun. lama banget.

Kritik, Saran dan lain-lain DISINI

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s